Friday, May 22, 2020

Yesus Membawaku ke Lautan


YESUS MEMBAWAKU KE LAUTAN

Gereja bilang Yesus naik ke sorga
Meninggalkan dunia kita
Padahal dunia kini sengsara
Orang mati gegara virus corona

Cepat-cepat aku keluar rumah
Ke atas langit aku tengadah
Yesus naik dengan awan megah
Di rumah sakit pasien rebah

Yesus, Yesus, turunlah kembali
Tolong dunia taklukkan pandemi!
Itu teriakku berulangkali
Kuharap terdengar di langit tinggi

Duuuh... tak salahkah yang kulihat?
Awan yang dengannya Yesus tadi terangkat
Perlahan-lahan turun lalu mendarat
Yesus tak jadi ke sorga terangkat

Yesus memilih tetap di Bumi berdiam
Menemani kita di masa yang kelam
Mengusap tubuh-tubuh yang legam
Pengharapan tak boleh tenggelam

Ke telingaku Yesus berbisik terang
Vaksin Covid-19 segera datang!
Duuuh... Yesus, betulkah itu?
Yesus merangkulku bak seorang ibu

Jeritan putera derita ibu
Kasih ibu tak pernah berlalu

Lalu Yesus membawaku ke lautan
Di atas gelombang air aku berjalan
Di sisiku Yesus melangkah pelan
Waktu berhenti tertahan

Dalam hati misteri ini kusimpan
Sampai berjuta-juta tahun di depan
Dari sana aku telah datang kemarin
Di Bumi ini aku cuma sedang bermain

Jakarta, 21 Mei 2020
Hari Kenaikan Yesus Kristus


Monday, May 4, 2020

The Light of the Spirit



Nikmati video di bawah ini: KITARO, The Light of the Spirit (live in Zacatecas, Mexico, April 7, 2010)




THE LIGHT OF THE SPIRIT

Pengetahuan itu obor penerang
Membawa kita ke dalam terang
Kegelapan tunggang-langgang
Semangat melaju datang

Ketakutan lantas terbuang hilang
Keberanian muncul bak bintang
Di fajar yang benderang
Ramai kicauan burung terbang

Sang Mentari datang benderang
Memanasi gelora para pejuang
Pandemi boleh menerjang
Yang berpengetahuan akan menang

Arungi jeram dengan tenang
Taklukkan gunung menjulang
Masuki lorong panjang
Kalian semua pejuang

Hanya satu kata: menang!

☆ ioanes rakhmat
04 Mei 2020


Friday, April 10, 2020

The Sky


THE SKY

Covid-19 patients worldwide
In isolation chambers died alone
Buried in haste
Deeply lonesome

Long ago in the first century
On a day called Good Friday
Jesus bore agony
Deeply lonely

He cried aloud to the sky above
But the sky was in silence
Jesus died deeply lonesome
Buried in haste

☆ ioanes rakhmat
Friday, 10 April 2020


Saturday, March 14, 2020

Yesus, ajar aku untuk fokus pada masa kini!


YESUS, AJAR AKU UNTUK FOKUS PADA MASA KINI!

Apresiasi lagu ONE DAY AT A TIME, dilantunkan The Heritage Singers, dengan sentuhan musik country

Kalimat perintah TAKE ONE DAY AT A TIME itu sebuah idiom. Artinya, fokuslah pada hari ini atau momen kini. Jangan takut dengan hari esok.

Saya baru selesai bermeditasi, mengarahkan fokus pikiran dan perasaan saya pada momen kekinian. Mengamati pikiran dan perasaan yang sedang bergerak-gerik ke sana ke mari. Amati saja. Sadari saja. Be mindful! Jangan diintervensi. Ikuti saja seperti kita sedang mengikuti jalannya film yang sedang kita tonton, dari satu adegan ke adegan lainnya, biarkan mengalir dari momen ke momen.

Ya, kehidupan kita itu bergerak mengalir ke depan, dari saat ke saat, seperti sebuah film yang sedang ditayangkan. 

Umur hidup kita terus bertambah, terus mengalir ke depan, tak pernah bergerak mundur. Sama seperti kita tidak bisa melangkah dua kali di arus air yang sama dari sebuah sungai, karena air sungai terus mengalir ke depan, tak pernah berhenti. Jadi, rasakan arus air yang saat ini, pada momen ini, sedang menyentuh kedua kaki anda. Rasakan dengan peka, tangkap dengan indera perasa Anda, sebab arus airnya tidak akan anda alami lagi, karena segera berlalu, melaju ke depan.

