Friday, February 14, 2020

Sinyal radio misterius dari jarak 500 juta tahun cahaya


SINYAL RADIO MISTERIUS yang datang dari sebuah galaksi 500 juta tahun cahaya dari Bumi tertangkap oleh teleskop radio Canadian Hydrogen Intensity Mapping Experiment. Sinyal ini, berlangsung dalam milidetik, berulang setiap 16,35 hari sudah lebih dari 1 tahun.


Datang dari alien cerdas? Sangat mungkin, bukan! Karena dibutuhkan energi yang luar biasa besar untuk mengirimnya sampai terdeteksi di Bumi sebagai pulsa-pulsa gelombang radio yang berdenyut sangat cepat, yang dinamakan Fast Radio Burst (FRB), yang tak dipunyai alien manapun dalam jagat raya. Itu alasan yang dikemukakan.

Lebih mungkin FRB tersebut sebagai suatu fenomena astronomis natural yang menanti penjelasan. Pasti akan muncul banyak penjelasan, sampai alhirnya berkonvergensi jadi satu penjelasan terkuat.

Entahlah. Kita tunggu saja. Mau saya sih, FRB ini kiriman dari suatu peradaban cerdas di angkasa luar. Seru jadinya.

Sejauh ini, ada dua kemungkinan yang telah diajukan tentang FRB interval 16,35 hari ini.

Pertama, "sumbernya dapat sejenis benda langit yang mengorbit sebuah bintang atau sebuah benda langit lainnya. Dalam skenario ini, sinyal-sinyal akan berhenti ketika terhalang oleh benda langit lainnya... Tetapi ini masih belum menjelaskan bagaimana sebuah benda langit dapat mengirim sinyal-sinyal radio itu secara teratur."

Kedua, "Sebuah kemungkinan lain adalah angin-angin bintang ("stellar winds") dapat bergantian memperkuat atau malah memblokir sinyal-sinyal radio dari suatu benda langit yang ada di belakang bintang-bintang tersebut. Atau dapat juga sumbernya adalah suatu benda langit yang berotasi."

Catat, berbagai FRB sudah terdeteksi sejak 2007, tapi kebanyakan hanya berupa 1 kali denyut cepat gelombang radio lalu menghilang, dan ada sejumlah FRB yang denyut pulsa gelombangnya tertangkap "berulang" dan bersumber dari lokasi yang sama. Dari semua FRB ini, tidak ada petunjuk-petunjuk bahwa pengirimnya adalah organisme-organisme cerdas dari angkasa luar, termasuk juga FRB yang sedang khusus dibicarakan di atas yang berinterval 16,35 hari, yang belum pernah terdeteksi sebelumnya.

Read more:
Tribune News Service, "Mysterious radio signal from distant galaxy repeats every 16 days", South China Morning Post, February 13, 2020, https://amp.scmp.com/news/world/united-states-canada/article/3050389/mysterious-radio-signal-distant-galaxy-repeats.




Tuesday, February 11, 2020

Bertuhan dengan kafah


Frasa Arabik "as-silm kaffah" (lihat teks QS al-Baqarah 208 dalam konteks utuh sastranya) berarti hidup dalam DAMAI MENYELURUH dengan Tuhan YME ("hablum minalah") dan dalam DAMAI MENYELURUH dengan sesama manusia, alam dan semua bentuk kehidupan ("hablum minnas"). Jadi, kedamaian penuh vertikal-horisontal. Itulah bertuhan dengan kafah.

Yesus meminta hal yang sama. Sabdanya, "Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu, kekuatanmu, jiwamu, dan dengan segenap akal budimu. Dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri."

Janganlah lagi bangkit dalam wujud apapun "suatu sekte pemuja kematian" atau "a cult of death" seperti daulah islamiyah ISIS di tempat manapun dan kapanpun. Tidak benar pendapat dan keyakinan yang menyatakan bahwa menjadi ISIS adalah wujud beragama kafah.

Enough is enough.


