Saturday, July 29, 2017

Doa, mubazir atau berkhasiat?

DOA, MUBAZIR atau BERKHASIAT?

Dr. Ryu Hasan, yang bekerja sebagai dokter bedah saraf, baru saja menulis sebuah status pada Facebooknya, begini: "Do'a adalah obat tanpa efek samping dan tanpa efek-efek yang lain, alias nggak ngefek sama sekali."

Ini respons saya:

AAH GAK JUGA. Lepas dari Tuhan ada atau tidak ada, jika dengan tulus dan khusuk kita mendoakan orang lain yg sedang berbeban berat, orang yang kita doakan ini akan mengalami efek psikologis berupa ketenangan dan mendapatkan kembali optimisme, atau setidaknya merasa beban mentalnya diringankan, karena ada orang lain yang peduli.


Begitu juga, kalau kita sedang dalam problem berat, lalu kita berdoa sendiri kepada Tuhan yang kita percaya (entah siapapun sosok Tuhan yang kita percaya ini), kita biasanya akan mengalami penguatan kembali, merasa diringankan, merasa kita tidak sendirian dan menemukan sosok yang mau peduli dan sedang menguatkan dan menolong kita.

Doa itu semacam katarsis psikologis, dengan kawan bicara kita Tuhan yang kita percaya mahapenyayang, lepas dari Tuhan ini atau Tuhan itu ada atau tidak ada.

Setiap orang, termasuk yang mengaku ateis, perlu melakukan katarsis, curhat, atau buang unek-unek. Tujuannya: ya melepaskan beban mental psikologis yang berat dan menimbulkan rasa sesak pada jiwa. Ada banyak bentuk dan saluran katarsis. Doa adalah salah satunya; dus, doa adalah suatu bentuk terapi psikologis. Tentu saja, katarsis bukan satu-satunya tujuan doa.

Meskipun psikologi modern, yang kini sudah terbagi ke dalam sub-subspesialis, tidak dikenal oleh orang zaman pramodern dan prailmiah yang, secara kolektif partisipatif, menulis teks-teks (yang kemudian dipandang) suci, mereka juga butuh katarsis, baik lewat curhat biasa kepada sesama maupun lewat doa-doa kepada Tuhan mereka masing-masing. Problem kejiwaan dan mental sudah dialami organisme yang berkesadaran seperti manusia, sejak awal kemunculan Homo sapiens, 300 ribu hingga 400 ribu tahun lalu di Afrika Selatan.

Berbagai problem kejiwaan yang timbul di era modern mungkin mereka tidak alami. Namun, anekaragam problem mental tentu juga diderita moyang-moyang manusia di zaman purba. Seekor burung atau seekor anjing yang semula hidup lepas bebas, lalu ditangkap dan dimasukkan ke dalam sebuah kandang, atau dicancang, bisa akhirnya mati terpuruk karena stres berat.

Andaikanlah Adam skriptural yang tidak memiliki sebuah pusar di permukaan kulit perutnya betulan ada. Nah si Adam ini konon menderita kesepian jiwa karena hanya dia sendiri yang ada di muka Bumi. Betapa kesepiannya dia. A very very lonely guy! 

Sangat mungkin si Adam ini kerap bermuram durja dan uring-uringan. Tuhan tentu melihat wajah murung si Adam ini, dan Tuhan tahu keadaan jiwa satu-satunya insan di muka Bumi ini. Tuhan menilai kondisi ini tidak baik bagi Adam. Akhirnya Tuhan memberi sebuah terapi psikologis kepadanya, dengan menghadirkan Hawa sebagai mitranya. Mungkin juga si Adam ini terus-menerus curhat ke Tuhan dalam hati, mengungkapkan kesepian jiwanya dan ketidakbahagiannya, lewat banyak doa.

Ada banyak tujuan doa. Bukan cuma untuk curhat atau meminta sesuatu. Misalnya dalam doa, kita hanya berdoa lewat nyanyian-nyanyian agung dengan penuh penghayatan, untuk memuji Tuhan. Saat ini kita lakukan, hormon-hormon neurokimiawi atau neurotransmitters penimbul rasa damai, kalem, cinta, tenang, relaks, santai, persahabatan, terproduksi dalam struktur-struktur neural dan kelenjar dalam otak lalu oleh darah dibawa ke seluruh tubuh.

Akibatnya, doa puji-pujian menimbulkan efek psikologis tenang, damai, persahabatan, cinta, relaksasi, sifat sosial, rasa gembira, optimis, dll. Dalam hal ini, hormon-hormon seperti oksitosin, GABA, endorfin, dopamin, adrenalin, dan serotonin dll sangat banyak terproduksi.

Itulah manfaat positif doa meskipun doa tidak bisa memindahkan sebuah gunung. Manfaat positif doa pada ranah mental psikologis potensial berdampak positif juga pada tubuh kita. Tubuh dan jiwa atau mental kita adalah suatu sistem biologis psikosomatis yang tidak terpisah, tapi terjalin: tubuh dan mental kita berinteraksi satu sama lain, saling mempengaruhi dan membentuk.

Tapi harus segera diingat, sama seperti kita bisa salah dan keliru berpikir, doa juga bisa keliru dan salah, karena doa itu juga isi pikiran. Yaitu, ketika kita, setelah membentuk sikap berdoa dengan kedua belah tangan saling menggenggam dan mengucap doa dalam hati, kita langsung bangun dan melompat untuk menerkam dan melahap orang lain sebagai mangsa kita. Inilah model doa belalang sentadu; atau model doa seorang pemburu yang sehabis berdoa, langsung menembak jitu sampai mati seekor hewan buruannya. Doa yang manipulatif, tidak etis.

Doa yang benar ya doa yang setelah diserukan mendorong semua orang yang habis berdoa itu saling merangkul dan memeluk, dan komitmen yang kuat terbangun untuk menegakkan kasih dan cinta persaudaraan antar para pendoa dan antar seluruh umat manusia. Inilah model doa semut yang beriring, atau model doa para pendayung sebuah perahu. Inilah doa yang etis, yang keluar dari isi hati yang bersih, tidak manipulatif.

Ada orang yang menegaskan bahwa jika orang yang kita doakan itu berdiam jauh dari tempat kita berdoa, dan mereka tidak tahu bahwa kita sedang atau telah atau akan mendoakan mereka, doa kita tidak akan mendatangkan efek apa-apa pada mereka.

Tentang hal itu, sementara ini saya hanya bisa menjawab, ya kita tidak tahu apakah dalam sikon ini doa jarak jauh yang tidak diketahui oleh orang yang didoakan akan memberi atau tidak memberi efek apapun. Mungkin nanti, penemuan dalam studi-studi yang mendalam dalam fisika Quantum, entah dalam bentuk apa, akan bisa menjawab kekuatan pikiran manusia dan dampaknya bagi objek-objek yang jauh lokasinya.

Eh, ada sebuah contoh lain yang dimunculkan rekan saya yang sama, dr. Ryu Hasan. Katanya, ayam yang sakit, setelah didoakan oleh sekian orang, tetap saja sakit. Ini, katanya lagi, bukti bahwa doa itu tidak ngefek.

Respons saya ya begini saja: ayam itu bukan manusia, meski keduanya hidup. Struktur, volume, dan konten, cakupan dan kapasitas kerja otak manusia beda jauh dari otak ayam. Otak manusia memungkinkan sebuah doa yang empatis diberi respons positif yang mempengaruhi dengan positif juga keadaan mental dan tubuh orang yang didoakan. Otak ayam tidak bisa begitu. Ini serupa dengan mendoakan sebuah gunung tinggi, dalam nama Tuhan, untuk bergerak pindah. Ya tidak akan pernah bisa, meski Yesus pernah menyatakan bisa.

Saya sudah coba berkali-kali berdoa di kaki sekian gunung tinggi, meminta Tuhan memindahkan gunung-gunung itu ke kota Jakarta, tapi doa-doa saya ini tidak mujarab sama sekali. Ihwal apakah Yesus maksudkan doa tersebut akan harfiah dipenuhi, atau itu sebuah metafora atau sebuah alegori, adalah ihwal yang lain.

Tapi sebuah doa yang ikhlas, bersahabat, empatetis, solider, tidak menghukum, tidak menghakimi, akan bisa menggerakkan hati dan pikiran orang yang didoakan, untuk pindah dari kondisi putus asa dan merasa tak berdaya, masuk ke kondisi munculnya pengharapan dan kekuatan kembali.

Semoga bermanfaat.

29 Juli 2017
Di pagi hari
ioanes rakhmat

Cc:
Ryu Hasan


Monday, July 24, 2017

Bela Agama! Ya, tapi harus cerdas dan objektif!

BELA AGAMA titik titik titik


Agama apapun harus dibela! Itu keyakinan umum Buddhis, Yahudi, Kristen, Islam dll semua agama lainnya. Dulu dan kini. Orang tanya ke saya, Apakah betul begitu? Berikut ini jawaban ringkas saya.

