Friday, October 17, 2014
My mystical poem: In This Night
My mystical poem
IN THIS NIGHT
In this night of sacred emptiness
Something is working in the neurons of my brain
Making me long for the strange longing
It's pity You even don't understand it yet
In this night of deep quietness
Something is moving in the depth of my heart
Making me cry bitterly in strange silence
Unfortunately You even don't see my tears
In this night of empty loneliness
Something is speaking in the room of my soul
The words of the Goddess are being revealed
Alas You even don't want to read it through
In this night of holy silence
Something is vibrating in the mind of mine
A peaceful song is flowing out of it silently
This time You don't hear the song either
In this night of noble serenity
Something is creeping out of my great spirit
A beautiful poem is streaming silently from it
Poor You even have no interest to enjoy the poem
In this night of strange darkness
Something is illuminating my consciousness
The noble Sun is rising from it to shine the world
But You close your eyes tightly unwilling to look at
In this night of the remote starry sky above
The Goddess is calling me to fly up to the stars
She has been keeping a secret for me for aeons
You instantly hold my hands to swim up together
We are One though we are Three
We are Three though we are One
Make it Secret Secret Secret
Make it Open Open Open
by ioanes rakhmat
Jakarta, 17 Oktober 2014
Wednesday, October 15, 2014
Robot-pokalipsis: Musnahnya manusia oleh robot!
Robot humanoid Nao yang ternyata menyentuh hati banyak mahasiswa karena kemampuannya memperlihatkan benih-benih sifat-sifat insani
Ya, tetapi mereka akan menjadi anak-anak kita.” (Marvin Minsky)
Banyak orang di seluruh dunia sudah mulai mencemaskan perkembangan pesat teknologi robotik, yakni teknologi yang menghasilkan berbagai jenis robot yang memiliki kecerdasan buatan dalam berbagai tingkatan, sampai mencapai tahap super-super Artificial Intelligence (SAI atau SSAI).
Belum lama ini bahkan sekelompok orang Kristen
evangelikal yang berdiam dekat North Carolina, USA, membeli sebuah robot cerdas
yang seperti manusia, robot humanoid, seharga USD 16.000, yang dinamakan robot
Nao, untuk mempelajari dan menyelidiki dampak robot-robot humanoid dan
kecerdasan buatan pada manusia.
Robot Nao adalah
suatu robot seperti manusia, robot humanoid, yang dapat diprogram secara
otonom, yang diciptakan oleh perusahaan Aldebaran Robotics (Paris, Prancis).
Sejauh ini sudah terjual 200 unit lebih robot Nao yang digunakan di
universitas-universitas di seluruh dunia.
Baca juga Artificial Intelligence dan Moralitas
Menurut Dr. Kevin Staley dari Southern
Evangelical Seminary di Matthews, North Carolina, tujuan proyek pembelian satu
unit robot Nao oleh komunitasnya adalah “untuk menyelidiki dampak potensial
yang akan timbul dari teknologi semacam ini bagi manusia dan masyarakat mereka”
dan juga untuk “memulai suatu percakapan dengan komunitas-komunitas keagamaan
lain mengenai perkembangan dan pemanfaatan robot-robot.”
Kendatipun proyek ini dapat dipandang sebagai
suatu langkah yang maju dari kalangan Kristen evangelikal itu karena mereka mau
memahami dunia robotik dan dampaknya bagi manusia, Kevin Staley wanti-wanti
mengingatkan bahwa “sementara anda tentu saja tidak akan mencari
rujukan-rujukan ke robot dalam teks-teks Alkitab, kendatipun bisa saja ada
amanat-amanat Alkitab yang bisa ditarik ke arah itu, satu hal yang anda dapat
tarik dari Alkitab adalah afirmasinya yang jelas bahwa yang terpenting adalah
relasi manusia dengan manusia.” Tersirat dalam pernyataannya ini adalah bahwa
jika anda menghabiskan banyak waktu untuk berbicara dengan robot-robot
alih-alih dengan sesama manusia lain, anda telah melakukan hal yang buruk, hal
yang bahkan memerosotkan kemanusiaan kita./1/
Semula, robot-robot dikonstruksi manusia (tentu
lewat industri robotik milyaran USD di berbagai negara maju) untuk menolong
manusia supaya bisa hidup lebih baik, lebih sehat, lebih tangguh, lebih
terlayani, lebih terhibur, lebih relaks, lebih cepat, lebih efisien, lebih
bersih, lebih terawat.
