Wednesday, May 29, 2019

Meninggalkan hutang saat mati


Jika anda mati dengan meninggalkan hutang uang yang belum anda lunasi, anak-anak atau orang lain saudara anda dapat melunasinya, apalagi jika anda meninggalkan warisan kepada mereka. 

Tetapi jika anda mati dengan meninggalkan hutang besar pada kebenaran, keadilan dan kemanusiaan, maka tidak ada seorang pun dalam dunia ini, setelah anda pergi, yang akan dapat melunasi hutang anda itu.

Jika ini terjadi pada anda, seluruh kehidupan anda menjadi sebuah azab besar, kutukan, dan sebuah batu sandungan.

Hutang budi memang dibawa mati, tetapi hutang pada kebenaran, keadilan dan kemanusiaan tidak akan terlunasi sekalipun andaikan lewat 1000 kematian dan kelahiran kembali.

Jika anda mati nanti, mintalah pada batu nisan anda tercantum sebuah kalimat, "Terbaring di sini dengan tenang Tuan/Nyonya/Nona...., tanpa hutang sedikitpun pada kebenaran, keadilan dan kemanusiaan."

Jika ini kemauan anda, maka anda akan mengisi masa kehidupan anda sekarang ini dengan pengabdian diri yang besar kepada kebenaran, keadilan dan kemanusiaan. 

Mahkota sebuah kerajaan fana adanya. Tetapi jika mahkota di hari kematian anda adalah pembelaan anda terhadap kebenaran, keadilan dan kemanusiaan, mahkota anda ini akan bertahan relatif kekal.

Ya, relatif kekal karena akan diingat dan dikenang untuk waktu yang sangat panjang oleh insan-insan lain. Juga oleh rerumputan, pepohonan, tanaman, bahkan oleh danau, telaga, gunung, air terjun, sungai-sungai, samudera, dan juga oleh semut, jangkrik, kupu-kupu, kumbang, belalang dan kunang-kunang serta bintang-bintang di langit kelam. 

Jakarta, 
26 Mei 2014 (di FB)
29 Mei 2019 (di blog)



ioanes rakhmat

Thursday, May 23, 2019

Bangkitlah!


BANGKITLAH!

20 Mei hari kebangkitan nasional
Pendorong NKRI go-international
Bangsa dan negeri jadi dikenal
Hingga ke semua kawasan global

Para durjana penghalang terpental
Kian pesat lari revolusi mental
Mari berjuang kuatkan mental
Ikat persaudaraan tulus kental

Orang-orang jahat terpontal
Jangan ditertawakan terpingkal
Doakan mereka supaya berakal
Kecerdasan menjadi pangkal

Kebodohan buah pikiran dangkal
Bangsa yang bodoh pasti terjungkal 
Dinista bangsa-bangsa asing berakal
NKRI yang cerdas pasti jaya kekal

☆ ioanes rakhmat
20 Mei 2019

Sunday, May 19, 2019

Firman hidup versus apologetika

Hidup itu bertumbuh, bergerak, berbuah dan bertambah tinggi. Berubah makin maju karena proses belajar...

N.B. Baca juga pasangan tulisan ini Menjadi Seorang Ilmuwan Ph.D. di https://ioanesrakhmat.blogspot.com/2013/09/menjadi-seorang-ilmuwan-phd.html?m=0.


FIRMAN TUHAN YANG HIDUP selalu dinamis, kreatif, aktif, progresif, kontekstual, relevan, membangun martabat mulia manusia, menumbuhkan wawasan baru dan tindakan baru, memajukan peradaban dan kesejahteraan umum, dan tak pernah bantut.

Jika tidak demikian, itu bukan firman Tuhan, tetapi firman para dogmatikus yang sudah bantut dan tak hidup lagi. Mereka bekerja di museum teologi fosil, bukan di laboratorium penelitian dan pengkajian kehidupan dan beranekaragam teologi yang baru dan tanggap.

Sesuatu yang hidup itu selalu bergerak, tumbuh, berbuah, dan berubah tahap demi tahap. Selalu belajar. Learning as an ongoing and endless process. 

Bukti bahwa si B telah belajar dengan efektif adalah dia berubah dalam banyak dimensi pemikiran dan tindakan. Tanda tidak belajar adalah tidak ada perubahan mental dan kognisi untuk menuju kemajuan tanpa akhir.

Ada banyak orang cerdas lebih dari lima tahun telah belajar teologi tingkat doktoral di perguruan-perguruan tinggi teologi di dalam negeri atau di luar negeri. Mereka lulus dengan judicium sangat memuaskan atau malah "cum laude", artinya "dengan pujian". Tetapi ada yang aneh pada mereka itu. Apa?