Bela ya bela, tapi perlu kita lebih dulu tahu hal apa yang telah dan sedang dan akan membuat agama kita jadi begini dan begitu. Analisis dengan kritis. Cari dan temukan akar-akar masalahnya yang membuat agama kita, katakanlah, terpepet: Apakah karena salah kita (ajaran agama, atau tindakan kita) sebagai umat, ataukah karena kita memang jadi korban salah alamat (jika ya, kenapa ini terjadi?).

Membela agama kita dengan taklid buta, sama saja dengan memendamkan agama kita lebih dalam lagi ke lembah kekelaman. Terkubur di situ. Bisa tak bangun lagi selamanya. Agama apapun bisa bertahan lama ya karena mampu bersikap akomodatif kritis terhadap perubahan zaman, tempat, pengetahuan dan kearifan.

Membela agama dengan cerdas, justru mengharuskan kita melakukan evaluasi dan analisis cermat atas agama kita. Membela agama dengan cerdas, berbeda konten dan caranya di setiap zaman dan di setiap tempat. Tidak bisa cara bela agama sekian belas abad lalu kita ulang begitu saja taklid buta di abad ke-21 di dunia yang jelas-jelas sudah berbeda.

Apologetika religius yang taklid buta, apalagi lewat berbagai cara keras, hanya akan lebih cepat mewafatkan agama kita, pada akhirnya.

Jika kita taklid buta bela agama, mata kita tutup, tapi kaki kita menendang sana sini dan tangan kita meninju atas bawah, ya agama kita akan makin lebam dan remuk. Tak bisa disusun ulang lagi. Hanya tinggal debu dan reruntuhan.

Dalam membela agama dengan cerdas, berlaku hal ini: Jika kita temukan hal-hal yang memerlukan perbaikan dalam agama dan cara beragama kita, lalu kita memperbaiki semuanya satu per satu, maka kita akan bisa menyelamatkan agama kita, membuatnya bisa berkontribusi positif bagi peradaban masa kini dan demi kebaikan umat manusia dan dunia sekarang. Itulah membela agama dengan cerdas, dengan bernalar, dengan visioner, dengan keteduhan pikiran dan hati, dan dengan kearifan ilahi.


Mari kita buang ucapan Pokoke agamaku! atau We can do no wrong!, dalam segala keadaan yang memerlukan evaluasi dan analisis kritis atas hal apapun dalam kehidupan kita, juga dalam hal agama dan cara kita beragama.

Agama kita bukan Tuhan; agama ya agama, yang disusun dengan berbagai cara dan keyakinan dalam sejarah dunia kita; ada awalnya dan tentu akan ada.... akhirnya. 

Kok? Ya, karena agama apapun bukan Tuhan; agama apapun terbatas, tidak abadi, dan tidak mahatakterbatas. Dus, mempertuhan agama sama dengan melawan dan menafikan Tuhan. Tiada Tuhan selain Tuhan YMTakterbatas dan YMAbadi.

The weeping silence
24 Juli 2017

Silakan share


Thursday, June 29, 2017

Belajar dari seekor burung kutilang

BELAJAR DARI SEEKOR BURUNG KUTILANG....


"Bernyanyilah lagu riang di kala sedih. Lantunkan lagu sendu di kala riang. Lampaui apa itu suka. Lampaui apa itu duka. Sampai akhirnya baik suka maupun duka berguru padamu."
• Ioanes Rakhmat


Banyak orang sering berkata, "Saya mau hidup tanpa persoalan apapun!"


Tapi, bisakah itu? Mungkinkah? Mustahilkah? Perlukah? Ataukah tidak perlu?

A problem-free life. Is it possible or impossible? Is it necessary or unnecessary?

Ya, tidak bisa. Tidak ada seorang pun dalam dunia ini, selagi hidup di muka Bumi, yang dapat terbebas sama sekali dari persoalan. Ini realitas. Harus diterima dan dihadapi dengan berani, cerdas, tenang, tegar, dan tetap bersikap positif.

Bahwa setiap orang akhirnya harus mati, ini sebuah persoalan eksistensial yang dihadapi semua orang, apapun kedudukan dan status sosial mereka dalam masyarakat, sejak bayi hingga tua dan lisut....! Konon Siddhartha Gautama juga terpukul batin dan pikirannya kali pertama dia tahu bahwa setiap manusia itu akan mati pada saatnya.

Kematian itu ambang batas daya tahan tubuh suatu organisme terhadap rasa sakit, azab, dan kerapuhan. Kematian itu ambang batas daya tahan mental orang untuk tidak menangis. Kematian itu pintu gerbang untuk masuk ke rumah besar ketiadaan dan kesunyian.

Gerontolog Aubrey de Grey melihat kematian bukan sebagai nasib atau takdir. Sebagai ilmuwan yang terus mengadakan riset tentang proses penuaan, De Grey memandang penuaan sebagai sebuah penyakit yang bisa ditangkal, dilawan dan disembuhkan. Katanya dengan yakin, tak lama lagi manusia bisa mencapai umur 1.000 tahun dengan tetap bugar.

De Grey tidak sendirian. Para pakar bidang-bidang ilmu yang lain juga berusaha memperpanjang umur manusia dengan tubuh yang tetap sehat dan bugar, lewat berbagai metode ilmiah.

Salah satu metode untuk anda bisa hidup abadi adalah mengubah semua info genetik dan semua data neurologis biologis anda menjadi info dan data komputasional digital yang lalu diintegrasikan dan disinergikan dengan kecerdasan buatan (yang akan terus makin cerdas secara otomatik) yang ada pada robot-robot silikon humanoid android. Jasad anda akan lenyap, sebagian kembali terdaurulang sebagai senyawa carbon; tapi jati diri anda diam dan aktif abadi dalam kehidupan robot-robot cerdas ini. Inilah keabadian digital, atau kelahiran kembali digital, dengan kualitas hidup yang meningkat terus-menerus.

Tapi, kehidupan yang abadi, yang sudah didambakan manusia sejak 5.000 tahun lampau, apakah juga menjanjikan dan menjamin tidak akan ada lagi persoalan dan azab dalam kehidupan manusia dan dunia? Saya yakin, Tidak! Masih ada sangat banyak misteri alam dan hukum-hukum fisika yang belum kita ketahui. Di antaranya, pasti juga akan mendatangkan tantangan, persoalan dan ancaman tak terduga di masa depan.

Catatlah hal ini: Bebas dari segala persoalan, ya juga tidak perlu, bahkan tidak menguntungkan. Kok begitu?

Ya, persoalan-persoalan besar atau kecil, yang mendatangi kita, atau yang kita sendiri datangi, kerap menempa kita menjadi manusia yang lebih tangguh, lebih cerdas, lebih sigap, lebih matang, lebih arif, lebih berwawasan, lebih berpengalaman, lebih taktis, lebih strategis, dan lebih maju.

Hal-hal bagus yang diberikan oleh persoalan-persoalan kita kepada diri kita ini menguntungkan bukan hanya kita sendiri, tetapi juga banyak orang lain.

Ketahuilah, persoalan-persoalan yang dihadapi manusia, dari zaman ke zaman, dari masa ke masa, juga menjadi faktor pendorong kuat bagi perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Ketika para ilmuwan bertemu dan menghadapi persoalan-persoalan manusia, baik persoalan biologis, persoalan sosial, maupun persoalan ekologis, mereka pun mulai berpikir cerdas dan keras, mengeksplorasi, menggelar pengkajian-pengkajian, menengok ke teori-teori ilmiah yang ada lalu mengevaluasi. Setelah itu, mereka menyusun hipotesis-hipotesis baru, menguji hipotesis-hipotesis ini lewat berbagai metode ilmiah, mengumpulkan bukti-bukti, melakukan berbagai analisis, lalu menyusun sintesis-sintesis, kemudian menarik kesimpulan-kesimpulan.

Dari semua aktivitas keilmuan itu, sains berkembang, sains-sains baru ditemukan, dan teknologi-teknologi baru yang lebih maju dihasilkan, untuk digunakan dalam mengatasi persoalan-persoalan yang sedang dihadapi.

Jadi, jangan takut terhadap semua persoalan! Jadikan semua persoalan anda sebagai:

• sang guru kearifan
• sebuah peluang untuk belajar dan maju lebih jauh
• sebuah ujian untuk hidup lebih tangguh dan lebih sabar
• sebuah kesempatan untuk mengalami empati dan kasih sayang dari orang-orang lain
• sebuah kesempatan untuk menemukan diri anda sangat kuat dan tegar dan tangguh, di luar perkiraan anda sebelumnya
• sebuah peluang untuk melihat kehidupan dari sudut-sudut pandang lain yang baru dan kreatif
• sebuah persiapan dan latihan untuk nanti anda siap, sigap, tahu dan paham bagaimana menolong orang lain
• sebuah kesempatan untuk berlatih ikhlas dan berterima kasih kepada sang pemberi kehidupan

Suatu ketika, seekor burung kutilang dari angkasa melihat ke bawah, ke sebuah desa terpencil. Dilihatnya di bawah, manusia harus berjalan berputar jauh untuk sampai di tempat sebuah mata air besar satu-satunya untuk seluruh penduduk desa. Mereka harus memutari sebuah bukit batu besar yang menjulang tinggi dan terjal dan terbentang lebar dan panjang.

