Thursday, December 31, 2020

My poem: The Kingdom of Non-Duality



THE KINGDOM OF NON-DUALITY

Humans are scared
of becoming old
Being old is perceived
As a condition to be cursed

None loves oldness
It's against youthfulness
It is hated by resplendent ladies
It's an enemy of gorgeous goddesses

It is weird, isn't it?
In fact, all know it
That oldness is universal
A phenomenon common to all

Human and divine beings
Compete to reach everlastingness
To achieve eternal youthfulness
To overcome lifelessness

Science has not defeated oldness yet
The arrow of time still moves forward fast
Still unlikely to travel back to the past
Over time everything will be extinct

Hi Oldness, why are you so dreadful?
Could you be so beautiful?
Could you be so meaningful?
Give them your answers in full

Yeah, me, Oldness, is always thought
As the entrance to sorrowful plight
The gate to the kingdom of dust
Ending up somewhere in naught

Is emptiness so fearful?
Is impermanence so ghastly?
Is silence so frightful?
Is absence so ghostly?

Well, I'm telling you my beloved
You'll never never be old
Insofar as you know the road
The road weirdly traveled

Feel deeply the silence of a voice
Touch softly the absence of a presence
Embrace the presence of an absence
Kiss warmly the eternal impermanence

All of them are your lovers
So... make love with your lovers

Follow the quiet rhythm of solemn anthem
Scream, scream, silently scream

Let's dance, dance, and dance
In harmony with the sound of utter silence

Your lovers give you abiding freshness
They bestow you long-lasting wellness
They grant you limitless fullness
They confer you amazing thoughtfulness

To think about death and life
We need to be critically creative
Critical ceativity is liberative
Think from a non-duality perspective

When you still live, think you die
When you die, think you still live
Old and young are then simultaneous
Death and life are then contemporaneous

While you're still alive
Do anything noble
When you have to die
Die for anything honorable

Nothing is something
Something is nothing
Silence is voice
Voice is silence

The Lord becomes human
Humanity is the Lord's mansion
Presence is absence 
Absence is presence

A man is a woman
A woman is a man
Pretty is a man
Handsome is a woman 

A grandma is a little Rachel
A little Rachel is a grandma
A little Paul is a grandpa
A grandpa is a little Paul

Do appreciatively to Shindu
The things you want Shindu
To do respectfully to you
Oneness exists between Shindu and you

As you live in the physical world of duality
The root cause of human conflict and frailty
Cross, cross the border bravely
To enter the kingdom of non-duality

Crossing over is unavoidable
You are the chosen one
Many many more will come
To the fore

Rivers flow forever
Fishes swim for ever and ever
Rivers and fishes are one
No dichotomy is in existence

Dive, dive into the river!
The blue ocean is awaiting you, hi comer!

In this kingdom of thing-as-nothing
You don't have anything
Even though you have everything
You will then joyfully be singing

An infinite song of an endless longing
A very long longing for thing-as-nothing!
Me, Oldness, is admirably nothing-as-thing
Don't you worry about nothing-as-thing?

Empty yourself, then wholeness is yours
Discard the content, fullness then comes

During youth, your body worked so hard
In old age, you have a peace of mind
As a young man, you studied physics
As an elderly person, you now write poems

Body and mind are one
Scientists and poets are one
Young and old are one
All are enveloped by the same
The Non-Dual Supreme

Fly, fly, fly up to the limitless sky
While you're sleeping on your bed soundly
The one on a bed and the one in the sky
Are one and the same entity

Blessed are those
Who are chosen to be
The children of that kingdom
Which knows no dualism

They're nowhere
Yet they're everywhere
They're finite
Yet they're infinite


Dec 31, 2020
ioanes rakhmat

"Happy Old New Year!"
-----------------------------------------
"So Starym Novym Godom!"


Sunday, December 27, 2020

Kabar Sorgawi: Santa Klaus dan Piet Hitam Akan Bagikan Vaksin Covid-19 Gratis!



Sikap dan gerakan menolak vaksin apapun adalah salah besar. Seharusnya, kalangan yang menolak vaksin, bersikap jeli: tolaklah vaksin yang tidak tepat, yang tidak "up-to-date", yang tidak aman, tidak manjur, dan yang serokonversinya rendah. Lalu, dukunglah program vaksinasi pemerintah yang memakai vaksin-vaksin yang tepat, up-to-date, aman, manjur dan memperlihatkan serokonversi tinggi.

Begitu juga, adalah salah jika orang menolak vaksin apapun lalu mendukung hanya prokes 3M plus sebagai ganti vaksinasi.

