Sunday, June 18, 2023

“Ilmu Pengetahuan” dan “Berpikir Progresif”... Itulah Kata-kata Kunci untuk Mengenal Ioanes Rakhmat


Oleh Cindar Prawijaya
Seorang sahabat dan pembaca setia tulisan-tulisan Ioanes Rakhmat

• 30 November 2009

• Dibaca, dikenang kembali, dan dicopy-paste ke Freidenk Blog 18 Juni 2023

Hanya ada satu kebaikan, yaitu ilmu, dan satu keburukan, yaitu kebodohan.” (Sokrates)

Tidak ada alasan bagi seorang Ioanes untuk tidak menjadi progresif.


Baginya, menjadi progresif berarti selalu bergerak dan melesat ke depan, dan ke atas; berpikir maju di berbagai lini kehidupan dan bersedia untuk selalu mereformasi diri khususnya di bidang wawasan keilmuan dan perilaku ke arah yang lebih baik dan lebih setia pada kebenaran, baik dari sudut pandang keilmuan, keagamaan maupun dari sudut pandang sosial kemasyarakatan.


Ilmu adalah urat nadi kehidupannya. Dan karena itu mencari ilmu bukan saja suatu keharusan, tapi sudah menjadi suatu kebutuhan hakikinya. Tentu saja yang dimaksud ilmu oleh Pak Ioanes bukan hanya ilmu agama dalam pengertian sempit, tetapi lebih dari itu, yakni semua ilmu yang memberi manfaat baik bagi diri sendiri maupun bagi masyarakat luas.

Saat ini, berkembang sebuah wacana Kristen progresif di Indonesia yang banyak menimbulkan polemik. Justru di situ saya melihat Pak Ioanes sebagai salah satu pemikir yang berada di garis depan wacana tersebut.

Mengapa saya mengatakan demikian? Karena belum lama ini beliau mengajak saya dan beberapa teman lain membangun sebuah jaringan, sebuah jaringan yang kami beri nama “Krispro”, yaitu sebuah singkatan dari Kristen progresif.

Apa yang sebenarnya ingin dicapai Krispro? Kalau kita merujuk ke motto Krispro, yakni Be religiously critical and enlightened, yang berarti “Jadilah agamawan yang kritis dan tercerahkan”, maka motto ini memberi sebuah pesan supaya kita, sebagai orang beragama, mau berproses menjadi kritis dalam berpikir dan akhirnya tercerahkan dan cerdas dalam beragama. Sesuatu yang belum kita peroleh, tetapi kita didorong untuk berusaha memperolehnya, dan menumbuhkembangkannya.





Nah, untuk memperoleh yang belum diperoleh ini, Pak Ioanes rela menjalani sebuah proses panjang, sebuah proses perubahan pemikiran, sebuah proses memperluas definisi dan interpretasi, dan memberikan tafsir baru terhadap pandangan-pandangan Kristen yang lahir dan tumbuh pada masa awal kekristenan di Eropa agar lebih relevan dalam konteks masyarakat Kristen dan dunia saat ini di zaman yang sudah berubah dan di tempat lain.

Tentu itu bukan sebuah pekerjaan yang simpel seperti kita membalikkan telapak tangan. Hampir di segala tempat di sana-sini, pemikiran-pemikiran baru keagamaan di kalangan berbagai macam umat beragama selalu berbenturan dengan ajaran-ajaran keagamaan tradisional yang dipertahankan mati-matian oleh kalangan konservatif. Demikian juga halnya dengan pemikiran-pemikiran Pak Ioanes.

Hal itu bisa dipahami, karena pemikiran Pak Ioanes dapat dikata tergolong “berbahaya” jika diperhadapkan pada ortodoksi Kristen yang dimapankan.

Maka tak heran jika ada kelompok-kelompok Kristen tertentu yang merasa amat sangat terganggu; malah ada yang merasa telah kehilangan pegangan keimanan mereka karena gagasan-gagasan baru Pak Ioanes.

Lalu apa yang terjadi pada diri Pak Ioanes? Beliau harus menerima satu dua konsekuensinya, yaitu ditarik dari pekerjaannya sebagai dosen, dan juga berproses memasuki masa emeritasi, yang berarti beliau harus melepaskan jabatan strukturalnya sebagai seorang pendeta.

Itu sungguh luar biasa untuk seorang seperti Pak Ioanes yang tidak mempunyai kekuatan politis apa-apa, yang tidak mempunyai massa atau kelompok fanatik manapun sebagai para pendukungnya.

Namun, dia bersyukur atas semuanya. Yang terpenting baginya adalah dia masih memiliki suatu kebebasan untuk berpikir, sebuah karunia paling berharga bagi semua insan yang dilahirkan merdeka.

