Monday, November 25, 2024

Artificial Intelligence (1) : Alan Turing

 


Alan Turing (23 Juni 1912 - 7 Juni 1954). Image credit: Carnegie Mellon University. Matematikus dan ilmuwan Inggris ini bertanya, "Dapatkah mesin-mesin berpikir?"





--- to be continued ---


References

Alan Turing, "Computing Machinery and Intelligence", Mind 59 (October): 433-60 (1950), https://philpapers.org/rec/TURCMA.

Amber Jackson, "Alan Turing: A Strong Legacy That Powers Modern AI", AI Magazine, June 07, 2024, https://aimagazine.com/machine-learning/alan-turing-a-strong-legacy-that-powers-modern-ai.

B.J. Copeland, "History of Artificial Intelligence (AI)", Britannicahttps://www.britannica.com/science/history-of-artificial-intelligence.

Eds. of Encyclopaedia Britannica, "Turing Test", Britannica, last updated 30 October 2024, https://www.britannica.com/technology/Turing-test.

Jet New, "A Summary of Alan Turing's Computing Machinery and Intelligence", Medium, Aug 12, 2020, https://medium.com/@jetnew/a-summary-of-alan-m-turings-computing-machinery-and-intelligence-fd714d187c0b.






Wednesday, October 30, 2024

Nasib planet Bumi 8 milyar tahun yang akan datang

 





Lima images di atas adalah screenshots dari fragmen-fragmen video YouTube Red Giant Animation. Credit: Adam Makarenko|University of California- Berkeley.

Image kelima (terbawah) adalah animasi planet biru Bumi (kanan) yang mengorbit "white dwarf" (kiri) atau, saya terjemahkan sebagai, "Matahari cebol putih" (tepatkah?) yang sudah kehilangan separuh massa-nya dibandingkan massa Matahari kita sekarang. Karena sudah berubah jadi cebol, susut separuh, gravitasinya melemah signifikan, sehingga planet Bumi (sebagai salah satu planet dalam sistem Matahari kita) dapat dengan alamiah menjauh dari si cebol putih itu, lalu menempati lokasi orbit yang baru, yang berjarak 2 Astronomical Units, dua kali lipat dari jaraknya ke Matahari sekarang ini. Orbit dua AU ini sekarang ditempati planet Mars. Ya, peristiwa astronomis ini baru akan terjadi 8 milyar tahun yang akan datang. Waah!

Nah, sebelum tiba di tahap image kelima --- di mana Bumi sudah menjadi planet biru kembali yang mengorbit Matahari Cebol Putih dengan radius dua kali lipat dari radius yang sekarang ini --- Bumi berubah menjadi sebuah planet lahar (image keempat) karena diterjang oleh si Matahari Raksasa Merah, the Red Giant, yakni Matahari yang sudah menggembung besar sebagai suatu bola api merah raksasa yang menyerbu dan melahap planet-planet yang mengorbit padanya dalam sistem Matahari kita. Planet Merkurius dan planet Venus pasti habis ditelan oleh si Raksasa Merah. Bagaimana dengan Bumi, apakah tidak dilahap juga? Ini pertanyaan yang penting.

Jika Matahari kita, yang telah berubah menjadi Red Giant, cukup cepat melepaskan dan kehilangan separuh massanya, menjadi Matahari Cebol Putih dengan gravitasi yang melemah, maka tersedia waktu untuk planet Bumi bermigrasi alamiah, menjauh dari Matahari lalu mencapai orbit yang lebih jauh, yang radiusnya dua kali dari radius yang semula. Dengan begitu, planet Bumi luput dari lahapan si Raksasa Merah, dan mengorbit si Matahari Cebol Putih. Tetapi, dalam proses ini, karena diserbu oleh bola api merah raksasa (image kedua dan image ketiga), planet Bumi, tak terhindarkan lagi, berubah menjadi sebuah planet lahar yang panas untuk waktu yang cukup panjang, sebelum si Raksasa Merah berubah menjadi si Matahari Cebol Putih. Jadi, untuk sekian waktu, Bumi sebagai sebuah planet lahar tidak bisa dihuni oleh setiap bentuk kehidupan apapun. Image keempat adalah animasi planet Bumi yang berubah menjadi sebuah planet lahar merah, lalu perlahan mulai mendingin kembali.

Apakah skenario astronomis yang digambarkan pada paragraf persis di atas ini dapat aktual terjadi, bukan cuma sebuah animasi? Ya, dapat terjadi, karena sudah ada sebuah contohnya. 

Para ilmuwan telah menemukan sebuah contohnya di dalam jagat raya, dalam galaksi Bima Sakti. Sebuah planet yang seperti Bumi berhasil lolos dari lahapan bintangnya yang telah membengkak menjadi suatu Matahari Raksasa Merah, luput dari kehancuran dan kebinasaan, yang kemudian mengorbit si Raksasa Merah yang telah berubah menjadi suatu Matahari Cebol Putih.



--- to be continued ---


References

Robert Sanders, "8 Billion Years Ahead: Earth's Fate Revealed by a Distant Twin Planet", ScieTechDaily, 28 October 2024, https://scitechdaily.com/?p=427183.

Ben Turner, "Astronomers spot a possible 'future Earth'--- 8 billion years into its future", LiveScience, 26 September 2024, https://www.livescience.com/space/exoplanets/astronomers-spot-a-possible-future-earth-8-billion-years-into-its-future.


Monday, October 28, 2024

Kelelawar kosmik di antariksa

 


Nebula Kelelawar Kosmik LDN 43. Sumber image: APOD NASA, 27 Oktober 2024. Credit dan copyright: Mark Hanson dan Mike Selby. Teks: Michelle Thaller (GSFC NASA). Klik fotonya untuk memperbesar.



Foto di atas sangat menakjubkan, sekaligus mendorong kita untuk berimajinasi dengan bebas. Kita semua pasti sepakat bahwa yang terlihat pada foto adalah seekor kelelawar raksasa yang gagah, yang sedang terbang dalam ruang vakum kosmik yang ditaburi bintang-bintang dan benda-benda kosmik lainnya yang memancarkan cahaya. 

Mungkin masih banyak orang yang akan bertanya, apakah foto di atas menampilkan seekor kelelawar raksasa betulan yang sedang terbang di antariksa yang tanpa batas? Jawabnya sederhana. 

Foto itu menampilkan nebula atau awan-awan (filamen gas dan debu) di dalam antariksa yang kebetulan mengambil rupa seekor kelelawar raksasa yang sedang melayang terbang. Nebula ini dinamakan Nebula Kelelawar Kosmik LDN 43, yang sepasang sayapnya membentang sepanjang 12 tahun cahaya, berlokasi di konstelasi Ophiuchus, 1400 tahun cahaya jauhnya dari Bumi. 

Awan LDN 43 cukup padat dan pekat sehingga memblokir bukan saja cahaya dari bintang-bintang di latar belakangnya, melainkan juga gumpalan-gumpalan kecil gas-gas yang dibuat bercahaya oleh pantulan Nebula LBN 7 yang berada di dekatnya. 


References

https://apod.nasa.gov/apod/astropix.html

https://www.hansonastronomy.com/ldn-43-the-cosmic-bat

https://www.paulpoteet.com/2024/10/27/ldn-43-the-cosmic-bat-nebula/



Sunday, September 29, 2024

Lagu The Beatles ACROSS THE UNIVERSE Dikirim NASA 2008 Jauh ke Antariksa

 


John Lennon (wafat 8 Desember 1980) dan Paul McCartney. Sumber image ebay.


"Bekerja dengan John Lennon adalah sesuatu yang paling sedikit menimbulkan rasa sakit, yang pernah saya alami dalam kehidupan saya. Ketika anda bermain dengannya, anda dapat merasakan bahwa dia mendengarkan anda. Dia tidak mengganggu anda atau menyakiti anda; dia membiarkan anda menjadi diri anda sendiri. Dia hanya duduk, dan kami mulai bermain."
• Gordon Edwards (gitaris bass, tahun 1970-an). Sumber: Stevie Glasgow, Bass Player, 12 October 2024.



Setelah menulis tentang lagu hip-hop artis Missy Elliott yang berjudul The Rain (Supa Dupa Fly) yang sudah saya unggah di Freidenk Blog ini pada 17 Agustus 2024 yang lalu, saya merasa perlu juga sekarang ini mengulas lagu The Beatles Across The Universe yang pada enam belas tahun lalu, tepatnya 4 Februari 2008, pukul 7:00 p.m. EST (atau 0000 5 Februari GMT), telah dikirim NASA ke Bintang Utara (North Star), Polaris. Anda tahu berapa jauh bintang ini dari planet Bumi?

Bintang Polaris berjarak 431 tahun cahaya dari Bumi, atau sama dengan 2,5 quadrillion mile (1 quadrillion = 10¹⁵). Setelah lagu Across The Universe dikonversi ke data digital, NASA mentransmisi lagu ini ke Polaris sebagai gelombang radio, yang merambat dengan kecepatan cahaya 186.000 mile per detik atau 300.000 km per detik. Itu berarti, lagu The Beatles ini, yang diciptakan oleh artis-artis hebat Inggris John Lennon dan Paul McCartney, akhirnya akan sampai di Polaris tahun 2439. Saat itu, di manakah kita semua berada? Mungkin kita akan sudah ada di mana-mana karena ketiadaan kita.

Transmisi Across The Universe ke antariksa yang dalam dilakukan NASA lewat Deep Space Network (DSN) yang dikelola oleh para teknisi di Jet Propulsion Laboratory, Pasadena, California. Transmisi data digital lagu ini dilakukan lewat antena radio piringan parabola Deep Space Station-63 (DSS-63) yang berdiameter 70 m, yang berlokasi di Deep Space Communication Complex, Madrid, Spanyol. DSS adalah suatu bagian dari DSN internasional yang dikelola oleh NASA sebagai suatu jaringan antena-antena radio internasional di tiga negara (Goldstone, California, Amerika; Madrid, Spanyol; dan Canberra, Australia), dan beberapa yang mengorbit Bumi, yang semuanya mendukung misi-misi eksplorasi jagat raya. Tentang DSN NASA, baca lebih lanjut What is the DSN?



Antena DSS-63, bagian dari DSN NASA, yang terlihat sangat besar di kawasan pedesaan Robledo, dekat Madrid, Spanyol. Sumber image: NBC News, February 1, 2008.