Mereka telah menjadi purnasarjana dengan menyandang gelar doktor (ada lebih dari satu jenis gelar doktor). Hasil belajar bertahun-tahun, tetapi dengan memiliki satu kecakapan atau kemahiran saja. Yakni membela mati-matian salah satu dogma-dogma kuno yang dirumuskan di zaman lampau, ratusan hingga ribuan tahun lalu.

Kata mereka dengan yakin, bahwa suatu dogma yang mereka telah pelajari, harus dibela dan dilindungi serta dijagai dari segala kritikan dan dekonstruksi akademik yang telah dilakukan kalangan lain yang berpikiran maju dan progresif.

Merekalah yang dikenal sebagai para apologet agama-agama. Dengan keahlian satu-satunya membela dan menjaga apa adanya dogma-dogma jumud dalam agama-agama mereka.

Bagi saya, mereka, para ahli apologetika itu, telah belajar tahunan untuk tidak belajar apa-apa. Bisanya hanya menjaga mati-matian dogma-dogma kuno. Tak boleh diubah sedikitpun. Tak boleh digeser-geser sejengkalpun.

Dus, mereka hidup, tapi tanpa pertumbuhan dan perubahan. Mereka bak suatu tanaman hidup, tapi bantut, tetap cebol dan kerdil, meskipun tetap mendapat pupuk dan air.

May God help enlighten them kindly.

ioanes rakhmat
19 Mei 2019


Sunday, May 12, 2019

Dampak destruktif "bully" pada kaum muda


Anak-anak, remaja dan orang muda umumnya yang berada pada posisi lemah, dus rentan terus-menerus mengalami perundungan, yakni diganggu dan diperlakukan dengan agresif, intimidatif, brutal dan kejam lewat ucapan atau tindakan (di-"bully") atau lewat komunikasi online ("cyber bullying"), akan mengalami gangguan fisik dan mental jangka panjang.

Mereka yang menjadi korban perundungan akan mengalami penyusutan volume bagian-bagian otak mereka yang terkait dengan aktivitas pembelajaran, pengambilan keputusan, tindakan dan gerakan.

Juga meningkatkan kecemasan dan berbagai gangguan fisik dan mental lain seperti insomnia dan kehilangan konsentrasi.

Dampak jangka panjangnya buruk, berupa ketidakmampuan membangun relasi sosial, gangguan dan kegagalan dalam sekolah, pekerjaan dan kegiatan ekonomi. Kerugiannya tak terbatas pada individu saja, tapi juga melanda keluarga dan masyarakat.

Sumber-sumber:
Lihat original paper https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4552909/ 

Baca juga https://www.medicalnewstoday.com/articles/324089.php

For pratical help, read this https://beenke.com/education/signs-your-child-is-being-bullied/

12 Mei 2019
ioanes rakhmat


Sunday, May 5, 2019

Temuan Mutakhir Partikel debu bintang LAP-149 di Antarktika 

"Pada mulanya ada debu-debu bintang."

"Kita, manusia, bukan debu-debu bintang. Tapi unsur elementer mikroskopis tubuh kita memang berasal dari debu-debu bintang yang berada nun jauh di atas sana. Asal-usul kita yang paling awal adalah angkasa luar."
☆ ioanes rakhmat

N.B. Tulisan ini juga terpasang di Kompasiana, dikategorikan artikel pilihan oleh adminnya. Ini link-nya. 

https://www.kompasiana.com/ioanesrakhmat.blogspot.com/5ccdc9f295760e58ba559332/temuan-mutakhir-partikel-debu-bintang-di-antarktika?page=all.

Baru ditemukan sebuah partikel debu bintang cebol putih ("white dwarf"/WD) di padang es Antarktika.

Temuan ini sedang dikaji oleh tim ilmuwan dari Universitas Arizona, antara lain oleh Pierre Haenecour, Jane Howe, dan Toma Zega./1/

Kajian atas partikel debu bintang ini, yang baru pertama kali ditemukan, akan memberi banyak pengetahuan astrofisika baru, khususnya tentang ihwal bagaimana sistem Matahari kita terbentuk milyaran tahun lalu, dan umumnya tentang termodinamik ledakan bintang-bintang (atau "novae", tunggal "nova").

Partikel debu ini, yang diberi nama LAP-149, berasal dari debu-debu ledakan sebuah WD yang terjadi sebelum sistem Matahari kita terbentuk 4,5 milyar tahun lalu./2/

Sistem Matahari kita

Butiran partikel ini ditemukan dalam kandungan sebuah meteorit yang telah jatuh di kawasan es La Paz di Antarktika. Meteorit ini berasal dari luar sistem Matahari kita dan telah jatuh ke planet Bumi.

Bintang-bintang WD adalah sisa-sisa bintang-bintang tua yang telah meledak karena reaksi berantai fusi termonuklir dalam bahan bakar nuklir yang terdapat pada inti bintang-bintang tua ini.