Sebab, prokes 3M yang dijalankan jangka sangat panjang, tanpa vaksinasi, akan menimbulkan dampak berat dan buruk pada psikologi manusia dan kegiatan sosial ekonomi yang luas. "New normal" itu beda sekali dari "Normal".

Kita sudah tahu dampak psikologis negatif dari prokes 3M pada anak-anak yang harus terlalu lama menjalankan "online schooling" dengan akibat pergaulan sosial mereka nyaris terhenti. Juga pada orang dewasa tertentu yang harus jangka panjang bekerja online dari rumah, "working from home". Belum lagi "covid-insomnia" dan "covid-anxiety and stress" yang melanda banyak orang di seluruh dunia, karena pandemi yang hebat dan juga karena pelaksanaan prokes 3M yang terlalu lama meski perlu.

Lantas? Ya untuk keluar dari labirin pandemi Covid-19, jalannya yang paling tepat adalah vaksinasi global dengan vaksin-vaksin apapun yang tepat, "up-to-date", aman, manjur dan memiliki serokonversi yang tinggi sehingga mampu, lewat aksi-reaksi sistem imun, membangkitkan antibodi-antibodi yang lengkap dengan durabilitas yang sangat panjang, 10 tahun atau selamanya.

Susahnya, antara lain lantaran imunitas yang dimiliki manusia dan seleksi alam, si virus SARS-CoV-2 kini tampak sedang bermutasi terus, bukan mutasi-mutasi minor yang dapat diabaikan, tetapi mutasi-mutasi mayor pada morfologi luar, termasuk pada protein "spike" mereka. Kayaknya, si virus sedang bermain petak umpet dan pasang puzzle dengan para vaksinolog.

Vaksin-vaksin teknologi baru mRNA yang sudah diproduksi, dan belum di-"adjust" dengan mutasi-mutasi besar si virus SARS-CoV-2 belakangan ini, apakah harus dibuang, karena mubazir? Dus, jutaan USD akan raib begitu saja? Atau tetap akan dijual dan disuntikkan dengan dalih "denial" bahwa vaksin-vaksin ini masih ampuh dalam menangkal, misalnya, si Mutant Covid Inggris dan si Mutant Covid Afrika Selatan? Susah menjawabnya. Business is business. Uupps, health is health, isn't it, Pfizer and Moderna?




Kasus infeksi di Indonesia yang pesat meningkat belakangan ini (per 26 Desember 2020, kasus positif mencapai 706.837), dan penularan komunitas (dalam satu keluarga dan dalam satu RT/RW) yang makin menggila, pasti ada penyebabnya. Apakah lantaran pengabaian prokes 3M yang disengaja? Ataukah karena virus SARS-CoV-2 di kawasan-kawasan Indonesia yang paling berat terdampak sudah bermutasi besar dengan menghasilkan strain baru yang lebih agresif dan lebih cepat menular? 

Pertanyaan yang kedua itu hanya bisa dijawab oleh para ilmuwan lewat teknologi sekuensing genetik si virus yang menunjang! Yang tentu sangat mungkin adalah gabungan dua pertanyaan itu.

Adakah upaya lain? Ya ada.

Mari minta tolonglah rame-rame ke Santa Klaus supaya si santa suci ini bersama Piet Hitam dalam musim Natal di ujung Desember 2020 ini datang ke seluruh warga dunia, 8 milyar lebih manusia, dengan membagi-bagi gratis vaksin Covid-19 paling mujarab dan manjur abadi lewat cerobong asap dan jendela-jendela. Vaksin Santa ini "made in heaven".

Jadi, bangunlah cerobong-cerobong asap di rumah anda, dan buka jendela rumah dari jam 24 hingga jam 3 dini hari. Vaksin-vaksin Covid-19 gratis penolong dunia akan berjatuhan ke dalam rumah anda. Percaya gak? SAYA SIH MAUNYA PERCAYA. Maunya loh.


Salam,
Santa Klaus dan Piet Hitam
27 Desember 2020





Friday, December 25, 2020

Tuhan Menyepi


TUHAN MENYEPI

Konon dulu di bulan Desember
Malaikat berdiri berjejer
Di awan-awan yang tersebar
Madah sorgawi pun menggelegar

Menyambut kelahiran
Bayi mungil kudus sang harapan
Yang terbaring dalam palungan
Pemenuhan segala harapan

Allah turun ke dunia
Mengambil rupa manusia
Yesus nama untuk-Nya
Sang Tuhan penolong dunia

2020 di bulan Desember
Rumah sakit meluap luber
Dipenuhi pasien yang tertular
Si Mutant Covid menyambar

Tak terdengar madah malaikat
Tangisan menggelegar berat
Dari wajah manusia sekarat
Tanpa upacara turun ke liang lahat

