Wednesday, August 17, 2022

Di Kala Tubuhku Mulai Renta

 



Yesus, Yesus, Tuhanku
Bukankah telah sejak lahir
Aku hidup di suatu negeri besar
Yang kini sudah lama merdeka?

Tetapi mengapakah, Tuhan
Di ujung-ujung usiaku di Bumi ini
Di kala tubuhku mulai melemah dan renta
Aku belum juga bisa hidup merdeka?

Di manakah kemerdekaan?
Bagiku putera pertiwi Indonesia
Bagiku insan yang mencintai
Bagiku patriot yang berpikir

Yesus, lewat puisi doaku ini
Aku mohon kepada-Mu, Tuhanku
Dekaplah aku erat dan hangat
Dalam pelukan tangan-Mu yang mahasuci

Pelukan-Mu yang memberi kemerdekaan
Kemerdekaan yang kudambakan
Sejak aku masih ada
Di dalam kandungan mamaku

Kemerdekaan yang sejati
Kemerdekaan yang abadi
Kemerdekaan tak berhingga
Di dalam Kerajaan-Mu yang hening

Yesus, Yesus, ini, ini, tanganku
Raih, raih dan genggamlah
Bawalah aku terbang tinggi
Tinggi... ke Negeri Keheningan



En tō endoksō onomati Iēsou
Jakarta, 17 Agustus 2022
ioanes rakhmat



Monday, August 1, 2022

APAKAH KEBIADABAN SUDAH MELEKAT PADA DIRI MEREKA?

 


Perjumpaan otentik dengan Yesus Kristus sebagai Tuhan yang hidup, itulah yang membuat orang Kristen umumnya mencintai Yesus sepenuhnya dan mempertahankan hubungan yang langgeng dengan-Nya. • ioanes rakhmat


Baiklah, saya mau melanjutkan kisah-kisah kebiadaban kalangan roh-roh najis Legion dalam rupa manusia terhadap kami.

Lewat kisah-kisah yang saya tulis, Tuhan merasakan saya, dan saya merasakan Tuhan. The Lord feels me, and I feel the Lord, through stories. Dan...., lewat jalan-jalan-Nya, Tuhan telah dan akan selalu menolong.

1. Tikus-tikus masuk ke dalam ruang mesin mobil Yaris

Sabtu siang, 30 Juli 2022, saya bersama puteri saya mendatangi toko tempat servis mobil untuk mengganti fanbelt (karena kerap berderit jika mesin mobil baru dinyalakan) dll Toyota Yaris yang dipakainya. Toko tempat servis itu, Surya Motor, berlokasi di Komplek BMG, gedung Ex. Goro, Kelapa Gading Barat.

Ketika puteri saya itu sudah mengeluarkan mobil Yaris-nya dari halaman teras rumah kami, saya terkejut karena melihat sangat banyak taik tikus got bertebaran di seluruh lantai teras yang sebelumnya menjadi tempat parkir mobil Yaris itu. Puteri saya tak melihatnya, dan saya juga tak memberitahunya.

Segera saya menyapunya dan mendorong semua taik tikus itu dengan alat pendorong berbahan karet hitam lebar, sambil menyemprotkan air, ke lubang got yang ada di samping kanan di bawah pintu depan dorong rumah kami.

Belum pernah ada kejadian seperti itu sebelumnya selama 20 tahun kami mendiami rumah kami. Tak pernah terjadi, taik tikus ada begitu banyak dan tersebar di bidang lantai seluas bidang bawah mobil Yaris.

Sangatlah mungkin, pada lewat tengah malam atau dini hari di hari Sabtu itu ada orang yang tak berakhlak yang telah sengaja melepaskan sekian tikus got ke halaman teras rumah kami yang ada persis di kolong mobil Toyota Yaris itu. Sangat sering saya mendengar deru suara motor lalu berhenti di depan rumah kami lewat jam 12 malam. Apa tujuan orang itu?

Jawabannya saya ketahui ketika sang montir yang akan menangani mobil Yaris itu membuka kap atau tutup mesin depan mobil.