Lalu sang kutilang berpikir, "Aku harus memindahkan bukit batu itu supaya semua penduduk desa itu hanya perlu waktu beberapa menit saja untuk tiba di mata air besar itu. Sekarang mereka sengsara, karena harus menempuh perjalanan memutar selama setengah hari bolak-balik!"

Maka mulailah sang kutilang mematuk bagian-bagian puncak bukit batu itu, secuil demi secuil, lalu butiran kecil batu yang sudah ada di ujung paruhnya dibawanya terbang ke suatu lembah luas yang jauh, dan di sana dia menjatuhkannya.

Tahun demi tahun berlalu. Windu demi windu lewat. Abad berganti abad. Terus saja sang kutilang dengan tegar, riang gembira, sabar, optimistik, dan sambil terus bersiul, memindahkan bukit batu besar itu dengan paruhnya yang kecil. Dia yang kecil memerlukan keabadian untuk dapat menyelesaikan pekerjaannya itu, mengatasi persoalan besar penduduk desa itu.

Setegar, seriang, sesabar dan seoptimistik sang kutilang kecil itukah anda, ketika anda sedang berada dalam sebuah persoalan berat? Trilililili lili lili trilili....!

Anda jelas lebih besar dari sang kutilang nan baik hati itu.

Tentu daya tahan mental dan raga setiap orang berbeda-beda. Ada yang tangguh dan kuat, dan ada juga yang ringkih dan letoi, karena pembawaan genetik, dampak faktor epigenetik, bentukan lingkungan pergaulan sosial dan lingkungan alam, asupan nutrisi, serta akibat pengasuhan dan pendidikan.

Banyak orang, lantaran tidak tahan lagi saat menghadapi banyak persoalan yang sangat sulit dan berat, akhirnya mengambil keputusan untuk bunuh diri. Ini fakta yang pedih.

Jika anda temukan diri anda tangguh dan riang seperti si burung kutilang itu, anda diperlukan untuk mendampingi, menguatkan dan menolong insan-insan yang rapuh itu. Sebagai sahabat sehati. Sebagai teman sejati. Sebagai penghibur. Sebagai penguat. Bukan sebagai hakim yang durjana.

Dus, persoalan apapun mampu membangun persaudaraan dan ikatan sosial dan solidaritas yang kokoh dan berharga, antar sesama manusia.

Gunung persoalan boleh sangat sangat tinggi. Lampauilah ketinggiannya dengan kesabaran, ketabahan, optimisme dan keriangan anda.

Ada sepasang sayap pada punggung anda. Terbanglah, lewati dan lampaui puncak tertinggi Mount Everest. Above it, you will find and hear the silence of all silence.

Jakarta, 15-9-2015
ioanes rakhmat

Editing mutakhir 29 Juni 2017
HUT ke-51 Pak Basuki Tjahaja Purnama
HBD koh Ahok. 
Jadilah sang burung kutilang itu.

Monday, June 26, 2017

Remaja Alyssa Carson dan planet merah Mars



Ikutilah selalu impianmu dan jangan biarkan siapapun mengambilnya darimu.
• Elyssa Carson (sumber image nasablueberry.com)


• Updated July 1, 2023

REMAJA PUTERI ALYSSA CARSON YANG MENAKJUBKAN

Di usia 3 tahun (lahir 10 Maret 2001), kanak-kanak perempuan Amerika ini sudah bercita-bercita terbang ke planet merah Mars. Bulan bukan pilihannya. Jalan terbuka lewat banyak usaha: sejak usia 13 tahun Alyssa mulai dilibatkan, dilatih dan dididik oleh NASA untuk menjadi seorang astronot, salah seorang manusia pertama yang akan mendarat di Mars tahun 2033, meskipun dia hingga kini belum resmi bergabung masuk ke NASA.