Para malaikat ikut antrian
Turun dari ketinggian awan
Masuk dalam kesunyian
Jasad-jasad yang disemayankan

Tuhan menyepi dalam kesunyian
Dalam sebuah kandang sendirian
Badan menggigil kedinginan
Terserang demam berselimutan

Datangi, datangi Tuhan
Beri, beri Dia pengharapan
Bisikku kepada dua insan
Yusuf dan Maria berpasangan

Natal pun ramai keheningan
Dihadiri Tuhan yang setiawan
Yang ikut menanggung kesakitan
Sampai nyawa-Nya dipertaruhkan

Yesus, Yesus, apa makna bernatalan?
Dia menjawab dengan senyuman
Senyuman sunyi hening sendirian
Mataku pun bercahaya penuh tangisan

Aku menangis jutaan tahun
Ditemani semarak hijau daun-daun
Musim semi tak pernah berlalu
Dihidupi siraman putih salju


Jakarta, 25 Desember 2020
☆ ioanes rakhmat

We wish you a merry and blessed Christmas

Setelah Inggris, Kini Si Mutant Covid Afrika Selatan!

MUTANT COVID yang "transmission rate"-nya 70% lebih tinggi atau "lebih cepat menular", kita tahu, sudah diidentifikasi di Inggris (dilabeli varian B117, sebelumnya sudah ada mutant D614G---perhatikan gambar terlampir persis di bawah ini). Sejauh ini, si mutant virus Inggris ini diketahui sudah masuk ke Asia, yakni Singapura, Malaysia (strain A701B) dan Hongkong.



Nah, kini suatu strain baru coronavirus yang bahkan telah bermutasi 
lebih jauh dan lebih cepat menular telah diidentifikasi juga di Afrika Selatan, dan si Mutant Covid-19 Afrika Selatan ini sudah masuk ke Inggris, selain, kabarnya, juga ke Australia dan Belanda. Woow... bergerak cepat ya?! Ya, mengikuti mobilitas tinggi, luas dan cepat warga dunia.

Di Afrika Selatan, si Mutant Covid ini menular cepat di kawasan-kawasan pantai dan menimbulkan simtom-simtom yang lebih berat lantaran "viral load" atau "muatan virus" pada orang yang sudah terinfeksi sangat tinggi. Jadi, lebih infeksius.

Dan... tentu akan teridentifikasi lebih banyak varian mutant lainnya di bagian lain dunia. Tinggal menunggu waktu saja.

Yang perlu diwaspadai, anak-anak akan lebih banyak terdampak oleh mutant-mutant coronavirus ini. Kalau terhadap mutant Ninja anak-anak bisa akrab bermain, kali ini mereka malah harus lebih terlindungi dari mutant-mutant Covid. Anak-anak akan jadi sama rentan dengan orang dewasa ("as equally susceptible as adults") ketika si Mutant Covid ini menyebar lebih cepat, dus lebih luas.

Harus diantisipasi, mutant-mutant SARS-CoV-2 yang lebih cepat menular dan mungkin lebih berbahaya, khususnya bagi anak-anak, akan teridentifikasi di lebih banyak negara. Ini bergantung kemampuan teknologi sekuensing genetik masing-masing negara (dalam hal ini, Inggris berada di posisi terdepan) dan kesigapan para ilmuwan medik dan peneliti epidemi setempat.

Bagaimana bisa tercipta mutant-mutant Covid-19 ini? Ada banyak jalan dan cara.

Virus-virus corona baru bermutasi dalam "inang-inang spesial", khususnya dalam diri orang-orang yang memiliki sistem imun yang lemah sehingga virus-virus dapat bertahan hidup sangat lama, berbulan-bulan, dalam sel-sel tubuh mereka, lalu membuat banyak mutasi sementara memperbanyak diri.

Orang-orang itu dikatakan sebagai "immunocompromised patients", pasien-pasien yang karena sistem imun mereka lemah (lantaran telah ditekan oleh obat-obatan imunosupresan dalam menangani penyakit otoimun mereka) telah dimanfaatkan si virus sebagai inang-inang empuk untuk bertahan lama dan bermutasi besar.

Berbagai bentuk seleksi alam ("natural selection"), misalnya kompetisi antar strain virus untuk merebut dominasi di suatu kawasan baru, atau makin banyak spesies hewan non-manusia yang telah ikut tertular, juga berperan dalam melahirkan mutant-mutant Covid-19 yang dapat mengelakkan diri dari respons penangkal sistem imun manusia.

