Thursday, December 8, 2022

WEES NIET BANG! JANGANLAH TAKUT!

 

Jangan takut, sebab Aku menyertai engkau.


Untuk kali kedua, di tengah pertarungan saya melawan roh-roh legion yang zalim, saya telah menerima kiriman sebuah video lagu (terlampir dibawah ini) lewat WA. Saya tidak ketahui awal pengirimannya oleh siapa dan di mana. Trajektori yang ditempuh video ini, sejak pertama kali dikirimkan lewat medsos WA, pastilah tidak terprediksi, yang akhirnya sampai ke saya lewat app WA pada smartphone saya.

Tetapi, pada akhir video, yang sangat kaya dengan meme ini, tertulis nama-nama sahabat yang mungkin telah menyusun video lagunya dan semua meme yang terpasang padanya.




Di atas ini video lagu WEES NIET BANG, dengan liriknya dalam bahasa Belanda saya tulis di bawah ini.

Wees niet bang
al brengt het leven tranen
Elke dag ontvang je kracht naar kruis

Dank de Heer, dat Hij de weg zal banen
Volg Zijn Spoor dan kom je zeker thuis
Kijk omhoog en blijf op God vertrouwen

Hij is Heer, Hij leeft in eeuwigheid
Blijf op Hem ten allen tijde bouwen
Die gelooft ziet al Zijn heerlijkheid

Wees niet bang
Al lijk de zaak verloren
God is trouw, Zijn redding is nabij
Roep tot Hem, Hij zal je zeker horen

Saya sudah lama tidak berbicara leluasa dalam bahasa Belanda. Tapi kemampuan untuk mengalihbahasakan teks Belanda ke teks bahasa Indonesia bisa jadi masih ada. Nah, di bawah ini saya berikan terjemahannya dalam bahasa Indonesia. Terjemahan di bawah ini dinamis, tidak harfiah. Nikmatilah.

Janganlah takut
Setiap hal dalam kehidupan mendatangkan air mata
Setiap hari engkau menerima kekuatan menuju salib
Terima kasih kepada TUHAN
Karena Dia akan membuka jalan

Ikuti jejak-Nya, maka pastilah engkau akan tiba di rumah
Pandanglah ke atas dan tetaplah percaya pada Allah

Dia Tuhan, Dia hidup selamanya
Tinggallah dan bergantunglah pada-Nya selamanya
Barangsiapa percaya, mereka akan merenungkan segala kemuliaan-Nya

Janganlah takut
Tampaklah segala masalah telah lenyap

Allah itu setia,
keselamatan dari-Nya sudah dekat
Berserulah kepada-Nya,
Dia pasti akan mendengarmu

Sekian meme yang sarat pesan yang dipasang (muncul dalam dua bahasa, Belanda dan Inggris), dan lirik lagunya dalam bahasa Belanda, meyakinkan saya bahwa video ini, seutuhnya, dibuat untuk sampai ke tangan saya. Seperti halnya dengan video lagu I'd Rather Have Jesus yang dinyanyikan oleh Jim Reeves. Jika teman-teman mau mendengarkan suara dan baca teksnya, klik di sini. Kiriman lagu Jim Reeves ini saya terima lewat WA pada Juni 2022.

Beberapa meme pada video itu saya pasang di bawah ini.




Dalam suatu pertempuran yang keras, Allah sang Bapa, mengirim prajurit-prajurit terkuat ke medan tempur.




Aku bergantung pada-Mu, Yesus, perisai di medan tempur, dan sang pembebas.




Jangan khawatir tentang hal apapun, tapi tanyalah pada Allah apa yang engkau perlu miliki, dan bersyukurlah kepada-Nya dalam semua doamu.




Saya akhirnya mengucapkan terima kasih yang tulus kepada teman-teman (entah ada di mana, mungkin juga di luar negeri, negara Belanda misalnya) yang telah menyiapkan video lagu Wees Niet Bang, lalu mengirimkannya secara acak lewat WA.

Pesan yang terkuat video itu adalah bahwa dalam pertempuran melawan legion, saya harus “Jangan takut, “Jangan takut (baca misalnya Yesaya 41:10; Mazmur 27:1). Be not afraid! Wees niet bang!




Tuhan Yesus akan menunjukkan jalan mana yang aku harus tempuh. Teruslah bergerak maju.




Tangan Tuhan membuka jalan bagiku, dalam pelayaranku di samudera kehidupan




Allah, sang Bapa, mengutus putera-Nya, Yesus, untuk mengulurkan tangan, memberi pertolongan.



Orang yang menaruh pengharapan mereka pada TUHAN, akan kembali mendapatkan kekuatan mereka.

Ya, di masa usia lanjut jalan 64 tahun, kekuatanku masih ada, tetapi tidak sekuat dulu. Namun, Tuhan Yesus selalu kembali memberiku kuasa-Nya, His power, karena aku sedang dipakai oleh Yesus. Aku selalu berusaha mendapatkan dari-Nya kekuatan yang sigap, tenang dan lembut.


En tō endoksō onomati Iēsou
Jakarta, 08 Desember 2022
ioanes rakhmat



Wednesday, November 30, 2022

KEKUATAN YANG TENANG

 


Saya terpukau ketika pertama kali memandang karya seni patung di atas, suatu representasi simbolik yang kaya makna. Saya memandang langsung di depan patung ini, melihatnya dari beberapa sudut, dan mengambil beberapa fotonya dengan kamera handphone. Tulisan-tulisan yang ditempelkan pada sisi luar sebuah bangunan kotak empat persegi panjang yang dilapisi batu bata tempat patung ini dipasang, saya baca, lalu saya foto. Ada tiga tulisan.


Mari, kita lihat lebih dekat patung yang menggerakkan hati ini. Seorang prajurit dengan sigap dan tenang memanggul seorang prajurit lainnya, yang mungkin cedera atau terluka di suatu medan tempur. Sang prajurit terluka yang dipanggul itu harus dibawa atau dievakuasi ke suatu tempat yang aman, untuk dirawat, supaya selamat.

Kesigapan, keberanian, keteguhan, ketenangan, solidaritas terhadap sesama prajurit, kekuatan fisik, kekuatan mental, dan disiplin keprajuritan, menyatu dalam diri sang prajurit penyelamat itu.

Ketika sedang mengamati patung sosok prajurit penyelamat itu, yang sedang memikul tubuh seorang prajurit lainnya yang sedang menderita dalam ketidakberdayaan, muncul suatu gambar mental lain dalam pikiran saya.

Gambar mental yang timbul itu adalah sosok Yesus yang saya kasihi yang sedang memanggul atau memikul kayu salib. Segera saya mendapat tambahan sebuah perspektif baru tentang Yesus yang memikul kayu salib: salib yang dipanggul Yesus bermakna simbolik umat manusia yang sedang terluka dan sengsara, yang Yesus mau tolong dan selamatkan, dalam suatu pertempuran melawan kekuatan-kekuatan asing kodrati dan adikodrati yang jahat.

Tulisan-tulisan yang dilekatkan pada bangunan kotak tempat patung itu diletakkan juga sangat menyentuh hati dan inspiratif. Baiklah saya pasang tiga fotonya.



“Tak ada yang lebih kuat dari kelembutan. Tak ada yang lebih lembut dari kekuatan yang tenang.”
☆ Panglima Besar Jenderal Soedirman




“Hendaknya perjuangan kita harus didasarkan pada kesucian. Kami percaya bahwa perjuangan yang suci itu senantiasa mendapat pertolongan dari Tuhan.”
☆ Panglima Besar Jenderal Soedirman




Pelayanan kesehatan di medan tempur adalah fungsi utama kekuatan TNI AD. Rantai evakuasi tertinggi untuk korban tempur adalah RS Kepresidenan RSPAD Gatot Soebroto.

Jika teman-teman sekarang tersentuh seperti saya, marilah kita, warga negara Republik Indonesia, ikut berjuang untuk memajukan bangsa dan negara kita. Untuk membela bangsa, tanah air dan negara. Caranya? Ya, dengan mengerahkan segala bentuk kekuatan besar yang tenang dan lembut, yang kita masing-masing miliki, yang lahir dari kesucian.

Jakarta, 30 November 2022
ioanes rakhmat




Monday, October 31, 2022

Bunda Maria, Penolong Manusia

 


Perempuan yang paling mengasihi Yesus, sang Tuhan gereja, adalah Bunda Maria. Sebab, Bunda Maria adalah perempuan suci yang terpilih telah melahirkan Yesus dari kandungannya sendiri. Kasih sayang seorang ibu kandung terhadap putera-puterinya tak terukur, karena begitu dalam dan luas.

