Saturday, April 23, 2011

Setangkai Bunga Mawar Mengapung di Jagat Raya: HUT ke-21 Teleskop Antariksa Hubble


Dalam rangka memperingati ulang tahun ke-21 Teleskop Antariksa Hubble (jatuh pada tanggal 24 April 2011), pengelola teleskop ini, NASA, ESA (European Space Agency), dan the Hubble Heritage Team (STScI/AURA), mempublikasi sebuah foto tajam yang sangat mempesona yang diberi nama Arp 273. Foto ini menampilkan dua galaksi (dalam konstelasi Andromeda, berlokasi kira-kira 300 juta tahun cahaya dari Bumi) yang berinteraksi dalam suatu tabrakan. Para astronom di Space Telescope Science Institute (STScI) di Baltimore melaporkan bahwa foto tersebut diambil pada 17 Desember 2010 dengan Hubble’s Wide Field Camera 3 (WFC3). Gambar yang dihasilkan adalah suatu perpaduan data yang diambil dengan tiga filter terpisah pada WFC3 sehingga memungkinkan diperolehnya panjang gelombang yang berkisaran luas, yang mencakup cahaya-cahaya ultraviolet, biru, dan merah dari spektrum warna.

Inilah fotonya:


Kelihatan seperti sebatang bunga mawar yang sangat mempesona, tanpa duri-duri, dan berwarna-warni, mengapung-apung di dalam jagat raya. Jagat raya memang berisi banyak hal yang menawan hati, yang dihasilkan oleh kekuatan-kekuatan alam yang dahsyat.

Spiral galaksi yang lebih besar, yang diberi nama UGC 1810, berada di atas spiral galaksi yang lebih kecil yang diberi nama UGC 1813. Galaksi yang lebih besar memiliki massa lima kali massa galaksi yang lebih kecil. Disk spiral galaksi UGC 1813 tampak utuh, sementara disk spiral galaksi UGC 1810 terdistorsi mengambil bentuk seperti sebuah bunga mawar karena tarikan pasang gravitasi galaksi yang menemaninya, yang ada di bawahnya. Pada nukleus galaksi yang lebih kecil tampak tanda-tanda khas pembentukan bintang yang sangat masif dan intens, yang mungkin dipicu oleh perjumpaan dua galaksi ini, yang sebelumnya satu sama lain dipisahkan oleh jarak puluhan ribu tahun cahaya.

Lengan panjang di sebelah luar (yang membentuk batang bunga mawar) adalah bagian dari cincin spiral galaksi yang umumnya terbentuk ketika dua galaksi saling berpapasan dan bertabrakkan satu sama lain.

Untaian titik-titik yang seperti mutiara-mutiara biru yang berada di bagian puncak adalah paduan cahaya yang berasal dari gugus-gugus bintang-bintang biru yang berusia muda, yang sangat terang dan panas. Bintang-bintang yang masif ini memancarkan cahaya ultraviolet yang sangat kuat.

Gambar di atas tak akan kita bisa saksikan jika teleskop Hubble tidak ada. Teleskop Hubble diluncurkan pada 24 April 1990 ke orbitnya melalui pesawat antariksa ulang-aling Discovery misi STS-31. Riset-riset astronomis masa kini, dari sains planetari sampai kosmologi, menerima data yang sangat signifikan hampir semuanya dari Hubble.

Sejak diluncurkan, para saintis angkasa berharap sangat besar bahwa lewat Hubble mereka akan dapat melihat galaksi-galaksi yang jauhnya bermilyar-milyar tahun cahaya dari Bumi, selain gambar-gambar yang lebih terinci mengenai planet kita sendiri. Sudah kurang lebih 6000 artikel saintifik mengenai Bumi dan jagat raya ditulis berdasarkan data yang dikirim teleskop Hubble.

Lewat teleskop Hubble ini kita tahu bahwa jagat raya kita ini sudah berusia antara 13 sampai 14 milyar tahun. Teleskop antariksa ini juga memainkan sebuah peran sangat penting ketika manusia menemukan “energi gelap” (dark energy) dalam jagat raya, suatu daya misterius dalam jagat raya yang menyebabkan terjadinya akselerasi dalam ekspansi atau pengembangan jagat raya. Hubble juga telah memperlihatkan kepada para saintis galaksi-galaksi dalam tahap-tahap evolusinya, termasuk juga galaksi-galaksi bayi yang bermunculan ketika jagat raya masih sangat muda. Ini semua membantu para ilmuwan angkasa memahami bagaimana galaksi-galaksi terbentuk lalu berkembang. Hubble juga menemukan disk-disk protoplanetari, gumpalan-gumpalan besar gas dan debu yang mengitari bintang-bintang muda yang mungkin berfungsi sebagai tanah kelahiran planet-planet baru. Lewat Hubble, kita juga tahu bahwa sinar gamma di angkasa raya meledak, sebagai ledakan-ledakan energi yang aneh, luar biasa kuat, yang terjadi di galaksi-galaksi yang sangat jauh ketika bintang-bintang yang sangat masif luruh.

Administrator NASA, Charles Bolden, menyatakan, “Selama 21 tahun, Hubble telah dengan luas mengubah pandangan kita mengenai jagat raya, memungkinkan kita melihat jauh ke dalam masa lampau, sementara membuka mata kita pada keagungan dan keajaiban alam di sekitar kita. Saya mendapat kehormatan untuk menjadi pilot wahana ulang-alik Discovery ketika wahana ini ditugaskan untuk menempatkan Hubble pada orbitnya di atas Bumi. Selanjutnya, foto-foto baru yang dikirim Hubble masih terus menginspirasi kita dengan ketakjuban, dan semua foto ini merupakan sebuah wasiat yang diwariskan oleh banyak orang yang telah melakukan pekerjaan luar biasa di balik observatorium angkasa dunia yang paling termashyur ini.”

I remember not Elvis Presley,
but Edwin P. Hubble, an American astronomer


Sources: