Wednesday, December 4, 2024

Artificial Intelligence (4) : John McCarthy

 


Di atas ini, foto John McCarthy (4 September 1927 - 24 Oktober 2011), seorang ilmuwan komputer Amerika. Sumber image Jala University.


Terma "Artificial Intelligence" atau "kecerdasan buatan" diciptakan John McCarthy di tahun 1956 selama konferensi Dartmouth. Dia dikenal luas sebagai salah seorang bapa bidang AI. Katanya, "Artificial Intelligence adalah sains yang membuat mesin-mesin mengerjakan hal-hal yang memerlukan kecerdasan jika dikerjakan oleh manusia."


--- to be continued ---


References

Jose Moya, "John McCarthy: Pioneer in Artificial Intelligence", Jala University, https://jala.university/en/2024/07/11/john-mccarthy-pioneer-in-artificial-intelligence/.




Friday, November 29, 2024

Artificial Intelligence (3) : Isaac Asimov

 


Isaac Asimov (2 Januari 1920 - 6 April 1992). Sumber image: Quora.


Ide-ide manusia tentang AI sudah lama muncul, dan kini ide-ide ini sudah mulai menjadi realitas dalam kehadiran berbagai bentuk robot yang cerdas, robot-robot android/humanoid ("seperti manusia") yang memiliki AI. Setelah itu, lebih maju lagi, berbagai Super-AI android akan juga diciptakan manusia.

Suatu AI yang memiliki tingkat kecerdasan setaraf dengan tingkat kecerdasan manusia dinamakan juga Artificial General Intelligence (AGI); sedangkan AI yang mempunyai tingkat kecerdasan jauh melampaui tingkat kecerdasan manusia disebut juga Artificial Super-Intelligence (ASI).

Suatu Super-AI memiliki kesadaran dan kehendak bebas sendiri dan juga kemampuan inheren untuk terus-menerus menyempurnakan dan memperbanyak diri mereka sendiri secara eksponensial, besar-besaran, dalam waktu cepat. Inilah kemampuan recursive self- improvement atau recursive self-redesigning yang akan dipunyai oleh setiap Super-AI.

Akan dapat terjadi para Super-AI berbalik memusuhi manusia yang menciptakan mereka, atau bahkan berbalik mau memusnahkan manusia. Dalam situasi dan kondisi ini, kesadaran para saintis sudah makin dipertajam untuk memberi batasan-batasan moral kepada robot-robot android/humanoid yang memiliki AI atau Super-AI supaya mereka juga akhirnya menjadi AMAs, Artificial Moral Agents. AMAs adalah robot-robot yang cerdas karena memiliki hard skills, sekaligus robot yang bermoral dan berbudi, karena mempunyai soft skills.

Sebetulnya, pemikiran untuk membatasi gerak-gerik para AI lewat moralitas atau etika robotik sebagaimana juga terjadi pada manusia, sudah dipikirkan lebih dari delapan puluh tahun lalu. Dikehendaki oleh kita, manusia, sistem-sistem AI manapun dan manusia yang menciptakan mereka memiliki dan menjalankan nilai-nilai kehidupan yang segaris; kondisi ini dinamakan value alignment atau congruent values atau AI Ethics.

Dalam suatu cerita pendek yang terbit Maret 1942 dalam Astounding Science Fiction, yang berjudul “Runaround”, Isaac Asimov pertama kali memperkenalkan dengan eksplisit ke publik Tiga Hukum yang harus diberlakukan kepada robot-robot yang memiliki AI. Lalu kemudian dalam novel Robots and Empire yang terbit 1985, Asimov menambahkan satu hukum lagi yang berada di atas ketiga hukum sebelumnya. Empat Hukum robotik Asimov tersebut adalah:

Hukum Nol: Sebuah robot tidak boleh membahayakan umat manusia, atau, lewat sikap diamnya, membiarkan manusia melakukan hal yang membahayakan.

Hukum Pertama: Sebuah robot tidak boleh melukai seorang manusia, atau, lewat sikap diamnya, menyebabkan seorang manusia ada dalam bahaya.

Hukum Kedua: Sebuah robot harus taat pada perintah-perintah yang diberikan manusia, kecuali perintah-perintah tersebut bertentangan dengan Hukum Pertama.