Sang Firman, ho Logos, di kawasan transenden telah menjadi daging di Bumi lewat kandungan Bunda Maria. Kelahiran Yesus di Bumi adalah kelahiran dari sorga, dari kawasan transenden.




Salam bagimu, wahai Bunda Maria, sang Bunda yang terpuji dan diberkati. Engkau telah dimuliakan. Dalam tubuhmu yang telah dimuliakan, engkau telah diangkat ke sorga, berjumpa dan bersama kembali dengan Putera-Mu, Yesus sang Kristus.

Bersama Puteramu, wahai Bunda Maria, datang, datang, dan lawatlah kami. Jadikanlah kami anak-anakmu, sama seperti Yesus adalah Puteramu yang kau sangat sayangi.

Sayangi kami, wahai sang Bunda yang diberkati, dan peluklah kami dalam pelukanmu yang mengalirkan nafas kehidupan sejati untuk kami.


Jakarta, 31 Oktober 2022

Friday, September 30, 2022

TUHAN adalah GEMBALAKU (Mazmur 23)

 


TUHAN adalah Gembalaku


TUHAN adalah Gembalaku
Tak akan aku kekurangan
Kasih setia-Nya padaku
Ke aku, tangan-Nya selalu diulurkan

Aku dibaringkan oleh-Nya
Di padang yang berumput hijau
Lalu Aku dibimbing-Nya
Ke air sejuk yang tenang teduh

Maka segarlah jiwa-ragaku!

Telaten Dia menuntunku
Di jalan yang apik dan benar
Demi nama-Nya yang besar
Dimuliakan segala bangsa dan suku

Sekalipun aku berjalan
Dalam lembah kekelaman
Aku tidak takut bahaya apapun
Sebab Engkau besertaku berjalan

Gada dan tongkat gembala-Mu
Serta kuasa-Mu yang besar
Itulah yang menghibur aku
Dan membuatku tak gentar

Aku terus maju, tak gentar!

Engkau menyediakan bagiku
Hidangan yang menyehatkanku
Air hidup pemberian-Mu kuminum
Di hadapan orang yang zalim

Engkau mengurapi kepalaku
Dengan kucuran minyak narwastu
Piala minumku pun penuh melimpah
Dahagaku terpuaskan penuh

Kebajikan dan kemurahan belaka
Akan mengikuti jalan-jalanku
Seumur kehidupanku
Dan selama-lamanya

Ketika aku berjalan maju
Ingatan akan rumah-Mu
Mengarahkan langkahku
Kutahu Engkau menuntunku

Aku akan diam hening teduh
Dalam rumah TUHAN
Sekarang ini di dunia kini
Dan di sepanjang masa

Aku tak lagi akan dikungkung
Oleh waktu dan ruang
Aku di dunia sekaligus di luar dunia
Mengikuti jejak langkah sang Gembala



En tō endoksō onomati Iēsou
Jakarta, 30 September 2022
ioanes rakhmat



Wednesday, August 17, 2022

Di Kala Tubuhku Mulai Renta

 



Yesus, Yesus, Tuhanku
Bukankah telah sejak lahir
Aku hidup di suatu negeri besar
Yang kini sudah lama merdeka?

Tetapi mengapakah, Tuhan
Di ujung-ujung usiaku di Bumi ini
Di kala tubuhku mulai melemah dan renta
Aku belum juga bisa hidup merdeka?

Di manakah kemerdekaan?
Bagiku putera pertiwi Indonesia
Bagiku insan yang mencintai
Bagiku patriot yang berpikir

Yesus, lewat puisi doaku ini
Aku mohon kepada-Mu, Tuhanku
Dekaplah aku erat dan hangat
Dalam pelukan tangan-Mu yang mahasuci

Pelukan-Mu yang memberi kemerdekaan
Kemerdekaan yang kudambakan
Sejak aku masih ada
Di dalam kandungan mamaku

Kemerdekaan yang sejati
Kemerdekaan yang abadi
Kemerdekaan tak berhingga
Di dalam Kerajaan-Mu yang hening

Yesus, Yesus, ini, ini, tanganku
Raih, raih dan genggamlah
Bawalah aku terbang tinggi
Tinggi... ke Negeri Keheningan



En tō endoksō onomati Iēsou
Jakarta, 17 Agustus 2022
ioanes rakhmat