Thursday, March 3, 2022

Di Manakah Sepi Kujumpai?



Rangkullah aku, Yesus...!


DI MANAKAH SEPI KUJUMPAI?


Aku duduk bermeditasi
Pikiranku menerawang berlari
Aku mencari sepi
Di manakah sepi dapat kujumpai?

Aku terbang ke laut tanpa tepi
Pikirku, di laut, sepi berkenan kutemui
Tapi di sana ombak dan ikan ramai menari
Di sana tak ada sepi

Aku tiba di suatu gurun misteri
Di sanapun tak kusua sepi
Pasir gemuruh diterpa angin badai
Pandangan mata habis tertutupi

Dari gurun, aku lari ke hutan rimba
Hutan yang belum disentuh manusia
Aku yakin, di sana sepi akan kusua
Namun suara deru dedaunan kencang di sana

Tibalah aku di puncak gunung tertinggi dunia
Pikirku, pasti ada sepi di atas sana
Dugaanku salah ternyata
Para dewa ramai berbincang di atap dunia

Akhirnya, di suatu jalan setapak di Galilea
Berpapasan denganku tatap muka
Satu sosok berwajah bercahaya
Wajah Tuhan dalam wujud manusia

Nama-Nya Yesus, Tuhan penolong manusia
Tuhan yang telah mengosongkan diri-Nya
Tuhan yang telah menyepikan diri-Nya sendiri
Kosong sepi mahatinggi

Sang Sepi telah menjadi Hamba
Menanggung derita umat manusia
Lewat kematian-Nya, Dia sangat ditinggikan ke sorga
Menjadi Tuhan yang hidup mahaberada

Yesus, oh Yesus, Tuhanku
Aku menemukan sepi tiada tara di dalam-Mu
Sepi, ketenangan mahadalam
Di dunia yang riuh timbul-tenggelam

Di dalam rangkulan-Mu, Yesus, aku abadi terbenam
Hangat pelukan-Mu membuatku tenang tenteram
Beri aku bagian dalam sepi-Mu
Rindu aku menyatu penuh dengan-Mu

Ya, menyatu dengan sepi
Sepi yang tanpa tepi
Lautan keheningan mahaluas
Dan ketenangan tanpa batas

Tuhanku, Engkaulah segala wujud cinta 
Yang menenangkan jiwa sahaya
Engkaulah bagiku saudara, kakak, ayah, dan bunda
Yesus, rangkul dan peluk aku selamanya



Jakarta, 3 Maret 2022
ioanes rakhmat

☆ Hari Nyepi Bali,
Tahun Baru Saka 1944