Tuesday, January 3, 2012

Renungan Sains dan Agama (2)

Sains menawarkan kegelisahan, agama menawarkan ketenteraman; karena itu lebih banyak orang memilih agama ketimbang sains.

Sains menimbulkan keraguan, agama menjamin kepastian, karena itu lebih banyak manusia menolak sains, lalu merangkul agama erat-erat.

Sains membawa orang ke perjalanan yang belum berakhir, agama sudah tuntas membawa orang ke surga, karena itu orang lebih memilih agama alih-alih sains.

Sains menuntut orang memeras otak berlelah-lelah, agama menawarkan orang istirahat panjang yang abadi, karena itu orang merangkul agama dan mencampakkan sains.

Sains mengharuskan debat ilmiah dengan santun, agama mendorong orang mencaci dan mengutuk, karena itu lebih banyak orang butuh agama alih-alih sains. Dus, agama menjadi semacam saluran pelampiasan segala bentuk stres kejiwaan.

Sains membutuhkan kerendahan hati, agama mengharuskan orang galak dan keras, tapi anehnya orang lebih memilih agama ketimbang sains. Dus, agama menjadi semacam katup pelepas segala bentuk emosi rendah dalam diri manusia.

Semakin suatu masyarakat membutuhkan agama-agama fundamentalis, semakin jelas masyarakat itu sedang sakit. Sungguh aneh, orang lebih suka terkena penyakit fundamentalis agamawi ketimbang pergi ke psikiater dan berobat.

Rupanya penyakit fundamentalis agamawi itu sangat nikmat karena menimbulkan halusinasi orang sudah masuk surga dan ketemu para malaikat.

Rupanya penyakit fundamentalis agamawi itu sangat nikmat karena menimbulkan halusinasi si agamawan adalah orang besar yang sedang memikul tugas sangat besar: menaklukkan dunia!

Sungguh susah membangun budaya sains di dalam suatu negeri yang sedang dijajah budaya agama!