Segala sesuatu mengalir dan berubah, tak ada yang permanen atau tinggal tetap selamanya. Kata filsuf Yunani Heraklitus, "panta rhei, kai ouden menei". Artinya, segala sesuatu mengalir, dan tak ada yang tinggal tetap selamanya. 

Karena kondisi impermanen itulah, baiklah kita fokuskan diri kita pada momen-momen kekinian dan berusaha mencapai dan meraih hal yang terbaik untuk saat ini, untuk hari ini. Berusaha, agar hari ini lebih baik dan lebih baik lagi dari hari kemarin.

Selesai bermeditasi, saya mendengarkan video song ONE DAY AT A TIME. Silakan ikut dengarkan, di bawah ini.




Saat mendengarkan, saya jadi ingat sabda Yesus, "Jangan kamu kuatir akan hari esok, karena hari esok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari." Anda tentu tahu ucapan ini tertulis di bagian mana kitab Injil Matius.

Indah betul lagu ini. Ada sentuhan musik country-nya, berbeda dari versi lainnya.

Lewat lagu ini, kita sebagai manusia, lelaki atau perempuan, diajak untuk berpaling memanggil Yesus. Minta tolong kepadanya, untuk kita bisa percaya diri, percaya pada kemampuan kita seutuhnya, untuk menjadi makin penuh sepenuh-penuhnya. What I could be and all that I am.

Kita diajak jangan dibuat penat kepala karena melihat dunia masa kini yang, menurut si penulis lagu, lebih buruk jika dibandingkan dengan masa Yesus dulu hidup dan berkarya di antara rakyat Yahudi. Orang di zaman sekarang saling berdesakan, saling mendorong, saling menghimpit. Saling menubruk. Saling menekan. Semrawut. Pushing and shoving. They're crowding my mind.

Dalam situasi yang tak membahagiakan itu, kita diajak TAKE ONE DAY AT A TIME, fokus pada masa kini. Jangan takut dan khawatirkan hari esok. Demi kita bisa begitu, kita berseru memanggil Yesus untuk menolong kita.

Tentu kita mau mendaki anak tangga lebih tinggi dan lebih tinggi lagi. Karir menanjak. Makin dekat Tuhan. Makin agung. Dibutuhkan banyak hari ke depan untuk menanjak, juga bahan bakar, seperti mobil. Yesus memberi kekuatan, day to day, starting from today.

Meski begitu, fokus harus ke masa kini dulu, ke hari ini, ke momen ini. Memikirkan hari esok terlalu banyak, hanya membuat kita merasa makin susah dan khawatir.

Lagi pula, sementara hari kemarin telah lewat, hari esok belum tentu masih sempat kita alami. Jadi, ya FOKUS SAJA KE MASA KINI. Yesus akan tunjukkan jalan, apa yang perlu kita lakukan hari ini. Jangan takut.

Kesusahan hari ini, ya untuk hari ini saja. Hari esok, ada janji, Matahari masih akan bersinar. Percaya saja. Itu kata puteri saya.

Jadi, help us, Jesus, to take one day at a time! 

Nah, nikmati lagu ini. Lirik lengkap saya cantumkan juga. Be blessed.

14 Maret 2020
Diedit 11 Mei 2024


ONE DAY AT A TIME

I'm only human,
I'm just a man/woman.
Help me believe
in what I could be
And all that I am.
Show me the stairway,
I have to climb.
Lord for my sake, 
teach me to take
One day at a time.

One day at a time sweet Jesus
That's all I'm asking from you.
Just give me the strength
To do everyday what I have to do.
Yesterday's gone sweet Jesus
And tomorrow may never be mine.
Lord help me today,
show me the way
One day at a time.

Do you remember,
when you walked among men?
Well Jesus you know
if you're looking below
It's worse now, than then.
Cheating and stealing,
violence and crime
So for my sake, teach me to take
One day at a time.

One day at a time sweet Jesus
That's all I'm asking from you.
Just give me the strength
To do everyday what I have to do.
Yesterday's gone sweet Jesus
And tomorrow may never be mine.
Lord help me today, show me the way
One day at a time.

Source: LyricFind

Songwriters: Damon Albarn / Robert Delnaja

One Day at a Time lyrics © Warner Chappell Music, Inc, Universal Music Publishing Group


Tuesday, March 10, 2020

Di manakah kedamaian pikiran dapat ditemukan?