Sebetulnya, dimulai sejak Alyssa Carson berusia 5 tahun, dia telah mengunjungi kamp-kamp angkasa NASA. Kini ketika dia sudah dewasa, sudah ada 19 situs kamp angkasa NASA yang sudah dikunjunginya, dan satu-satunya orang yang telah mengunjungi setiap situs NASA -- alhasil, Alyssa telah menyelesaikan program 
paspor untuk semua situs. 

Di saat berumur 16 tahun, Alyssa menjadi orang termuda yang lulus dari Advanced Possum Space Academy. Ketika berusia 19 tahun, dia telah mendapatkan surat izin pilot, skydiving dan aquanaut.

Alyssa juga telah belajar astrobiologi di Florida Institute of Technology, dan akan melanjutkan pengambilan gelar Ph.D. di bidang sains angkasa luar dan planet di Universitas Arkansas.

Di tahun 2022 Carson disebut sebagai salah seorang dari lima orang yang berpengaruh di dunia untuk orang atau lembaga bekerja dengan NATO.

Pada segi lain, Alyssa telah mendirikan Yayasan Blueberry, yang kini sudah membangun kerjasama dengan Yayasan Kamp Angkasa, dan juga menawarkan beasiswa untuk mendukung dan mendorong para ilmuwan muda untuk mengeksplorasi kesempatan-kesempatan untuk mendapatkan pengalaman. 

Dalam usianya sekarang, 22 tahun, Alyssa telah menjalani waktu hampir dua dekade untuk mewujudkan impian-impiannya untuk menjadi salah seorang astronot pertama yang akan mendarat dan berjalan di planet Mars. 

Alyssa sadar dan tahu betul, jika dia menjadi salah seorang astronot pertama yang nanti akan berjalan di permukaan Mars dan mulai bekerja men-terraform Mars, ada risiko dia tidak bisa balik lagi ke Bumi karena ada kendala-kendala yang tak terpikirkan sebelumnya. Tetapi Alyssa tidak takut menghadapi risiko ini. Tekad kuat mengalahkan rasa takut. NASA sendiri menyatakan bahwa lembaga ini tidak akan meninggalkan astronot manapun di Mars, melainkan akan membawa mereka balik ke Bumi.

Mereka berangkat ke Mars untuk pertama-tama men-terraform planet merah gersang ini. Aktivitas jangka panjang yang melibatkan iptek modern yang makin maju untuk tahap demi tahap mengubah suatu planet asing supaya akhirnya dapat manusia diami dan hidup di situ dengan aman dan terjamin, seperti hidup di Bumi, dinamakan terraform.

Sebagai seorang gadis muda, Alyssa hidup wajar dan happy seperti semua remaja atau gadis usia muda, meski seluruh kehidupannya selanjutnya sedang dijalani dalam dunia eksplorasi dan studi-studi angkasa luar, planet Mars khususnya.

Alyssa kini terkenal di mana-mana lewat berbagai forum dan media dan kegiatan-kegiatan lain. Dia sedang membangun self-branding dirinya sebagai seorang muda yang antusias terhadap berbagai kajian keilmuan dan keterlibatan yang dibutuhkan, sebagai persiapan-persiapan untuk menjadi salah seorang astronot pertama di planet Mars, yang pada tahun 2030-an akan dikirim oleh NASA meski kini dia belum terikat secara formal dengan NASA.

Sumber: Jennifer Yoshikoshi, “Alyssa Carson: A Future in Mars.”, April 24, 2023; last edited April 28, 2023, https://myhero.com/alyssa-carson-a-future-in-mars.

Terlampir 4 meme yang saya buat tentang Alyssa Carson. Klik setiap gambarnya untuk memperbesar.

Saya berharap, ada sekian remaja puteri Indonesia yang mampu mengikuti jejak Alyssa Carson, remaja yang luar biasa ini





Izinkan saya bertanya: Wahai remaja puteri Indonesia, di manakah kini kalian berada? Sedang diapakankah kalian sekarang di negeri kalian sendiri? Punyakah kalian kecerdasan dan ilmu pengetahuan tentang angkasa luar, dan tentang planet Mars?



Punya nyalikah kalian untuk menjadi para astronot yang akan mendarat di planet merah ini lalu, bersama sangat banyak astronot lain yang berasal dari berbagai tempat di Bumi, akan mengubahnya tahap demi tahap menjadi planet yang dapat didiami dengan aman seperti halnya planet Bumi?