Andaikanlah anda "menghuni" Bintang Utara, Polaris, dan ingin menangkap pancaran lagu Across The Universe yang telah tiba di tempat anda tahun 2439. Nah, untuk keperluan itu anda memerlukan sebuah antena juga dan pesawat penerima gelombang radio untuk mengonversi data digital lagu ini balik ke suara musik-- cara yang sama dipakai ketika seorang penduduk Bumi sekarang ingin menangkap siaran televisi satelit.

Kalau inisiatif untuk mengirim lagu hip-hop artis Missy Elliot The Rain (Supa Dupa Fly) ke planet Venus datang dari orang dalam NASA, maka ide pemancaran lagu The Beatles Across The Universe ke Polaris diajukan oleh seorang Inggris yang bernama Martin Lewis, pakar sejarah Beatles, yang oleh Los Angeles Weekly (LA Weekly) dijuluki "Manusia Zaman Barok sejati". Lewis pernah menjadi produser DVD-DVD The Beatles yang berbasis di Los Angeles. Lewis memilih lagu Across The Universe yang direkam di studio-studio EMI London pada 4 dan 5 Februari 1968 dan 2 Oktober 1968 dan dirilis ke publik pada 12 Desember 1969 karena, menurutnya, judul dan lirik lagu ini menampilkan semangat persahabatan dan harmoni; menyampaikan seruan-seruan dan ajakan-ajakan yang universal, melampaui zaman-zaman, batas-batas negara, bahasa dan berbagai hambatan lain. 

Tepatlah jika Lewis mengajak fans The Beatles di seluruh dunia untuk bersama-sama memutar lagu Across The Universe pada saat lagu ini sedang dipancarkan ke bintang yang jauh Polaris oleh NASA pada 4 Februari 2008. Oleh fans The Beatles, 4 Februari dijadikan Across The Universe Day Pentransmisian lagu Across The Universe ke antariksa yang jauh dimaksudkan untuk merayakan ulang tahun ke-40 perekaman lagu ini oleh studio-studio EMI Abbey Road, London.

Pengiriman oleh NASA ke bintang Polaris lagu Across The Universe disetujui oleh Paul McCartney, Yoko Ono (janda Lennon, artis multimedia), dan Apple Records yang, kata Lewis, "selalu mencari pasar-pasar yang baru." Paul McCartney menyatakan pengiriman ini "suatu kecakapan yang menakjubkan"; serunya kepada NASA, "Well done, NASA. Send my love to the Aliens. All the best, Paul", "Selamat, NASA. Kirimkan cinta saya kepada Alien-alien. Salam, Paul."

Tentang pengiriman ke antariksa yang jauh lagu Across The Universe, Yoko Ono, yang di tahun 1981 menerima Grammy Award for Album of the Year (yakni album Yoko Ono dan Lennon, Double Fantasy, 1980), menyatakan, "Aku lihat bahwa pengiriman ini adalah permulaan dari suatu zaman yang baru, yang di dalamnya kita akan berkomunikasi dengan milyaran planet di seluruh jagat raya." Ya, inisiatif berkomunikasi antarbintang mustinya juga datang dari kita di Bumi, bukan kita menunggu dengan pasif datangnya pesan-pesan dalam bentuk apapun dari antariksa yang jauh dan dalam.

Seandainya John Lennon masih hidup di saat NASA memancarkan format data digital lagu ciptaannya Across The Universe ke Polaris, dia pasti akan sangat girang melonjak-lonjak dan tergerak hati. Ketika Rolling Stone mewawancarai Lennon di tahun 1970, dia menyebut lagu tersebut mungkin lagu terbaiknya, dengan lirik yang terbaik dan paling puitis yang pernah ditulisnya. Kata Lennon, "Ini adalah salah satu lirik terbaik yang pernah saya tulis. Faktanya, ini dapatlah suatu lirik terbaik. Ini suatu seni puisi yang bagus, atau suatu hal apapun yang anda dapat sebut, tanpa mengunyahnya. Anda tahu, lirik-lirik yang aku sukai adalah lirik-lirik yang berdiri sebagai kata-kata, tanpa melodi apapun. Lirik-lirik tidak harus memiliki melodi apapun, seperti sebuah puisi, dan anda tinggal membacanya saja."

Sudah lazim, orang menyebut dua nama musikus John Lennon dan Paul McCartney sebagai pencipta lagu Across The Universe. Namun sebetulnya, penulis utama dan pertama lagu ini adalah John Lennon yang mengasalkan lagunya ini pada inspirasi. 

Di suatu malam di tahun 1967, untaian kata-kata "words are flowing out like endless rain into a paper cup" datang ke Lennon setelah dia mendengarkan ocehan isterinya waktu itu (Cynthia). Kata Lennon, "Saya sedang berbaring di sisi isteri pertama saya di ranjang, dan saya sedang berpikir. Dia pastilah sedang tak henti-hentinya mengungkapkan sesuatu, lalu tertidur, dan saya terus-menerus mendengar kata-kata ini berulang-ulang; mengalir seperti suatu arus yang tak pernah berhenti. Saya turun ke bawah dan kata-kata ini berubah menjadi sejenis lagu kosmik alih-alih sebagai suatu nyanyian orang yang hatinya terluka. Ketimbang berbunyi 'mengapa engkau selalu menyombongkan diri dan kasar terhadapku', [kata-kata] itu murni inspirasional dan diberikan kepadaku sebagai suatu suara ledakan, boom! Saya tidak memilikinya, engkau tahu. Kata-kata itu datang seperti itu."