Dengan kata lain, semula robot digagas sebagai pembantu
manusia untuk manusia dapat hidup dengan lebih insani, lebih manusiawi. Dalam
kegiatan-kegiatan manufakturing dan industri, robot diciptakan sebagai alat-alat bantu yang dapat bertindak presisi, sangat cermat,
sesuatu yang jarang atau mustahil dicapai tangan dan mata manusia saja. Di Indonesia, sekian dasawarsa lalu sempat
timbul debat pro dan kontra ketika banyak perusahaan mau melakukan robotisasi
atas banyak bidang usaha mereka. Yang menjadi isu menonjol waktu itu adalah
ketakutan akan makin berlipatgandanya angka pengangguran di Indonesia karena
robotisasi.
Sejauh robot-robot itu masih bekerja
secara mekanistik saja sesuai perintah manusia yang disampaikan lewat peralatan
computing, teknik sensor, atau lewat program-program perintah dari jarak jauh, tidak akan ada
persoalan serius yang muncul dari dunia robotik.
Tetapi yang kini dikhawatirkan banyak orang
adalah jika era robot android
tiba di dalam peradaban kita. Kata “android” (searti dengan kata “humanoid”) berasal
dari kata majemuk Yunani “andro-eidēs”, yang artinya “berwatak serupa manusia”.
Sebuah robot android adalah seperangkat mesin robotik yang bukan hanya mampu
bekerja secara mekanistik dan mempunyai kapasitas penalaran logis, tetapi
juga memiliki kesadaran dan emosi seperti layaknya manusia.
Teknologi
kecerdasan buatan dalam cakupan yang luas, yang dipadukan dengan sains kognitif yang
mempelajari berbagai dimensi kecerdasan manusia, teknik Brain Reverse
Engineering (BRE) yang dijalankan lewat instrumen “high resolution brain-computer interface” yang mampu mengubah data neural dalam otak manusia menjadi
data digital algoritmis (alhasil, “bain mapping” dapat dilakukan) yang dapat ditransfer ke manapun terlepas dari organ
otak ragawi, neural and genetic engineering, dan biologi sintetis, akan mampu menghasilkan robot-robot android yang makin sempurna.
Jangan anda berpikir bahwa era robot-robot
cerdas android masih lama. Kita semua telah mengalami fakta ini: belum lama ini kita
masih memakai pesawat-pesawat telpon biasa berkabel; tahu-tahu kini kita semua
diseruduk oleh era baru berkuasanya telpon-telpon selular yang cerdas nirkabel,
alias smartphones.
Peradaban teknologis kita, meskipun baru berusia 300 hingga 400 tahun, terus
berkembang dengan pesat dengan tingkat kemajuan menurut deret ukur, bukan lagi
deret hitung. Eksponensial dan melompat-lompat dan bergulung-gulung multilinier, tidak lagi unilinier.
Robot-robot android, sesuai dengan namanya, bisa
memutuskan sendiri, berdasarkan pertimbangan rasionalitas dan kesadaran
sendiri, untuk bertindak sendiri di luar perintah manusia.
Tapi, jika era robot
android sudah tiba, robot-robot jenis ini bisa bukan saja menjadi mitra-mitra
manusia yang konstruktif, tetapi juga bisa menjadi musuh-musuh manusia yang dahsyat
dan mematikan. Era ini oleh sejumlah orang dinamakan era ROBOT-POKALIPSIS, era
kemusnahan manusia di tangan robot-robot android yang mereka sendiri ciptakan.
Era ini, seperti halnya apokalipsis keagamaan, tampak tidak bisa dihindari oleh manusia.
Manusia tahu akan tiba, tetapi manusia tidak bisa mengubahnya, seolah takdir
ilahi telah datang bagi mereka kendatipun era ini dibuat dan didatangkan
sendiri oleh manusia.
Situs web ini http://facthat.com/site/post/736/0 memuat foto dan keterangan
pendek 15 jenis robot, dari yang berjalan di darat, juga di dalam laut, sampai
yang beroperasi di ruang atas (di langit-langit, angkasa, dll) dalam kehidupan
kita sehari-hari saat ini. Belum ada masalah yang muncul sejauh ini. Era
robot-pokalipsis masih jauh.
