Friday, December 30, 2011

Janji hidup kekal di surga,
mungkinkah terpenuhi?

Aku tak tertarik sama sekali dengan janji-janji agama bahwa aku akan masuk surga dan dijauhkan dari api neraka setelah aku mati, jika aku memenuhi syarat-syarat yang ditentukan agamaku!

Aku menaruh perhatian besar hanya pada kehidupan real yang aku sedang jalani sekali saja, paling lama 80 tahun, di muka Bumi ini, yang aku harus ikut usahakan menjadi surga bagi banyak orang lain, lewat usaha-usahaku menabur cinta kasih dan mencerdaskan manusia.

Dan aku sudah bertekad, untuk ikut memadamkan semua api neraka real yang sekarang ini kulihat menyengsarakan banyak orang miskin, bodoh, terbelakang dan tak berdaya, di muka Bumi sekarang ini.

Kalau kepadaku ditanyakan, mengapa aku tak mau masuk surga setelah kematian, dan terhindar dari api neraka, maka jawabku adalah: Aku tak serakah pada kehidupan.
─  ioanes rakhmat


Agama-agama umumnya menjanjikan para penganutnya akan masuk ke dalam kehidupan kekal setelah melewati kematian, di dalam surga, jika memenuhi sekian persyaratan yang digariskan agama-agama ini. Janji ini khususnya diberikan dalam agama-agama monoteistik yang melihat sejarah mempunyai titik ujung yang akan mengakhiri segala sesuatunya yang terdapat dalam dunia kodrati, untuk kehidupan kekal di dunia adikodrati dimasuki. 

Dalam agama-agama yang memandang sejarah tak memiliki titik akhir, melainkan bersiklus secara abadi, ada kepercayaan bahwa setiap manusia akan mengalami kelahiran kembali (reinkarnasi) dengan identitas yang sama, meskipun dalam tubuh yang sudah lain. Apakah status sosialnya akan meningkat atau malah menurun dalam kelahiran kembali di masa yang akan datang, bergantung pada karma apa yang sudah ditabur selama kehidupan sebelumnya. Kalau dharma dan kebajikan yang ditaburnya selama sekian reinkarnasi sudah cukup, orang ini akan terlepas dari siklus kematian dan kelahiran kembali, lalu masuk ke dalam Nirvana, suatu kondisi kehidupan yang di dalamnya tidak ada lagi unsur kefanaan, melainkan hanya kebakaan.

Tetapi kehidupan kekal atau Nirvana yang ditawarkan agama-agama mengandung persoalan serius berkaitan dengan identitas, kepribadian dan memori orang-orang yang telah meninggal, yang jasadnya telah membusuk lalu lenyap atau tulang-belulangnya tertinggal sebagai fosil (setelah terkubur dalam tanah selama 1000 tahun), atau berubah menjadi setumpuk debu tulang lewat kremasi. Apa persoalannya?

Persoalannya adalah identitas dan semua memori seseorang terekam dan tersimpan hanya dalam organ otak jasmaniahnya, dalam neuron-neuron atau sel-sel saraf otak yang jumlahnya 100 milyar. Begitu seseorang meninggal dunia, lalu jasadnya membusuk, begitu juga dengan otaknya, maka identitas, personalitas dan semua memori yang terekam dalam otaknya juga lenyap. Begitu otak mati dan lenyap, identitas pun lenyap, tak pergi ke mana-mana. Dengan demikian, kehidupan kekal seseorang sesudah kematian, di dalam surga atau di dalam Nirvana, yang tidak disertai dengan identitas, kepribadian dan semua memori asli yang ada dan terekam dalam organ otaknya selama seseorang masih hidup dalam dunia kodrati, adalah kehidupan kekal yang tak beridentitas, dan dengan demikian tak bermakna dan tak bermanfaat sama sekali, dan mungkin sekali tidak ada sama sekali.

Kalangan Kristen (juga Muslim) mempercayai adanya “tubuh” lain yang akan dikenakan orang pada saat terjadi kebangkitan orang mati di akhir zaman. Mengacu ke Rasul Paulus, tubuh kebangkitan ini disebut “tubuh rohani” (sōma pneumatikon). Dalam imajinasi orang Kristen, “tubuh rohani” yang disebut Paulus ini dibayangkan sebagai gabungan tubuh jasmaniah dan tubuh rohani, mungkin dengan komposisi 50 persen 50 persen, sehingga, kata mereka, orang-orang mati (Kristen) yang sudah dibangkitkan nanti akan juga masih memiliki otak jasmaniah sehingga jatidiri, personalitas dan memori historis mereka masih ada kendatipun sudah hidup di surga. Tentu saja ini adalah sebuah imajinasi yang luar biasa liar, sehingga menghasilkan sebuah konsep yang sama sekali asing dari pemikiran Rasul Paulus sendiri.

Pada zamannya, yang dimaksud Paulus dengan “tubuh rohani” adalah tubuh ether, tubuh yang dibayangkan sebagai tubuh para dewa atau para malaikat (dalam teosofi Hindu, tubuh ini disebut juga tubuh astral, tubuh prana, tubuh chi, atau tubuh “halus”)./1/ Pada masa kehidupan Paulus, ruang kosong dalam jagat raya dipercaya berisi ether, sebagai medan gaya, yang memungkinkan terhubungnya benda-benda dalam ruang jagat raya yang hampa. Tapi dalam pandangan sains fisika masa kini, “zat” yang dinamakan ether itu tidak ada, dan ruang hampa dalam jagat raya kini dipandang berisi gelombang dan energi elektromagnetik dan dipenuhi partikel cahaya yang dinamakan foton.

Tetapi meskipun keadaannya demikian, jangan sedih, sebab masih ada jalan-jalan lain jika anda memang menginginkan kehidupan anda tak pernah berakhir selamanya. Jalan-jalan lain ini ditawarkan oleh sains dan teknologi modern. Ada empat metode saintifik untuk anda dapat hidup sangat lama, atau malah hidup terus tanpa akhir.

Pertama, metode cloning 

Anda kini bisa hidup terus dengan memakai suatu tubuh lain yang sama persis dengan tubuh anda, bahkan juga dengan semua sifat dan jati diri yang sama, melalui metode cloning!

Para petani biasa melakukan cloning sederhana tanaman singkong: dengan hanya menancapkan patahan batang-batang pohon singkong, mereka kemudian mendapatkan tanaman singkong baru asli.

Anda tinggal memesan tim ahli kapan anda perlu menjalankan cloning!

Persoalan dengan metode cloning adalah metode ini belum pernah diterapkan pada manusia hingga saat ini, sehingga keterbatasan-keterbatasan hasil cloning manusia belum diketahui, misalnya apakah hasil cloning masih juga mempertahankan jatidiri, personalitas dan memori historis orang yang di-cloning.

Tetapi jika nanti teknologi dan biologi bisa disatukan, tak mustahil identitas dan jatidiri serta memori historis anda dapat direkam (di-download dari otak anda) dalam suatu peranti lunak komputer (dalam sebuah disc, katakanlah), lalu, ketika dibutuhkan, dapat di-upload kembali ke dalam organ otak hasil cloning.
 
Kedua, metode mematikan sel uzur 

Dengan membuang semua sel uzur (senescent cells) yang ada dalam tubuh anda, yang membuat tubuh anda sekarang dengan menyedihkan secara bertahap menjadi tua, uzur, lalu mati, anda tak akan lagi pernah menjadi tua. Kesimpulan ini didapat dari kajian klinis mutakhir terhadap tikus./2/
 
Ketiga, metode telomer 

Pada kromosom nomer 14 kita, ada sebuah gen yang disebut gen TEP1 (telomerase-associated protein-1). Produk TEP1 adalah sejenis protein atau enzim yang merupakan bagian dari sebuah mesin biokimia kecil paling istimewa, yang disebut telomerase. Sederhananya, ketiadaan telomerase akan menyebabkan penuaan. Sebaliknya, kebanyakan telomerase menjadikan sel-sel tertentu tidak bisa mati! 