Tetapi hal sebaliknya juga sangat dapat dilakukan. Secara alamiah yang memerlukan waktu panjang, atau dipercepat lewat teknik pengeditan gen yang dinamakan DNA-editing CRISPR Cas9 (yang dijalankan ketika suatu organisme masih berbentuk embrio), manusia mengalami perubahan atau mutasi genetik atau superevolusi genetik sehingga dapat hidup dengan baik, aman dan terjamin kendatipun berbagai kondisi alam planet Mars tidak berubah penuh untuk menyamai kondisi-kondisi alam planet Bumi.

Planet Mars berubah, dan Homo sapiens yang mendiami planet ini juga disengaja diubah. Perubahan dua pihak ini mempercepat usaha kolonisasi Mars oleh organisme Homo sapiens yang telah mengalami superevolusi genetik. Bagaimana wujud dan sifat Homo sapiens jenis baru ini? Saya tidak tahu. Setidaknya, organisme jenis baru ini merupakan perpaduan biologi tinggi yang berbasis carbon dan mesin cerdas yang berbasis super komputasi, logam dan silikon.



Ini puisi saya untuk kalian, para remaja kebangsaan Indonesia:

Arahkan mata ke langit kelam
Di malam hari yang gelap hitam
Fajar ilmu pengetahuan gantikan malam
Diterangi tak terhitung bintang
Samudera jagat kini menantang!
Tak cukup lagi main layang-layang!
Tak cukup lagi boneka ditimang-timang!

Tak cukup lagi mendendang madah Bumi
Gubah dan lantunkan lagu Bima Sakti
Galaksi yang harus kalian eksplorasi
Dari generasi ke generasi nan lestari

Jangan lagi hidup dalam bayang-bayang
Melesatlah masuk ke dunia antarbintang!
Masa depan kita di sana membentang
Arungi sebagai prajurit pejuang!

Salam,
ioanes rakhmat
26.6.2017

#AlyssaCarson
My fatherly love for you
I do hope that I still could see you landing on Mars and walking amazingly on its surface within my lifetime. 

Sources:

* Alyssa Carson sedang menerima training dari NASA dan sekian organisasi lain. Dia dan NASA sangat serius mempersiapkan berbagai pekerjaan untuk 20 tahun ke depan. Infonya ada di sini http://www.bbc.com/news/magazine-29516432.

N.B. Untuk tepat memahami cita-cita Alyssa Carson, dan begitu banyak persiapan yang sedang dia jalani, dan ilmu pengetahuan apa saja yang harus dia kuasai, dan bagaimana hubungan dia yang sebenarnya dengan NASA, lihat fact checks 2021 berikut ini:

• Reuters Fact Check, “Fact check-- Alyssa Carson, 20, has not been selected for a Mars Mission”, Reuters, June 8, 2021, https://www.reuters.com/article/factcheck-carson-idUSL2N2NP20P.

• McKenzie Sadeghi, “Fact check: claim about Alyssa Carson preparing to go to Mars is missing context”, USA TODAY, July 12, 2021, https://www.usatoday.com/story/news/factcheck/2021/07/12/fact-check-post-alyssa-carson-mars-preparation-lacks-context/7879648002/.



Wednesday, June 21, 2017

RRC: Gurita Raksasa Lima Tentakel

CHINA, SANG GURITA RAKSASA DENGAN LIMA TENTAKEL YANG SEDANG BERGERAK SENYAP, CERDAS DAN TEPAT SASARAN


Kolase enam foto di atas disusun dari enam screencapture dari sebuah video yang menayangkan gambaran tentang RCC sebagai seekor Gurita Raksasa yang memiliki lima tentakel yang sedang bergerak, mengayun ke sana sini, di kawasan global. Saya merasa kagum atas negeri besar China ini meski saya WNI, persisnya WNI Tionghoa.

Dengan mengisi ruang-ruang kosong di dunia yang tidak ditangani USA, China akan segera menjadi Gurita Raksasa Adidaya Dunia dengan lima tentakel yang memeluk dunia minimal dalam lima bidang besar:

1. Energi terbarukan yang dihasilkan dari panel-panel solar raksasa yang mengapung di lelautan, selain pemanfaatan tenaga angin. Bahan bakar fosil yang persediaannya makin menipis akan segera ditinggalkan; dus, mengurangi dengan signifikan level polusi udara lewat pemanfaatan sumber energi terbarukan yang murah yang akan dibangun besar-besaran untuk jangka panjang.