Nah, pemancaran ke antariksa yang dalam, deep space, lagu inspirasional Across The Universe ini --- sebagai suatu Interstellar Radio Message (IRM), suatu Pesan Radio Antarbintang --- juga untuk merayakan serentak ultah ke-45 DSN NASA dan ultah ke-50 pendirian NASA, dan juga untuk mengenang kembali peluncuran satelit pertama Amerika Explorer 1 yang dilakukan 50 tahun sebelumnya. 

Oleh NASA, transmisi data digital Across The Universe dilakukan pada band 4,2-cm (sekitar 7,14 GHz, band C), dengan daya 18 kilowatt. Dalam format digital, transmisi berlangsung dengan kecepatan 128 kbps, berlangsung selama 3,6 menit --- ini adalah kecepatan dan angka data yang normal bagi suatu rekaman digital di Bumi.

Tetapi A.L. Zaitsev, salah seorang yang terlibat dalam transmisi IRM pertama di dunia yang berupa lagu Teen Age Message (TAM) ke antariksa oleh Russia di tahun 2001, berpendapat bahwa proyek NASA mentransmisi Across The Universe dalam data teknis digital tersebut di paragraf atas memiliki masalah-masalah. 

Kata Zaitsev, proyek tersebut cuma suatu iklan publisitas NASA. Format digital terkompresi yang dipakai membuat data lebih rentan dan rapuh terhadap kesalahan-kesalahan, jika dibandingkan dengan pendekatan analog yang dipakai TAM. Selain itu, alien-alien dapat tidak memiliki pengetahuan tentang algoritma-algoritma yang digunakan dalam menangkap kemampuan audio manusia. Angka transmisi data juga terlalu tinggi sehingga dapat menggagalkan penerimaan pancaran data yang utuh dan sinambung oleh suatu stasiun radio yang berlokasi sangat jauh. Suatu angka data yang 300.000 kali lebih rendah jadinya diperlukan. Satu hal terakhir, pemilihan bintang Polaris juga tidak memungkinkan pesan yang disampaikan mencapai bentuk-bentuk kehidupan alien apapun jika mereka haruslah ada. Betul juga, di bintang apapun tidak ada organisme apapun yang dapat membangun suatu stasiun penerima dan pemancar radio. Dapatkah kita, Homo sapiens, membangun stasiun-stasiun radio di bintang Matahari kita?




Video musik Across The Universe (Remastered 2009), yang diunduh dari YouTube pada 7 Oktober 2024, pukul 21:03, dengan views mencapai 31.098.209. Video ini diunggah ke YouTube pada 17 Juni 2018 oleh Universal Music Group, divisi Calderstone Productions Limited. Video musiknya memakai versi yang dirilis 08 Mei 1970.


ACROSS THE UNIVERSE

Words are flowing out like endless rain into a paper cup
They slither wildly as they slip away across the universe
Pools of sorrow, waves of joy are drifting through my opened mind
Possessing and caressing me

Jai guru deva, om
Nothing's gonna change my world
Nothing's gonna change my world
Nothing's gonna change my world
Nothing's gonna change my world

Images of broken light which dance before me like a million eyes
They call me on and on across the universe
Thoughts meander like a restless wind inside a letterbox
They tumble blindly as they make their way across the universe

Jai guru deva, om
Nothing's gonna change my world
Nothing's gonna change my world
Nothing's gonna change my world
Nothing's gonna change my world

Sounds of laughter, shades of life are ringing
Through my open ears inciting and inviting me
Limitless undying love which shines around me like a million suns
It calls me on and on across the universe

Jai guru deva, om
Nothing's gonna change my world
Nothing's gonna change my world
Nothing's gonna change my world
Nothing's gonna change my world

Jai guru deva
Jai guru deva
Jai guru deva
Jai guru deva
Jai guru deva
Jai guru deva

[Source: Musixmatch. Songwriters: Paul McCartney /John Lennon. Across the Universe lyrics © Sony/atv Tunes Llc]


--- belum selesai (to be continued) ---

* Diedit 15 Oktober 2024


References

Michael Cabbage et al., "NASA and the Beatles Celebrate Anniversaries by Beaming Song 'Across The Universe' Into Deep Space", JPL, 31 January 2008, https://www.jpl.nasa.gov/news/nasa-and-the-beatles-celebrate-anniversaries-by-beaming-song-across-the-universe-into-deep-space/.

Heavy Reverie, "The Beatles' Journey 'Across the Universe", Heavy Reverie blog, 1 September 2018, https://heavyreverie.wordpress.com/2018/09/01/across-the-universe/.

Richard Luscombe, "Beatles to be beamed across the universe", The Guardian, 2 February 2008, https://www.theguardian.com/world/2008/feb/02/usa.musicnews.

Space.com staff, "NASA Takes The Beatles 'Across the Universe' Literally", Space.com, 2 February 2008, https://www.space.com/4903-nasa-takes-beatles-universe-literally.html.

Wikipedia, "Across the Universe", last edited 28 September 2024, https://en.wikipedia.org/wiki/Across_the_Universe.

John Lennon & Paul McCartney, "Across The Universe", released in 1970, last updated 15 September 2021, Paul McCartney Project, https://www.the-paulmccartney-project.com/song/across-the-universe/.

MSNBC.Com staff and news service reports," NASA beaming Beatles tune to the stars", NBC News, 1 February 2008, https://www.nbcnews.com/id/wbna22951001.

William Steigerwald, "Inspiration Links The Beatles, a Fossil and a NASA Mission", NASA, 01 June 2017, https://www.nasa.gov/missions/inspiration-links-the-beatles-a-fossil-and-a-nasa-mission/.

Patrick J. Lyons, "NASA Says, ' Hello, Universe. Meet The Beatles'", The New York Times, 1 February 2008, updated 5 February 2008, https://archive.nytimes.com/thelede.blogs.nytimes.com/2008/02/01/nasa-says-hello-universe-meet-the-beatles/.

Wikipedia, "Across The Universe (Message)", https://en.wikipedia.org/wiki/Across_the_Universe_(message).

Breanna-Henderson, NV, "Across The Universe by The Beatles", Songfacts, https://www.songfacts.com/facts/the-beatles/across-the-universe.

"Across The Universe. John Lennon and Paul McCartney", Feenotes, https://www.feenotes.com/database/music/across-the-universe/.

Dennis Overbye "Across the Universe, Literally", The New York Times, 1 February 2008, https://www.nytimes.com/2008/02/01/us/01brfs-ACROSSTHEUNI_BRF.html.

"The Beatles Lyrics Across The Universe ('Let It Be' Version)", AZlyrics, https://www.azlyrics.com/lyrics/beatles/acrosstheuniverse.html.

Fab Forum Discussion, "The Beatles Bible: Across The Universe", published 14 March 2008, last updated 1 March 2023, https://www.beatlesbible.com/songs/across-the-universe/.

Wikipedia, "Across The Universe", last edited 28 September 2024, https://en.wikipedia.org/wiki/Across_the_Universe.

A.L. Zaitsev, "The first musical interstellar radio message: Theory and Methods of Signal Processing", Springer Link, Journal of Communications Technology Electronics, volume 53, pages 1107-1113, 24 September 2008,

Heather Monaghan, "What is the Deep Space Network?", NASA, 30 March 2020, https://www.nasa.gov/directorates/somd/space-communications-navigation-program/what-is-the-deep-space-network/.




Saturday, August 17, 2024

NASA mengirim lagu hip-hop artis Missy Elliott "The Rain (Supa Dupa Fly)" ke planet Venus 2024

 


Tangkapan layar (screencapture) video musik YouTube The Rain 18 Agustus 2024, pukul 23:34:22, dengan jumlah views 33.184.767


Pada Jumat, 12 Juli 2024, pukul 10:05 a.m. PDT, untuk pertama kalinya NASA mengirim sebuah lagu genre hip-hop (rap) karya artis Missy Elliott (lahir 1 Juli 1971 di Portsmouth, Virginia, Amerika Serikat) yang berjudul The Rain (Supa Dupa Fly) ke planet Venus yang berjarak 254 juta km (= 158 juta mile) dari Bumi. Pengiriman dengan kecepatan cahaya lewat sinyal frekuensi radio ini memerlukan waktu hampir 14 menit untuk lagu ini sampai di Venus.

Lagu hip-hop Missy ini dirilis pertama kali ke publik lewat stasiun-stasiun radio 20 Mei 1997; dan dalam bentuk album CD tunggal 2 Juli 1997; kemudian dalam bentuk video musik 27 Oktober 2009. 

Jadi, lagu hip-hop The Rain ini diciptakan sudah 27 tahun lalu; dan baru saja, di tahun 2024, ditransmisi (dalam format digital) ke planet Venus lewat Deep Space Network (DSN) NASA dari komplek Goldstone Jet Propulsion Laboratory (JPL) Deep Space Communications, dekat Barstow, California Selatan. Padahal, di tahun 1997 Missy (yang mempunyai nama panggilan Misdemeanor) sudah mengeluarkan lagu hip-hop ini dari album studio pertamanya yang dirilis ke publik. Ketika memikirkan kembali lagu The Rain 26 tahun kemudian, persisnya di tanggal 28 Juli 2023, Missy menyatakan dengan keren bahwa The Rain kini "masih sangat jauh melampaui zamannya. Fakta-faktanya begitu. Saksikan videonya sekarang."

Sebagai seorang artis hip-hop, karena prestasi-prestasinya di industri musik, Missy telah menerima 4 Grammy Awards sebagai Award paling bergengsi dan signifikan di dunia musik. Missy juga seorang perempuan rapper pertama yang berhasil masuk ke Songwriters Hall of Fame. Di tahun 2020, Billboard menempatkannya di peringkat kelima dalam daftar 100 artis video musik segala zaman yang mereka susun. Di tahun 2021, Missy dihormati dengan sebuah bintang pada Hollywood Walk of Fame. 



Artis Missy Elliott dan piala Grammy Award. Sumber image: Alamy.com


Pada 3 Mei 2023 keluar pengumuman bahwa Missy Elliott dinominasikan sebagai sosok artis yang akan masuk dalam Rock & Roll Hall of Fame. Upacara perayaan dan konser resmi dimasukkannya Missy dan sejumlah artis lain ke dalam R & R Hall of Fame diadakan Jumat, 3 November 2023, di Barclays Center di Brooklyn. Sejauh ini, Missy adalah penyanyi hip-hop pertama dan satu-satunya yang dimasukkan ke dalam R & R Hall of Fame. Bagi Missy, penghargaan terhadap dirinya ini sebagai bagian dari R & R Hall of Fame adalah sesuatu yang besar bukan saja buat dirinya sendiri, tetapi juga buat semua saudarinya dalam musik hip-hop. Kata Missy, "Pintunya kini sudah terbuka untuk menunjukkan kita telah bekerja keras dan apa yang banyak di antara kita telah sumbangkan ke musik."