Walaupun banyak orang telah menyatakan akan memberi dukungan kepadanya dalam menghadapi orang-orang yang antipati kepadanya, dengan halus Pak Ioanes menolak semuanya, dengan alasan dia ingin menghadapi semua persoalannya sendirian, dengan seluruh kemampuannya. Sungguh sebuah sikap yang terpuji dan teruji ; teruji oleh pendiriannya yang kokoh, teruji oleh ketegarannya dan kebesaran jiwanya, dan juga oleh keceriaan dan optimismenya.

Apa yang terjadi pada Pak Ioanes itu membuat saya teringat pada apa yang dikatakan Sokrates, bahwa “Hidup yang tidak teruji adalah hidup yang tidak layak untuk dihidupi. Hanya ada satu tempat di dunia ini di mana manusia bisa terbebas dari segala ujian hidup, yaitu di kuburan.”

Kini Pak Ioanes sudah pindah ke suatu tempat baru, berpindah dari suatu tempat yang sempit dan terbatas di dalam sebuah gereja kolot, ke suatu tempat yang jauh memberi harapan, yang dapat memberinya lebih banyak kebebasan, kebebasan dalam berpikir dan kebebasan dalam memperluas gagasan-gagasannya yang sangat inspiratif.

Akhir kata, saya ucapkan selamat menempati dunia yang baru untuk mengolah pemikiran yang baru dan gagasan yang baru. Sekali lagi, selamat. 

Selamat menjelma menjadi satu sosok insan bebas, ya.... bebas dalam bimbingan Roh Yesus Kristus.




Monday, June 12, 2023

GOA MARIA DI PIK 2, TANGERANG

Sore hari, jam 15, tanggal 11 Juni 2023, kami berangkat dari kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, ke kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Sedayu Indo City, Tangerang, Banten.



Di sana antara lain baru berdiri Taman Doa Hati Tersuci Maria. Di dalamnya, dibangun
Via Dolorosa atau Jalan Sengsara Yesus yang mencakup 14 momen atau stasi. Taman ini dibuka untuk umum sejak 15 April 2023.

Saya melihat semua yang dibangun dalam taman itu indah dan dapat menjadi titik-tolak devosi dan pengembangan spiritual keagamaan umat Katolik, atau siapa saja yang memiliki dorongan spiritual yang kuat. Religiositas membatasi; spiritualitas membebaskan para musafir dari batas-batas.

Beberapa foto saya share pada kesempatan ini. Klik sekali (atau dua kali) gambar-gambarnya untuk memperbesar.



Di atas, stasi kelima, Simon orang Kirene mengambil alih kayu salib yang semula dipikul Yesus.

Hanya dalam Injil Yohanes digambarkan Yesus sang Sabda memikul kayu salib sendirian, tanpa bantuan siapapun, dari awal hingga akhir. Pada akhir kehidupan-Nya di kayu salib, Yesus versi penulis Injil Yohanes tidak merasa telah ditinggalkan Allah sang Bapa (ini pandangan Markus), melainkan Dia melihat kematian-Nya di kayu salib telah membuat misi-Nya datang ke dalam dunia manusia telah selesai.




Di depan representasi simbolik sosok Maria, ibunda Yesus, saya memberi penghormatan dan melantunkan Salam Maria.

Salam Maria
Penuh rahmat
Tuhan sertamu
Terpujilah engkau di antara wanita
Dan terpujilah buah tubuhmu, Yesus
Santa Maria
Bunda Allah
Doakanlah kami yang berdosa ini
Sekarang dan waktu kami wafat



Di atas ini, tangan mengilustrasikan dengan kreatif lima roti dan dua ikan. Ini sebuah metafora tentang hidup yang tidak tamak, tapi berisi kebajikan berbagi. Gunakan tanganmu untuk berbagi. Yang terpenting bukan berapa banyak yang kau miliki, tapi berapa besar yang kau bagi dari yang kau punyai.



Yesus ada di sisi kita, meski perahu kehidupan dilanda gelombang badai besar. Air adalah simbolik, antara lain, pemusnahan kehidupan seperti pada kisah Air Bah Nuh dalam Perjanjian Lama. Tetapi, oleh Yesus air yang bergelora diinjak-injak tak berdaya. Jadi, jangan takut.



Yesus telah mengalahkan maut, dibangkitkan dari kematian dan diberi tubuh yang baru, tubuh kemuliaan, tubuh sorgawi transenden. Tubuh yang dipercaya sebagai tubuh yang abadi, tidak fana lagi, dan mahahadir, mahaberwujud dan memenuhi segala sesuatu. Inilah makna hakiki kebangkitan Yesus.