Dia memberitahu dan memperlihatkan kepada saya, ada sekian bekas pijakan kaki tikus (lebar-lebar) di bagian-bagian atas tertentu mesin mobil Yaris tersebut. Dia bertanya kepada saya, mobil Yaris itu diparkir di mana di malam hari. Katanya, kalau ada bagian kabel pada mesin mobil itu yang telah digigit tikus, mobilnya akan mogok, tak bisa dinyalakan.

Ketika kami membicarakan perihal tikus-tikus masuk ke dalam mesin mobil, di seberang toko Surya Motor itu ada tiga orang yang bertubuh kekar dengan otot-otot tangan mereka mengembung, yang semuanya mengenakan T-Shirt warna merah, ikut menguping. Saya tahu mereka bertiga itu dari kalangan mana. Tapi, saya tak mau pedulikan mereka. Samasekali tak ada hubungan apapun antara saya dan mereka.

Si montir itu saya minta memeriksa kabel-kabel pada mesin mobil Yaris itu. Dia tidak menemukan kabel yang telah digigit tikus. Selain penggantian fanbelt, ada bagian-bagian lain yang juga perlu diganti, dan juga perlu ada perawatan lain.

Kesimpulan saya sederhana. Kalangan yang sedang terus-menerus memaksa saya pindah ke agama mereka, mengintimidasi kami lagi lewat pelepasan tikus-tikus got ke halaman teras rumah kami supaya di antara tikus-tikus got itu ada yang akan masuk ke ruang mesin mobil lalu menggigit kabel-kabel mesin mobil Yaris yang dipakai puteri saya. Mobil Avanza saya, pastilah menjadi sasaran mereka juga --- saya belum memeriksanya.

Pasti perbuatan keji dan durjana mereka itu, akan mereka ulangi lagi. Apakah mereka masih mempunyai hati dan kesadaran nurani? Apakah mereka masih manusia? Mengapakah mereka tega berbuat keji, bertolakbelakang dengan ajaran agama yang mereka anut? Apakah yang telah terjadi pada mental mereka? Saya hanya bisa berseru dalam doa, Ya Tuhan Yesus, lindungilah kami selalu, dan jauhkan kami dari segala yang jahat.

Di malam harinya, ketika saya dan isteri mau tidur, si pria di sebelah kanan rumah kami, yang bekerja sebagai antek Legion pembuat kegaduhan, membuat suara gaduh berkali-kali di ruang sebelah atas plafon gipsum kamar tidur kami. Klotak, klotak, klotak. Klotak.

Jelas sekali, suara ini bukan suara tikus, tapi suara buatan yang memerlukan suatu instrumen untuk dapat terdengar. Sangat mungkin, suara ini adalah suara peringatan untuk saya tidak mengisahkan apapun ihwal tikus-tikus yang masuk ke mesin mobil Yaris yang dipakai puteri saya.

Masih ada dua pesan peringatan lain di hari yang sama.

Di sore hari Sabtu itu juga, ketika saya berada sendirian di ruang dapur, si pria upahan Legion ini menghembuskan bau bangkai tikus ke dalam ruang dapur lewat atap ventilasi rumah kami (lihat foto di bawah ini, void yang beratap ventilasi), yang salah satu sisinya terletak menempel dengan dinding belakang pemisah rumah kami. Selama 5 menit bau bangkai tikus ini tercium, lalu hilang sendiri. Rupanya si lelaki itu seekor gajah pecinta bangkai.

Si pria antek Legion ini mempunyai alat penghembus yang dapat menyebarkan bau apapun, termasuk bau kematian. Dan, saya telah menemukan di mana jalur penghembusan bau ini berada, dari rumahnya berhembus ke rumah kami.

Alat penghembus bau juga dimiliki si rebage alias remaja baru gede antek Legion di seberang rumah kami yang sampai sekarang masih terus dia gunakan untuk menghembuskan bau hangus kayu terbakar atau bau menyengat pengencer cat atau thinner ke dalam rumah kami. Ini sungguh sudah sangat keterlaluan.