Mutasi besar virus juga dipicu oleh imunitas manusia yang timbul karena kesembuhan lewat obat-obatan dan terapi (misalnya, obat antibodi monoklonal, terapi plasma konvalesen, obat-obat antiradang kortikosteroid seperti Dexamethasone, dan kapsul herbal Lian Hua Qingwen, dll) dan karena vaksin-vaksin. Mutasi besar si virus inilah yang mengharuskan vaksin-vaksin di-"update" dan di-"setel kembali" berulang-ulang sepanjang waktu.

Mutasi besar pada virus-virus juga terjadi pada populasi besar hewan-hewan yang ditemukan terinfeksi virus, misalnya cerpelai yang pertama kali teridentifikasi di Belanda. Setelah bermutasi dalam sel-sel inang hewan-hewan, si virus "lompat kembali" ("spill-over") ke inang manusia, atau lebih dulu ke spesies lain sebelum ke manusia. Alur perpindahan ini dinamakan "horizontal gene transfer". Nah, reservoa hewan-hewan kini makin banyak diperhatikan lantaran makin banyak hewan yang terinfeksi juga oleh virus SARS-CoV-2.

Apakah mutasi-mutasi besar virus corona baru yang melahirkan Mutant Covid (bisa jadi akan jadi Super Covid yang jauh lebih berbahaya--- semoga tidak!) akan membuat vaksin-vaksin yang ada tidak efektif lagi, "out of date"?

Diberitakan, vaksin-vaksin mRNA yang sudah ada akan terbukti efektif juga dalam menangkal mutant-mutant SARS-CoV-2. Optimisme tampaknya ada.

Dinyatakan oleh eksekutif kepala perusahaan BioNTech, Dr. Ugur Sahin, bahwa "Ditinjau dari sudut keilmuan, sangatlah mungkin bahwa respons imun oleh vaksin (-vaksin mRNA) dapat juga mentekel varian baru coronavirus."

Ya, dengan me-reenjinir atau men-"adjust" material genetik vaksin mRNA yang membutuhkan waktu 6 minggu, vaksin mRNA yang baru di-"adjust" manapun dipercaya dapat mematahkan juga mutant-mutant Covid-19 yang kini sedang meresahkan banyak orang di seluruh dunia. Vaksin-vaksin tradisional (vaksin "inactivated" dan vaksin "adenovirus") juga dapat direenjinir untuk kebutuhan yang sama, tapi membutuhkan waktu lebih lama.

Vaksin mRNA Pfizer mengandung 1.270 asam amino, dan hanya 8 atau 9 (dari 17 atau 23) dari seluruh asam amino tersebut yang harus di-"adjust" atau "diubah" sejalan dengan jumlah mutasi virus Mutant Covid Inggris pada 8 atau 9 (dari 17 atau 23 mutasi genetik) protein gen "spike" pada morfologi luar si virus. Artinya, 99% protein pada vaksin mRNA masih akan tetap sama. Waahhh... ini suatu kabar baik, meski dunia belum punya pengalaman sama sekali sebelumnya dengan vaksin teknologi baru ini.

Sekarang ini, vaksin mRNA yang sudah dapat persetujuan otorisasi penggunaan darurat (oleh Inggris dan Amerika) adalah vaksin Pfizer-BioNTech dan vaksin Moderna. Ada satu lagi yang minggu lalu mulai masuk uji klinis tahap akhir, yaitu vaksin mRNA yang dikembangkan perusahaan Jerman CureVac. Berbeda dari Inggris dan Amerika, Uni Eropa akan segera di akhir 2020 mengeluarkan "otorisasi pemasaran bersyarat" bagi vaksin mRNA Pfizer.

Perusahaan-perusahaan vaksin mRNA kini sedang bersiap melakukan "adjustment" atau "penyetelan kembali" vaksin-vaksin mereka untuk menghadapi mutasi-mutasi besar SARS-CoV-2.  Setelah itu, mereka harus melakukan banyak uji klinis lagi yang akan menghabiskan waktu 2 minggu di luar waktu ekstra untuk menunggu lagi pemberian ulang otorisasi penggunaan darurat dari lembaga-lembaga pemerintahan yang berwenang. Waaahhh... mutant-mutant Covid-19 memang sangat menyusahkan dan bikin repot. Berengsek mereka tuh! Beraninya mutasi.

Terkait Indonesia, kita tak bisa lagi pakai dalih atau argumen "doa akan menjaga Indonesia" dari mutasi-mutasi besar virus SARS-CoV-2!

Saya belum bisa menjawab pertanyaan apakah vaksinasi penduduk Indonesia lebih baik menunggu Mutant Covid Indonesia ditemukan, dan vaksin-vaksin yang menjadi pilihan pemerintah Indonesia sudah "disetel kembali" sebagai respons. 

Saya mengemukakan hal itu hanya untuk diantisipasi mengingat jumlah kasus positif terinfeksi di Indonesia terus meningkat dengan cepat dan luas. Hal ini dapat terjadi mungkin saja karena virus-virus di kawasan-kawasan yang paling berat terdampak sudah bermutasi besar, alhasil mereka jadi lebih agresif dan lebih cepat menular. Kemungkinan ini harus diteliti, jangan ditepis.

Yang sudah pasti, sikap dan gerakan menolak vaksin apapun adalah salah besar. Kalangan yang menolak vaksin, harus jeli: tolaklah vaksin yang tidak tepat, yang tidak "up-to-date", yang tidak aman, tidak manjur, dan yang serokonversinya rendah. Lalu, dukunglah program vaksinasi pemerintah yang memakai vaksin-vaksin yang tepat, up-to-date, aman, manjur dan memperlihatkan serokonversi tinggi.

Begitu juga, adalah salah jika orang menolak vaksin apapun lalu mendukung hanya prokes 3M sebagai ganti vaksinasi.

Sebab, prokes 3M yang dijalankan jangka sangat panjang, tanpa vaksinasi, akan menimbulkan dampak berat dan buruk pada psikologi manusia dan kegiatan sosial ekonomi yang luas. Kita sudah tahu dampak psikologis negatif dari prokes 3M pada anak-anak yang harus terlalu lama menjalankan "online schooling"; juga pada orang dewasa tertentu yang harus jangka panjang bekerja online dari rumah, "working from home".

Selain itu, harus juga diwaspadai reservoa hewan-hewan non-manusia yang menjadi salah satu tempat virus corona baru bermutasi besar. Jadi, perlu diselidiki dan ditemukan.

Harus diwaspadai bahwa di samping keteledoran penduduk Indonesia dalam menjalankan prokes 3M, pemasangan ventilasi ruang indoor publik, dan penjagaan kinerja sistem imun untuk tetap prima, kasus positif terinfeksi yang meningkat pesat di Indonesia mungkin juga terhubung dengan hewan-hewan yang dekat dengan manusia (tak harus pet) yang sudah terinfeksi dan menularkan virus ke spesies-spesies yang berbeda. Who knows?

Kita sedang berada dalam labirin pandemi Covid-19. Memang melelahkan. Virus kelelahan juga berbahaya dan bisa cepat menular.

ioanes rakhmat
25 Desember 2020








Tuesday, December 22, 2020

Puyeng dan stres karena beranekaragam info tentang Covid-19?


Jika terhadap pertanyaan yang menjadi judul tulisan ini anda menjawab ya, bacalah tulisan di bawah ini, lalu share demi kebaikan dan ketenangan bersama.

Saya baru terima sebuah audio (rekaman suara) tentang virus Covid-19 yang kini, kata si pembicara dalam audio itu, sedang menyasar terbanyak ke orang yang punya masalah dengan lambung atau maag mereka. Saya dengarkan baik-baik audio sekitar lima menitan itu. Test PCR atau test swab dikatakannya tidak tepat lagi, karena telah dikalahkan oleh si virus yang, katanya, sudah berubah makin "canggih".

Pertama-tama saya berterimakasih telah dapat mendengarkan audio itu. Berikutnya, saya mau memberi tanggapan saya untuk menenangkan teman-teman.

Don't panic. Be calm. Keep maintaining your peace of mind. Jangan panik. Tetaplah kalem. Pertahankan kedamaian pikiran anda.

Sudah sejak sekian bulan lalu diketahui, virus corona baru juga dapat menimbulkan diare --- artinya, virus tersebut dapat masuk ke dalam lambung dan usus-usus, atau ke sistem cerna. Ini bukan hal baru.

Bahkan sudah diketahui juga, virus corona baru juga menyerang organ-organ lain, selain paru, seperti ginjal dan otak. Juga dapat membuat sel-sel darah merah menggumpal kecil dalam pembuluh darah. Juga mematikan fungsi indra penciuman dan fungsi indra pengecap. Selain itu, juga dapat menimbulkan ruam-ruam merah pada kulit.

Dan.... sudah ditemukan banyak kasus, orang muda di bawah 59 tahun juga terserang tanpa ampun dan berakhir dengan banyak kematian. Tambahan lagi, bayi dan kanak-kanak juga rentan diserang virus SARS-CoV-2, selain orang yang menyandang penyakit ikutan lain (atau komorbiditas).

Semua hal di atas sudah diketahui. Sejak berbulan-bulan lalu.

Nah, ikuti dengan cermat apa yang saya tulis di bawah ini. Mudah diikuti.

Sebelum sampai ke lambung dan usus, si virus hanya bisa masuk ke tubuh lewat lubang hidung (saat bernafas) atau lubang mulut lalu masuk ke tenggorokan, kemudian lebih dalam lagi masuk ke paru.  Covid-19 adalah penyakit saluran pernafasan, yang kemudian berkomplikasi. 

Jadi test swab/PCR tetap harus dilakukan, tetap penting, jika mau tahu apakah seseorang (dengan gejala atau tanpa gejala) sudah terinfeksi atau tidak/belum terinfeksi virus SARS-CoV-2. Ketepatan test PCR mencapai 98 hingga 99%.

Ambil test swab yang hasilnya baru bisa diketahui dalam hitungan hari, dari dalam kurun 1 hari hingga 3 hari kerja

Jadi, jika ada yang bilang test PCR tak bisa dipercaya, ya tidak benar. Memang untuk tahu kepastiannya, sudah terinfeksi atau tidak/belum terinfeksi, jika ada gejala, test PCR perlu dilakukan minimal 2 kali dengan biaya yang tidak murah. Tetapi ada juga program test PCR gratis oleh pemerintah, tokh.

Juga harus diingat, test swab/PCR bisa hasilkan "false negative".

Maksudnya: dari sampel/spesimen yang diambil dari rongga dalam hidung (nasofaring) dan sekaligus dari rongga tenggorok (orofaring), bisa tidak terambil material genetik si virus (ini material yang mati, bukan virion atau si virus hidupnya sendiri). Tetapi, material genetik virus ini bisa ada di bagian lain dari rongga hidung dan rongga tenggorok yang tidak terambil lewat alat swab/usap. Juga bisa tak ditemukan karena virus sudah masuk lebih dalam ke sel-sel tubuh dan sel-sel paru yang tidak bisa dijangkau alat swab.

Bisa juga karena muatan virus ("viral load") yang menginfeksi sangat sangat sedikit dan tidak meninggalkan material genetik pada membran mukosa bagian atas saluran sistem pernafasan.

Hasil negatif dalam kasus ini menjadi "false negative". Artinya, anda sebetulnya sudah positif terinfeksi, tapi test swab gagal mendapatkan material genetik si virus, sehingga anda dinyatakan negatif, bukan positif.

Nah, hasil "false negative" ini sudah lama diketahui, bukan hal baru sama sekali. Tak perlu membuat anda panik.

Juga harus diingat dan dicamkan betul  bahwa seandainya virus SARS-CoV-2 di Indonesia sudah dan sedang bermutasi genetik lalu menjadi MUTANT COVID atau SUPER COVID (seperti sedang terjadi dan dipantau terus di Inggris--- tentang ini sudah saya tulis) yang lebih agresif (dan mungkin lebih berbahaya), si virus varian baru ini bisa ditangkal dengan 95% efektif lewat protokol kesehatan yang dijalankan:

1. Memakai masker wajah dengan benar (plus "face shield" jika harus),

2. Menjauhi dan tidak membuat kerumunan, lalu acap kali.... 

3. Mencuci tangan pakai sabun untuk mencegah penularan lewat permukaan benda padat yang sudah terkontaminasi virus yang tersentuh tangan (disebut "fomite transmission"). 

Semua langkah di atas lazim disebut prokes 3M.

Tapi, dari riset mutakhir, prokes 3M juga bertambah dengan keharusan ada ventilasi yang cukup dalam setiap ruang indoor privat dan publik untuk mencegah penularan lewat udara (umumnya udara ruang indoor) atau "airborne transmission" yang jauh lebih banyak terjadi (95%) dibandingkan "fomite transmission".

Ventilasi yang cukup dan bekerja baik, ditambah kipas angin pembuang yang bekerja bagus, sangat penting untuk mengalirkan udara indoor ke ruang outdoor. Alhasil, jika ada suspensi atau himpunan sangat banyak partikel virus dalam mikrodroplets yang mengapung di udara indoor, membentuk awan-awan yang tak terlihat oleh mata dalam udara ruang indoor, suspensi ini akan buyar ketika terbuang ke luar lewat banyak ventilasi. Dus, partikel virus tidak akan tersebar dalam ruang indoor, dan tidak akan menginfeksi.

Sekali lagi, ventilasi, ventilasi, ventilasi. Sekali lagi, sirkulasi udara keluar dari ruang indoor. Sirkulasi udara, sirkulasi udara!

Dan ingat selalu, AC itu bukan ventilasi. Udara dalam ruang ber-AC ya udara yang sama, yang itu-itu juga, yang berputar di tempat dalam ruang indoor yang tertutup. Ingat juga, AC pun ikut berfungsi menyebarkan virus dalam ruang indoor tertutup publik khususnya.