DI MANAKAH KEDAMAIAN PIKIRAN DAPAT DITEMUKAN?




Kedamaian pikiran, itulah yang dicari-cari penyanyi Amerika Elvis Presley (1935-1977). Tapi dia tak pernah mendapatkannya. Tak ada tempat di Bumi untuk, katanya, orang memperoleh kedamaian hati dan pikiran. Persoalannya banyak. Beban hatinya berat. Saya iba kalau ingat Elvis./*/

Sampai akhirnya Elvis memasuki sebuah gereja kecil di mana umat yang sederhana biasa berkumpul, bernyanyi dan memuji Tuhan, dan hidup sehati sepikiran.




Di gereja kecil itu, Elvis bersujud dan berdoa. Dia mencurahkan semua beban kehidupannya lewat doa. Di situ orang melihatnya sedang menangis. Air mata sukacita, katanya. Akhirnya dia menemukan jalan, dan beban kehidupannya terasa lebih ringan. Dia menemukan makna kebahagiaan dan kepuasan di situ.

Dia mengajak orang yang terus sedang mencari kedamaian pikiran untuk datang ke gereja, berlutut, berdoa, menangis, dan mengutarakan semua beban. Katanya, jika anda lakukan itu, pastilah Tuhan akan menunjukkan anda jalan. Anda akan lebih kuat dalam menjalani kehidupan anda hari demi hari. Beban anda akan diperingan.

Saya jadi ingat ucapan Yesus, "Marilah kepada-Ku kamu semua yang letih lesu dan berbeban berat, maka Aku akan memberi kelegaan kepadamu."

Ucapan Yesus ini, sejak saya di SMP BPK Jawa Barat (sekarang: BPK Penabur), tak pernah saya lupakan. Dan memang ucapan Yesus ini menjadi nyata dalam kehidupan saya, sama halnya dalam kehidupan Elvis Presley. Bagaimana dengan anda?

Nikmatilah nyanyian Elvis Presley yang mengesankan ini, Crying in the Chapel. Videoklip-nya di bawah ini. Liriknya saya cantumkan juga.




Saya beri juga link ke youtube-nya untuk lagu yang sama. Ini https://youtu.be/00eUebsh68M.


CRYING IN THE CHAPEL
by Elvis Presley

You saw me crying in the chapel
The tears I shed were tears of joy
I know the meaning of contentment
I am happy with the Lord

Just a plain and simple chapel
Where all humble people go to pray
I prayed the Lord that I'll grow stronger
As I live from day to day

I searched (I searched) and I searched (I searched) but I couldn't find
No way on earth to gain peace of mind

Now I'm happy in the chapel
Where people are of one accord (One accord)
Yes, we gather in the chapel
Just to sing and praise the Lord

You'll search and you'll search but you'll never find
No way on earth to find peace of mind

Take your troubles to the chapel
Get down on your knees and pray
Then your burdens will be lighter
And you'll surely find the way (and you'll surely find the way)

Source: LyricFind
Songwriters: Artie Glenn

Catatan

/*/ Banyak debat di seputar penyebab kematian Elvis di usia yang masih muda, 42 tahun.

Mungkin Elvis mati kombinasi dari gagal jantung dan keracunan Napza yang banyak digunakannya seperti juga banyak artis lainnya pada era Elvis.

Makanya, lagu Crying in the Chapel itu ikut mengungkapkan suasana batin Elvis. Dia tak bahagia dan tak damai di pikiran. Kedamaian pikiran, itulah hal yang dia cari terus. Lalu dia suatu waktu menemukannya dalam doa penyerahan dirinya kepada Yesus di sebuah gereja kecil, entah gereja yang mana.

Mungkin dia bergumul sepanjang usia karirnya yang mashyur, antara musikus beken yang kecanduan Napza dan penyerahan diri total kepada Yesus.

Antara kegagalan dirinya untuk bebas dari narkotik dan iman dan harapannya kepada Yesus.

Makanya, saya selalu iba kalau ingat Elvis, sejak SMP. Pasti Yesus mengasihi Elvis. Syukurlah, Elvis sempat bertemu Yesus yang memberinya suka cita dan meringankan bebannya yang berat.

Read more
https://www.townandcountrymag.com/society/a26721749/elvis-presley-death-true-story/.