Selain itu, di sore hari yang sama, si pria ini yang mendiami rumah kontrakan di sebelah kanan rumah kami ---  yang memiliki sepasang kuping sangat lebar gajah Bona (dalam dunia dongeng kanak-kanak) --- dengan suatu instrumen elektronik menimbulkan suara berisik klotak klotak pada ruang refrigerator lemari es di ruang makan kami.

Bukan baru kali ini dia menimbulkan suara ribut pada ruang refrigerator lemari es di rumah kami, tapi sudah sangat sering. Belakangan, baru saya menyadari kalau bunyi berisik di ruang refrigerator lemari es di ruang makan kami adalah bunyi buatan. Semula saya pikir, bunyi ribut klotak klotak itu berasal dari bongkahan es yang jatuh. Ini pikiran saya yang naif, waktu itu.

2. Salah satu kemungkinan tempat tikus-tikus dilepaskan

Lewat tengah hari, pada hari Kamis 28 Juli 2022, saya menyempatkan diri masuk ke ruang loteng yang ada persis di bawah wuwungan rumah kami untuk memeriksa keadaannya.

Tangga aluminium lipat 2 meter (panjangnya akan menjadi 4 meter jika diluruskan) merk Krisbow yang sudah kami beli dan miliki (setelah dua tangga lipat sebelumnya kami tolak karena dibuat cacat/rusak dengan sengaja), sangat memudahkan saya masuk ke ruang loteng di bawah wuwungan rumah kami.

Di bagian sisi ujung terjauh loteng ini, yang berbatasan dengan atap ventilasi, saya menemukan sebuah lubang karena salah satu batu batanya sudah tidak ada (entah ke mana). Lubang ini sudah saya tutup dengan adukan semen.

Lubang juga ada antara kaso penyangga genteng di bagian ventilasi dan susunan batu bata yang direkatkan dengan semen di bawahnya sebagai tempat dudukan (panjangnya kurang lebih 1 m) penyangga genteng.

Setelah saya mengamati dan memikirkan, kesimpulan saya adalah: secara alamiah, tikus-tikus got yang besar dan tikus-tikus rumah yang kecil tidak akan bisa tiba di bagian-bagian lubang yang telah saya gambarkan di atas, kecuali dilepaskan orang dengan sengaja dari situ. Lalu tikus-tikus yang dilepaskan dari bagian itu akan berlari ke depan, menuju bagian atas plafon gipsum dari ruang tidur kami.

Gudang kecil di atas, yang bersebelahan dengan atap ventilasi, sama sekali bersih dari tikus apapun. Saya selalu memeriksanya.

Tikus rumah yang pada tubuhnya telah diborehi atau ditempeli larva-larva (belatung-belatung), jika dilepaskan dari lokasi yang telah digambarkan di atas (atau dari lokasi lain yang saya belum temukan) lalu bergerak menuju bagian atas plafon atas ruang tidur kami, lalu mencari lubang untuk turun ke ruang tidur kami (ini hanya bisa dilakukan oleh tikus-tikus terlatih), adalah pembawa dan pelepas larva-larva di lantai ruang tidur kami.

Hal adanya banyak larva di salah satu bagian lantai ruang tidur kami sudah saya kisahkan dengan ringkas lewat sebuah meme yang saya telah pasang pada album EVENTS (ME) di galeri smartphone Samsung Note 9 yang saya pakai. Lihat meme di bawah ini. Klik untuk zoom-in.

Terkait bau bangkai tikus yang tercium sekian hari lalu di ruang tidur kami, ada kemungkinan adalah bau buatan. Pada Kamis, 28 Juli 2022, saya sudah cari di segala sudut loteng di bawah wuwungan, tetapi saya tidak atau belum menemukan ada sisa suatu bangkai tikus. Jadi, saya memang harus mencari sekali lagi, jika yang ada adalah seonggok bangkai tikus betulan.