Selain prokes plus ventilasi, juga sangat perlu untuk mempertahankan dan meningkatkan kinerja sistem imun di masa pandemi ini. Caranya?

Ya pertahankan kebugaran tubuh dan ketenangan mental/emosi, lewat olah raga sedang yang aman, dan cocok dengan usia, di ruang atau tempat yang banjir cahaya Matahari. Juga lewat rekreasi yang aman untuk menghilangkan stres dan rasa cemas karena pandemi dan covid-insomnia. Meditasi relaksasi akan bisa membantu untuk mencapai kondisi tenang dan hening.

Ditambah dengan asupan nutrisi dan makanan serta minuman yang bergizi dan hiegenis, plus banyak mengkonsumsi buah-buahan segar, sayur-mayur dan kacang-kacangan.

Jangan diabaikan: minum vitamin, mineral dan suplemen yang berfungsi sebagai imunomodulator (penguat dan peningkat kinerja sistem imun), seperti vitamin D3 dalam dosis yang pas (jangan berlebih!), cukup 1 kapsul lunak sebesar bulir jagung dosis 1000 IU per hari. Juga vitamin-vitamin C dan E dalam dosis yang cukup.

Saya perlu tambahkan: madu hutan hitam pahit (asli), "black forest honey", sangat kuat fungsi imunomodulator-nya, selain memiliki belasan khasiat lainnya seperti menetralisir asam lambung yang berlebih dan mencegah refluks (naiknya asam lambung yang menimbulkan rasa panas di dada).

Biasakan sehari minum madu hutan hitam pahit (yang asli) 2 kali sehari @ 1 sendok makan, pagi dan sore.

Menguji keaslian madu hutan hitam pahit asli sangat mudah: ambil 1 sendok makan/teh madunya, lalu celupkan ke dalam air dan gerakan perlahan selama beberapa detik. Jika tidak langsung larut dan tetap menempel kuat pada sendok (bisa sampai 1 jam 15 menit), itu tandanya madu asli.

Jika langsung buyar dan larut dengan cepat, dalam hitungan detik, maka itu tanda madu yang tidak asli, sudah dicampur gula putih kental manis atau sirup.

Madu yang sudah dicampur gula buruk buat penderita diabetes. Madu hutan hitam pahit malah berkhasiat stabilkan kadar gula darah yang normal--- jadi baik untuk penderita diabet.

Selain itu, "black forest honey" rasanya pahit betul. Jika tidak pahit, itu bukan madu hutan hitam pahit asli. Bisa jadi, itu madu manis biasa yang dicampur zat pewarna hitam.

Perlu diingatkan juga, sekarang ini banyak beredar video atau audio atau tulisan (disebar lewat WA, paling umum) yang mengajukan saran-saran tentang hal mencegah atau mengobati Covid-19, dan uraian-uraian tentang virus SARS-CoV-2 dan pandemi. 

Ya, ujilah semua yang anda terima itu, apakah digambarkan, diutarakan atau ditulis berdasarkan studi-studi dan riset-riset ilmiah mutakhir.

Sebab banyak juga yang sebetulnya tidak betul atau tidak tepat. Ada banyak motivasi dan tujuan, dari yang positif hingga yang negatif, ketika orang menyusun video, merekam audio, membuat tulisan, terkait pandemi Covid-19 dan perkembangan si virus SARS-CoV-2.

Jelas, ada juga video-video propaganda dan berita-berita di media massa online yang bertujuan untuk mendiskreditkan pemerintah Indonesia lewat penyebaran informasi yang salah dan ditelikung tentang usaha penanggulangan pandemi oleh negara dan hal-hal lain yang berkaitan.

Video-video dan berita-berita semacam itu mempolitisasi secara sempit dan tendensius nyaris segala kebijakan dan langkah penanganan pandemi Covid-19 oleh pemerintah. Jika anda mendapat kiriman video-video semacam ini, langsung di-delete saja. Termasuk juga video propaganda teori-teori konspirasi yang terus diubah dan diganti.

Ya, ada yang menulis atau memberi info yang salah dan menyesatkan. Ada juga yang berdasarkan ilmu pengetahuan. Ada juga sekedar mau nimbrung saja, bikin rame, tanpa memikirkan akibat-akibatnya. Untuk bisa memilah, bertanyalah tanpa sungkan ke orang-orang yang berpengetahuan yang benar. Bacalah report studi-studi di jurnal-jurnal ternama internasional, jika anda mau berlelah-lelah dan jika anda mampu.

Sebetulnya, akal sehat juga akan menghindarkan kita dari bahaya dan kebodohan yang disebarkan lewat sekian video, audio dan tulisan.