Jika variasi mutan dibuat pada enzim telomerase dalam sel-sel tubuh anda, dengan memanjangkan bagian telomer-nya, usia anda akan diperpanjang. Semakin panjang telomer, sel-sel akan makin terlindungi dan proses penuaan berjalan lebih lambat, bahkan mungkin bisa dihentikan. 

Keempat, metode cryonics 

Ketika anda baru saja wafat (mati legal, atau mati klinis/medis), anda (atau wali anda) dapat meminta jenazah anda dibekukan di bawah suhu minus 150 derajat Celsius atau sampai minus 196 derajat Celsius (titik didih nitrogen cair), untuk nanti dihidupkan lagi (jika teknologi di masa depan sudah tersedia). 



 Mayat-mayat atau orang hidup yang dibekukan absolut, 
menanti dihidupkan lagi di masa depan!

Teknik medis pembekuan mayat ini untuk kemudian dihidupkan kembali disebut cryonics, dan sainsnya dinamakan cryogenics. Ketika ini dilakukan, seluruh cairan darah diganti dengan larutan cryoprotectant yang membuat jasad dan semua organ dan selnya, setelah membeku absolut, tak akan membusuk atau rusak  selamanya. Sel-sel sperma, kita tahu, di bank-bank sperma dibekukan absolut, lalu dipulihkan kembali dari pembekuan ketika mau dimasukkan ke dalam rahim kaum ibu yang subur, yang merindukan anak, tapi memiliki suami yang mandul. Sel-sel sperma ini tokh tetap hidup! 

Cryonics berasal dari kata Yunani kryo,  artinya “dingin seperti es”. Secara positif, cryonics dilihat sebagai sebuah teknis medis untuk mempertahankan dan memelihara kehidupan, bukan untuk meniadakan kematian.

Teknik ini dapat dipakai, misalnya, ketika seseorang menderita suatu penyakit yang tak tersembuhkan dengan pengobatan yang tersedia sekarang, lalu pas ketika dia dinyatakan telah mati (legal, medis/klinis), mayatnya diproses secara cryonics dengan harapan di masa depan sains dan teknologi medis sudah tersedia untuk menyembuhkannya. Persoalannya, teknologi me-revive mayat ini sekarang belum ada, atau, kalaupun ada, masih embrionik.

Selain itu, teknik ini dapat digunakan juga untuk membekukan tubuh astronot-astronot wantariksa yang akan menempuh perjalanan angkasa sangat jauh dan lama. Mesin-mesin dalam wantariksa mereka akan me-revive jasad-jasad mereka pada waktunya, sesuai jadwal yang diawasi dan ditaati oleh sebuah super komputer.

Tetapi, terbuka kemungkinan di masa depan, kalau hukum dan etika mengizinkan, orang yang sehatpun dapat menjalani cryonics. Yayasan The Alcor Life Extension, misalnya, mengkhususkan diri untuk memantapkan dan mengembangkan teknik medis cryonics./3/

Anda (atau wali) tinggal mengatur, tentu sebelum anda mati, bersama tim medis anda, kapan mayat anda yang beku absolut harus dihidupkan kembali dengan cara tertentu, tentunya dengan pengandaian teknologinya sudah tersedia.

Tentu saja empat langkah saintifik tersebut untuk membuat anda dapat hidup terus, menyimpan banyak persoalan yang masih harus diatasi.

Persoalan pertama tentu persoalan etis, yang biasanya diangkat oleh para etikus religius. Para moralis religius memang seringkali belum apa-apa sudah ingin mencegah dan menghentikan eksperimen ilmiah apapun yang berkaitan dengan kehidupan, kata mereka, atas nama Allah. 

Anda tentu tahu kini para pakar biologi sintetis dengan dipandu Craig J. Venter sudah sukses menciptakan DNA buatan yang hidup dan mampu mereplikasi diri./4/ Tanpa doa, tanpa Kitab Suci, dan tanpa Allah! DNA buatan ini dihasilkan hanya dari 4 botol larutan senyawa kimia yang mati, yang persenyawaannya di sebuah synthesizer diatur oleh informasi genomik dari sebuah komputer.

Benar seperti dikatakan kosmolog besar Michio Kaku: makin ke depan, manusia akan menjadi seperti Allah, tahu segala hal dan mampu menciptakan kehidupan. 

Yang ditawarkan sang ular mitologis kepada Hawa dan Adam bahwa mereka akan jadi seperti Allah, ternyata kini makin terbukti. Thank you, sang ular!

Tapi “menjadi seperti Allah” pada zaman kisah tentang Taman Eden ditulis, adalah hal yang sangat menakutkan si penulis kisah ini, pada abad sepuluh SM. Tapi, kini, dalam zaman modern, anda harus melihat hal menjadi-seperti-Allah sebagai kehendak Allah anda sendiri juga! Allah anda tak bisa membendung sains, selain merestuinya!

Nah, kembali ke empat cara membuat anda hidup kekal.

Yang paling problematis adalah langkah ke-4, cryonics. Sekarang ini tak ada jaminan saintifik bahwa langkah ini akan sukses tanpa hambatan. Soal terbesar dengan cryonics adalah apakah sel-sel saraf otak (neurons) anda tak akan rusak setelah dibekukan sekian lama (berapa lama, bergantung permintaan anda atau wali legal anda!).

Jika tak rusak, apakah sel-sel otak anda masih menyimpan semua data dan memori yang membentuk jatidiri dan kepribadian anda, ketika mayat anda yang membeku absolut di-revive?

Ini-lah hal yang paling diragukan, dan belum ada teknologi medis yang bisa menjamin bahwa identitas dan kepribadian anda pasti terpelihara lewat cryonics. Mungkin, ketika anda dihidupkan lagi setelah mayat anda membeku 100 tahun, identitas anda akan berganti total, dan anda akan hidup lagi sebagai seorang asing.

Tetapi, banyak saintis cryogenics tidak melihat hal ini sebagai suatu persoalan, sebab di masa depan teknologi yang dapat diandalkan untuk cryonics akan tersedia. Very promising, kata mereka! Mereka mengantisipasi bahwa di masa depan yang tak jauh, semua memori dalam otak seseorang yang baru meninggal dapat di-download ke dalam sebuah peranti lunak komputer untuk disimpan, untuk suatu saat di masa depan dijalankan kembali dengan meng-upload-nya ke dalam organ otak jasad yang baru dihidupkan kembali lewat metode cryonics. Teknik ini akan bisa dijalankan ketika nanti teknologi kecerdasan buatan dan teknologi komputasi otak sudah bisa disatukan dengan biologi, seperti diantisipasi secara visioner oleh Ray Kurzweil dalam bukunya The Singularity Is Near: When Humans Transcend Biology./5/

Tetapi, jika pun identitas dan kepribadian anda tetap bertahan utuh dalam organ otak anda yang dibekukan absolut, atau bisa di-upload kembali dari sebuah disc ke otak anda, ketika anda dihidupkan kembali, semua orang yang anda kenal sebelumnya sudah mati dan meninggalkan anda sendirian di zaman yang lain. Apakah anda mau? 

Kalau kepada saya ditanyakan apakah saya mau hidup kekal selamanya dalam raga di muka Bumi, saya dengan pasti akan menjawab Tidak mau, sebab saya akan sudah puas dengan hidup sebaik-baiknya satu kali saja, paling lama 70 atau 80 tahun, di muka Bumi. Dan saya juga tak mau masuk ke surga. Saya tak serakah pada kehidupan. Biarlah masa depan dunia diurus oleh anak-anak, cucu-cucu dan cicit-cicit kita, yang menunggu giliran berperan dalam dunia ini. Mereka pasti akan jauh lebih hebat dari kita dalam mengurus planet Bumi ini.  Itulah harapan saya kepada generasi mendatang setelah saya mati.

Baca juga:
Asal-usul doktrin tentang surga dan neraka
 
oleh ioanes rakhmat
Jakarta, 30 Desember 2011


Catatan-catatan

/1/ Lebih jauh tentang tubuh ether sebagai tubuh kebangkitan, simak di http://ioanesrakhmat.blogspot.com/2010/09/tubuh-yesus-yang-bangkit-menurut-rasul.html.

