Tuesday, December 15, 2015

Multikulturalisme di Kanada sebagai bom waktu Islam radikal



Artikel analitis investigatif tentang multikulturalisme di Kanada yang link-nya saya berikan di bawah ini merisaukan hati saya kendatipun saya bukan seorang penduduk Kanada. 

Betapa tidak! Dalam negara yang pernah terkenal karena multikulturalismenya ini, gerakan Islam radikal di sana dinilai sedang terus menjalar bagai kanker. Saya mengibaratkannya sebagai sebuah bom waktu ekstrimisme religius yang akan segera meledak dengan dahsyat. 

PM Kanada yang baru, Justin Trudeau, 43, sedang hangat dibicarakan sebagai seorang multikulturalis sejati yang baru saja dengan sangat hangat menerima keluarga Muslim pengungsi pertama yang datang dari Suriah. Mulai sekarang hingga Maret 2016, Kanada berencana akan menampung 25.000 pengungsi Suriah.

Artikel yang saya telah sebut di atas membeberkan bahwa sikap dan tindakan PM Trudeau yang sangat simpatik terhadap para Muslim pengungsi dari Suriah dan terhadap Muslim di Kanada adalah bagian dari politik balas jasanya atas kemenangan politiknya. Duuuhh.
Saya masih berharap, kenegarawanan Trudeau nantinya tetap unggul sehingga dia berhasil membuang pendekatan politik transaksionalnya, politik dagang untung rugi.  

Kini para Muslim sekular, moderat dan liberal Kanada sedang bangkit dan bersuara mengingatkan pemerintah Kanada bahwa kanker jihadis Islam radikal sedang menjalar di sana. Negara Arab Saudi ditunjuk sebagai penggerak dan pendana gerakan-gerakan Islamis radikal di sana yang menolak untuk setia kepada negara Kanada.  

Semoga Kanada mampu bermawasdiri dan mampu juga menjalankan operasi intelejen dan aksi preventif anti-terorisme, tidak tertidur lelap dalam selimut tebal multikulturalisme mereka yang dipersonifikasi dalam diri Justin Trudeau sekarang ini.

Tindakan belas kasih kemanusiaan terhadap semua pengungsi harus dijaga untuk tidak disusupi dan dikhianati oleh para teroris yang membenci apa yang dunia modern agungkan sebagai kemanusiaan dan multikulturalisme. Tetapi dalam realitas kehidupan ini di mana-mana, sejak dulu, selalu ada risiko ini: kebaikan dibalas dengan kejahatan. Air susu dibalas dengan air tuba.


Bagaimana pun juga, hukum evolusi tetap bekerja: siapapun yang tidak bisa adaptif dengan dunia modern, pada akhirnya akan lenyap. Tetapi, hukum alamiah evolusi saja tidak cukup, dan hasilnya membutuhkan waktu yang sangat panjang.

Hukum positif domestik dan internasional buatan manusia harus ditegakkan sekokoh-kokohnya dan diberlakukan sepenuh-penuhnya demi menangkal dan mengalahkan aksi-aksi teror yang dilakukan atas nama agama atau ideologi apapun. 

Stay blessed.

 
Ini link ke artikel yang pasti akan merisaukan anda juga http://www.thedailybeast.com/articles/2015/12/14/canada-s-growing-jihadist-cancer.html.

Jakarta, 14.12.15



Sunday, November 29, 2015

Saat Kuikuti di Telaga Warna



Aku terpesona saat kuikuti di telaga warna
Telur katak menetas jadi kawanan kecebong
Kecebong jadi katak gesit lompat sini sana
Lewat perubahan kehidupan melangkah plong


Dunia berubah. Sungguh!
Ini fakta. Sungguh!
Bukan khayalan. Sungguh!
Kau percaya? Sungguh?


