Saturday, July 26, 2014

I love you, Pak Prabowo Subianto!



Saya awali dengan doa dalam nama Allah yang maha pengasih dan maha penyayang.

“Ya, Tuhan, yang pengasih dan penyayang, nyatakanlah hidayah dan kasih sayangmu kepada Pak PS sehingga beliau tetap terjaga olehmu dan terlindung dalam kearifan-Mu.”

“Ya Tuhan yang pengasih dan penyayang, jagalah selalu Pak PS sehingga dia tetap dan akan senantiasa menjadi orang yang benar di mata-Mu dan di mata rakyat. Orang baik, dan bukan orang jahat.”

“Ya Tuhan, yang pengasih dan penyayang, sertailah selalu Pak PS dengan Roh-Mu, supaya dia dapat melewati masa-masa sulitnya ini dengan baik dan benar. Lalu muncul sebagai seorang ksatria yang dicintai segenap bangsa Indonesia.” 

Sementara kita terus dengan cerdas membicarakan dan mengkritik Pak PS, janganlah lupa, adakanlah kegiatan doa khusuk, mohon Tuhan memberi hidayah dan petunjuk kepadanya.

Kita ingin Pak PS dapat tetap terus bersama rakyat, bersama Pak JKW-JK, membangun negeri ini. Mohonlah pertolongan Tuhan supaya ini terjadi dalam doa-doa pribadi anda dan doa-doa komunitas anda di rumah-rumah ibadah anda. Mendoakan dengan cara ini adalah aktivitas spiritual, bukan aktivitas politis. Bukan didorong kepentingan politik partisan, tapi karena cinta kasih.

Komunitas-komunitas agama yang berbeda-beda sudah saatnya sekarang berdoa untuk rekonsiliasi bangsa, sendiri-sendiri maupun bersama-sama, dengan tujuan-tujuan spiritual.

Sekritis apapun kita analisis Pak PS dkk, tetap harus ada kemampuan dalam diri kita untuk tetap mencintainya. Cinta mampu mempersatukan. Cinta mampu meluluhkan hati.

Kalau kita bisa berempati terhadap Pak PS sekarang ini, kita akan bisa merasakan saat ini adalah saat pergumulan batin yang sangat berat buat dirinya. Tidak mungkin dia tidak bergumul. Hati nurani tetap ada padanya. Dia bukan orang jahat. 

Saya rasional, cenderung selalu bersikap ilmiah, tapi saya tetap berdoa di rumah, dan juga bermeditasi. Doa dan meditasi adalah media untuk meneruskan energi positif ke orang lain.

Kalau Tuhan itu kuasa kehidupan dan kuasa cinta kasih, lewat doa dan meditasi kuasa ini kita teruskan ke orang-orang lain yang sedang membutuhkan. 

Jadi, apapun agama anda, apapun aliran spiritual anda, apapun juga kepandaian akademik anda, marilah kita bersatu sekarang untuk mendoakan Pak PS supaya beliau mendapat hidayah ilahi.  

Jika kita sebagai bangsa bersatu mendoakan Pak PS, pasti Tuhan yang mahatahu dan maha penyayang akan menuntun Pak PS untuk mampu melewati masa-masa sulitnya ini.

Betapapun sulit tahap-tahap pergumulan psikis yang harus dilewati Pak PS, jika kita bersatu mendoakannya, niscaya dia akan melihat terang yang betul-betul terang. Dampingi dia, temani dia.

Walau banyak orang melihat Pak PS dengan negatif dan khawatir, tetaplah perlu kita berdoa bersama supaya terang dan hidayah ilahi datang kepadanya.

Kita juga sudah saatnya bersatu mendoakan Pak JKW-JK supaya Tuhan yang pengasih dan penyayang memberi hikmat dan pengetahuan pada mereka berdua sehingga berhasil memimpin kita, menuju Indonesia yang hebat.

Di tengah pertarungan politik yang keras, saya masih percaya pendekatan spiritual yang dinafasi cinta akan mampu membangun rekonsiliasi dan merobohkan tembok-tembok pemisah. Menghalau kebencian dan kemarahan. Mendatangkan kelembutan dan keramahan. Kebencian dan kekerasan hanya menimbulkan spiral kebencian dan kekerasan yang tidak pernah habis. 

Sekeras apapun sikap politis Pak PS, saya percaya masih ada nur ilahi dalam batinnya yang terus bercahaya, yang perlu dibuka sehingga bersinar keluar, menyejukkan dan memberi rasa damai yang sejati kepada seluruh rakyat negeri. 

Teruskan analisis kritis anda atas semua langkah Pak PS dan timnya sekarang ini. Tapi lakukan itu dengan rasa cinta yang besar terhadapnya, bukan dengan kebencian. Cinta menimbulkan cinta. Kebencian menyalakan kebencian dan api neraka.

Sebagai bangsa, kita memerlukan analisis kritis atas sikap-sikap politis Pak PS sekaligus cinta kasih yang tulus kepadanya, bukan kebencian. Analisis kritis akademik atas sikap-sikap politis Pak PS dan cinta yang tulus kepadanya akan membuat kita sebagai bangsa bisa melewati masa-masa genting ini.

Politik tanpa analisis kritis akademik akan berubah menjadi politik yang tidak terkendali. Ini berbahaya. Cinta kepada para politikus akan bisa memberi mereka hati nurani. Ini yang harus kita lakukan ramai-ramai, sekarang.

Demi Pak PS sendiri dan demi masa depan NKRI, kita perlu terus lakukan kajian akademik terhadap sikap-sikap politiknya, dan juga tetap terus mencintainya. Ilmu dan cinta harus dijalankan bersama. Saling memperkuat. 
  
Jangan ikut hanyut dalam arus besar kebencian terhadap Pak PS. Bangun arus tandingan: arus cinta kasih terhadapnya. Yakinlah, Pak PS adalah orang baik, bukan orang jahat.

Inilah pesan-pesan cinta saya kepadanya. Tolong diteruskan kepada Pak PS. Terima kasih. 

I love you, Pak Prabowo Subianto!

Marilah ramai-ramai kita katakan, We love you, Pak Prabowo Subianto!



#WeLoveYouPakPrabowo