Saturday, February 8, 2020

Si anak burung

SI ANAK BURUNG




Si anak burung selama ini keenakan
Langsung diberi induk makanan
Dari patuk pindah ke patuk
Hidup tak terasa suntuk dan sumuk

Kata sang induk, tak boleh terus begitu
Sudah saatnya si anak sendiri maju
Tuk cari makanan sendiri
Si anak sungguh merasa jeri

Diterjang ombak dia kalang kabut
Selanjutnya si anak merasa takut
Dia sembunyi sambil membuka patuk
Berharap ada makanan otomatis masuk

Kalau begitu kapan bisa mandiri?
Akhirnya si anak mulai belajar
Tempaan badai datang silih berganti
Kini dia menjadi piawai dan pintar

Kalahkan rasa takut
Tinggalkan kenikmatan 
Jadilah pelaut tak takut maut
Mengalahkan ganasnya lelautan

Jakarta, 8 Feb 2020


Thursday, January 30, 2020

Mineral padat debu bintang usia 7 M tahun ditemukan di Bumi

MATERIAL PADAT DEBU BINTANG USIA 7 MILYAR TAHUN DITEMUKAN DI BUMI


Partikel debu bintang yang berasal dari kurun 7 milyar tahun lalu, ketika Matahari kita belum terbentuk, ditemukan dalam sebuah meteorit yang jatuh di Australia tahun 1969, tepatnya di padang sapi Murchison, Victoria.

Inilah material padat bintang (dalam bentuk mineral keras silikon karbida) yang tertua yang pernah ditemukan para ilmuwan. Mereka bekerja sekaligus dalam gabungan tiga bidang ilmu: astrogeologi, astrofisika-kimia, dan kosmologi.

Laporan riset ilmiahnya baru dirilis awal 2020 ini. Tonton videonya di bawah ini.


Ketika bintang-bintang mati, terlontarlah partikel-partikel yang terbentuk di saat terjadi badai ledakan bintang-bintang tersebut, lalu masuk ke ruang jagat raya, membentuk klaster-klaster debu bintang, yang bercampur dengan gas-gas.

Akhirnya, klaster-klaster ini bertemu satu sama lain, luruh bersama dan membentuk bintang-bintang baru bersama planet-planet dan bulan-bulan dan meteorit-meteorit. Bintang-bintang mengalami siklus kehidupan dan kematian.

Material padat debu bintang ini menjadi sampel bintang-bintang, persisnya debu bintang yang real. Material ini ada yang terperangkap dalam meteorit-meteorit, dan berada di situ untuk kurun yang panjang, tak berubah selama milyaran tahun. Jadilah material padat ini kapsul-kapsul waktu sebelum sistem Matahari kita terbentuk yang menyingkapkan bagaimana bintang-bintang terbentuk di era prasolar.

Inilah bukti pertama era "baby boom" bagi pembentukan bintang-bintang, yang tidak berlangsung dalam kecepatan periodikal konstan, tapi fluktuatif. Ada kalanya bintang-bintang terbentuk dalam peringkat kecepatan yang tinggi, dan ada kalanya dalam peringkat kecepatan yang rendah.

Dari material padat debu bintang ini, kita dapat belajar tentang bintang-bintang induk kita, asal-usul carbon dalam tubuh kita, asal-muasal oksigen yang kita hirup, dan kurun sebelum sistem Matahari kita terbentuk, bagaimana bintang-bintang terbentuk dalam galaksi kita, dan sejarah terbentuknya galaksi Bima Sakti.

Read more:

Field Museum, "Meteorite contains the oldest material on Earth: 7-billion-year-old stardust: The ancient stardust reveals a 'baby boom' in star formation.", ScienceDaily, Jan 13, 2020,
https://www.sciencedaily.com/releases/2020/01/200113153306.htm. Lihat juga Ben Guarino, "7-billion-year-old stardust is the oldest stuff on Earth", The Washington Post, Jan 14, 2020, https://www.washingtonpost.com/science/2020/01/13/seven-billion-year-old-stardust-is-oldest-stuff-earth/.

Laporannya di jurnal PNAS, lihat Philip R. Heck, Jennika Greer, Levke Kööp, Reto Trappitsch, Frank Gyngard, Henner Busemann, Colin Maden, Janaína N. Ávila, Andrew M. Davis, Rainer Wieler, "Lifetimes of interstellar dust from cosmic ray exposure ages of presolar silicon carbide", Proceedings of the National Academy of Sciences, Jan 28, 2020, 117 (4) 1884-1889,
https://www.pnas.org/content/117/4/1884.


Tuesday, January 28, 2020

Virus nCoV-2019 bukan azab!