/2/ Reportase mutakhir tentang sel uzur ini, baca di http://www.nytimes.com/2011/11/03/science/senescent-cells-hasten-aging-but-can-be-purged-mouse-study-suggests.html?_r=3&smid=fb-nytimes&WT.mc_id=SC-SM-E-FB-SM-LIN-PCI-110311-NYT-NA&WT.mc_ev=click.

/3/ Lihat http://www.alcor.org. Uraian padat dan jelas tentang cryonics, dapat dilihat di http://en.wikipedia.org/wiki/Cryonics. Jika anda ingin dapat gambaran jauh lebih lengkap tentang sains cryogenics atau teknik medis cryonics, infonya tersedia di http://science.howstuffworks.com/environmental/life/genetic/cryonics.htm.

/4/ Lihat tulisan saya di http://ioanesrakhmat.blogspot.com/2010/10/dna-sintetik-dan-kehidupan-artifisial.html.


/5/ Ray Kurzweil, The Singularity Is Near: When Humans Transcend Biology (New York: Viking Penguin, 2005), lihat khususnya bab 3 dan bab 4.



Thursday, December 29, 2011

Mitos Taman Eden, Adam, dan Hawa

Petiklah buah itu!
“Pikiran kita itu bisa salah. Karena itu, berpikirlah terus, jangan menyerah.”
☆ Ioanes Rakhmat

Meskipun sekarang ini zaman modern, zaman ilmiah, yang berbeda dari zaman kuno yang pramodern dan prailmiah, banyak orang, bahkan yang terpelajar juga, menolak sains evolusi Darwinian.

Penolakan mereka didasarkan bukan pada riset keilmuan panjang tandingan, tapi pada kisah skriptural tentang penciptaan Adam dan Hawa langsung gede di Taman Eden oleh Tuhan.

Berdasarkan kisah ini, mereka membangun sebuah ideologi keagamaan yang dinamakan kreasionisme yang mereka perjuangkan untuk diakui dan ditempatkan sejajar dengan sains evolusi. Tentu saja di mana-mana usaha mereka ini selalu kandas.

Bagi mereka, kisah Taman Eden skriptural adalah kisah nyata, bukan fiksi, ada dalam kitab-kitab suci sebagai wahyu ilahi yang tak mungkin salah, karena itu harus dipercaya dan dipertahankan apa adanya, at face value, apapun juga taruhannya.

Nah bagaimana dengan kondisi di Indonesia?

Jelas, budaya yang menguasai Indonesia adalah budaya agama (di samping budaya korupsi), bukan budaya saintifik. Sementara budaya agama umumnya mematikan rasa ingin tahu manusia dan menutup pemikiran kritis dan nalar, budaya sains mencerahkan manusia dan mendayagunakan pemikiran kritis.

Karena itu, untuk membangun suatu budaya saintifik, hemat saya, tak ada jalan lain, selain menunjukkan kepada anda bahwa kisah tentang Taman Eden adalah 100 persen dongeng. Tak percaya? Mari simak penyelidikan berikut.

Sebelum ke situ, saya perlu tekankan bahwa Allah itu kreatif, mahaberfirman, mahahadir dan mahapenuntun.

Dengan demikian, jenis-jenis sastra kreatif imajinatif pun, misalnya kisah Taman Eden, atau perumpamaan-perumpamaan Yesus yang oleh sejumlah kritikus sastra dinamakan fiksi-fiksi puitis, dengan bebas dan riang dipakai Tuhan untuk menyampaikan firman-firmannya, kalam-kalamnya, untuk menuntun dan memberitakan kehendaknya.

Tuhan pastilah berkenan hadir dan bersabda baik lewat kisah-kisah prosais faktual maupun lewat kisah-kisah kreatif fiksional imajinatif puitis dan lewat berbagai media komunikasi lainnya yang tentu saja terus bertambah banyak dari zaman ke zaman.

Jadi, tidaklah pada tempatnya jika kita memaksa dan membatasi Tuhan YMKreatif untuk menyampaikan kalamnya hanya lewat fakta-fakta atau lewat kisah-kisah nyata saja.

Jika anda memaksa Tuhan untuk berfirman dengan terbatas hanya lewat fakta-fakta atau lewat kisah-kisah nyata, maka anda telah menjadi suatu tuhan bagi Tuhan YMKreatif, MTahu dan MTakterbatas. Anda mengatur Tuhan. Anda mendikte Tuhan. Anda mengurung Tuhan dalam sebuah ide sempit anda. 

Oh ya, perlu diingatkan bahwa hanya sains atau ilmu pengetahuan yang harus dibangun berdasarkan fakta-fakta atau bukti-bukti empiris, dan selalu terbuka untuk diverifikasi kembali pada masa-masa selanjutnya.

Nah, jika ada orang yang mengharuskan teks-teks keagamaan apapun, baik yang skriptural maupun yang bukan-skriptural, sebagai teks-teks tentang fakta-fakta empiris, maka mereka telah memperlakukan teks-teks tersebut sebagai teks-teks ilmu pengetahuan.

Apakah betul kitab-kitab keagamaan adalah kitab-kitab tentang ilmu pengetahuan modern? Orang yang berakal dan mengenal ilmu pengetahuan pasti akan menyatakan: Oh tentu bukan!

Selain itu, jika anda menyatakan bahwa teks-teks keagamaan anda adalah teks-teks ilmu pengetahuan, maka, sejalan dengan sifat ilmu pengetahuan, teks-teks keagamaan anda itu harus tunduk pada metode-metode rasional pengujian untuk menunjukkan kebenaran atau ketidakbenarannya. Apakah anda mau melakukannya? Saya yakin, anda tidak akan melakukannya sebab anda sudah tahu apa hasilnya nanti.

Ya tentu sudah ada orang lain yang mencoba membangun argumentasi dan mengajukan bukti-bukti bahwa teks-teks keagamaan mereka adalah teks-teks ilmu pengetahuan, teks-teks tentang fakta-fakta ilmiah.

Sejauh ini, setahu saya, usaha mereka ini selalu dipatahkan atau digagalkan oleh peninjauan ulang dengan cermat lewat metode-metode keilmuan yang dilakukan para saintis atau oleh orang yang tahu ilmu pengetahuan, termasuk ilmu pengetahuan tentang teks-teks keagamaan.

Alih-alih berargumen dijalur ilmu pengetahuan, para agamawan apologet itu sebetulnya membangun pseudosains alias ilmu pengetahuan gadungan. Banyak orang dengan tanpa mereka sadari telah masuk ke dalam perangkap gelap pengetahuan gadungan ini.

Nah, mari sekarang kita fokus pada kisah Taman Eden yang segera saya telisik lewat akal sehat, akal ilmiah dan ilmu pengetahuan.

Hanya dalam dongeng saja, ada sepasang manusia purba, lelaki dan perempuan, yang tidak memiliki pusar sama sekali karena tidak pernah menjadi janin dalam rahim seorang ibu, berhubung keduanya diciptakan langsung besar. (Kalaupun keduanya diciptakan sebagai sepasang bayi yang juga tak mempunyai pusar, kedua bayi ini akan pasti mati karena tak ada induk yang dapat menyusui dan memelihara mereka.)

Rabalah perut anda, dan rasakan apakah anda memiliki sebuah pusar; kempot ke dalam atau bodong keluar, tak masalah. Kalau anda keturunan langsung Adam dan Hawa mitologis, haruslah perut anda juga tidak memiliki pusar. Anda ternyata keheranan, dari mana asal-usul paling awal udel anda, bukan? Semoga anda langsung tersadarkan bahwa andalah manusia yang real, sedangkan Adam dan Hawa cuma dua makhluk khayalan.

Hanya dalam dongeng saja, manusia perempuan muncul dari satu tulang rusuk lelaki, sementara semua tulang rusuk pria hingga kini selalu komplit.

Menurut sains, Homo sapiens moyang anda bukan muncul pertama kali di Taman Eden sebagaimana dikisahkan kitab suci anda, melainkan di Afrika, 300.000 tahun yang lalu, sebagaimana ditunjukkan oleh bukti-bukti arkeologis./1/

Hanya dalam dongeng saja ada sebatang pohon moral yang menurut kisahnya tumbuh di tengah Taman Eden, yang jika buahnya dimakan, si pemakan akan langsung cerdas, minimal cerdas secara moral, tanpa perlu melewati proses panjang pembelajaran!

Sama seperti sekeping biji ketika dilempar ke tanah keesokan harinya telah tumbuh seketika menjadi sebatang pohon bayam yang puncaknya sampai ke langit, yang bisa membawa manusia ke suatu negeri kaya raya di atas awan-awan dan yang bisa membuatnya kaya raya dalam sekejap! 

Kisah tentang sekeping biji ini tentu saja dongeng ciptaan Hans Christian Andersen yang sangat menawan kanak-kanak, yang sesudah dikisahkan kepada mereka, mereka langsung tertidur.

Anda tentu teringat kisah dongeng yang serupa dalam bagian akhir kitab Yunus dalam Tenakh Yahudi, tentang sebatang pohon jarak yang tumbuh tinggi dan mengeluarkan daun-daun lebat dan lebar hanya dalam semalam! Yunus murka kepada Allah dan minta mati, ketika pohon jarak itu, yang daun-daun lebarnya dijadikannya tempat berteduh dari sengatan cahaya Matahari, dibuat mati oleh Allah!

Hanya dalam dongeng saja ada seekor ular berkaki, yang cerdas dan bisa berbicara bahkan berhasil meyakinkan manusia tentang sebuah kebenaran yang konon hanya Allah saja yang tahu.

Hanya dalam dongeng saja, curiosity atau rasa ingin tahu yang besar pada diri Hawa yang mendorongnya memetik dan memakan buah pohon moral itu, harus dikutuk dan dijadikan alasan untuk menghukum manusia. 

Padahal, dalam dunia real modern masa kini curiosity-lah, selain kebutuhan survival manusia, yang membuat sains maju dan terus berkembang di tangan manusia-manusia cerdas dan pemberani, seperti dicontohkan oleh Hawa dalam mitos Taman Eden.

Ketahuilah, sama seperti dalam kisah skriptural Taman Eden, seorang suci Santo Augustinus (354-430 M), yang dipuja dalam gereja dari abad ke abad, dengan terbuka mengutuki rasa ingin tahu atau kuriositas, tulisnya, 

“Ada satu bentuk godaan lagi, bahkan lebih berbahaya, yakni penyakit ingin tahu. Rasa ingin tahu inilah yang selalu mendorong kita untuk mencoba menemukan rahasia-rahasia alam, rahasia-rahasia yang sebetulnya berada di luar kemampuan kita untuk memahaminya, yang hanya akan membuahkan kesia-siaan jika dicari, yang seharusnya manusia tidak ingin pelajari.”/2/

Hanya dalam dongeng saja Allah punya tubuh, kaki, tangan, kepala, rambut, mata, alis, hidung, telinga dan mulut, sehingga membuatnya bisa berjalan-jalan di Taman itu mencari-cari Adam dan Hawa, melihat-lihat, pada hari yang sejuk./3/

Saya sedang membayang-bayangkan, jika Allah sang Bapa ini muncul dan berjalan-jalan dalam taman ini bagaimana penampilannya? Seandainya Allah ini berbusana, saya berharap dapat mengetahui busana jenis apa.

Bayang-bayangan ini muncul dalam benak saya, ya karena kisah Taman Eden mengisahkan Allah secara antropomorfik, yakni dengan memberi bentuk dan sifat insani pada Allah yang pada hakikatnya non-insani.

Baiklah dipahami bahwa antropomorfisme teologis memang tak terelakkan, sebab manusia bisa berpikir dan berimajinasi tentang Tuhan hanya dalam bahasa-bahasa verbal dan nonverbal insani.

Baik kita bertanya. Kenapa Allah mencari Adam dan Hawa? Karena keduanya, sehabis memakan buah ajaib itu, ketakutan lalu mencari tempat bersembunyi, menghilang dari pandangan Allah.

Hanya dalam dongeng saja seorang manusia lelaki dan seorang manusia perempuan yang keduanya bugil total tidak terangsang secara seksual satu sama lain, sekian lama, bahkan masing-masing tidak menyadari kalau keduanya telanjang bulat.

Hanya dalam dongeng saja, Adam dan Hawa, lelaki dan perempuan, setelah sekian lama hidup bersama baru sadar bahwa keduanya telanjang bulat setelah memakan buah ajaib mitologis tadi.

Hanya dalam dongeng saja ada manusia berusia sampai empat ratus atau lima ratus tahun, dengan tetap muda dalam jangka waktu yang sangat panjang.

Hanya dalam dongeng saja ada sebuah pohon lain di sebelah timur Taman Eden mitologis yang jika buahnya dimakan, Adam dan Hawa akan hidup abadi, sehingga konon Allah menempatkan beberapa malaikat berpedang bernyala untuk menjaga pohon ajaib kedua ini.

Kita tahu Drakula atau Vampire bisa hidup abadi karena meminum darah manusia, korban-korban mereka. Tapi kita juga sangat tahu bahwa dua makhluk abadi peminum darah ini hanya hidup dalam dongeng-dongeng dari negeri-negeri Eropa dan Amerika, sama seperti Leak hanya ada dalam dongeng rakyat Bali.

Kita juga tahu ada satu makhluk menyeramkan, monster manusia, yang dibuat dengan menyatukan, lewat jahitan, serpihan-serpihan dan potongan-potongan mayat, lalu dihidupkan kembali dengan tenaga listrik dan petir. 

Tetapi monster manusia ini, yang diciptakan seorang profesor gila yang bernama Frankenstein, hanya ada dalam novel karya Mary Shelley yang edisi keduanya terbit 1831 di Inggris. Pesan novel ini jelas: dengan dijahit, serpihan-serpihan mayat bisa dihidupkan lagi, kematian bukan akhir! Tentu saja, pesan ini hanya berlaku dalam dunia dongeng. Yang faktual adalah keinginan untuk hidup abadi yang memang ada dalam diri manusia.

Cukuplah sudah saya memperlihatkan kepada anda bahwa kisah skriptural tentang Taman Eden dan semua kejadian yang dikisahkan di dalamnya adalah dongeng belaka, sebuah kisah prosais imajinatif yang dilihat dari jenis sastranya termasuk kisah etiologis atau kisah tentang asal-usul sesuatu.

Ketahuilah, setiap suku bangsa di dunia umumnya memiliki kisah-kisah etiologis mereka sendiri-sendiri, yang berbeda-beda, termasuk kisah-kisah asal-usul moyang-moyang pertama mereka dulu. Kisah tentang Adam dan Hawa dalam kitab Kejadian hanyalah salah satunya saja.

Poin pentingnya ini: setiap kisah skriptural, juga yang berupa kisah fiktif imajinatif atau fantasi, ditulis pasti dengan suatu tujuan oleh si penulisnya dulu. Nah, apa tujuan penulisan kisah fiktif Taman Eden? Apa isi berita skriptural kisah ini?

Penulis kisah Tamen Eden dalam Kejadian 2:8-3:24, yakni mazhab Yahwis yang bekerja pada abad sepuluh SM di istana raja Daud/raja Salomo, sudah lama memperhatikan banyak kejadian yang berkaitan dengan lingkungan hidup, manusia, binatang, kerja keras, moralitas, doktrin agama, nafsu berahi, persalinan perempuan, kematian, dan lain-lain.

Semua yang mereka lihat, mereka renungkan dalam-dalam, dengan banyak tujuan, salah satu di antaranya adalah untuk menemukan jawaban mengapa ada penderitaan dalam dunia ini, apa penyebab atau sumber azab manusia.