Cahaya putih dingin yang berpendar dari sebuah WD adalah remah-remah dari energi yang dihasilkan oleh reaksi-reaksi termofisika fusi bintang-bintang tua dari mana bintang-bintang WD terbentuk.

Pada saat sebuah bintang WD mengorbit sebuah bintang lain yang lebih besar dalam suatu sistem bintang biner, WD tersebut dapat menyedot materi dari bintang lain yang menjadi pasangannya itu.

Begitu materi yang disedot sebuah WD sudah cukup terakumulasi, materi ini secara berkala dapat mencapai suhu yang cukup tinggi yang selanjutnya memicu reaksi fusi termonuklir kembali dalam WD tersebut, dan reaksi ini akan bermuara pada suatu ledakan dahsyat yang melempar ke kevakuman kosmik partikel-partikel awan debu-debu bintang yang kandungannya berlimpah dengan elemen-elemen carbon, oksigen dan silikon.

Citra data mikroskopik partikel LAP-149 yang diberi warna. Merah: carbon. Biru: oksigen. Hijau: silikon.

Dari debu-debu bintang yang berlimpah ini, ada yang terlontar sampai ke Bumi lewat meteorit-meteorit.

Kajian-kajian atas partikel LAP-149 ini sedang dijalankan.

Ditemukan, bukan saja mikrostruktur partikel ini (yang ukurannya beberapa ratus nanometer), tapi juga silikat yang kaya dengan oksigen dan isotop carbon ^13C yang luar biasa banyak, mencapai 50.000 kali lipat dari yang umum atau normal ditemukan pada planet-planet dan benda-benda lain dalam sistem Matahari kita sendiri.

Dus, para ahli menyimpulkan bahwa debu-debu carbon dan oksigen yang berlimpah dalam nanopartikel-nanopartikel oksida campuran debu-debu grafit dan silikat LAP-149 yang terlontar dari ledakan sebuah bintang WD adalah unsur-unsur esensial yang membentuk sistem Matahari kita.

Berbagai studi yang cermat atas komposisi kimiawi dan mikrostruktur partikel LAP-149 ini akan memberi banyak pengetahuan baru tentang termodinamik ledakan sebuah bintang WD dan tentang bagaimana sistem-sistem Matahari, khususnya sistem Matahari kita, tercipta, yang tidak atau belum kita ketahui sebelumnya.

Selain itu, studi-studi lebih lanjut atas partikel LAP-149 dan atas partikel-partikel debu-debu bintang yang diharapkan masih akan ditemukan lagi, juga akan menambah pengetahuan kita tentang kosmologi pada umumnya dan tentang ihwal bagaimana molekul-molekul kehidupan dapat terbentuk. 

Unsur-unsur kimiawi yang membentuk jagat raya berasal baik dari debu-debu novae maupun, pada awal sekali saat bintang-bintang belum tercipta, dari Bing Bang 13,7 milyar tahun lalu (yakni unsur-unsur kimiawi hidrogen, helium, dan sedikit lithium). 

Sementara ini, karena atom-atom yang berisi nanopartikel LAP-149 yang sudah ditemukan ini belum cukup jumlahnya, usia partikel LAP-149 belum dapat ditentukan.

Jika makin banyak partikel yang sama ditemukan dari meteorit-meteorit lain, baik yang sudah jatuh ke Bumi maupun yang berada dan bergerak di angkasa luar, dan dengan demikian usia partikel-partikel itu dapat ditentukan, maka pengetahuan kita akan menjadi lebih baik tentang rupa struktural bagian galaksi Bima Sakti yang dapat diobservasi dari Bumi. Selain itu, kita juga akan mengetahui hal-hal apa yang memicu terbentuknya sistem Matahari kita. 

Jakarta, 05 Mei 2019
ioanes rakhmat

Sumber-sumber:

/1/ Pierre Haenecour, Jane Y. Howe, et al., "Laboratory evidence for co-condensed oxygen-and-carbon -rich meteoritic stardust from nova outbursts", Nature Astronomy, 29 April 2019, https://www.nature.com/articles/s41550-019-0757-4.

Lihat juga Pierre Haenecour, et al., "Ashes of a Dying Star's Hold Clues about Solar System's Birth", University of Arizona UANews, 29 April 2019, https://uanews.arizona.edu/press-release/ashes-dying-stars-hold-clues-about-solar-systems-birth.

Juga Matt Davis, "Found in Antarctica: A 'Weirdo particle' that predates the Sun", Big Think, 02 May 2019, https://bigthink.com/surprising-science/solar-system-formation.

/2/ Ihwal bagaimana sistem Matahari kita terbentuk, sudah banyak ditulis. Lihat antara lain Nola Taylor Redd, "How Did the Solar System Form?", Space.com, 01 Feb 2017, https://www.space.com/35526-solar-system-formation.html.