Semua makhluk berubah!
Masa lalu berganti masa kini
Teknologi kuno dibuang jauh
Teknologi baru tampil berani


Kita berubah. Sungguh!
Dalam rahim, kita janin
Saat bayi, digendong teduh
Mulut sigap mencari nenen






Sungai tak putus mengalir
Dari hulu laju laju ke hilir
Membawa air trilyunan butir
Di lelautan akhirnya mampir


Waktu muda wajah kencang rupawan
Umur terus bertambah-tambah
Saat gaek wajah lisut tak bertahan
Akhirnya tubuh balik ke tanah


Mars dulu hanya dipandang mata
Jauh di kelam angkasa malam
Si Dewa Perang kini tak lagi dewata
Sudah ditaklukkan negeri Paman Sam


Manusia purba dulu tinggal di goa-goa
Kini manusia bangun pencakar langit
Internet menyatukan kita semua
Satu peradaban global sedang terbit


Tak ada yang tetap di kolong langit
Mengembang cepat juga sang langit
Gerak, hukum alam yang terus giat
Dalam dunia atom hingga seluruh jagat


Tanpa gerak, segala sesuatu mati
Karena gerak, segala sesuatu hidup
Aku ada dalam gerak yang abadi
Karena itu aku hidup


Awan di langit bergerak kian kemari
Bagai gumpalan kapas lalu-lalang
Dari tangga pelangi turun lima bidadari
Kabar dari sorga di Bumi berkumandang


Bayi-bayi agama lahir di lima kawasan Bumi
Dibuai diasuh lima bunda jelita bidadari
Mereka cepat tumbuh besar dan permai
Ke sana ke sini lincah bergerak berlari


Tiga berumah di padang terbakar panas mentari
Satu berdiam di gunung tinggi dingin bersalju
Satu menghuni hutan-hutan perawan lestari
Warna-warni kelimanya bersepatu dan berbaju


Lima bunda sudah pulang laju menunggang angin
Setiap bunda sempat wanti-wanti berpesan:
“Kalian semua lima saudara. Akurlah selamanya.”
“Pandanglah masa depan. Bergeraklah ke sana.”


Tapi kisahnya berlanjut bikin pilu sanubari
Tiga putera para bidadari bertikai tajam
Memperebutkan tanah buat rumah sendiri
Sengatan mentari jadikan wajah kusam seram


Agama kegeraman seram menebar teror
Dunia-dunia lain kaget, marah lalu membalas
Umat yang mau dibela pun ikut terteror
Mereka makin susah lalu nangis memelas


Putera keempat mendisiplinkan diri dalam-dalam
Lewat meditasi mengontrol laku, kalbu dan akal
Putera kelima tekun hidup selaras hukum alam
Nyawa seekor semut pun baginya sangat mahal


Saat agama terpantek jauh di masa lalu
Tak lagi ingat pesan agung sang bunda bidadari
Untuk bergerak maju ke masa depan selalu
Agama pun berubah jadi fosil yang mati


Sesuatu yang mati tak bergerak lagi
Sesuatu yang tak bergerak, sudah mati
Sesuatu yang sudah mati, tak berperan lagi
Padahal kita hidup bukan di dunia orang mati

Apalah gunanya agama yang mati dalam kelam
Sementara dunia masih hidup bersemarak?
Apalah gunanya agama yang tertambat di masa silam
Padahal zaman terus bergerak ke depan berarak?


Orang yang beragama berseru lantang:
“Hal terpenting adalah kehendak Tuhan!”
Banyak orang tentu sepakat terang-terang
Tapi, bagaimana menemukan kehendak Tuhan?


Yang diam kaku di masa lampau mematok mati:
“Dalam kitab suci kehendak Tuhan sudah tertera
Tak perlu diragukan lagi. Taati saja apa adanya!”
Merekalah para literalis skripturalis sejati


Orang yang melangkah ke depan menjawab bijak:
“Kehendak Tuhan harus dicari dan ditemukan
Lewat nalar yang kritis dan hati yang bijak
Teks suci harus dinilai apakah kini masih relevan.”


Memindahkan masa lalu ke masa kini bulat-bulat
Mendatangkan lebih banyak kutuk alih-alih berkat
Kehidupan tak bergerak mundur ke belakang
Tapi selalu maju ke masa depan tak terhalang


Agamamu, kawan, akan kehilangan peran
Dalam dunia kini yang terus berubah cepat
Jika hanya menjadi hutan doktrin kuno yang lebat
Ditinggal dunia modern sepi sendirian tak berkawan


Agama yang tanpa peran, akhirnya lenyap
Tak adaptif dengan dunia yang sudah berubah
Hanya tinggal nama dan luka kering bernanah
Hukum evolusi tak bisa dilawan dan dibekap


Kehidupan berubah alhasil tak punah
Tuhan sang Pencipta juga berubah
Dulu sang Tuhan padang-padang gurun
Kini sang Tuhan kota-kota besar modern


Tuhan gurun berpikir gurun
Tuhan kota berpikir kota
Tuhan kuna berpikir kuna
Tuhan modern berpikir modern