3. Dedaunan kering menumpuk di antara kabel-kabel listrik

Ketika saya mendatangi bagian yang berlubang pada susunan bata yang direkatkan dengan semen yang bersisian dengan bagian atap ventilasi, saya menemukan ada banyak sekali dedaunan kering yang menumpuk di sekitar tempat itu. Sebelumnya, hal ini tidak pernah terjadi. Lalu, kenapa sekarang jadi ada? 

Lalu otomatis saya teringat pada tumpukan besar dan tebal kapas-kapas yang diletakkan di dua lokasi pada kumpulan sambungan dalam rumah kabel-kabel listrik Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang berinsulasi, yang ada di loteng di bawah wuwungan rumah. Hal ini juga sudah saya kisahkan sebelumnya.

Saya melihat sendiri kapas-kapas tebal itu, lalu membuat videonya, dan menyimpan dua gulungan kapas tebalnya sebagai barang bukti.

Dua lapisan tebal kapas ini ditaruh dengan sengaja ketika kami memasang Internet, TV dan telpon rumah sekaligus satu paket. Kapan pemasangan ini dilakukan, sepersis-persisnya saya telah catat.

Nah, sebagai pengganti kapas-kapas yang sudah lama saya angkat dan simpan, mereka sejak berbulan-bulan lalu sengaja menaruh banyak daun kering (dari mana asal dedaunan ini jika bukan dimasukkan dengan sengaja?) pada bak penampung dan pembuang air hujan yang ada di bawah tutup atap ventilasi di bagian belakang rumah kami di sudut kanan. Lihat foto di bawah ini.

Mereka, orang-orang pembuat gaduh itu, sering muncul dari bagian belakang ruko-ruko yang berbatasan dengan bagian belakang rumah kami. Selalu saja mereka membuat kegaduhan di situ seperti sedang mengerjakan sesuatu. Misalnya, memasang antena TV yang tak pernah beres, atau menggebuk-gebuk tembok di sekitar tempat itu.

Lalu, oleh hembusan alamiah angin, dan bisa juga ditambah hembusan buatan lewat sebuah instrumen, dedaunan kering itu satu demi satu terhembus masuk ke ruang loteng di bawah wuwungan rumah kami yang pada lantainya berseliweran kabel-kabel dalam rumah kelanjutan kabel-kabel listrik luar rumah Perusahaan Listrik Negara (PLN). Lambat laun, terbentuklah tumpukan atau himpunan dedaunan kering yang dapat menimbulkan korsleting arus listrik jika tumpukan daun ini menempati atau menempel pada bagian-bagian himpunan sambungan kabel listrik yang mencuat ke atas dan terinsulasi.

Mereka memang sungguh-sungguh mau membakar rumah kami lewat berbagai rekayasa.

Apakah mereka masih manusia? Saya tidak bisa menjawabnya. Apakah mereka beragama meski terus-menerus memaksa saya ganti agama? Saya juga tidak bisa menjawabnya.

Setelah mengumpulkan dedaunan kering itu penuh satu ember adukan semen yang sudah kosong, saya turun dari loteng di bawah wuwungan itu. Lalu saya sengaja membersihkan ember bekas adukan semen yang berisi penuh dedaunan kering itu di luar rumah, di halaman luar rumah kosong dan tak terurus (QJ4/12) di sebelah kiri rumah kami, yang ditumbuhi banyak rerumputan. Saya menunggu reaksi siapapun.

Betul saja, si ibu yang sudah tidak muda lagi, sudah pantas jadi oma, penghuni rumah persis di seberang rumah kami, bersama seorang perempuan lain (mungkin asisten rumahtangganya), hampir bersamaan waktunya mengucapkan sebuah koor, “Laporkan tuh ada banyak daun.” Ya, keduanya telah menerima instruksi dari boss Legion.