Virus korona SARS, virus korona MERS alias virus onta, dan virus nCoV-2019

* Dimutakhirkan 10 Feb 2020

DATA MUTAKHIR (7 FEB 2020) GLOBAL ANGKA KEMATIAN akibat wabah virus nCoV-2019

Ada 34.000 pasien terinfeksi virus ini. Yang mati 700 orang. Jadi, mortality rate-nya 2,06%, masih jauh di bawah death rate virus MERS (virus onta 2012) dan virus SARS (2003).


Di tengah mewabahnya virus korona baru 2019 (nCoV-2019) yang sudah diidentifikasi (lewat kajian sekuen genetik) berasal dari virus ular kobra China, dan juga terdapat pada kelelawar, sekarang ini China sedang mengembangkan VAKSIN nCoV-2019 dengan cepat.

Sampel vaksin akan selesai tak lebih dari 40 hari, dengan menggunakan generasi baru teknologi mRNA. Hasil kerjasama Shanghai East Hospital Tongji University dan Stermina Therapeutics Co., Ltd.

Bagaimana situasinya kini? Komisi Kesehatan Nasional China mengonfirmasi bahwa hingga akhir Rabu, 29 Januari 2020, sudah ada 1.737 kasus baru (termasuk 1 kasus di Tibet) dan tambahan kematian 38 orang. Jadi, dalam lingkup nasional total sudah muncul 170 kematian dan 7.711 kasus terjangkit virus, dan sudah ada 170 orang yang berhasil disembuhkan dan boleh pulang.

Kamis pagi, 30 Jan 2020, Pemprov Hubei, di mana kota Wuhan berada sebagai kota perdagangan dan industri, mengonfirmasi tambahan kematian 37 orang dan 1.032 kasus baru di provinsi ini. Total kasus jadinya 4.586, 162 kematian, dan 90 orang berhasil disembuhkan.


Sumber CNBC, "Coronavirus live updates: China says death toll hits 170 as cases rise beyond 7,700", CNBC, 29 Jan 2020, https://www.cnbc.com/2020/01/30/coronavirus-live-updates-china-says-death-toll-rises.html.

DATA MUTAKHIR tentang nCoV-2019 di RS Zhongnan, Wuhan

Dari studi longitudinal 1 Jan-28 Jan 2020, di RS Zhongnan Univ. Wuhan, China, ditemukan data berikut: dari 138 pasien yang terkena pneumonia akibat terinfeksi nCoV ("Novel Corona-Infected Pneumonia", NCIP) 26% (rata-rata usia 66 tahun) memerlukan ICU dan 4,3 % mati. 41% diduga terinfeksi dari manusia ke manusia yang sedang dirawat.

Sintom awal terinfeksi virus nCoV-2019 kini bukan hanya batuk dan demam, tapi ditemukan juga mencakup diare, mual, pusing, keleyengan dan limbung, sakit perut. Rata-rata setelah 5 hari terkena sintom awal, pasien mulai pendek nafas, dan rata-rata di hari ke-8 mengalami masalah pernafasan yang parah atau pneumonia (NCIP).

Pasien lansia yang menderita diabet, penyakit jantung atau kanker, condong sakit lebih parah dibandingkan pasien berusia muda.



Waah, bagaimana nih? Kalem saja. Ini bukan azab atau hukuman dan kutukan atau tulah dari Tuhan.

Memandang suatu masalah besar sebagai azab Tuhan yang tak bisa ditangkal, membuat orang berpasrah diri, menyerah, dan kehilangan dorongan kuat untuk mengatasi dan melawan azab lewat akal dan iptek. Bangsa yang bermental semacam ini TAK AKAN PERNAH MAJU, selalu menjadi pecundang. Tak ada dorongan kuat untuk mengubah keburukan. Terpuruk terus.

Virus yang pada bagian luarnya memiliki tentakel seperti korona, crown, mahkota

Tentang usaha cepat mengembangkan vaksin nCoV-2019, lihat:
http://www.ecns.cn/m/news/society/2020-01-28/detail-ifzsyram6093522.shtml.

Tentang asal-usul nCoV-2019, baca lebih lanjut di https://www.newscientist.com/article/2231162-wuhan-coronavirus-may-have-been-transmitted-to-people-from-snakes/.       

dan juga di
https://www.thestar.com.my/news/regional/2020/01/24/wuhan-virus-studies-suggest-role-of-bats-snakes-in-outbreak.