Tetapi, akal dan hati kita akan terbelah-belah
tidak menentu saat kita memikirkan konsekwensi-konsekwensi yang ditulis pada
web itu, jika semua robot ini sudah menjadi robot-robot android. Jadi cemaslah
kita, saat menatap ke masa depan, kendatipun kini semua robot ini masih menjadi
mitra manusia yang konstruktif, tidak destruktif.
Berikut ini tiga jenis robot yang saya ambil
dari situs web tersebut di atas, dilengkapi keterangan pendek tentang
masing-masing.
Robot pada gambar di atas dinamakan Atlas (buatan Boston
Dynamics; perusahaan ini memiliki alamat situs web di sini http://www.bostondynamics.com/). Dirancang untuk menjangkau dan mendatangi kawasan-kawasan dan
tempat-tempat yang sangat berbahaya bagi manusia, misalnya kawasan yang sudah
tercemar radioaktif atau yang rawan ledakan atau yang sangat labil. Kini masih
bersahabat dengan manusia. Bagaimana jika Atlas telah ber-evolusi menjadi robot
android yang memiliki super-AI?
Di atas adalah foto robot laba-laba raksasa (buatan LaMachine,
Prancis) yang memiliki kemampuan untuk menembakkan api, asap, air atau cairan
lain, dari mulut dan ujung kaki-kakinya, dan mampu bergerak cepat, membubarkan
kerumunan massa, dan menyedot apapun yang ada di depannya. Bayangkan, jika si
laba-laba raksasa ini sudah berubah menjadi robot android. Sekarang ini, apapun
gerak dan tindakan si robot ini, semuanya masih dalam kendali manusia yang
menungganginya.
Robot pada foto di atas dinamakan Robokiyu, pelesetan dari kata-kata “Robot Kill You”. Robot pembunuh
kamu. Robot ini dikirim ke kawasan-kawasan yang porak-poranda karena bencana
alam atau peperangan, yang penuh dengan mayat yang bergelimpangan. Sang robot
bertugas untuk menyantap semua mayat, sebagai makanannya sendiri, tanpa bisa
membedakan apakah tubuh yang terbaring itu masih bernafas, atau hanya pingsan
saja, atau sudah menjadi mayat.
Selanjutnya saya persilakan anda memperhatikan
satu per satu 15 jenis robot yang ditampilkan dalam situs web di atas. Ujilah,
apakah anda masih akan punya nyali untuk hidup di era robot-pokalipsis jika
semua robot itu berbalik memusuhi manusia, sang pencipta mereka!
Tentu saja, saya tidak ingin meninggalkan anda dalam situasi galau dan
kalut saat memikirkan era robot-pokalipsis. Masih ada jalan keluar untuk
mengelakkan era seram ini. Yakni, dengan kita sendiri, Homo sapiens,
berubah menjadi organisme-organisme robotik android juga, yang di dalam otak mereka
tersimpan data digital algoritmis jatidiri kita sendiri. Dus, kita hidup
dengan memakai tubuh robot android sebagai avatar atau surrogate
kita. Secara fisik, kita adalah organisme logam baja, serba kuat, tidak
bisa sakit, tidak bisa mati, tetapi secara intelektual, personal,
emosional, psikis, kita tetap hidup abadi di dalam avatar-avatar kita
itu. Ketika era ini tiba, era Homo sapiens berubah menjadi organisme cyborg (cybernetic organism) atau bionic human, kita berada dalam era transhuman atau era posthuman.
Saya pikir, lewat robot-robot android yang di dalam otak mereka
tersimpan jatidiri kita, robot-robot android asli non-human yang memiliki super AI akan lebih mudah kita kendalikan, dengan kita membangun
persahabatan dengan mereka, untuk mencegah mereka berbalik menyerang
manusia. Inilah era yang sangat menawan. Be happy dengan era ini,
seandainya anda masih bisa happy setelah membaca tulisan saya ini.
Satu hal penting jangan kita lupakan. Saya punya
keyakinan bahwa semakin maju dan tinggi peringkat peradaban suatu spesies
cerdas, akan semakin maju dan agung pula etika yang dipegang dan dijalankan
spesies cerdas ini. Saya percaya, keyakinan saya ini berlaku juga untuk Homo sapiens di masa depan,
dan juga untuk semua spesies alien cerdas di angkasa luar yang jauh.