Mari, kunjungi Goa Maria di PIK 2 untuk mengembangkan spiritualitas tanpa batas-batas.

En tō endoksō onomati Iēsou
Jakarta, 12 Juni 2023

ioanes rakhmat

○ Diedit 15 Juni 2023

Saturday, April 1, 2023

Doa Tanpa Kata

 


Doaku kini sering doa tanpa kata. Wordless prayer. Mungkin sudah habis kosa kata untuk mengungkapkan isi hati dan pikiranku lewat doa. 

Tuhan Yesus, sang Putera Allah,  sudah tahu semuanya. Yesus di atas, di sorga, sedangkan aku di bawah, di Bumi. Lewat doa-doaku yang tanpa kata, atas menyatu dengan bawah. Diam menyatu dengan ramai.

Namun sebaliknya juga benar: kosa kata tanpa batas, tanpa suara, mengalir deras ke atas, ke sang Bapa sorgawi, dari dalam hati dan pikiranku di Bumi.

Rangkullah aku, Tuhan Yesus. Aku adik-Mu, saudara-Mu, rumah-Mu.

Sepi dan ramai, hening dan sorak-sorai, keluar dari batin dan pikiranku di saat kini aku berdoa.

Terpujilah Engkau, sang Bapa Mahalangit.

En tō endoksō onomati Iēsou
Jakarta, 1 April 2023
ioanes rakhmat

Saturday, December 31, 2022

Marcus Aurelius: Filsuf yang visioner sekaligus Kaisar yang kuat

 


Siapakah Marcus Aurelius? Kecakapan dan seni penatanegaraan yang bagaimana yang dimiliki dan dijalankannya? 

Dia bukan hanya salah seorang kaisar Roma yang terbaik, tapi juga seorang penganut mazhab filosofis stoisisme yang juga menghasilkan pikiran-pikiran filosofis yang ikut membentuk dirinya sebagai sesosok kaisar yang cakap, tangguh dan visioner. Kaisar atau raja menyatu dengan filsafat dalam dirinya. Karena itulah, dia juga dijuluki philosopher-King.

Friday, December 23, 2022

Terang Mengalahkan Kegelapan

 



Bertahun-tahun lalu, saya bersemangat membangun persahabatan dengan saudara-saudara Muslim yang giat dalam Nurcholis Madjid Society (NMS). 

Persahabatan yang terbangun adalah persahabatan yang ikhlas, murni dan bermartabat. Berdiskusi dan tukar-pikiran adalah salah satu acara yang membuat ikatan persahabatan kami makin kuat.

Sejak pertama kali hadir dalam acara Haul Cak Nur (17 tahun yang lalu), hingga saat ini, saya setiap tahun selalu menerima kartu ucapan Natal dan Tahun Baru. NMS tidak melihat ada kendala-kendala bagi mereka jika mengucapkan Selamat Natal kepada saya dan banyak orang lain lagi yang non-Muslim.

Saya sendiri, sebagai seorang pemikir Kristen, juga tidak melihat ada hambatan apapun jika saya membangun persahabatan yang ikhlas dengan teman-teman Muslim dalam NMS.

Semakin dalam ikatan cinta kasih anda dengan Tuhan, semakin dalam juga anda mau membangun persahabatan yang ikhlas dan bermartabat dengan orang-orang lain yang tidak seagama. Ikhlas dan bermartabat, tanpa pengkhianatan, tanpa pemaksaan ganti agama.

Meskipun sejak beberapa tahun lalu saya tidak aktif lagi di NMS, beberapa hari lalu saya masih menerima kartu ucapan Selamat Natal 2022 dan ucapan Selamat Tahun Baru 2023. Lihat kartu terlampir di atas.

Baiklah, kepada teman-teman di manapun anda berada, saya ucapkan selamat hari Natal 2022 dan selamat memasuki tahun baru 2023.

Hari Natal adalah hari Sol Invictus, hari sang Matahari yang tak terkalahkan, 25 Desember. Terang cahayanya menerangi seisi dunia ini, dan mendatangkan pencerahan bagi setiap orang, khususnya bagi orang yang sedang dikuasai kegelapan. 

Terang selalu mengalahkan kegelapan, tidak bisa sebaliknya. 

Jika terang ilahi menyelubungi anda, maka wajah anda akan bercahaya, bersinar bak sang Matahari. Setiap kali saya memandang sang Matahari, umumnya di pagi hari, hati saya girang karena sepasang mata saya sedang memandang Sol Invictus sejati, Yesus Kristus.


En tō endoksō onomati Iēsou
Jakarta, 23 Desember 2022
ioanes rakhmat