Apakah akal sehat anda akan mengizinkan anda untuk menghirup dengan mulut dan menyedot dengan hidung uap air panas yang keluar mengepul-ngepul dari corong sebuah teko yang berisi air panas yang sudah dicampuri dengan minyak kayu putih, yang sedang dijerang di atas api kompor? Jawablah sendiri.

Saya perlu ingatkan, bahwa si virus bermutasi genetik, adalah hal yang lumrah, berhubung sudah makin banyak orang yang imun terhadap infeksi si virus.

Imunitas diperoleh lewat kesembuhan dari sakit lewat minum obat-obatan (kapsul Tiongkok Lian Hua Qingwen, antara lain, efektif menyembuhkan) dan terapi (misalnya terapi plasma konvalesen), dan kini juga bisa lewat vaksinasi dengan vaksin-vaksin Covid-19 yang aman dan efektif dan memperlihatkan serokonversi yang persentasenya tinggi (yaitu kemampuan suatu vaksin untuk membangkitkan antibodi lengkap dan banyak lewat kerja sistem imun manusia).

Karena si virus ingin bertahan hidup, maka mereka melawan imunitas dengan cara bermutasi genetik.

Mutasi genetik virus yang dengan serius akan berpengaruh pada kemampuan antibodi-antobodi untuk menyerang virus yang menginfeksi adalah mutasi genetik yang terkait dengan morfologi atau bentuk luar si virus yang sudah dikenali sebelumnya oleh sistem imun.

Sejauh ini, mutasi genetik yang paling serius baru ditemukan pada si MUTANT COVID Inggris yang kini sedang dikaji terus oleh para ilmuwan Inggris. Varian virus ini bukan "canggih", tetapi mutasi-mutasi yang sudah terjadi luar biasa, tak seperti sangat banyak mutasi sebelumnya.

Anda tak perlu khawatir dengan mutasi-mutasi si virus yang kebanyakan tidak membuat mereka lebih berbahaya atau lebih cepat menular. Anda cukup jalankan prokes 3 M plus pasang ventilasi yang cukup dan bekerja bagus. Serta tingkatkan kinerja sistem imun anda.

Ketahuilah, kasus infeksi akan terus membubung jika prokes 3M diabaikan, dan orang tak mau memasang ventilasi yang cukup dalam ruang indoor publik, dan kinerja sistem imun tidak prima. Bukan terutama karena virusnya sudah makin "canggih". Uupps.... kok virus bisa makin canggih? Emangnya teknologi?

Banyak kalangan kini sengaja mengabaikan prokes, ya antara lain karena mereka menganggap penyakit Covid-19 hanya khayalan yang dibangun negara-negara, atau virus SARS-CoV-2 adalah virus yang lemah, yang akan lenyap sendiri jika musim panas tiba (seperti diyakini Donald Trump sekian bulan lalu) atau jika suatu wilayah dibanjiri cahaya Matahari dengan berlimpah.



Dus, mereka anggap negara tak ada, dan menantang si virus untuk menginfeksi mereka. Apa yang disebut "Covid Party" tak lain adalah anak-anak milenial yang membuat keramaian pesta di mana beberapa orang dari antara mereka telah terinfeksi SARS-CoV-2 dan diharapkan virus akan tertular ke rekan-rekan mereka yang lain, yang akan menerima hadiah uang yang telah dikumpulkan jika terbukti benar bahwa mereka sudah tertular virus yang lemah ini. Mereka inilah yang disebut Covanarkis dan Covidiots. Mereka ada di seluruh dunia. Tetapi ada juga kalangan yang mengabaikan atau melepaskan prokes karena merasa sudah lelah dan bosan saja. Karena itu semua, jumlah kasus terinfeksi global dan nasional terus meningkat dengan cepat.

Nanti, di awal 2021, jika di Indonesia sudah resmi tersedia vaksin-vaksin Covid-19 yang aman, manjur dan sudah teruji lama (misalnya vaksin "inactivated" produk Tiongkok), vaksinasikan diri anda dan keluarga anda. Jangan ikuti gerakan anti-vaksin.

Selebihnya, serahkan ke para ilmuwan tulen, dan jangan dibuat puyeng oleh hal-hal yang tak perlu. Yang utama, pertahankan kestabilan dan ketenangan emosi anda. Jauhkan diri anda dan keluarga anda dari "cov-anxiety and sress", dari kecemasan dan stres yang timbul karena pandemi Covid-19 dan berbagai cara dan langkah mitigasi dan penanggulangannya.

Semoga bermanfaat. 

Be blessed. Stay happy and healthy. Don't forget to pray for yourself and your family and for the suffering world as well.

☆ ioanes rakhmat
22 Des 2020