Dalam acara R & R Hall of Fame itu, ikon Ratu hip-hop Latifah memperkenalkan Missy dan memujinya sebagai seorang artis asal Virginia yang telah menghasilkan karya musik rhima yang kreatif dan inovatif, dalam kerjasama dengan produser musik Timbaland, dan sebuah album rap perdananya Supa Dupa Fly yang akan berpengaruh besar di masa depan. Latifah menegaskan, "Kita belum pernah mendengar apapun juga yang seperti itu dalam kehidupan kita. Karya-karya Missy telah membuka pintu bagi kemungkinan-kemungkinan baru dalam segala segi dari musik kontemporer, dan tak sedikit juga bagi rock and roll. Tapi, percayalah padaku, tidak ada sesuatu pun yang masih terdengar sama setelah Missy tampil di arena.... Dan itu lantaran Missy telah dan akan selalu menjadi seorang artis futuris, sosok yang selalu memandang jauh ke depan. Dia seorang avant-garde, sosok yang selalu tampil dengan ide-ide dan metode-metode baru, bahkan tanpa dia mencoba ke situ."

Nah, pemancaran lagu The Rain ke planet Venus ini memakai antena radio parabola Deep Space Station 13 (DSS-13) yang berdiameter 34 meter, yang berlokasi di komplek Goldstone tersebut di atas. Kebetulan, DSS-13 juga diberi nama Venus.



Lewat antena piringan parabola DSS-13 lagu hip-hop Missy Elliott The Rain telah dikirim ke planet Venus. Sumber image Heise Online, edisi 16 Juli 2024. 


Prakarsa untuk NASA bekerjasama dengan tim Missy Elliott diambil oleh Brittany Brown, direktur Digital and Technology Division, Office of Communications, di kantor pusat NASA di Washington. 

Brown menyatakan bahwa eksplorasi antariksa yang dalam dan seni karya Missy Elliott telah dan sedang saling mendekat, dengan menekan batas-batas yang semula ada antara keduanya. Kerjasama dua bidang ini memang tidak biasa, pushing the boundaries, yang bukan tanpa alasan. Brown menegaskan bahwa "Missy memiliki suatu rekam jejak menggabung pengisahan-pengisahan dalam dunia seni yang terpusat pada antariksa dengan visual-visual futuristik dalam video-video musiknya. Jadi, kesempatan untuk berkolaborasi dalam hal-hal yang luar biasa, yang mencakup luar Bumi dunia kita, betul-betul pas."

Apa respons Missy Elliott atas pengiriman lagu hip-hopnya The Rain oleh NASA jauh ke planet Venus, planet favoritnya? 

Karir musik Elliott dimulai lebih dari 30 tahun yang lalu, dan DSN telah berkomunikasi dengan wantariksa-wantariksa lebih dari 60 tahun. Dengan adanya DSN, musik Elliott telah menjelajah jauh melampaui penggemar-penggemarnya di Bumi, masuk ke suatu dunia yang berbeda. Adakah fans baru Missy di planet Venus?

Respons Elliott, "Saya masih tidak bisa percaya bahwa saya telah keluar dari dunia ini bersama NASA melalui DSN ketika 'The Rain (Supa Dupa Fly)' menjadi lagu hip-hop pertama yang dikirim ke angkasa luar." Selanjutnya Elliott menyatakan, "Saya telah memilih Venus karena planet ini menyimbolkan kekuatan, keindahan dan pemberdayaan, dan saya merasa sangat dihormati lewat pemberian kesempatan untuk saya membagi seni dan pesan saya kepada jagat raya, the universe!"

Apa alasan NASA memilih lagu hip-hop The Rain untuk dikirim ke Venus? Ya, sudahlah jelas bahwa NASA ingin mempertemukan dunia seni (musik) di Bumi dengan eksplorasi antariksa yang dalam, deep space exploration. Batas-batas yang memisahkan keduanya sedang disingkirkan. Setiap sains dapat memiliki keindahan dan pesona artistik; dan ada banyak karya seni yang memuat pesan-pesan keilmuan. Menurut NASA, bagian tertentu lirik lagu hip-hop Elliott The Rain menyampaikan suatu pesan bahwa bintang-bintang di langit segaris dan bermitra dengan para artis di Bumi sebagai bintang-bintang. The stars above and the stars on Earth below align.



Video musik Missy Elliott, The Rain (Supa Dupa Fly). Sumber YouTube.


Mari kita coba tangkap sendiri pesan lirik lagu The Rain, berikut ini. Saya sendiri tak yakin akan bisa menangkap pesan-pesan dalam lirik lagu Elliott ini.