Jadi, saya
justru melihat ketika era robot-robot android non-human yang mempunyai super-AI datang di tengah kita,
kita yang sudah makin maju dan makin tinggi berperadaban, akan juga makin
bertanggungjawab secara etis untuk memelihara keagungan semua bentuk kehidupan
dan ekologi kita.
Jadi, daripada membayangkan dengan suram akan tibanya era
robot-pokalipsis, lebih bertanggungjawab jika kita membangun masa depan kita
dengan etis, masa depan yang di dalamnya robot-robot android non-human bisa
bergaul dan hidup damai dengan kita sebagai manusia atau dengan
kita sebagai organisme insani robotik yang cerdas, sebagai cyborg atau manusia bionik, perpaduan bahan organik dan bahan logam non-organik.
Menutup tulisan ini, saya berikan kutipan
sebagian pernyataan Dr. Stuart Armstrong (dari James Martin Research Fellow at
Oxford University's Future of Humanity Institute) bahwa ide tentang “suatu
Kecerdasan Buatan yang Superior, yang berada di atas manusia tapi tidak
melenyapkan manusia, adalah suatu pemikiran yang sangat insani. Jika kita tidak
memegang skenario punahnya umat manusia dari planet Bumi oleh
organisme-organisme AI, maka organisme-organisme AI ini mungkin sekali adalah
suatu pikiran yang sangat asing, a
very alien mind, yang dengan kita hidup bersama di planet ini,
mungkin sama caranya dengan cara kita hidup bersama lumba-lumba, paus atau
bahkan dengan semut-semut.”/2/
Pernyataan Armstrong itu memperlihatkan realisme
yang optimistik. Benih-benih Super-AI sebetulnya sudah ada banyak di tengah kita masa kini, misalnya mesin Google yang serba tahu dan serba menjawab dengan persis dan cepat. Mesin Google ini dibangun antara lain dengan landasan teknologi AI yang dipadukan dengan teknologi IT. Hingga saat ini, tidak kita lihat kalau mesin Google akan berubah jadi jahat atau minta disembah sebagai Allah.
Senada dengan itu, dalam makalahnya Bob Struijk
menyatakan bahwa “pada umumnya semua jenis robot harus memberi andil pada
usaha-usaha membangun masyarakat yang lebih ramah lingkungan dan bertahan
langgeng. Ada makin lebih banyak robot yang akan lebih mampu untuk menggantikan
manusia. Dengan penambahan kemampuan melihat dan kemampuan mengindra,
robot-robot itu mendapatkan mata dan indra perasa lewat sentuhan. Tentu manusia
sebagai para pekerja senantiasa tetap diperlukan, entah dalam industri ataupun
dalam manufaktur medis dan aerospasial. Tentu saja robot-robot akan berperan
dengan cara-cara yang khusus.”/3/
Kembali ke pertanyaan yang sudah diajukan di atas: Apakah ketika robot-robot sudah dilibatkan dalam berbagai bidang pekerjaan, para pekerja manusia akan tersingkir, alhasil pengangguran akan meningkat di mana-mana? Empat peneliti robotika, Mehdi Miremadi, Subu Narayanan, Richard Sellschop, dan Jonathan Tilley, menjawab: “Ya, robot-robot akan menggantikan manusia yang kini menangani pekerjaan-pekerjaan tangan. Tetapi robot-robot akan juga memerlukan perusahaan-perusahaan besar dan kecil untuk mempekerjakan ribuan karyawan yang memiliki kecakapan dalam analitika, programming, integrasi sistem, dan desain interaksi. Para pekerja yang ambisius, khususnya mereka yang terlatih, akan mendapatkan perspektif-perspektif baru dan kesempatan-kesempatan baru untuk berpartisipasi.”/4/
Kembali ke pertanyaan yang sudah diajukan di atas: Apakah ketika robot-robot sudah dilibatkan dalam berbagai bidang pekerjaan, para pekerja manusia akan tersingkir, alhasil pengangguran akan meningkat di mana-mana? Empat peneliti robotika, Mehdi Miremadi, Subu Narayanan, Richard Sellschop, dan Jonathan Tilley, menjawab: “Ya, robot-robot akan menggantikan manusia yang kini menangani pekerjaan-pekerjaan tangan. Tetapi robot-robot akan juga memerlukan perusahaan-perusahaan besar dan kecil untuk mempekerjakan ribuan karyawan yang memiliki kecakapan dalam analitika, programming, integrasi sistem, dan desain interaksi. Para pekerja yang ambisius, khususnya mereka yang terlatih, akan mendapatkan perspektif-perspektif baru dan kesempatan-kesempatan baru untuk berpartisipasi.”/4/
Notes
/1/ Kutipan diambil dari Mark Piesing, “Creationists buy robot to study technology's impact on humanity”, Wired.co.uk, 10 April 2014, pada http://www.wired.co.uk/news/archive/2014-04/10/creationists-vs-robots/viewgallery/333950.