Itu juga sebuah pertanyaan yang juga sangat mengganggu pikiran Śākyamuni Siddhārtha Gautama di tempat dan zaman yang lain (563-483 SM) yang membuatnya meninggalkan istana lalu masuk ke dalam kehidupan tapa brata untuk mencari jawaban-jawaban yang dapat membebaskan manusia dari dukkha./4/

Lalu mereka, para sastrawan Yahwis ini, memberi jawab dengan menulis kisah tentang asal-usul atau etiologi yang sepenuhnya fiktif spekulatif. Dus, kisah Taman Eden historisnya tidak dimulai di permulaan kehidupan di zaman yang sangat lampau, tetapi dimulai di abad sepuluh SM di negeri Israel.

Para sastrawan Yahwis ini menemukan satu jawaban teologis sangat sederhana dan satu dimensi bahwa semua penderitaan manusia adalah akibat dari ketidaktaatan Hawa dan Adam terhadap ketetapan primordial Allah!

Selain etiologi, mereka juga mengajukan teleologi: tujuan akhir kehidupan manusia adalah kematian, sebagai suatu akibat yang niscaya dari ketidaktaatan Adam dan Hawa! Betapa sendu kisah yang mereka tuturkan.

Kalau Gautama Buddha, setelah dia tercerahkan dan menemukan akar-akar timbulnya penderitaan, memberikan jalan-jalan keluar dari penderitaan yang musti dijalankan sendiri dengan berdisiplin oleh orang-orang yang mau mendengarkannya,/5/ para sastrawan Yahwis ini sama sekali tak memberi jalan keluar apapun, selain rasa putus asa yang dalam terhadap kemalangan manusia, Bumi dan makhluk-makhluk lainnya.

Para sastrawan ini hanya memberikan etiologi dan teleologi yang suram, tapi tak menawarkan soteriologi, doktrin tentang ihwal bagaimana manusia bisa mencapai keselamatan (Yunani: sōtēria), terlepas dari penderitaan./6/

Nah, salah satu hal yang para sastrawan ini selalu temukan dan amati pada abad sepuluh SM adalah kenyataan bahwa ketika setiap manusia mati, lalu mayatnya dikuburkan, mayat ini segera mulai membusuk lalu perlahan menjadi satu dengan tanah.

Dari pengamatan ini, mereka lantas menyimpulkan: kalau mayat akhirnya menyatu dengan tanah atau menjadi bagian dari tanah/Bumi, sudah mustinya manusia berasal pada awal sekali dari tanah, dari Bumi! Ini adalah cara berpikir siklikal yang umum ditemukan dalam masyarakat agraris zaman kuno, yang hidup di bawah kendali musim-musim yang datang dan pergi silih berganti, sebagai suatu siklus yang abadi. 

Tentu saja, sains modern yang telah membuat kita menemukan bahwa DNA adalah struktur kimiawi esensial pembentuk kehidupan,/7/ belum muncul ketika kisah skriptural Taman Eden ditulis. 

Nah, kalau anda ingin memasukkan unsur DNA ke dalam kisah suci tentang asal-usul manusia, anda perlu menyusun kisah yang sama sekali berbeda dari kisah Taman Eden skriptural. Susunlah! 


Baca juga:
Kita adalah aliens di planet Bumi


Catatan-catatan

/1/ Lihat L. Vigilant et al., “African Populations and the Evolution of Human Mitochondrial DNA”, Science 253, no. 5027 [1991], hlm. 1503-1507.

/2/ Pernyataan Augustinus ini dikutip dalam Charles Freeman, The Closing of the Western Mind: The Rise of Faith and the Fall of Reason (London: Heinemann, 2002), hlm. vii.

/3/ Gaya berkisah dalam kitab-kitab suci, yang melukiskan Allah dalam sifat dan rupa manusia disebut gaya berkisah antropomorfis. Kitab suci Perjanjian Lama sangat kaya dengan antropomorfisme, yang tentu saja tak boleh diterima atau diperlakukan secara harfiah.

/4/ Kata sanskerta dukkha secara harfiah berarti rasa pedih yang ditimbulkan oleh cucukan ujung-ujung tulang dan serpihan-serpihan tulang yang tajam pada daging yang mengitarinya ketika tulang paha seseorang patah di dalam.

/5/ Gautama Buddha menawarkan Jalan Mulia Rangkap Delapan untuk manusia mencapai pencerahan diri  dan pembebasan dari penderitaan, yakni: (1) berpandangan benar; (2) berkeinginan benar; (3) berbicara benar; (4) bertindak benar; (5) hidup benar; (6) berusaha benar; (7) berpikiran benar; (8) berkonsentrasi benar. Jalan pertama dan kedua termasuk hikmat (sanskerta: prajnā); jalan ketiga, keempat dan kelimat termasuk moralitas (Sanskerta: sīla); jalan keenam, ketujuh dan kedelapan termasuk meditasi (Sanskerta: samādhi).

/6/ Usaha teologis menelusuri sebab-musabab adanya penderitaan, dan pertanyaan-pertanyaan di mana Allah yang maha pengasih dan maha adil berada di tengah realitas penderitaan manusia, dan kepada siapa Allah berpihak apakah kepada penyebab penderitaan atau kepada manusia yang menderita, masuk ke dalam bidang perenungan teologis yang dinamakan teodise (dari kata Yunani theos = Allah, dan dikē = keadilan). 

Dalam bukunya yang berjudul God’s Problem: How the Bible Fails to Answer Our Most Important Question, Why We Suffer (New York: HarperCollins Publishers, 2008), Bart D. Ehrman memperlihatkan Alkitab gagal menjawab pertanyaan terpenting manusia apa sebabnya atau mengapa manusia menderita.

/7/ DNA (Deoxyribonucleic acid) adalah asam nukleat yang memuat informasi-informasi genetik yang digunakan untuk mengembangkan dan mengfungsikan semua organisme hidup yang dikenal. Segmen-segmen DNA yang membawa informasi genetik ini disebut gen. Bersama RNA dan protein, DNA adalah salah satu dari tiga makromolekul yang esensial bagi semua bentuk kehidupan yang dikenal. 


Sunday, December 25, 2011

Kita adalah aliens di planet Bumi: Proyek SETG NASA

Kaum agamawan monoteistik yang memiliki kitab-kitab suci yang berpangkal pada kitab suci Yahudi yang dinamakan Tenakh (atau Perjanjian Lama, dalam istilah Kristen), meyakini bahwa asal-muasal manusia, Homo sapiens, adalah Taman Eden. Mereka ada karena diciptakan oleh Allah langsung besar sebagai manusia laki-laki Adam dan manusia perempuan Hawa; tentu keduanya tak memiliki pusar. 

Tetapi sains mempunyai penjelasan lain yang berbeda tentang asal-usul manusia.  

Bukan sains evolusi Darwinian yang kali ini saya mau share ke anda, tetapi sains yang fokus kajiannya adalah angkasa luar.

Tentu saja, sains yang terfokus pada antariksa ini juga akan dilecehkan oleh para pembela kisah Taman Eden, sama seperti mereka, di ujung tahun 2011 ini, telah dengan sangat menyedihkan melecehkan sains evolusi Darwinian, yang kini sudah dibenarkan dan didukung oleh banyak sains lain, dan telah melahirkan sains-sains turunannya yang sangat solid. 

Ketimbang mempelajari sains evolusi langsung dari Charles Darwin/1/, atau dari biologiwan termasyhur masa kini Richard Dawkins,/2/ kaum agamawan Muslim di Indonesia (bahkan Muslim global) masa kini umumnya malah, memprihatinkan sekali, memilih untuk mempercayai tulisan-tulisan anti-sains evolusi dan sains Quranik”  (pengganti sains evolusi) dari Adnan Oktar yang lebih dikenal sebagai Harun Yahya,/3/ 

Sesungguhnya, Oktar sama sekali tidak memiliki kelaikan akademik apapun dalam menulis buku-buku anti-sains evolusi./4/   

Jika semua fakta sains yang sudah dibeberkan sains evolusi Darwinian dan sains-sains lain yang berkaitan dilecehkan oleh para pembela mitos Taman Eden, sains-sains angkasa luar ini juga akan menerima nasib yang sama. Sejujurnya harus dikatakan, para pembela kisah Taman Eden tidaklah lagi dapat hidup di dunia modern jika mereka konsisten mempertahankan mentalitas anti-sains mereka. Nah, mari sekarang kita fokus pada uraian berikut.