Hukum Ketiga: Sebuah robot harus melindungi kehidupannya sendiri sejauh perlindungan tersebut tidak bertentangan dengan Hukum Pertama dan Hukum Kedua


--- to be continued ---


References

Isaac Asimov, “Runaround”, Astounding Science Fiction (March 1942), hlm. 94-103; idem, I, Robot (New York: Gnome Press, 1950); idem, Robots and Empire (Garden City, N.Y.: Doubleday, 1985). Bertolak dari Empat Hukum yang dirumuskan Asimov, kini penulis-penulis lain memperluas dan mengembangkan hukum-hukum ini. Tetapi banyak juga yang membantah empat hukum robotik Asimov itu.

Stuart Russell, Sabine Hauert, Russ Altman, Manuela Veloso, "Robotics: Ethics of Artificial Intelligence", Nature 521, 415-418 (2015), https://www.nature.com/articles/521415a.

Kathleen Walch, "How AI Is Redefining Defense, Forbes, 9 Dec 2024, https://www.forbes.com/sites/kathleenwalch/2024/12/09/how-ai-is-redefining-defense/.

Peter W. Singer, "Isaac Asimov's Laws of Robotics Are Wrong", Brooking, May 18, 2009, https://www.brookings.edu/articles/isaac-asimovs-laws-of-robotics-are-wrong/.

Scottie Odom, "How are Isaac Asimov's three rules of robotics relevant now?", Quora, https://www.quora.com/How-are-Isaac-Asimov-s-three-rules-of-robotics-relevant-now. Suatu respons terhadap artikel ini oleh Mat Andersson sangat patut dibaca dan dipahami.


Thursday, November 28, 2024

Artificial Intelligence (2) : Ada Lovelace

 


Ada Lovelace (10 Desember 1815 - 27 November 1852), matematikus dan penulis Inggris. Programer komputer pertama dunia, memprediksi sains Artificial Intelligence. Sumber image Wikipedia dan Medium. Image credit: Antoine Claudet (c. 1843).




--- to be continued ---


References

Kristian Wannebo, "Ada Lovelace and Artificial Intelligence", Hiw.aihttps://hiw.ai/ada-lovelace-and-artificial-intelligence/.

Kathleen Walch, "How AI Is Redefining Defense, Forbes, 9 Dec 2024, https://www.forbes.com/sites/kathleenwalch/2024/12/09/how-ai-is-redefining-defense/.

Theatech, "Ada Lovelace: AI's Visionary Pioneer", Linkedin, 31 Aug 2023, https://www.linkedin.com/pulse/ada-lovelace-ais-visionary-pioneer-theatechh.

Sean O' Neill, "How creative Is Your Computer? The Lovelace test is a better measure of artificial intelligence than the Turing test", Slate, Dec 21, 2014, https://slate.com/technology/2014/12/lovelace-test-of-artificial-intelligence-creativity-better-than-the-turing-test-of-intelligence.html.

Marco Tempest, "Ada Lovelace Reimagined: A Live Interactive Journey with Generative AI", International Telecommunication Union (AI for Good), YouTube, June 10, 2024, https://www.youtube.com/watch?v=0ADkO-9Xo7g.

Venny Turner, "AI Pioneers: A Weekly Series--- Episode 2: Ada Lovelace, The Enchantress of Numbers Who Foresaw the Future of AI", Medium, Aug 14, 2023, https://medium.com/@vennyturner/ai-weekly-milestone-ada-lovelace-the-enchantress-of-numbers-who-foresaw-the-future-of-ai-f6d9a6b8177e.

Justyna Zwolak, "Ada Lovelace: The World's First Computer Programmer Who Predicted Artificial Intelligence", National Institute of Standards and Technology, March 22, 2023, https://www.nist.gov/blogs/taking-measure/ada-lovelace-worlds-first-computer-programmer-who-predicted-artificial.




Monday, November 25, 2024

Artificial Intelligence (1) : Alan Turing

 


Alan Turing (23 Juni 1912 - 7 Juni 1954). Image credit: Carnegie Mellon University. Matematikus dan ilmuwan Inggris ini bertanya, "Dapatkah mesin-mesin berpikir?"





--- to be continued ---


References

Alan Turing, "Computing Machinery and Intelligence", Mind 59 (October): 433-60 (1950), https://philpapers.org/rec/TURCMA.

Amber Jackson, "Alan Turing: A Strong Legacy That Powers Modern AI", AI Magazine, June 07, 2024, https://aimagazine.com/machine-learning/alan-turing-a-strong-legacy-that-powers-modern-ai.

B.J. Copeland, "History of Artificial Intelligence (AI)", Britannicahttps://www.britannica.com/science/history-of-artificial-intelligence.