/1/ Kutipan diambil dari Mark Piesing, “Creationists buy robot to study technology's impact on humanity”, Wired.co.uk, 10 April 2014, pada http://www.wired.co.uk/news/archive/2014-04/10/creationists-vs-robots/viewgallery/333950.
/2/ Ibid.
/3/ Bob Struijk, “Robotics in the New Era:
Challenges on Robot Design”, Debreceni
Műszaki Közlemények 2011/3 (HU ISSN 2060-6869), hlm. 15-25. Format
Pdf makalah ini tersedia di http://www.eng.unideb.hu/userdir/dmk/docs/20113/11_3_03.pdf.
/4/ Mehdi Miremadi, Subu Narayanan, Richard Sellschop, dan
Jonathan Tilley, “The Age of Smart, Safe, Cheap Robots Is Already Here”, Harvard Business Review, 15 June 2015,
pada https://hbr.org/2015/06/the-age-of-smart-safe-cheap-robots-is-already-here.
By Ioanes Rakhmat
Jakarta, 14 Oktober 2014
By Ioanes Rakhmat
Jakarta, 14 Oktober 2014
Baca juga Artificial Intelligence dan Moralitas
Sunday, October 12, 2014
Puisiku: Memiliki Seribu
MEMILIKI SERIBU
Pandanglah dirimu memiliki seribu kaki
Pandanglah dirimu memiliki seribu kaki
Gunung-gunung tinggi tak akan lelah
kau daki
Kau akan terus berjalan wira-wiri
Sekalipun ke titik terbenamnya
Mentari
Kau akan terus berkelana dan mengelana
Sampai ke ujung-ujung jagat raya nan
tanpa batas
Untuk menemukan hakikat segala yang
ada
Saat itulah kau akan temukan jatidirimu
yang mahaluas
Pandanglah
dirimu memiliki seribu tangan
Segala
sesuatu akan dapat kau pikul dengan ringan
Penamu
akan terus menari-nari tak tertahan
Melahirkan
buku-buku agung nan menawan
Oleh jari-jemarimu gitar terus dipetik lembut perlahan
Oleh jari-jemarimu gitar terus dipetik lembut perlahan
Melantunkan
madah-madah perdamaian dan pencerahan
Menggerakkan
hati sanubari setiap insan begawan
Untuk
mengabdi ikhlas bagi kemanusiaan
Pandanglah dirimu memiliki seribu mulut
Kau tak akan kehabisan kata dan tutur
Untuk mengungkap rahasia kehidupan dan kemelut
Dan menyampaikan pesan-pesan para dewa termahsyur
Dari seribu mulutmu yang terlatih
Mengalir kata dan tutur yang agung dan lembut
Hiburan dan kekuatan bagi jiwa-jiwa yang lelah letih
Membuat eling jiwa-jiwa kerdil gelap berkabut
Pandanglah dirimu memiliki seribu lidah
Kau akan mengecap dengan nikmat dan bergelora
Segala asam garam kehidupan yang berhikmah
Segala manis anggur azab, duka dan lara
Segala cita rasa kasih dan cinta
Segala buah pohon-pohon pengetahuan
Segala air di berbagai samudera biru dunia
Kau akan kecap dengan nikmat tak tertahan
Pandanglah dirimu memiliki seribu hidung
Kau akan tajam mencium segala wewangian
Yang disebarkan kehidupan dan kematian
Jadilah kau memiliki kecerdasan dan kearifan adiluhung
Pandanglah dirimu memiliki seribu mulut
Kau tak akan kehabisan kata dan tutur
Untuk mengungkap rahasia kehidupan dan kemelut
Dan menyampaikan pesan-pesan para dewa termahsyur
Dari seribu mulutmu yang terlatih
Mengalir kata dan tutur yang agung dan lembut
Hiburan dan kekuatan bagi jiwa-jiwa yang lelah letih
Membuat eling jiwa-jiwa kerdil gelap berkabut
Pandanglah dirimu memiliki seribu lidah