THE RAIN (SUPA DUPA FLY)

Me, I'm supa fly
Supa dupa fly, supa dupa fly (I can't stand the rain)
Me, I'm supa fly (against my window)
Supa dupa fly, supa dupa fly (I can't stand the rain)
Me, I'm supa fly (against my window)
Supa dupa fly, supa dupa fly (I, I can't stand the rain)
Me, I'm supa fly (against my window)

When the rain hits my window
I take and - me some Indo
Me and Timbaland, ooh, we sang a jangle
We so tight, that you get our styles tangled
Sway on dosie-do like you loco
"Can we get kinky tonight?" Like Coko, so-so
You don't wanna play with my Yo-Yo
I smoke my hydro on the D-low

I can't stand the rain
Against my window, I can't stand the rain
Against my window, I can't stand the rain
Against my window, I-I can't stand the rain
Against my window

Beep, beep, who got the keys to the Jeep? Vroom
I'm driving to the beach
Top down, loud sounds, see my peeps
Give them pounds, now look who it be
It be me, me, me and Timothy
Look like it's 'bout to rain, what a shame
I got the Armor-All to shine up the stain
Oh, Missy, try to maintain
Ficky-ficky-ficky-ficky-ficky-ficky-ficky
I can't stand the rain

I can't stand the rain
Against my window, I-I can't stand the rain
Against my window, I can't stand the rain
Against my window, I can't stand the rain

I feel the wind, five, six, seven, eight, nine, ten (nine, ten)
Begin, I sit on hills like Lauryn
Until the rain starts, coming down, pouring
Chill, I got my umbrella
My finger waves these days, they fall like Humpty
Chumpy, I break up with him before he dump me
To have me, yes, you lucky, yes, you lucky (I can't stand the rain)

Against my window, I can't stand the rain
Against my window, I-I can't stand the rain
Against my window, I can't stand the rain
Against my window, I can't stand the rain
I can't stand the rain (can you stand the rain? Can you stand the rain?)
I can't stand the rain (what? Can you stand the rain?)
I can't stand the rain (can you stand the rain? Can you stand the rain?)
I can't stand the rain (what?)

Against my window, I can't stand the rain
Against my window, I-I can't stand the rain
Against my window, I can't stand the rain (why not, break it down like that)
Against my window, I can't stand the rain (yeah, like that)
I can't stand the rain (misdemeanor)
I can't stand the rain
I can't stand the rain

[Source: Musixmatch. Songwriters: Melissa A. Elliott/Don Bryant/Ann Peebles/Bernard Miller/ Timothy Z. Mosley. The Rain (Supa Dupa Fly) lyrics © Wb Music Corp., Jec Publishing Corp., Mass Confusion Prod., Mass Confusion Productions, Jec Publishing Corp]

Nah, dapatkah anda menangkap pesan-pesan Missy lewat lirik hip-hopnya The Rain? Saya masih memikirkan dan merenungkannya. Belum menuliskannya. Karena sulit.

Baiklah, saya lanjutkan lagi. Hal yang perlu kita perhatikan pertama-tama adalah bagian yang muncul berulang-ulang dalam keseluruhan lirik. Yakni kalimat "I can't stand the rain, against my window". 

The rain atau hujan di sini dapat menggambarkan hujan yang aktual, yang sedang deras menghantam atau memukul jendela di kamarnya, yang tak dapat dia hindari, yang mengganggunya. Dapat juga bermakna metaforis sebagai "sesuatu" yang, di tahun 1990-an, sedang menerjang diri Missy yang membuat dirinya tak tahan. Sesuatu yang "memalukan" atau "tidak menguntungkan" atau sesuatu yang "mencelakakan" --- ketika hujan akan turun, Missy berseru, "What a shame." Sesuatu yang "menodai" atau "mengotori" dirinya, "the stain"; tetapi dia memiliki perisai pelindung yang dapat menyingkirkan kotoran yang menodai dirinya itu sehingga dia dapat bercahaya kembali, "the Armor-All to shine up the stain", dan juga sebuah payung.

Meskipun Missy tak tahan hujan, yang lebat tercurah dari atas ketika dia sedang berada di luar, di kawasan perbukitan, yang membuat tubuhnya menggigil dan jari-jemarinya melambai lemah dan gemetar, dia mempunyai sebuah payung pelindung yang dibuka dan dikembangkan olehnya. Meski dia tak dapat tahan hujan, dia harus berusaha "mempertahankan" dirinya. Katanya terhadap dirinya sendiri, "Oh Missy, try to maintain". Missy harus dapat mengatasi hujan yang mengganggu, yang membuatnya tak tahan. Ini harus dilakukan dengan cepat dan segera, ficky, ficky.

Di saat sedang mengalami kesulitan berat, Missy melihat dirinya sebagai sosok (seekor "lalat"?) yang "tangguh dan unggul", sosok Supa Dupa. Dia bukan saja memiliki payung pelindung dan perisai untuk menjaga cahaya kehidupannya, dia juga (sebagai lalat?) mampu "terbang", fly, meninggalkan Bumi, menuju angkasa, makin tinggi, memasuki antariksa, kawasan bintang-bintang. Tak ada hal apapun yang dapat mencegahnya terbang, dan dengan tangguh mengalahkan hujan persoalan yang sedang menimpanya. Hujan membawa segala sesuatu yang ada di angkasa ke bawah; tetapi di saat hujan, Missy malah terbang ke atas, melawan kekuatan hujan. Dia Supa Dupa, seorang (seekor lalat?) yang super duper, "excellent" dan "superb".

