Thursday, November 29, 2018

Era eugenik telah tiba, dimulai di China...

ERA MANUSIA UNGGUL atau EUGENIK BARU SAJA DIMULAI....

Di CHINA loh, BUKAN di USA! Ini sudah diprediksi banyak orang.

Genetikus China dari Southern University of Science and Technology in China, He Jiankui  Ph.D., telah mengumumkan bahwa dia (dkk) telah berhasil MENGEDIT DNA kembaran bayi perempuan NANA dan LULU sewaktu keduanya masih sebagai janin dalam rahim bunda mereka.


Yang diedit He Jiankui lewat teknik Genome Editing CRISPR Cas9 adalah gen-gen "linibibit" yang terdiri atas sel-sel reproduktif Nana dan Lulu yang membuat bayi perempuan kembar ini kebal terhadap HIV (lewat HIV juga) (meski saat berada pada tahap embrio mereka sehat) dan juga keturunan mereka seterusnya nanti. Sidik jari tangan iptek He Jiankui tentu saja tertanam abadi dalam linibibit NANA dan LULU.

Cara kerja DNA-editing CRISPR Cas9. Usap atau klik image agar kata-kata terbaca jelas.

Langkah He Jiankui yang telah dimulai 8 bulan lalu ini membuat dunia kedokteran dan bioetika geger minggu ini. Keberhasilannya melahirkan PERTAMA KALI DALAM DUNIA kembaran bayi manusia yang telah mengalami pengeditan atau modifikasi gen menandakan era penciptaan EUGENIK, yakni insan-insan yang diberi gen-gen unggulan, telah dimulai.

Gen-gen unggulan yang mana yang harus dipilih, dan gen-gen yang mana yang harus diedit, ya bergantung keputusan politik dan militer suatu negara dan tentu juga keputusan para genetikus, dan keputusan masyarakat. Ini bidang bioetika. Kontroversi setiap terobosan real iptek ya merebak di wilayah bioetika.

Dalam sikon itu, ada etikus yang terlelap tak siap, yang malah jadi kalap dan gelap mata. Syukurlah, juga ada tak sedikit etikus yang mampu dengan cerdas memberi tanggapan yang positif, mencerahkan, dan mendorong iptek untuk maju terus.

Yang dibutuhkan sekarang adalah pendekatan etis "responsibly contextual" yang mempertimbangkan banyak faktor lintasilmu sebelum suatu keputusan etis diambil.

Etika normatif yang kaku dan ketinggalan zaman, yang lazim disebut etika legalis nomis atau etika deontologis, tidak banyak manfaatnya.

Selain itu, masih ada etika teleologis, yang mendasarkan suatu pengambilan keputusan etis pada mulia atau tidaknya tujuan suatu tindakan.

Nah, era eugenik bisa menjadi era yang di dalamnya semua manusia lahir sehat dan hidup dewasa juga sehat, fisik dan mental, bahkan juga semua cerdas.

Tapi sebaliknya juga dapat terjadi: sekelompok manusia dengan linibibit unggul dan memiliki kecerdasan dan kekuatan dan daya tahan fisik luar biasa, AKAN MENDOMINASI DAN MEMPERBUDAK insan-insan yang lebih inferior secara genetik. Gen superior versus gen inferior, pada level makromolekul.

Bersiaplah dengan era eugenik.
Tak mungkin gerak jarum jam diputar balik.

Orang cerdas bergegas bergerak ke depan.
Hanya undur-undur yang memilih berlari mundur jauh ke masa silam sambil tidur dan ngelindur.

Oh ya, teknik pengeditan gen CRISPR sebetulnya sudah sejak sekian tahun lalu dipakai tapi bukan pada janin manusia, melainkan pada janin hewan-hewan lain non-insani. Hasilnya antara lain babi-babi mungil alias micropigs, dan juga khimera. Lebih lanjut baca di sini
https://ioanesrakhmat.blogspot.com/2015/10/hewan-babi-antara-ajaran-agama-dan.html?m=0 dan juga di sini https://ioanesrakhmat.blogspot.com/2017/02/era-organisme-hibrid-manusia-babi-sudah.html?m=0.

ioanes rakhmat
29 Nov 2018

Read more https://www.inverse.com/article/51191-designer-babies-born-in-china-ethics

Lihat juga http://www.newscientist.com/article/2186504-worlds-first-gene-edited-babies-announced-by-a-scientist-in-china/