Eds. of Encyclopaedia Britannica, "Turing Test", Britannica, last updated 30 October 2024, https://www.britannica.com/technology/Turing-test.

Jet New, "A Summary of Alan Turing's Computing Machinery and Intelligence", Medium, Aug 12, 2020, https://medium.com/@jetnew/a-summary-of-alan-m-turings-computing-machinery-and-intelligence-fd714d187c0b.






Wednesday, October 30, 2024

Nasib planet Bumi 8 milyar tahun yang akan datang

 





Lima images di atas adalah screenshots dari fragmen-fragmen video YouTube Red Giant Animation. Credit: Adam Makarenko|University of California- Berkeley.

Image kelima (terbawah) adalah animasi planet biru Bumi (kanan) yang mengorbit "white dwarf" (kiri) atau, saya terjemahkan sebagai, "Matahari cebol putih" (tepatkah?) yang sudah kehilangan separuh massa-nya dibandingkan massa Matahari kita sekarang. Karena sudah berubah jadi cebol, susut separuh, gravitasinya melemah signifikan, sehingga planet Bumi (sebagai salah satu planet dalam sistem Matahari kita) dapat dengan alamiah menjauh dari si cebol putih itu, lalu menempati lokasi orbit yang baru, yang berjarak 2 Astronomical Units, dua kali lipat dari jaraknya ke Matahari sekarang ini. Orbit dua AU ini sekarang ditempati planet Mars. Ya, peristiwa astronomis ini baru akan terjadi 8 milyar tahun yang akan datang. Waah!

Nah, sebelum tiba di tahap image kelima --- di mana Bumi sudah menjadi planet biru kembali yang mengorbit Matahari Cebol Putih dengan radius dua kali lipat dari radius yang sekarang ini --- Bumi berubah menjadi sebuah planet lahar (image keempat) karena diterjang oleh si Matahari Raksasa Merah, the Red Giant, yakni Matahari yang sudah menggembung besar sebagai suatu bola api merah raksasa yang menyerbu dan melahap planet-planet yang mengorbit padanya dalam sistem Matahari kita. Planet Merkurius dan planet Venus pasti habis ditelan oleh si Raksasa Merah. Bagaimana dengan Bumi, apakah tidak dilahap juga? Ini pertanyaan yang penting.

Jika Matahari kita, yang telah berubah menjadi Red Giant, cukup cepat melepaskan dan kehilangan separuh massanya, menjadi Matahari Cebol Putih dengan gravitasi yang melemah, maka tersedia waktu untuk planet Bumi bermigrasi alamiah, menjauh dari Matahari lalu mencapai orbit yang lebih jauh, yang radiusnya dua kali dari radius yang semula. Dengan begitu, planet Bumi luput dari lahapan si Raksasa Merah, dan mengorbit si Matahari Cebol Putih. Tetapi, dalam proses ini, karena diserbu oleh bola api merah raksasa (image kedua dan image ketiga), planet Bumi, tak terhindarkan lagi, berubah menjadi sebuah planet lahar yang panas untuk waktu yang cukup panjang, sebelum si Raksasa Merah berubah menjadi si Matahari Cebol Putih. Jadi, untuk sekian waktu, Bumi sebagai sebuah planet lahar tidak bisa dihuni oleh setiap bentuk kehidupan apapun. Image keempat adalah animasi planet Bumi yang berubah menjadi sebuah planet lahar merah, lalu perlahan mulai mendingin kembali.

Apakah skenario astronomis yang digambarkan pada paragraf persis di atas ini dapat aktual terjadi, bukan cuma sebuah animasi? Ya, dapat terjadi, karena sudah ada sebuah contohnya. 

Para ilmuwan telah menemukan sebuah contohnya di dalam jagat raya, dalam galaksi Bima Sakti. Sebuah planet yang seperti Bumi berhasil lolos dari lahapan bintangnya yang telah membengkak menjadi suatu Matahari Raksasa Merah, luput dari kehancuran dan kebinasaan, yang kemudian mengorbit si Raksasa Merah yang telah berubah menjadi suatu Matahari Cebol Putih.



--- to be continued ---


References

Robert Sanders, "8 Billion Years Ahead: Earth's Fate Revealed by a Distant Twin Planet", ScieTechDaily, 28 October 2024, https://scitechdaily.com/?p=427183.

Ben Turner, "Astronomers spot a possible 'future Earth'--- 8 billion years into its future", LiveScience, 26 September 2024, https://www.livescience.com/space/exoplanets/astronomers-spot-a-possible-future-earth-8-billion-years-into-its-future.