Karang di atas adalah pecahan meteor yang terbentuk milyaran tahun lalu sebelum jatuh ke Bumi. Karang ini berisi sesuatu yang kemudian memunculkan sebuah pandangan saintifik yang revolusioner tentang ihwal dari mana manusia berasal. 

Para peneliti NASA telah melakukan test terhadap 12 pecahan meteor semacam ini, dan mereka menemukan pecahan-pecahan meteor ini kaya dengan unsur carbon yang ditemukan berisi zat-zat kimia yang serupa dengan salah satu komponen penting DNA, struktur kimiawi terpenting yang membentuk kehidupan. 

Sebelumnya banyak orang menganggap DNA dalam pecahan-pecahan meteor ini muncul karena pecahan-pecahan ini sudah terkontaminasi oleh zat-zat kimiawi yang ada di Bumi; tetapi kajian-kajian yang mutakhir telah tiba pada suatu kesimpulan bahwa DNA dalam meteorit-meteorit tersebut berasal dari angkasa luar.

Jadi, sudah dipastikan oleh para saintis, DNA yang terdapat dalam bebatuan meteorit yang ditemukan di Antartika dan Australia itu, berasal dari angkasa luar, persisnya dari planet Mars!/5/ 

Sangat boleh jadi, karena bebatuan meteor pasti sudah masuk ke Bumi pada awal planet ini terbentuk 4,5 milyar- 5 milyar tahun lalu, kita semua, humans, memiliki asal-usul paling awal di angkasa luar, bukan di planet Bumi ini sendiri, dalam bentuk DNA yang dihasilkan di antariksa. 

Lagi pula, sudah menjadi pengetahuan umum bagi kita dewasa ini bahwa setiap atom dalam tubuh kita pun semula berasal dari supernovae, bintang-bintang yang meledak. 

Kalau big bang yang terjadi 13,72 milyar tahun lalu menghasilkan zat-zat kimiawi yang paling ringan (hidrogen, deuterium, helium dan lithium), supernovae yang terjadi belakangan membuat zat-zat kimiawi yang lebih berat yang terdapat dalam inti bintang-bintang (carbon, nitrogen, oksigen, besi, dan lain-lain) tersebar mengisi ruang-ruang jagat raya. 

Dari unsur-unsur kimiawi yang semula ada dalam bintang-bintang inilah, khususnya unsur carbon, DNA semua bentuk kehidupan terbentuk. Sungguh,  elemen-elemen DNA kita, dan DNA semua bentuk kehidupan, memang pada awalnya terbentuk di angkasa luar. 

Maka, tepatlah apa yang ditulis oleh fisikawan teoretis Lawrence M. Krauss, bahwa Kita semua, dalam arti harfiah, adalah anak-anak bintang-bintang, dan tubuh kita terbuat dari debu-debu bintang.”/6/  

Setelah terbentuk di angkasa, tentu kawasan yang paling memungkinkan elemen-elemen DNA ini berkembang ketika sudah masuk ke Bumi, lalu jauh sesudahnya memunculkan Homo sapiens, adalah kawasan laut. Tetapi para ahli astrofisika, astrobiologi  dan astrokimia sudah tiba pada sebuah kesimpulan bulat bahwa air di permukaan Bumi kita juga kiriman dari angkasa luar./7/ 

Planet kita aslinya adalah sebuah planet gersang bebatuan hampir 100 persen. Air datang belakangan, dan hanya sedikit sekali jumlah massanya dibandingkan besarnya massa Bumi secara keseluruhan. Atom oksigen dan atom hidrogen di angkasa luar sudah terbentuk pada suatu tahap evolusi kosmologis, lalu lewat meteor dan komet, secara kebetulan menerjang masuk ke Bumi tanpa diundang. 

Puing-puing jagat raya inilah, komet dan asteroid, kendaraan angkasa yang membawa air dan DNA mikroorganisme masuk ke planet Bumi. Dari air dan DNA antariksa, kita kemudian dilahirkan di Bumi, sebagai makhluk asing nan sendiri di planet ini!

Mungkin anda, seperti saya, suka menatap langit malam yang cerah, dan memandang lama-lama banyak benda terang di angkasa malam yang kelam. Kenapa? Bisa jadi kita semua, dulu secara intuitif, dan kini dapat dijelaskan secara saintifik, merasa bahwa kampung halaman kita yang sebenarnya adalah angkasa luar! Kita semula adalah E.T. beings

Jangan sedih, tapi happy-lah, jika anda rindu berada di ruang-ruang antarbintang dan antargalaksi!  

Bisa jadi, pengalaman spiritual yang diklaim dialami banyak orang, yang disebut OBE, “out of body experience”, pengalaman keluar dari tubuh lalu melanglang jagat raya, terkoneksi erat dalam otak kita dengan pengetahuan intuitif kita bahwa kita berasal dari antariksa!/8/ Tentu saja ini bukan pandangan ilmu pengetahuan. Cuma sebuah puisi saja.

Kita semua, humans, adalah aliens di planet Bumi! Human aliens!

Sains astrokimia, astrobiologi dan geokimia menjurus pada satu kesimpulan bahwa DNA kita berasal dari antariksa. 

Dus, ada banyak alasan jika NASA kini menjalankan sebuah proyek yang diberi nama SETG, the Search for Extra-Terrestrial Genomes, proyek pencarian genom di antariksa, khususnya di planet Mars.

Proyek NASA yang dinamakan SETG ini dikhususkan untuk menguji hipotesis bahwa kehidupan di planet Mars, jika ada, memiliki nenek moyang yang sama dengan kehidupan di planet Bumi. 

Bukti-bukti makin bertambah yang menunjukkan bahwa mikroba-mikroba yang dapat bertahan hidup, dapat ditransfer di antara dua planet ini, suatu kemungkinan yang sebagian didasarkan pada kalkulasi-kalkulasi lintasan-lintasan meteor dan kajian-kajian magnetisasi yang mendukung hanya pemanasan yang moderat pada inti-inti meteor./9/ 

Logis, jika kita berharap, proyek ini akan nantinya diperluas oleh NASA ke planet-planet lain manapun yang terjangkau, yang diduga berisi bentuk-bentuk kehidupan mikrobial jenis apapun. Sementara ini, bulan-bulan dari planet-planet raksasa dalam tata surya menjadi objek-objek kajian yang menantang dan memberi harapan. 

Diperkirakan di bawah permukaan lautan-lautan di bulan Europa, sebagai salah satu satelit Galilea dari planet Jupiter, yang kawasannya sangat asam, terdapat mikroba-mikroba. 

Selain itu, bulan terbesar planet Jupiter, yang diberi nama Ganymede, bersama bulan lainnya Callisto, memiliki lautan-lautan yang jauh di bawah permukaannya yang tak terkena cahaya Matahari diyakini terdapat mikroba-mikroba. Eko-sistem dalam laut-laut dalam dari bulan-bulan planet Jupiter ini serupa dengan eko-sistem yang terdapat jauh di bawah permukaan laut-laut dalam dari planet Bumi. 

Jadi, dianggap bahwa sama seperti eko-sistem di kedalaman laut-laut dalam yang tak terkena cahaya Matahari dari planet Bumi berisi bentuk-bentuk kehidupan mikroba, demikian juga halnya dengan tempat-tempat di kedalaman laut-laut dalam dari tiga bulan planet Jupiter ini. 

European Space Agency (ESA) lewat wahana misi besarnya JUICE (Jupiter Icy Moons Explorer) akan fokus pada ketiga bulan planet Jupiter ini untuk mencari dan menemukan lingkungan-lingkungan alam yang memungkinkan munculnya kehidupan.

Di samping itu, pencarian kehidupan mikrobial juga diarahkan ke dua buah bulan dari antara 53 bulan planet Saturnus, yakni Titan sebagai bulan terbesarnya yang atmosfir padatnya mengandung materi organik, gas hidrogen dan gas-gas lainnya; dan bulan Enceladus, bulan terbesar keenam, yang berisi senyawa-senyawa organik sederhana. 

Ketika wahana antariksa Cassini-Huygens melakukan lintasan orbit beberapa kali pada bulan Enceladus pada tahun 2005, ditemukan gumpalan-gumpalan besar awan yang bermuatan air. 

Kajian-kajian lebih jauh, seperti yang dilakukan April 2012, pada banyak geyser es kutub selatan bulan ini berhasil memindai adanya uap air, partikel es, garam dan senyawa-senyawa organik di segala tempat yang diteliti. Tingkat salinitas di sana sama dengan yang terdapat di lautan-lautan planet Bumi. 

Misi astrobiologi terbesar dan terpenting dan yang paling memberi harapan dalam mencari dan menemukan kehidupan mikroba ditujukan ke bulan Enceladus. 

Jenis ekologi bulan Enceladus serupa dengan ekologi yang terdapat di kedalaman laut-laut dalam planet Bumi. Pengkajian lebih cermat dan lebih dekat atas bulan Enceladus akan diadakan Cassini pada Oktober 2015.
 
Rover Curiosity, yang akan didaratkan di planet Mars pada 06 Agustus 2012. 
Foto ini (credit NASA) diambil pada 3 Juni 2011 ketika Curiosity sedang dalam tahap uji-coba 
di Spacecraft Assembly Facility di Jet Propulsion Laboratory, NASA, 
di Pasadena, California, USA

Ketahuilah, dalam rangka proyek SETG, NASA pada Sabtu pagi, 26 November 2011, telah meluncurkan sebuah wantariksa berbentuk piring (bak UFO), yang membawa sebuah mesin penjelajah planet Mars, rover, berbentuk mobil roda enam seberat 1 ton, yang diberi nama Curiosity. 



Di atas foto rover Curiosity. Diambil oleh Curiosity sendiri pada 1 November 2012, di sekitar kawah Gale, planet Mars. Tentu editing yang cukup rumit harus dilakukan para tenaga NASA sebelum foto penuh di atas dihasilkan.

Rover ini, yang diberi energi bukan dari cahaya matahari tapi dari bahan bakar plutonium, yang akan berfungsi sebagai laboratorium sains (the Mars Science Laboratory), sudah dengan mulus didaratkan di planet Mars 6 Agustus 2012. Wantariksa yang membawanya menempuh perjalanan terbang sejauh 354 juta mil selama 8,5 bulan. 

Curiosity didaratkan di planet merah Mars untuk menyelidiki langsung di tempat, persisnya di kawah Gale, adakah jejak-jejak dan tanda-tanda kehidupan di planet ini, yang tersimpan di dalam molekul-molekul organik dan isotop-isotop carbon-12 dan carbon-13./10/ 


Dalam jangka panjang ke depan, proyek SETG NASA akan disusul dengan pendaratan astronot-astronot di planet Mars secara bertahap. Para astronot ini akan tinggal lama di planet merah ini  untuk mengubah kondisi alam planet Mars menjadi serupa dengan kondisi alam planet Bumi sehingga Mars nantinya akan menjadi rumah kedua homo sapiens. Kegiatan-kegiatan teknologis semacam ini dinamakan terraforming

Tetapi terraforming, dalam perencanaan NASA, baru akan bisa dilakukan dalam abad ke-23, masih jauh di depan. 

Tetapi, bagaimana kalau ada perusahaan penerbangan antariksa swasta yang akan dalam waktu pendek di depan ini mendaratkan astronot-astronot di planet Mars dan mulai melakukan terraforming dalam abad ke-21 ini? Inilah yang saya mau share ke anda.

Perusahaan penerbangan antariksa swasta Belanda Mars One pada April 2023 akan mengirim 4 astronot ke Mars yang tak akan kembali lagi ke planet Bumi, kampung halaman mereka. Ketika mereka sudah tiba di Mars, mereka akan bekerja giat mempersiapkan segala sesuatu dan membangun pemukiman-pemukiman untuk manusia./11/

Selanjutnya, setiap 2 tahun sekali Mars One akan mengirim 4 orang astronot tambahan ke Mars, sehingga sampai dengan tahun 2033 akan sudah ada 20 orang yang berdiam di planet Mars, dan tak pernah lagi pulang ke planet Bumi.

Untuk menggolkan proyek jangka panjang ini, Mars One akan bekerja sama dengan media reality show Big Brother, dan mereka juga mendapatkan dukungan dari fisikawan pemenang Hadiah Nobel Gerard 't Hooft.

Mulai tahun depan ini, 2013, Mars One akan mencari dan menyeleksi serta melatih calon-calon astronot yang akan terbang ke Mars. 

Apakah anda mau mendaftarkan diri? Sebelum anda mendaftarkan diri, ketahuilah, jika anda sudah mendarat di planet Mars, dan harus memulai kehidupan dan bekerja di sana, anda sungguh-sungguh berada di suatu lingkungan alam yang sangat keras, tak bersahabat, dan sangat asing bagi anda. 

Tanpa persiapan jangka panjang yang sangat matang, anda pasti akan gagal hidup di Mars. 

Karena kesadaran semacam inilah, kini NASA dan lembaga-lembaga pengeskplorasi angkasa luar lainnya sedang terus-menerus melatih para calon astronot yang nanti akan terbang ke planet merah ini dan mendarat di sana, lalu bekerja untuk waktu yang cukup lama. Mereka dilatih untuk bertahan hidup dan bekerja efektif di tempat-tempat di Bumi (alamiah maupun buatan) yang dipandang menyamai kondisi-kondisi keras alam planet Mars./12/

NASA sendiri hingga saat ini dan sekian dekade ke depan belum sanggup melaksanakan apa yang akan dilaksanakan perusahaan Mars One. Ini sungguh suatu perkembangan yang mendebarkan hati, yang dapat membawa anda ke suasana batin yang tak menentu. 

Kalau dulu orang menjelajah lautan-lautan di muka Bumi untuk menemukan benua-benua baru, kini orang akan segera menjelajah antariksa untuk membangun koloni-koloni baru di planet-planet lain. 

Jika keberadaan bentuk-bentuk kehidupan apapun dipandang terkait dengan keberadaan air, maka sudah dipastikan bahwa planet Mars pada kondisi masa kini memiliki air yang aktif./13/  

Terbuka banyak kemungkinan bahwa di antariksa dalam jagat raya kita tersimpan tidak hanya satu jenis DNA, tetapi sangat beragam, sejalan dengan banyak ragamnya lokasi dan kondisi yang potensial menyimpan berbagai bentuk kehidupan antariksa, sama seperti kondisi di Bumi./14/

Begitu juga, dengan bertumpu pada konsep
kosmologis mutakhir multiverse, kita dapat menyatakan bahwa di dalam jagat-jagat raya paralel yang memiliki hukum-hukum alam dan konstan yang berbeda dari yang berlaku di jagat raya kita, seperti ditegaskan oleh fisikawan Victor J. Stenger, dapat ada bentuk-bentuk kehidupan lain yang tidak sama dengan yang kita kenal di Bumi atau di dalam jagat raya kita sendiri./15/

Bukankah suatu pengetahuan dan penemuan yang mempesona luar biasa jika nanti terbukti makin kuat dan tak terbantahkan bahwa kita semua berasal-usul dari angkasa luar, dan di sana, di ruang antarplanet dan antarbintang, dan di dalam planet-planet dan bintang-bintang sendiri, ternyata terdapat berbagai jenis bentuk-bentuk kehidupan, yang tidak harus sama dengan bentuk-bentuk kehidupan yang ada di planet Bumi? 

Mungkinkah di antara berbagai jenis bentuk kehidupan antariksa ini, terdapat spesies-spesies cerdas aliens yang siap bertemu kita, entah sebagai lawan atau pun sebagai kawan? Saya ingin pertanyaan ini djawab dengan positif: Ya, kita akan bertemu dengan mereka suatu saat sebagai sesama kawan.

