Wednesday, January 6, 2021
Mencari Musim Semi di Musim Pandemi
Saturday, January 2, 2021
Bahasa Keagamaan dan Bahasa Keilmuan, Di mana Bedanya?
"Dalam banyak perumpamaan... Yesus memberitakan firman kepada mereka sesuai dengan pengertian mereka, dan tanpa perumpamaan Dia tidak berkata-kata kepada mereka. Tapi kepada murid-murid-Nya Dia menguraikan segala sesuatu secara tersendiri." (Markus 4:33-34)
2 Januari 2021
ioanes rakhmat
Thursday, December 31, 2020
My poem: The Kingdom of Non-Duality
THE KINGDOM OF NON-DUALITY
Humans are scaredof becoming old
Being old is perceived
As a condition to be cursed
None loves oldness
It's against youthfulness
It is hated by resplendent ladies
It's an enemy of gorgeous goddesses
It is weird, isn't it?
In fact, all know it
That oldness is universal
A phenomenon common to all
Human and divine beings
Compete to reach everlastingness
To achieve eternal youthfulness
To overcome lifelessness
Science has not defeated oldness yet
The arrow of time still moves forward fast
Still unlikely to travel back to the past
Over time everything will be extinct
Hi Oldness, why are you so dreadful?
Could you be so beautiful?
Could you be so meaningful?
Give them your answers in full
Yeah, me, Oldness, is always thought
As the entrance to sorrowful plight
The gate to the kingdom of dust
Ending up somewhere in naught
Is emptiness so fearful?
Is impermanence so ghastly?
Is silence so frightful?
Is absence so ghostly?
Well, I'm telling you my beloved
You'll never never be old
Insofar as you know the road
The road weirdly traveled
Feel deeply the silence of a voice
Touch softly the absence of a presence
Embrace the presence of an absence
Kiss warmly the eternal impermanence
All of them are your lovers
So... make love with your lovers
Follow the quiet rhythm of solemn anthem
Scream, scream, silently scream
Let's dance, dance, and dance
In harmony with the sound of utter silence
Your lovers give you abiding freshness
They bestow you long-lasting wellness
They grant you limitless fullness
They confer you amazing thoughtfulness
To think about death and life
We need to be critically creative
Critical ceativity is liberative
Think from a non-duality perspective
When you still live, think you die
When you die, think you still live
Old and young are then simultaneous
Death and life are then contemporaneous
While you're still alive
Do anything noble
When you have to die
Die for anything honorable
Nothing is something
Something is nothing
Humanity is the Lord's mansion
A man is a woman
A woman is a man
Pretty is a man
Handsome is a woman
A little Rachel is a grandma
A little Paul is a grandpa
A grandpa is a little Paul
Do appreciatively to Shindu
The things you want Shindu
To do respectfully to you
Oneness exists between Shindu and you
As you live in the physical world of duality
The root cause of human conflict and frailty
Cross, cross the border bravely
To enter the kingdom of non-duality
Crossing over is unavoidable
You are the chosen one
Many many more will come
To the fore
Rivers flow forever
Fishes swim for ever and ever
Rivers and fishes are one
No dichotomy is in existence
Dive, dive into the river!
The blue ocean is awaiting you, hi comer!
In this kingdom of thing-as-nothing
You don't have anything
Even though you have everything
You will then joyfully be singing
An infinite song of an endless longing
A very long longing for thing-as-nothing!
Me, Oldness, is admirably nothing-as-thing
Don't you worry about nothing-as-thing?
Empty yourself, then wholeness is yours
Discard the content, fullness then comes
During youth, your body worked so hard
In old age, you have a peace of mind
As a young man, you studied physics
As an elderly person, you now write poems
Body and mind are one
Scientists and poets are one
Young and old are one
All are enveloped by the same
The Non-Dual Supreme
Fly, fly, fly up to the limitless sky
While you're sleeping on your bed soundly
The one on a bed and the one in the sky
Are one and the same entity
Blessed are those
Who are chosen to be
The children of that kingdom
Which knows no dualism
They're nowhere
Yet they're everywhere
They're finite
Yet they're infinite
Dec 31, 2020
ioanes rakhmat
"Happy Old New Year!"
-----------------------------------------
"So Starym Novym Godom!"
Sunday, December 27, 2020
Kabar Sorgawi: Santa Klaus dan Piet Hitam Akan Bagikan Vaksin Covid-19 Gratis!
Sikap dan gerakan menolak vaksin apapun adalah salah besar. Seharusnya, kalangan yang menolak vaksin, bersikap jeli: tolaklah vaksin yang tidak tepat, yang tidak "up-to-date", yang tidak aman, tidak manjur, dan yang serokonversinya rendah. Lalu, dukunglah program vaksinasi pemerintah yang memakai vaksin-vaksin yang tepat, up-to-date, aman, manjur dan memperlihatkan serokonversi tinggi.
Begitu juga, adalah salah jika orang menolak vaksin apapun lalu mendukung hanya prokes 3M plus sebagai ganti vaksinasi.
Sebab, prokes 3M yang dijalankan jangka sangat panjang, tanpa vaksinasi, akan menimbulkan dampak berat dan buruk pada psikologi manusia dan kegiatan sosial ekonomi yang luas. "New normal" itu beda sekali dari "Normal".