2. Memperluas pengaruh China di wilayah politik dan ekonomi global; membangun dan memperluas rute transportasi laut dan darat untuk memasok persediaan makanan, pertama-tama bagi negeri China sendiri, yang pada saatnya akan makin berkurang di seluruh dunia. Untuk keperluan itu, China akan membeli, bukan menjajah, tanah-tanah luas di Amerika Selatan, Afrika dll untuk dijadikan lahan pertanian global mereka.

3. Meraih prestasi tertinggi di dunia dalam olah raga sepak bola, dengan target pertama menjadi juara Piala Dunia sebelum 2050. Untuk tujuan ini, sumber daya manusia (seperti pelatih dan atlit) dibina dari warga China sendiri lewat pendidikan dan pelatihan berdisiplin di 50.000 akademi yang sedang disiapkan dan akan dibangun di dalam negeri; sekaligus menghentikan para pelatih asing bayaran.

4. Membangun kembali dan mengaktifkan Jalur Sutra, dan membangun dan menjalankan Ekonomi Sirkular: sumber-sumber daya alam dalam negeri atau yang dimiliki di luar negeri diberdayakan semaksimal mungkin sehingga berbagai produksi di semua sektor dihasilkan berlimpah lalu diekspor ke luar negeri untuk menghasilkan devisa yang akan digunakan kembali untuk meningkatkan berbagai produksi negeri sendiri untuk diekspor lagi. Ekonomi Sirkular ini makin terus melipatgandakan kemampuan ekonomi produktif China dan kemampuan ekspor mereka tanpa batas.

5. Menjadi pengawas dan penjaga dunia, perdagangan bebas, dan pemimpin terdepan dalam usaha global melawan perubahan iklim dan dampak-dampak buruknya bagi dunia.

Lima usaha besar ini yang akan mengangkat China menjadi Adidaya Dunia, pengganti USA, akan dan sedang dijalankan dengan cerdas, senyap dan tepat sasaran.

Reaksi murahan mengkafirkan China dan me-neraka-kan negeri Gurita Raksasa ini tidak akan menghentikan gerak enerjik lima tentakel Gurita Raksasa China sedikitpun. Sainstek modern tidak akan pernah bisa ditakut-takuti apalagi dikalahkan oleh ancaman-ancaman keagamaan apapun. Sainstek bisa dikalahkan hanya oleh sainstek yang lebih maju. 

Umat dari agama-agama apapun yang tidak mau masuk ke pertarungan global dalam pengembangan dan penguasaan sainstek akan pasti terbuang dari planet Bumi, karena umumnya mereka hanya berniat masuk ke kawasan sorga yang tak memiliki angka-angka koordinat dalam jagat raya yang empiris. Agama-agama mereka bisa jadi mematahkan daya juang dan daya tarung mereka di arena pertarungan sainstek modern, agama kaum pecundang. Agama yang mendorong umat penganutnya ke akhirat, dengan melupakan fakta bahwa kehidupan real di planet Bumi dan di planet-planet lain masih akan berlangsung milyaran tahun ke depan.

Lupakan reaksi murahan para pecundang itu. Jalan satu-satunya untuk menghadapi dan melawan China adalah: mendahului Gurita Raksasa China untuk masuk lebih dulu ke lima bidang yang mau dirangkul tentakel-tentakelnya.

Jika langkah itu tidak mungkin NKRI bisa lakukan dalam waktu dekat, ya jalan alternatif demi kepentingan NKRI jangka panjang adalah BELAJAR DULU DARI CHINA DENGAN CERDAS, TERPELAJAR, MAU SERBATAHU, CEKATAN, TAKTIS, SENYAP dan ULET sebagai bangsa Indonesia yang bermartabat dan tangguh. 

CATAT INI: Para politikus dan pengpeng bunglon yang egoistik, haus kekuasaan abadi, dan korup, segera harus eling, sadar diri, lalu mundur teratur demi kepentingan dan kemenangan dan kebesaran bangsa dan negara Republik Indonesia di masa depan yang dekat ini.

Viva NKRI.
And love for the great and determined China.

☆ Ioanes Rakhmat
19 Juni 2017

N.B.
Konon (entah benar atau tidak, saya tak tahu) Pak Hasyim Muzadi pernah menulis topik tentang belajar dari gaya hidup bangsa China. Saya menemukan tulisan ini di sebuah Facebook, judulnya MARI BELAJAR DARI GAYA HIDUP BANGSA CHINA.

Ini link-nya. Bacalah.
https://m.facebook.com/notes/muhammad-a-s-hikam/mari-belajar-gaya-hidup-bangsa-china/10151325668226262/#_=_