Kau akan mengecap dengan nikmat dan bergelora
Segala asam garam kehidupan yang berhikmah
Segala manis anggur azab, duka dan lara
Segala cita rasa kasih dan cinta
Segala buah pohon-pohon pengetahuan
Segala air di berbagai samudera biru dunia
Kau akan kecap dengan nikmat tak tertahan
Pandanglah dirimu memiliki seribu hidung
Kau akan tajam mencium segala wewangian
Yang disebarkan kehidupan dan kematian
Jadilah kau memiliki kecerdasan dan kearifan adiluhung
Segala
maksud tersembunyi anak manusia
Segala
pikiran rahasia para dewa-dewi di angkasa
Segala
isi hati dan kalbu semua hewan dan tetumbuhan di dunia
Dengan
mudah kau cium semua tanpa rahasia
Pandanglah
dirimu memiliki seribu telinga
Kau
akan dapat menangkap segala suara hilir-mudik
Suara
orang-orang yang telah dibunuh para tentara
Pun
suara semut-semut kecil yang kerap terinjak
Bahkan
suara-suara dari tepian-tepian jagat raya
Dari
relung-relung terdalam lautan-lautan planet Bumi
Dari
ketinggian gunung-gunung yang tegak perkasa
Terdengar
oleh seribu telingamu yang sunyi sendiri
Pandanglah
dirimu memiliki seribu mata
Tersedia
bagimu perspektif yang tak terhitung
Saat
kau memandang segala perkara kehidupan manusia
Jadilah
kau mahatma yang arif dan agung
Tatapanmu
ke dasar sukma setiap insan tajam menusuk
Tak
akan kau tertipu oleh jiwa-jiwa yang ringkih dan rentan
Kau
akan tahu mana yang jahat dan mana yang baik
Kau
akan menjadi pandu yang berjalan di garis terdepan
Jangan hanya gunakan sepasang mata ragawimu
Pakai juga seribu mata akal dan seribu mata batinmu
Sungguh dunia akan selalu inspiratif bagimu
Gerbang-gerbang besi segala langit pun ditembus olehmu
Kau adalah anak-anak jagat raya mahabesar
Dari kandungan jagat raya kau telah lahir dan besar
Ke sana, ke masa depan, kau akan kembali lagi
Hanya jika kekuatan tubuhmu tumbuh berlipat beribu kali
by Ioanes Rakhmat
Jakarta, 12 Oktober 2014
Wednesday, October 8, 2014
Puisiku: Alyssa Carson mau ke planet Mars!
Alyssa Carson from Louisiana: One day I shall be one of the first astronauts landing on Mars!
Alyssa
Carson sang Nona yang belia
Tiga belas tahun sudah usianya
Tumbuh besar sebagai orang Amerika
Cinta ilmu pengetahuan kultur masyarakatnya
Sang Nona bertekad bulat jadi astronot pertama
Yang nanti akan mendarat di sebuah planet merah
Dalam tata surya kita sendiri yang meriah
Yang kita namakan planet Mars perkasa
Mars, Mars, Mars!
Engkaulah sang Dewa Perang bangsa Romawi kuno
Engkau planet keempat dari bintang Matahari yang panas
Oksida besi di wajahmu membuatmu merah jinggo
Tiga belas tahun sudah usianya
Tumbuh besar sebagai orang Amerika
Cinta ilmu pengetahuan kultur masyarakatnya
Sang Nona bertekad bulat jadi astronot pertama
Yang nanti akan mendarat di sebuah planet merah
Dalam tata surya kita sendiri yang meriah
Yang kita namakan planet Mars perkasa
Mars, Mars, Mars!
Engkaulah sang Dewa Perang bangsa Romawi kuno
Engkau planet keempat dari bintang Matahari yang panas
Oksida besi di wajahmu membuatmu merah jinggo
Mars, Mars,
Mars!