Tuhan Sinai bermain panas mentari
Tuhan Everest bermain salju beku dingin
Tuhan hutan bermain di akar-akar beringin
Tuhan lelautan berselancar menari


Untuk segala sesuatu ada zamannya
Untuk segala hal ada tempatnya
Ruang dan waktu berubah berganti
Di dalamnya tak ada yang abadi


Kawan, teruslah bergerak mengalir
Dari hulu hingga terus ke hilir
Dari puncak gunung sampai dasar lembah
Kepada hukum perubahan hendaklah kau pasrah dan cerah


Hanya satu hukum abadi dalam semesta
Bukan hukum agamamu yang kau mutlakkan
Juga bukan hukum negaramu yang diabsahkan
Juga bukan hukum fisika yang tertata


Tapi, kawan, itulah hukum perubahan!

Ketika jagat-jagat raya lain kita bisa masuki
Hukum dan konstanta fisika yang kita tahu
Di sana akan tidak berlaku lagi
Berganti dengan yang baru


Jangan takut dirimu berubah
Jangan takut agamamu berubah
Jangan takut duniamu berubah
Kita hidup hanya jika kita berubah!


Hukum perubahan tak bisa digugat
Gaungkan perubahan hingga ujung jagat
Kumandangkan hingga ke langit melesat
Dunia dewata juga tak boleh terlewat


Barangsiapa hidup, niscaya berubah
Hidup tanpa perubahan, sama dengan mati
Tak ada lagi akal, hati dan desah
Hidup sia-sia berjuta kali mati! 


Jakarta, 29 November 2015
ioanes rakhmat


Sunday, November 22, 2015

Di laut kita jaya. Di angkasa luar kita harus juara!






Wahai kawan, dengarlah baik-baik!
Bangsa yang energinya habis terkuras
Hanya untuk urusan konflik primordial domestik

Akan akhirnya jadi bangsa pecundang yang terlibas

Bangsa pemenang yang besar dan gagah
Yang berdiri tegak di baris terdepan peradaban
Hanyalah bangsa besar yang berakal bermarwah
Sains dan teknologi modern memimpin terdepan

Dulu orang pernah meyakini kuat-kuat
Bangsa yang besar bangsa bahari
Tak takut amukan gelombang laut
Lewat bahari dunia baru didatangi dikuasai

Wahai kawan, keyakinan itu kini tak pas lagi!
Bukan lagi samudera luas di hamparan muka Bumi
Yang kini harus diarungi tak gentar tak gemetar
Tapi samudera luas tanpa batas di angkasa luar

Di masa depan yang akan tiba tak lama lagi
Di angkasa luar pertarungan akan seru dilaga
Samudera kosmik tanpa tepi medan laga
Bulan-bulan dan planet-planet didatangi pulang-pergi

Bukan lagi di lelautan Bumi manusia harus jaya
Tapi di sana di kedalaman angkasa tanpa batas!
Berenang kian-kemari gesit dan digdaya
Dari satu galaksi ke galaksi lain terus melintas

Wantariksa bergerak cepat di kevakuman ruang
Menggantikan kapal yang dikayuh para sahaya
Bergerak melesat makin kencang tak kepalang
Hingga mendekati kecepatan partikel foton cahaya

Di medan laga angkasa luar yang terus mengembang
Di sanalah ditentukan siapa bangsa pemenang
Bertarung dengan sigap, cerdas dan gagah
Dikawal akhlak agung bangsa-bangsa bermarwah

Jika kita sungguh ingin jadi bangsa pemenang
Sudah waktunya kita menengadah ke langit di atas
Bukan untuk mengirim doa-doa ke sorga lengang
Tapi untuk masuk ke angkasa luar bertarung lepas

Yakinlah Tol Laut tak cukup sungguh!
Untuk jadi bangsa pemenang yang jaya
Tol Angkasa Luar harus kita bangun niscaya
Mencapai bulan dan planet lain yang jauh

Kita punya sumber daya alam yang besar
Sumber daya manusia tersedia melimpah
Ribuan orang Indonesia pasti pintar
Kekayaan alam menopang ekonomi kokoh

Kita sanggup jadikan bangsa besar mandiri
Menguasai sains dan teknologi maju
Dengan sains-tek yang kita kembangkan sendiri
Kita mampu ke
masa depan cepat melaju