Kita sudah tahu dampak psikologis negatif dari prokes 3M pada anak-anak yang harus terlalu lama menjalankan "online schooling" dengan akibat pergaulan sosial mereka nyaris terhenti. Juga pada orang dewasa tertentu yang harus jangka panjang bekerja online dari rumah, "working from home". Belum lagi "covid-insomnia" dan "covid-anxiety and stress" yang melanda banyak orang di seluruh dunia, karena pandemi yang hebat dan juga karena pelaksanaan prokes 3M yang terlalu lama meski perlu.
Lantas? Ya untuk keluar dari labirin pandemi Covid-19, jalannya yang paling tepat adalah vaksinasi global dengan vaksin-vaksin apapun yang tepat, "up-to-date", aman, manjur dan memiliki serokonversi yang tinggi sehingga mampu, lewat aksi-reaksi sistem imun, membangkitkan antibodi-antibodi yang lengkap dengan durabilitas yang sangat panjang, 10 tahun atau selamanya.
Susahnya, antara lain lantaran imunitas yang dimiliki manusia dan seleksi alam, si virus SARS-CoV-2 kini tampak sedang bermutasi terus, bukan mutasi-mutasi minor yang dapat diabaikan, tetapi mutasi-mutasi mayor pada morfologi luar, termasuk pada protein "spike" mereka. Kayaknya, si virus sedang bermain petak umpet dan pasang puzzle dengan para vaksinolog.
Vaksin-vaksin teknologi baru mRNA yang sudah diproduksi, dan belum di-"adjust" dengan mutasi-mutasi besar si virus SARS-CoV-2 belakangan ini, apakah harus dibuang, karena mubazir? Dus, jutaan USD akan raib begitu saja? Atau tetap akan dijual dan disuntikkan dengan dalih "denial" bahwa vaksin-vaksin ini masih ampuh dalam menangkal, misalnya, si Mutant Covid Inggris dan si Mutant Covid Afrika Selatan? Susah menjawabnya. Business is business. Uupps, health is health, isn't it, Pfizer and Moderna?
Kasus infeksi di Indonesia yang pesat meningkat belakangan ini (per 26 Desember 2020, kasus positif mencapai 706.837), dan penularan komunitas (dalam satu keluarga dan dalam satu RT/RW) yang makin menggila, pasti ada penyebabnya. Apakah lantaran pengabaian prokes 3M yang disengaja? Ataukah karena virus SARS-CoV-2 di kawasan-kawasan Indonesia yang paling berat terdampak sudah bermutasi besar dengan menghasilkan strain baru yang lebih agresif dan lebih cepat menular?
Pertanyaan yang kedua itu hanya bisa dijawab oleh para ilmuwan lewat teknologi sekuensing genetik si virus yang menunjang! Yang tentu sangat mungkin adalah gabungan dua pertanyaan itu.
Adakah upaya lain? Ya ada.
Mari minta tolonglah rame-rame ke Santa Klaus supaya si santa suci ini bersama Piet Hitam dalam musim Natal di ujung Desember 2020 ini datang ke seluruh warga dunia, 8 milyar lebih manusia, dengan membagi-bagi gratis vaksin Covid-19 paling mujarab dan manjur abadi lewat cerobong asap dan jendela-jendela. Vaksin Santa ini "made in heaven".
Jadi, bangunlah cerobong-cerobong asap di rumah anda, dan buka jendela rumah dari jam 24 hingga jam 3 dini hari. Vaksin-vaksin Covid-19 gratis penolong dunia akan berjatuhan ke dalam rumah anda. Percaya gak? SAYA SIH MAUNYA PERCAYA. Maunya loh.
Salam,
Santa Klaus dan Piet Hitam
27 Desember 2020
Friday, December 25, 2020
Tuhan Menyepi
TUHAN MENYEPI
Konon dulu di bulan DesemberMalaikat berdiri berjejer
Di awan-awan yang tersebar
Madah sorgawi pun menggelegar
Menyambut kelahiran
Bayi mungil kudus sang harapan
Yang terbaring dalam palungan
Pemenuhan segala harapan
Allah turun ke dunia
Mengambil rupa manusia
Yesus nama untuk-Nya
Sang Tuhan penolong dunia
2020 di bulan Desember
Rumah sakit meluap luber
Dipenuhi pasien yang tertular
Si Mutant Covid menyambar
Tak terdengar madah malaikat
Tangisan menggelegar berat
Dari wajah manusia sekarat
Tanpa upacara turun ke liang lahat
Para malaikat ikut antrian
Turun dari ketinggian awan
Masuk dalam kesunyian
Jasad-jasad yang disemayankan
Tuhan menyepi dalam kesunyian
Dalam sebuah kandang sendirian
Badan menggigil kedinginan
Terserang demam berselimutan
Datangi, datangi Tuhan
Beri, beri Dia pengharapan
Bisikku kepada dua insan
Yusuf dan Maria berpasangan
Natal pun ramai keheningan
Dihadiri Tuhan yang setiawan
Yang ikut menanggung kesakitan
Sampai nyawa-Nya dipertaruhkan
Yesus, Yesus, apa makna bernatalan?
Dia menjawab dengan senyuman
Senyuman sunyi hening sendirian
Mataku pun bercahaya penuh tangisan
Aku menangis jutaan tahun
Ditemani semarak hijau daun-daun
Musim semi tak pernah berlalu
Dihidupi siraman putih salju
Jakarta, 25 Desember 2020
☆ ioanes rakhmat