Wabah virus nCoV-2019 di Wuhan mendorong pemerintah China untuk membangun dua rumah sakit besar di sana dalam kurun 6-10 hari mulai 24 Jan 2020. Masing-masing akan mulai beroperasi 3 Feb (RS Huoshenshan atau RS Gunung Api Tuhan, kapasitas 1.000 tempat tidur, luas 269.000 kaki persegi) dan 5 Feb 2020 (RS Leishenshan atau RS Gunung Guntur Tuhan, kapasitas 1.300 tempat tidur, luas 323.000 kaki persegi).

Ini bukan bahan nyinyiran, tapi hal yang harus mampu juga kita lakukan nanti jika diperlukan. Pergilah, belajarlah dari China.

Tentang seluk-beluk arsitektur dua rumah sakit tersebut, dan bahan-bahan yang sudah dibuat sebelumnya untuk tinggal pasang, seperti sistem knock-down pada furniture, tanpa menyepelekan pertimbangan keamanan dan kegunaan, dan tentang kekuatan dan kelemahannya, baca berita ini:

https://qz.com/1792705/coronavirus-the-engineering-behind-wuhans-rapidly-built-hospitals/.


Juga ini:
https://www.businessinsider.com/china-virus-wuhan-building-new-hospital-coronavirus-2020-1.

Ada reportase videonya juga, antara lain ini https://youtu.be/4UF9f6ohyvk dan ini https://youtu.be/VSdzlcAfBfY.

Di bawah ini video reportase sekilas tentang siap beroperasinya rumah sakit Gunung Api Tuhan, di Wuhan, pada Senin 3 Feb 2020, sesuai rencana.


Sampai kapan dikau nyinyir
Sementara China mampu menyihir?
Sebaliknya, kita semakin pandir
Dan hanya bisa mencibir bibir

Strategi membangun dengan cepat beberapa rumah sakit besar di wilayah wabah virus pernah dipakai China pada 2003 ketika muncul wabah virus SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) di China yang menjangkit 8.000 orang sedunia.

Virus nCoV-2019 adalah virus ketujuh dari famili virus korona yang diketahui manusia. Dibandingkan SARS yang membunuh 10 persen dari jumlah populasi yang terinfeksi, nCoV-2019 membunuh 3 persen.

Masih satu famili dengan virus SARS dan nCoV-2019 adalah virus CoV-MERS, atau yang dikenal sebagai virus onta. Diketahui, dibandingkan nCoV-2019, infeksi virus MERS lebih berbahaya.

Virus korona MERS (Middle East Respiratory Syndrome), atau disebut juga virus onta, yang menyerang saluran pernafasan, menimbulkan demam, batuk, diare, dan pneumonia dan bronkhitis akut, dan juga dapat menyebabkan kegagalan ginjal dan organ-organ lain, diindentifikasi pertama kali pada pertengahan Juni 2012 oleh virolog Ali Mohamed Zaki yang berpraktek di RS Dr. Soliman Fakeeh di Jeddah, Arab Saudi.


Temuannya ini segera dibagikan oleh Zaki lewat situs Internet proMED ke para peneliti dan agen-agen kesehatan lain umumnya. Seminggu kemudian, ketika dia sedang berada di negeri asalnya, Mesir, kontrak kerjanya dengan RS di Jeddah itu diakhiri sepihak oleh pihak rumah sakit atas tekanan kementerian kesehatan Arab Saudi.

Pada 4 April 2017 dilaporkan ada 2.000 orang di dunia yang telah terinfeksi virus MERS. Kini virus MERS berhasil dibatasi keberadaannya hanya di jazirah Arab.

Tentang virus MERS, baca lebih lanjut di https://www.theguardian.com/science/2013/mar/15/coronavirus-next-global-pandemic

dan di https://www.semanticscholar.org/paper/Isolation-of-a-novel-coronavirus-from-a-man-with-in-Zaki-Boheemen/e5518b010208803422245fc8ebeeb22ff0fc2c27.

Wabah dan penularan virus-virus korona bukan azab ilahi yang tak bisa ditangkal. Menyerah kalah pada wabah virus dan bakteri patogen baru bukanlah mental Homo sapiens, yang tak pernah selesai memerangi berbagai penyakit baru jika mereka tak mau punah.