Potensi besar untuk maju melesat ke segala lini
Selama ini tak termanfaatkan benar-benar
Karena politikus dan birokrat negeri ini
Nyaris semuanya bermoral bobrok pembuat onar

Mereka mahal-mahal telah dipilih dan dilantik
Bukan memajukan bangsa dan negeri sendiri
Tapi lewat cara-cara yang lancung, picik dan licik
Mereka seabrek-abrek menghimpun kekayaan sendiri

Energi kita sebagai bangsa banyak habis sia-sia
Hanya untuk mengurusi konflik-konflik agama
Kemarin, sekarang, di sana di sini, tanpa henti
Alhasil kita kehilangan fokus masa depan sendiri

Harus kita akui sebagai fakta yang benderang
Doktrin agama apapun yang dibela orang
Tak akan bisa mengirim anak negeri sendiri
Ke bulan dan planet lain dalam galaksi sendiri

Ya, agama pernah terbangkan orang
Meruntuhkan menara kembar WTC jadi puing
Membunuh ribuan orang tanda menantang perang
Peristiwa gelap yang selamanya dicatat jam dinding

Hanya sains-tek modern ditakdirkan langit agung
Mengirim manusia Indonesia ke dunia antarbintang
Dengan wantariksa melesat ke langit terbentang
Di sana ditancap Sang Merah Putih agung

Hanya jika paradigma berpikir agamawi
Ditransformasi ke paradigma berpikir saintifik
Indonesia akan berubah cepat seolah sakti
Menjadi bangsa maju yang besar heroik!

Tak ada negara yang akan bisa maju
Jika memegang doktrin agama tempo dulu
Sejauh pikiran rakyat dan pemimpin fokus ke depan
Negara akan melesat cepat masuk ke masa depan

Pikiran saintifik mendorong orang maju meluncur
Ke masa depan gilang-gemilang tanpa akhir
Pikiran agamawi menjadikan anda undur-undur
Tertambat di masa lalu alhasil dunia kini terasa getir

Wahai kawan, belajarlah dari China negeri panda!
Mereka sudah mendaratkan wantariksa di bulan kita
Kini sedang mempersiapkan teknologi mandraguna
Untuk menambang dan mendiaminya tanpa kita

Belajarlah dari India negeri ular kobra!
Wantariksa mereka sudah mengorbit Mars yang jauh
Untuk mengeksplorasi dan mempelajarinya segera
Kini mereka sederet Amerika yang tangguh

Bagaimana dengan Indonesia bangsa yang besar?
Yeah, kita baru sanggup mengirim hanya doa ke langit
Lewat ritual agama-agama yang terus bertengkar
Kapan astronot bisa kita kirim ke ibu langit?

Semoga di masa depan yang dekat ini
Indonesia bisa tak cuma kirim doa ke langit tinggi
Tapi juga wantariksa hebat yang dibangun sendiri
Menjelajah planet-planet lain yang akan dihuni

Wahai kawan, dengarlah kataku ini!

Beragamalah baik-baik secukupnya saja
Berpikirlah ilmiah ke segala arah
Rumah ibadah sudah dibangun melimpah
Laboratorium sains sangat langka tersedia

Beri diri anda ke dunia ilmu pengetahuan
Jika ingin bangsa anda besar di buwana
Tak lagi dikerdilkan bangsa lain yang arogan
Tak lagi bertikai disulut agama-agama asing jumawa

Di laut kita jaya!
Di angkasa luar kita harus juara! 


Jakarta, 22 November 2015 
ioanes rakhmat


Tuesday, November 17, 2015

Serangan balasan ke ISIS mulai dilancarkan

Dua hari setelah serangan teror di Paris 13 November 2015, Prancis mengerahkan pesawat-pesawat tempurnya dan langsung menggempur militan-militan ISIS di Suriah. 

Serangan lewat udara ini adalah jawaban cepat Prancis terhadap aksi teror tersebut yang dipersepsi pemerintah Prancis sebagai tantangan untuk perang. 

Penggempuran dipusatkan pada kota Raqqa (yang diklaim sepihak) sebagai ibukota ISIS. Sasaran utama penggempuran tentu saja bukan warga sipil, tetapi pusat-pusat militer ISIS. Presiden Prancis, François Hollande, dengan dukungan tim keamanan nasional, telah bersumpah “tidak akan memaafkan orang-orang ISIS yang barbarik”!/1/ 

Kepada parlemen, sang presiden negeri menara Eifel ini menegaskan bahwa "kita sedang perang." Lewat Facebooknya, pada 16 November 2015, pukul 11:02 PM, sang presiden menyatakan (aslinya dalam bahasa Prancis) bahwa "terorisme tidak akan menghancurkan Republik Prancis sebab Republik inilah yang akan menghancurkannya!" Bravo, Mr. President. That is the just war. Keep being alert!