4. Data kartu ATM saya diincar lewat pemakaiannya di mesin EDC toko-toko dan restoran

Selalu timbul masalah yang, hemat saya, sudah tidak wajar ketika sekian waktu lalu, hingga kini (dengan frekuensi pemakaian sangat terbatas), saya membayar dengan memakai kartu ATM (debit card) di sejumlah toko lewat mesin EDC (Electronic Data Capture). Termasuk toko-toko yang menjual pelengkapan peralatan bangunan seperti tangga lipat aluminium, dan di sebuah restoran cepat saji Drive Thru di kawasan Artha Gading, Kelapa Gading, sebelah pom bensin.





Karena kejadian yang tak wajar itu sudah terjadi lebih dari lima kali dalam waktu yang pendek, saya naluriah merasa bahwa data-data sensitif pada kartu ATM saya itu mau dicuri lewat transaksi melalui mesin-mesin EDC.

Pencurian data dari kartu ATM lewat mesin EDC yang mencakup password, kredensial login, informasi akun bank dan info-info sensitif lainnya, adalah mungkin dilakukan. Tentang hal ini, bacalah di sini dan di sini.

Mengapa mereka mengincar data bank saya (suatu tindakan kriminal)? Ini hal yang tidak bisa saya jawab. Tindak kriminal demi tindak kriminal, mereka lakukan terus.

Satu-satunya kejadian saya menerima sebuah pemberian sebagai suatu tipu-muslihat untuk menjadikan saya seorang mualaf, adalah pemberian sebuah smartphone Samsung Note 9 pada 22 Oktober 2018 dari seorang advokat Kristen Nyonya S. Tan, yang sudah saya kisahkan sebelumnya.

Hingga saat ini, saya menunggu si advokat Ny. S. Tan untuk mengontak saya untuk mengurus pengembalian uang seharga smartphone Samsung Note 9 bekas, yang telah dipakai selama 4 tahun.

Karena alasan keamanan data perbankan saya, kini saya umumnya membayar barang-barang yang saya beli dengan uang tunai.

Begitulah, kebiadaban dan kekejaman telah melekat pada diri insan-insan Legion itu, yang tetap ngotot mau mengganti agama saya. Ya, mereka menghalalkan segala cara untuk melepaskan saya dari Tuhan Yesus Kristus yang sangat mengasihi saya dan sangat saya kasihi.

Mereka terjebak delusi berat, maksudnya: percaya dengan menutup mata sama sekali bahwa saya pasti akan bisa dimualafkan jika saya ditekan terus-menerus lewat tindakan-tindakan keji dan durjana mereka. Faktanya: semakin saya dianiaya dan dikejami untuk merebut saya dari tangan Tuhan Yesus, semakin dalam dan total cinta dan penyerahan diri saya kepada Tuhan Yesus. 

Sadarilah hal itu. Terimalah hal itu sebagai fakta. Mengenal dan mencintai Yesus bukan sekadar perkara keagamaan, tetapi berlandaskan suatu pertemuan yang otentik dengan diri Yesus sendiri sebagai sang Tuhan yang hidup, dalam kehidupan seseorang.

Juga, lupakah mereka bahwa mutu suatu aliran agama apapun terlihat dari isi pikiran, perilaku dan perbuatan-perbuatan para penganutnya? Bagaimana mungkin siapapun mau pindah ke agama X jika para penganut agama X ini kejam, biadab, keji, mau benar sendiri, dan durjana, dengan nurani yang sudah mati? Renungkanlah hal ini dengan serius. 

Selain itu, jika orang mau masuk ke agama anda karena mereka sudah tidak tahan terhadap tekanan kebiadaban anda, tanyailah diri anda sendiri bagaimana jadinya dengan mutu komunitas keagamaan anda? Sangat rapuh, ringkih, dan penuh kemunafikan.

Pada sisi saya, ya saya sangat senang jika mereka, dalam Legion itu, sudah berbahagia dengan agama mereka, dan mereka percaya diri. Sama seperti saya, yang sudah sangat berbahagia hidup bersama Tuhan Yesus, dan saya memiliki kepercayaan diri yang besar. Tidak ada keinginan saya sedikitpun untuk menawarkan mereka ganti agama.

Jakarta, Senin, 01 Agustus 2022

En tō endoksō onomati Iēsou
ioanes rakhmat