Kekuatan dirinya juga terletak pada pertemanan yang erat dan kerjasama Missy dengan sesama artis lainnya (seperti Timothy, dan Coko, seorang anggota grup R&B SWV) dan produser musik (seperti Timbaland). Berduet erat dengan Timbaland, Missy memainkan musik metalik yang bergemerincing, dan gaya-gaya musik mereka jalin-menjalin. Mereka dengan gemulai dan hebat berdansa gaya dosie-do.

Missy bukan hanya menyukai kawasan perbukitan, dan angkasa raya. Dia juga menyukai kawasan landai pantai, yang sewaktu-waktu dikunjunginya dengan berkendara jeep untuk bergabung dengan teman-temannya. Sama seperti di kawasan perbukitan, di pantai pun dia dapat menikmati hembusan angin yang datang berkali-kali, satu, dua, tiga,..., delapan, sembilan dan sepuluh kali.

Persoalan apa yang persisnya sedang menerjang Missy sebagai "hujan deras"? Ada bagian-bagian lirik The Rain yang tampaknya menyingkapkan sebagian persoalan Missy.

Missy sempat mengalami hari-hari kehidupan yang berat dijalani, yang membuatnya tak berdaya, jatuh hancur dan pecah berkeping-keping seperti sebuah telur yang jatuh, Humpty. Tulisnya, "My finger waves these days, they fall like Humpty". Hari-hari yang berat ini adalah saat dia memutuskan hubungan dengan pacarnya, sebelum sang pacar membuangnya sebagai sampah. Pacarnya itu, yang Missy sebut sebagai "si tolol", Chumpy, sebetulnya, menurut Missy, sangat beruntung memiliki dirinya.

Masalah muncul mungkin juga karena Missy cenderung menjalankan kehidupan seksualnya dengan tidak lazim, yang dipandangnya biasa-biasa saja, so-so. Perilaku seksualnya yang tidak biasa terungkap lewat ajakannya kepada Timbaland, "Can we get kinky tonight?", yang ternyata ditolak Timbaland. Tulis Missy, "You don't wanna play with my Yo-Yo." Apa yang dimaksudkan Missy dengan kata-kata "my Yo-Yo"? Selain bermakna figuratif orang yang suka berganti-ganti pasangan seksual, "Yo-Yo" juga dapat diartikan sebagai bagian-bagian tubuh yang dapat menimbulkan berahi atau nafsu syahwat, seperti payudara atau vagina (yoni). Selain itu, dengan berterus-terang Missy menyatakan bahwa dia diam-diam juga memiliki kebiasaan menghisap mariyuana, "I smoke my hydro on the Down-low."

Ya, sosok artis Missy yang telah menulis dan menyanyikan lagu rap The Rain adalah seorang pribadi yang kompleks, tidak sederhana. Mungkin karena hal inilah Missy telah menjadi sosok penyanyi yang legendaris semasa dia masih hidup. Dia hidup bukan hanya di Bumi, tapi juga di planet Venus. Orang hidup bukan hanya karena mereka berpikir, tapi juga karena mereka bermusik, bernyanyi, dan berdansa.

Semoga bermanfaat.


17 Agustus 2024
ioanes rakhmat

Indonesia telah merdeka
Dirgahayu Republik Indonesia
Kapan Indonesia bebas naik ke langit
Menjelajah tol antariksa sejagat

* Diedit kembali 25 September 2024


References

Video musik Missy Elliott, The Rain (Supa Dupa Fly)https://m.youtube.com/watch?v=hHcyJPTTn9w.

Gerelle Dodson, "NASA Transmits Hip-Hop Song to Deep Space for First Time", JPL Life, 15 July 2024, https://www.jpl.nasa.gov/news/nasa-transmits-hip-hop-song-to-deep-space-for-first-time.

Oliver Bünte, "Missy Elliott on Venus: NASA Transmits first hip-hop song into space", Heise Online, 16 July 2024,  https://www.heise.de/en/news/Missy-Elliott-on-Venus-NASA-transmits-first-hip-hop-song-into-space-9802610.html.

Stefanie Waldek, "NASA just beamed a Missy Elliott Song to Venus", Space.com, 20 July 2024, https://www.space.com/nasa-beams-missy-elliott-song-to-venus.

Trent Fitzgerald, "Missy Elliott Becomes First Female Rapper to Be Inducted Into Rock and Roll Hall of Fame", XXL, 4 November 2023, https://www.xxlmag.com/missy-elliott-first-female-rapper-rock-roll-hall-fame/.

Cierra Jones, "Missy Elliott reminisces on her 1997 hit 'The Rain (Supa Dupa  Fly)' and its accompanying music video", Revolt, 28 July 2023, https://www.revolt.tv/article/2023-07-28/318723/missy-elliott-opens-up-about-her-single-the-rain-supa-dupa-fly.

Angel Saunders, "Fans praise Missy Elliott for becoming first female rapper set to be inducted into Rock and Roll Hall of Fame", Revolt, 3 May 2023, https://www.revolt.tv/article/2023-05-03/300142/missy-elliott-to-be-inducted-into-rock-roll-hall-of-fame.

Michael Cabbage et al., "NASA and the Beatles Celebrate Anniversaries by Beaming Song 'Across the Universe' Into Deep Space", JPL-Caltech, 31 January 2008, https://www.jpl.nasa.gov/news/nasa-and-the-beatles-celebrate-anniversaries-by-beaming-song-across-the-universe-into-deep-space.