Tunggu dan
sambutlah nanti sang Nona Alyssa Carson
Yang akan tiba dengan wantariksa perkasa berdesis
Akan mendarat di wajahmu dengan sangat menawan
Mars, Mars, Mars, sang Dewa perang!
Kelak kau akan jadi rumah kedua manusia di angkasa luar
Demi kami dalam jagat raya bertahan langgeng
Setelah saudaramu, Bumi, lumat, luruh dan memar tercemar
Sang Bumi suatu saat tak akan berpenghuni lagi
Entah karena rusak beribu tahun akibat radiasi nuklir
Atau karena penghuninya musnah terkena terjangan meteor
Mencari planet-planet baru sungguh tak terhindar lagi
Sang Nona Alyssa Carson mau ada di garis depan
Dalam usaha manusia untuk nanti mendiami Mars
Wahai dunia, pandanglah sang Nona yang jelita menawan!
Dorong semua putrimu mengambil jalan yang selaras
Yang akan tiba dengan wantariksa perkasa berdesis
Akan mendarat di wajahmu dengan sangat menawan
Mars, Mars, Mars, sang Dewa perang!
Kelak kau akan jadi rumah kedua manusia di angkasa luar
Demi kami dalam jagat raya bertahan langgeng
Setelah saudaramu, Bumi, lumat, luruh dan memar tercemar
Sang Bumi suatu saat tak akan berpenghuni lagi
Entah karena rusak beribu tahun akibat radiasi nuklir
Atau karena penghuninya musnah terkena terjangan meteor
Mencari planet-planet baru sungguh tak terhindar lagi
Sang Nona Alyssa Carson mau ada di garis depan
Dalam usaha manusia untuk nanti mendiami Mars
Wahai dunia, pandanglah sang Nona yang jelita menawan!
Dorong semua putrimu mengambil jalan yang selaras
Semoga cita-cita sang Nona kesampaian....
Baginya jalan masih sangat panjang hingga tuntas!
Wahai negeri-negeri dunia!
Jadikan cinta ilmu pengetahuan kebudayaan semua kota!
Supaya putri-putrimu menjadi para mahatma!
Tumbuh cerdas luar biasa sebagai para penjelajah buana!
Tidak berjiwa penakut!
Tidak mengenal lelah!
Bukan hanya mengarungi semua laut!
Tapi juga melanglang jagat raya jauh-jauh!
Wahai putri-putri Indonesia negeri yang besar!
Lihatlah Alyssa Carson dan teladanilah dia!
Jangan kalian hanya saleh beragama bersinar-sinar!
Tapi bercita-citalah juga jadi astronot pelanglang jagat dan buana!
Bercita-citalah nanti di masa depan yang dekat
Wantariksa dari Indonesia juga akan mendarat di Mars
Kalianlah di depan yang akan menjadi para astronot
Mendarat di sana disertai madah pujian dewa-dewi yang magis
Jangan kita hanya jadi bangsa bahari yang lelet
Jadilah kita juga bangsa angkasa yang tanpa batas
Tancapkan sang saka merah-putih di banyak planet
Rebut masa depan dunia dengan tekun belajar tanpa batas
Inilah harapan besar kakak-kakakmu dan ayah ibumu
Di tempatkan pada pundakmu yang teguh perkasa
Kami semua tak lama lagi akan berlalu
Tapi kalian akan jadikan Indonesia bangsa angkasa!
Trilyunan tahun cahaya akan kalian masuki dan seberangi
Masuk ke relung-relung terdalam jagat-jagat raya tanpa tepi
Dengan wantariksa perkasa buatan Indonesia sendiri
Dalam kandungan jagat-jagat raya kalian akan abadi!
Sama abadinya dengan semua bintang yang berkelap-kelip!
Takdir kalian ada di sana, bukan di sini!
Bangunlah gerak putri negeri sederap
Masuk ke sana tanpa tepi ke dunia abadi!
Kalianlah insan-insan dari masa depan
Telah datang kemarin ke Bumi yang permai nian
Segeralah pulang kembali ke masa depan
Masa lalu bukan dunia kalian!
Di sana di masa depan yang abadi dan jauh nian
Di dalam kedalaman samudera hampa ruang jagat-jagat raya
Kalian akan bertemu dengan banyak bentuk kehidupan lain
Bangunlah bersama mereka peradaban antargalaksi nan raya nan jaya
Itulah cara kalian mempertahankan eksistensi kita kekal abadi
Kalian akan menjadi pahlawan-pahlawan peradaban yang abadi
Nama besar kalian tertulis di hamparan berbagai tingkat langit tinggi
Tak bisa selamanya dihapus lagi
oleh Ioanes Rakhmat
Jakarta, 8 Oktober 2014
Wahai negeri-negeri dunia!
Jadikan cinta ilmu pengetahuan kebudayaan semua kota!
Supaya putri-putrimu menjadi para mahatma!
Tumbuh cerdas luar biasa sebagai para penjelajah buana!
Tidak berjiwa penakut!
Tidak mengenal lelah!
Bukan hanya mengarungi semua laut!
Tapi juga melanglang jagat raya jauh-jauh!
Wahai putri-putri Indonesia negeri yang besar!
Lihatlah Alyssa Carson dan teladanilah dia!
Jangan kalian hanya saleh beragama bersinar-sinar!
Tapi bercita-citalah juga jadi astronot pelanglang jagat dan buana!
Bercita-citalah nanti di masa depan yang dekat
Wantariksa dari Indonesia juga akan mendarat di Mars
Kalianlah di depan yang akan menjadi para astronot
Mendarat di sana disertai madah pujian dewa-dewi yang magis
Jangan kita hanya jadi bangsa bahari yang lelet
Jadilah kita juga bangsa angkasa yang tanpa batas
Tancapkan sang saka merah-putih di banyak planet
Rebut masa depan dunia dengan tekun belajar tanpa batas
Inilah harapan besar kakak-kakakmu dan ayah ibumu
Di tempatkan pada pundakmu yang teguh perkasa
Kami semua tak lama lagi akan berlalu
Tapi kalian akan jadikan Indonesia bangsa angkasa!
Trilyunan tahun cahaya akan kalian masuki dan seberangi
Masuk ke relung-relung terdalam jagat-jagat raya tanpa tepi
Dengan wantariksa perkasa buatan Indonesia sendiri
Dalam kandungan jagat-jagat raya kalian akan abadi!
Sama abadinya dengan semua bintang yang berkelap-kelip!
Takdir kalian ada di sana, bukan di sini!
Bangunlah gerak putri negeri sederap
Masuk ke sana tanpa tepi ke dunia abadi!
Kalianlah insan-insan dari masa depan
Telah datang kemarin ke Bumi yang permai nian
Segeralah pulang kembali ke masa depan
Masa lalu bukan dunia kalian!
Di sana di masa depan yang abadi dan jauh nian
Di dalam kedalaman samudera hampa ruang jagat-jagat raya
Kalian akan bertemu dengan banyak bentuk kehidupan lain
Bangunlah bersama mereka peradaban antargalaksi nan raya nan jaya
Itulah cara kalian mempertahankan eksistensi kita kekal abadi
Kalian akan menjadi pahlawan-pahlawan peradaban yang abadi
Nama besar kalian tertulis di hamparan berbagai tingkat langit tinggi
Tak bisa selamanya dihapus lagi
oleh Ioanes Rakhmat
Jakarta, 8 Oktober 2014
* Diedit 25 Juni 2023
* Alyssa Carson sedang menerima training dari NASA dan sekian organisasi lain. Dia dan NASA sangat serius mempersiapkan berbagai pekerjaan untuk 20 tahun ke depan. Infonya ada di sini http://www.bbc.com/news/magazine-29516432.
N.B. Untuk tepat memahami cita-cita Alyssa Carson, dan begitu banyak persiapan yang sedang dia jalani, dan ilmu pengetahuan apa saja yang harus dia kuasai, dan bagaimana hubungan dia yang sebenarnya dengan NASA, lihat fact checks 2021 berikut ini:
• Reuters Fact Check, “Fact check-- Alyssa Carson, 20, has not been selected for a Mars Mission”, Reuters, June 8, 2021, https://www.reuters.com/article/factcheck-carson-idUSL2N2NP20P.
• McKenzie Sadeghi, “Fact check: claim about Alyssa Carson preparing to go to Mars is missing context”, USA TODAY, July 12, 2021, https://www.usatoday.com/story/news/factcheck/2021/07/12/fact-check-post-alyssa-carson-mars-preparation-lacks-context/7879648002/.
Subscribe to:
Posts (Atom)







.jpg)
.jpg)