 



Grup hacker Anonymous lewat jubirnya sedang menyampaikan komitmen serangan cyber ke ISIS


Serangan balasan ini bukan hanya serangan militer lewat udara, tetapi juga lewat dunia cyber oleh kalangan non-pemerintah. 

Grup hacker yg memberi nama diri Anonymous lewat video baru saja menyatakan bahwa mereka akan “memburu” ISIS setelah serangan teror di Paris itu./2/ 

Lewat jurubicara mereka yang mengenakan sebuah topeng dan berbicara dalam bahasa Prancis, grup ini telah mendeklarasikan perang di dunia cyber terhadap ISIS. Mereka antara lain telah menyatakan hal-hal ini: 

“Kami akan melancarkan operasi terbesar dari yang pernah dijalankan untuk melawan anda.”

“Tunggulah serangan-serangan cyber yang besar dan luas. Perang sudah dikumandangkan. Bersiaplah!”

“Rakyat Prancis lebih kuat dari anda. Dan dari korban-korban yang sudah berjatuhan rakyat Prancis segera bangkit lagi bahkan dengan lebih tangguh lagi.”

Grup hacker pelawan ISIS ini beranggotakan orang yang datang dari berbagai negara dan etnisitas yang semuanya berkomitmen untuk melawan dan memburu ISIS dan menumbangkannya. Mereka semua cerdas, dan eling mana yang beradab dan mana yang biadab, mana gelimang darah dan mana gemilang marwah. 

Kita sudah tahu, ISIS sedang memanfaatkan berbagai media sosial seperti Twitter dengan sangat masif untuk menyebarkan ideologi kilafah islamiah mereka yang didesain (oleh Qatar, Turki dan Arab Saudi) untuk menjadi kekuatan dunia Islam dalam melawan imperium Amerikana modern dan sekutu mereka. Yang fatal adalah perjuangan untuk mendirikan kilafah islamiah global ini mau digolkan lewat kekerasan dan aksi teror. 

Orang jelas jadi sangat yakin bahwa Islam kini kelihatan bukan sebagai agama pembawa rakhmat bagi seluruh alam. Sosok-sosok Indonesia seperti mendiang Gus Dur dan kini sosok seperti Gus Mus yang memperlihatkan Islam itu bisa menjadi agama rakhmat bagi seluruh Indonesia harus kembali tampil semarak.

Gus Dur, bangkitlah dari makammu
Hadirlah dan berkaryalah lagi di antara orang yang hidup
Kumandangkan lagi pesan kehidupan
Tenggelamkan pesan kematian

Perang di dunia cyber melawan ISIS tentu saja sangat krusial. Anda bisa ambil bagian kecil di dalamnya.


Sumber-sumber:

/1/ Beritanya di sini http://www.nytimes.com/2015/11/16/world/europe/paris-terror-attack.html.

/2/ Beritanya di sini http://www.telegraph.co.uk/news/worldnews/europe/france/11997858/Paris-attacks-Anonymous-declares-war-on-Isil.html.



Sunday, November 15, 2015

Serangan teror di Paris oleh grup ISIS 13 November 2015


Telah kita dengar dan ikuti berita-berita mengagetkan tentang serangan teror oleh militan-militan Islamis ISIS di Paris, Jumat malam, 13 November 2015. 

Korban-korban telah berjatuhan: 80 orang sandera ditembak mati di ruang konser musik, Le Bataclan, Jalan Boulevard Voltaire, Paris, di mana grup band, antara lain, dari Amerika, Eagles of Death Metal, sedang konser; 18 mati ditembak di dalam sebuah restoran; 14 mati ditembak juga dalam sebuah restoran lain, dan banyak orang lain yang terluka; di dua jalan raya ditembak mati 6 orang; dan terjadi 2 ledakan di sebuah stadion olah raga ketika sedang berlangsung pertandingan bola soccer. 