Ihwal bagaimana anda akan memperlakukan mitos Taman Eden di depan fakta-fakta sains yang sudah saya bentangkan di atas, saya serahkan pada keputusan anda sendiri, dan ujilah mana yang anda mau ikuti.  

Melecehkan dan mencemooh orang-orang yang menerima sains evolusi sebagai keturunan-keturunan monyet, sudah tak relevan lagi dan sama sekali meleset, sebab baik manusia maupun monyet, bahkan semua bentuk kehidupan, memiliki tubuh yang unsur-unsurnya memang datang dari bintang-bintang yang meledak. Tanpa supernovae, tak ada kehidupan apapun dalam jagat raya kita.



Baca juga
Proyek SETI

/1/ Charles Darwin, On the Origin of the Species (terbit pertama kali 1859; edisi paperback 17 Desember 2011); idem, The Descent of Man and Selection in Relation to Sex (Kindle edition; 24 Maret 2011).

/2/ Richard Dawkins, The Selfish Gene (New York: Oxford University Press, 1976); idem, The Greatest Show on Earth: The Evidence for Evolution (New York, etc.: Free Press, 2009).

/3/ Di luar mitos yang dibangun oleh Harun Yahya sendiri dan oleh para pendukungnya tentang siapa dirinya, ihwal siapa dirinya sebenarnya dan bagaimana kehidupannya yang sebenarnya yang dirahasiakan, lihat tulisan kritis Halil Arda yang berjudul Sex, flies and videotape: the secret lives of Harun Yahya, dan tersedia online di http://newhumanist.org.uk/2131. Lihat juga tulisan sejenis di http://whoisharunyahya.wordpress.com/harun-yahya-tries-to-hide-his-past/. Artikel tentang Harun Yahya di Wikipedia versi Indonesia perlu dibaca juga http://id.wikipedia.org/wiki/Harun_Yahya.

/4/ Harun Yahya tidak memiliki kualifikasi akademik sama sekali untuk menghasilkan tulisan-tulisan anti-sains evolusi; sebuah contoh kekeliruannya sekaligus ketidakjujurannya dalam karyanya Atlas of Creation terpasang online di http://www.museumofhoaxes.com/hoax/weblog/permalink/the_fishing_lures_of_faith/

Sebetulnya Harun Yahya tak pernah melakukan kajian lapangan sama sekali (seperti dulu dilakukan dalam waktu panjang oleh Charles Darwin) ketika dia menyusun Atlas of Creation

Karyanya ini, yang dibagi-bagi olehnya dengan cuma-cuma ke banyak saintis terkenal dunia dan lembaga-lembaga keilmuwan internasional, hanyalah sebuah kumpulan foto-foto yang diambil dari berbagai sumber olehnya dengan tanpa izin. Foto-foto yang dikumpulkan olehnya diberi penjelasan yang menyesatkan, bahkan di sana dan di sini direkayasa atau dipelintir, hanya untuk menunjukkan, lewat foto-foto, bahwa berbagai macam makhluk hidup sejak dulu hingga kini tak mengalami perubahan bentuk fisik sama sekali; dus, tidak ada evolusi biologis spesies. 

Ketika karyanya ini dievaluasi oleh para saintis sejati, terlihatlah berbagai kesalahan dan rekayasa di sana dan di sini. Setelah mendapat banyak kecaman, Harun Yahya memperbaiki buku mewahnya ini; lalu muncullah seloroh dari sejumlah saintis sejati bahwa karya Harun Yahya yang anti-evolusi ternyata malah berevolusi karena diperbaiki olehnya di sana di sini sehingga berubah secara signifikan dari versi sebelumnya.

/5/ Info mutakhir dari NASA tentang hal ini, dapat dibaca di http://news.yahoo.com/blogs/technology-blog/nasa-says-might-aliens-204234402.html, dan jika anda mau lihat juga gambar-gambarnya, masuk ke http://www.dailymail.co.uk/sciencetech/article-2023946/Nasa-study-looking-meteorites-claims-aliens.html. Reportase mutakhir (24 Mei 2012) tersedia online di http://www.bbc.co.uk/news/science-environment-18196353. Lihat juga terutama jurnal Science DOI: 10.1126/science.1220715  (03 May 2012) 

/6/ Lawrence M. Krauss, A Universe from Nothing: Why There Is Something Rather Than Nothing (New York: Free Press, 2012), hlm. 17. 

/7/ Lihat terutama laporan penelitian dalam majalah Nature 464, hlm. 1320-1321, Issue 7293, 29 April 2010, berjudul “Water Ice and Organics on the Surface of the Asteroid 24 Themis”; bisa diunduh dari http://www.nature.com/nature/journal/v464/n7293/abs/nature09029.html

Menurut beberapa kajian yang sudah dilakukan sebelumnya, persediaan air di planet Bumi dikirim oleh asteroid (komet dan meteor) pada suatu saat setelah terjadi tabrakan benda-benda langit yang menghasilkan bulan kita (yang kini sudah tak berisi air karena semuanya menguap pada saat tabrakan ini). Lihat Mottl, M.J., Glazer, B.T., Kaise, R.I., & Meech, K.J., “Water and astrobiology”, dalam Chem. Erde Geochem. 67, hlm. 253-282 (2008); Drake, M.J. & Campins, H., dalam Comets and Meteorites (eds. Lazzaro, D., Ferraz-Mello, S., & Fernandez, J.A.), hlm. 381-394 (Cambridge Univ. Press, 2006); Morbidelli, A., et al., “Source regions and time scales for the delivery of water to earth”, dalam Meteorit. Planet. Sci. 35, hlm. 1309-1320 (2000). 

Lihat juga berita yang lebih mutakhir tentang temuan awan air dalam jumlah massa yang luar biasa besar di sebuah kuasar yang terbentuk kurang lebih 1 milyar tahun setelah big bang (dinamakan kuasar APM 08279+5255 ); beritanya tersedia online di http://www.science20.com/news_articles/apm_082795255_largest_water_mass_universe_so_far-81124.

/8/ Tentang OBE, saya sudah membahasnya panjang lebar di http://ioanesrakhmat.blogspot.com/2011/11/pengalaman-pengalaman-spiritual.html.


/10/Lihat reportasenya di http://www.time.com/time/health/article/0,8599,2100310,00.html; dan penjelasan terperinci berjudul “Mega-rover ready to hunt for life signs on Mars” di http://www.newscientist.com/article/mg21228381.900-megarover-ready-to-hunt-for-life-signs-on-mars.html?full=true

Selain itu, gambaran yang lebih luas tentang Curiosity dan kondisi-kondisi lingkungan alam planet Mars dapat diperoleh di http://www.time.com/time/health/article/0,8599,2100299,00.html.    

/11/ Berita ini kebetulan saya dapatkan di situs http://www.dailymail.co.uk/sciencetech/article-2154336/New-Mars-One-mission-aims-establish-human-colony-Red-Planet-2023.html. Bacalah dengan happy.

/12/ Tentang kegiatan-kegiatan pelatihan calon-calon astronot yang akan terbang dan mendarat di planet Mars lalu bekerja di sana, lihat antara lain http://www.good.is/posts/mars-500-training-astronauts-for-a-manned-mission-to-mars/, http://www.space.com/11871-mars500-photos-russia-mock-mars-mission.html, dan juga http://www.space.com/13536-9-coolest-mock-space-missions-countdown.html.
 
/13/ Simak serial reportase bergambar tentang planet Mars yang pada kondisi masa kini memiliki air, di http://www.time.com/time/photogallery/0,29307,2086992,00.html#ixzz1epv6kzaw.     

/14Lihat artikel Anna Davison, “The most extreme life-forms in the universe”, 26 Juni 2008, di http://www.newscientist.com/article/dn14208-the-most-extreme-lifeforms-in-the-universe.html.

/15/ Victor J. Stenger, Has Science Found God? The Latest Results in the Search for Purpose in the Universe (Amherst, N.Y.: Prometheus Books, 2003) hlm. 156, 183-84.