Total yang mati 118 orang. Tetapi perkembangan terakhir, Sabtu malam, 14 November 2015, waktu Paris, korban tewas sudah mencapai 129 orang; dan yang terluka didapat sekitar 352 orang dengan di antara mereka banyak yang sedang berada dalam kondisi kritis.

Suatu kelompok ekstrim dari ISIS yang berbasis di Suriah dan Irak belakangan menyatakan bertanggungjawab atas serangan teror itu, sebagai, kata mereka, hukuman bagi Prancis dan negara-negara besar Barat lain, termasuk Russia, yang sudah menyerang ISIS dengan kekuatan militer udara gabungan./1/ 

Teroris yang bergerak berjumlah delapan orang pria, dengan enam di antara mereka meledakkan diri sendiri setelah melakukan pembantaian massal lewat tembakan, dan satu ditembak mati oleh polisi. Satunya lagi berhasil meloloskan diri lalu kabur ke Belgia. 

Memang luarbiasa aneh, grup ISIS ini murka kepada negara-negara besar Barat dan Russia yang sedang memerangi mereka; tetapi mereka membalas dengan membunuh 100 lebih warga sipil. Memang insane! Logika para teroris memang jomplang-jampling.  

Kematian bunuh diri para teroris tidak menyulut aksi-reaksi teror susulan di seluruh dunia. Malah menimbulkan ketakutan besar dalam diri Muslim-muslim yang baik hati di banyak negara Barat--- ya, mereka takut menjadi sasaran pembalasan. Para teroris dimusuhi dan disumpahi dan dikutuk bukan hanya oleh negara-negara Barat dan kalangan non-Muslim, tetapi juga oleh banyak negara Muslim lain dan oleh kalangan Muslim sendiri. Runyam, memang.

Dalam sebuah pernyataan ISIS yang terkait dengan aksi teror 13 November tersebut, yang dirilis dalam bahasa Arab dan bahasa Prancis, ditegaskan bahwa 

“Hendaklah Prancis dan negeri-negeri lain yang mengikuti jalannya tahu bahwa mereka berada di tempat teratas dalam daftar target ISIS, dan bahwa aroma kematian tidak akan meninggalkan hidung mereka selama mereka memimpin konvoi kampanye (militer) para Crusader, dan berani mengutuk Nabi kami.... Serangan ini adalah badai pertama dan sebuah peringatan bagi kalangan-kalangan lain yang mau belajar.”/2/

Pemerintah Prancis sudah menyatakan negeri Prancis kini sedang berada dalam keadaan darurat. Presiden Prancis, François Hollande, sudah menyatakan akan segera melancarkan serangan kejam kepada para teroris. Sang presiden menyatakan, “Saya bersumpah akan melawan tanpa ampun terhadap mereka”, kata Hollande dalam keterangannya yang dirilis BBC, Sabtu 14 November 2015. 





Presiden Amerika, Barack Obama, membuat sebuah pernyataan atas serangan teror ISIS itu. Kata sang presiden, “Ini adalah suatu serangan yang diarahkan bukan hanya kepada Paris; ini adalah suatu serangan bukan hanya kepada rakyat Prancis; tetapi suatu serangan terhadap semua umat manusia dan nilai-nilai universal yang kita yakini dan pegang bersama.”

Tidak salah jika orang memprediksi, serangan teror ISIS kepada Prancis dengan korban yang banyak ini akan segera memulai kembali perang melawan teror (war on terror) negeri-negeri Barat terhadap gerakan-gerakan ekstrimis Islamis, khususnya yang berhubungan dengan ISIS dan organisasi-organisasi lain yang berinduk pada ISIS.

Pantaslah jika kita bersama sekarang ini menyatakan dukacita yang dalam dan penolakan keras atas semua bentuk aksi teror yang memakan korban warga sipil. 

Kita semua menolak kekerasan! Let peace and kindness prevail, above any violent acts! Say No loudly to violence!

Kekerasan dan teror bersarang hanya dalam benak dan hati para penderita gangguan mental, para psikopath. Kita yang waras dan sehat mendukung dan memperjuangkan kebaikan hati, cinta, kedamaian dan harmoni yang kreatif dan bermartabat.

N.B. Keterangan images:

Image pertama dibuat oleh Jean Jullien. Image kedua, image yang sama yang ditindihkan langsung pada foto menara Eifel, Paris. Ini adalah simbol perdamaian dan solidaritas terhadap Prancis yang beredar sangat luas dan cepat di media sosial sesaat sesudah serangan teror 13 November 2015.

Notes: