Sunday, October 29, 2017

31 Oktober 1517, Hari Reformasi Protestan, sebuah kecelakaan sejarah!

40 % WARGA JERMAN TEWAS DALAM "PERANG TIGA PULUH TAHUN" YANG BERKOBAR AKIBAT REFORMASI

Pada 31 Oktober 1517 di pintu gereja Wittenberg, Jerman, Martin Luther menancapkan 95 tesisnya, tertuju ke Uskup Agung Mainz. Semua tesisnya ini melawan posisi doktrinal dan praktek Gereja Katolik di eranya.


Selanjutnya, gerakan reformasi gereja yang bergelombang luas muncul di seluruh Eropa yang berujung kelahiran Gereja Protestan.

Reformasi abad ke-16 dalam roh kekristenan dan nasionalisme Jerman ini umumnya dilihat berdiri atas tiga prinsip keyakinan, yaitu Sola Scriptura ("hanya Alkitab"), Sola Fide ("hanya iman") dan Sola Gratia ("hanya karunia").

31 Oktober diperingati hingga saat ini sebagai hari Reformasi Gereja, yaitu hari kelahiran Gereja Prostestan sebagai akibat reformasi yang dijalankan para tokoh Reformasi seperti Martin Luther, Ulrich Zwingli, Heinrich Bullinger, Yohannes Kalvin, John Knox, dll, selain juga radikalis Reformis seperti Thomas Muntzer dan Karl Stadt dll.


Gerakan Reformasi di Eropa ini berakhir tahun 1648 dalam Perdamaian Westphalia setelah berakhirnya Perang 30 Tahun (1618-1648) sebagai akibat susulan Reformasi Protestan, dengan menghancurkan nyaris seluruh Jerman dan menewaskan sampai 40 persen warga Jerman. Waduuh, Tuhan!


Hemat saya, jika seluruh kehidupan orang Kristen Protestan masa kini di abad ke-21 ditundukkan pada Alkitab saja, dan segala hal dalam dunia harus diatur menurut seluruh ketentuan Alkitab saja, seperti kemauan Yohannes Kalvin dulu atas kota Jenewa, maka pola pikir dan kelakuan orang Protestan ini bukan saja tidak akan jalan, tapi juga tergolong dalam ideologi teokratisme, atau paralel dengan ideologi khilafah dalam dunia Islamis radikal.

Di NKRI teokratisme tidak berlaku. NKRI tegak di atas hukum positif ("lex positiva" atau "ius positum") yang disusun legislatif dan/atau eksekutif dan disahkan lembaga tinggi legislatif DPR. Agama-agama diberi kebebasan diamalkan oleh masyarakat dalam semangat ideologi Pancasila, dilindungi negara, tapi tidak mengatur pemerintahan NKRI.

Silahkan share, jika ingin.
Thanks.

ioanes rakhmat
28 Okt 2017

Hari Sumpah Pemuda
"Kita tidak sama,
kita kerja sama."
☆ Presiden Joko Widodo


Sunday, October 22, 2017

Patah hati, jantung kena, lantaran anjing kesayangan mati ngenes

STRES DAPAT MENIMBULKAN SINDROM “PATAH HATI” PADA JANTUNG ANDA!

Di suatu pagi, saat baru bangun tidur, Ms. Joanie Simpson (lansia, 62 thn) terkena Sindrom PATAH HATI, alias “Broken Heart Syndrome” sungguhan pada jantungnya. Bukan kiasan. Tapi sindrom ini timbul bukan karena serangan penyakit jantung koroner dll.

Anda perlu mengenali sindrom patah hati. Banyak orang di sekitar kita sedang broken heart tanpa kita tahu. Mungkin diam-diam anda juga sedang patah hati; bisa jadi, malah sedang hancur hati.


Dalam dunia medik sindrom ini dikenal sebagai Takotsubo Cardiomyopathy (TCM). Ada terma-terma medik lainnya untuk TCM, yaitu “Apical Ballooning Syndrome” atau “Stress Cardiomyopathy” atau “Stress-induced Cardiomyopathy” atau “Gebrochenes-Herz Syndrome”. Yang populer, terma Sindrom Patah Hati.

Sintom TCM serupa dengan serangan jantung: sakit punggung yang luar biasa, nyeri di dada, nafas sesak atau dyspnea, detak jantung yang tak beraturan, tubuh lunglai mendadak atau terjatuh.

Dalam bahasa Jepang, takotsubo artinya “pot oktopus”. TCM antara lain menimbulkan kejang-kejang otot jantung yang lalu volume suatu bagian dalamnya membesar, mengambil bentuk sebuah pot yang menyerupai oktopus: gendut di bawah, lalu ke atas berupa leher yang menyempit (lihat gambar). Kondisi fisik jantung demikian ini dinamakan “disfungsi puncak ventrikular kiri (Left Ventricular atau LV) akibat penggelembungan”, yang dapat dipulihkan kembali.

BROKEN HEART menimpa Joanie lantaran Meha, anjing betina kesayangannya, mati ngenes gara-gara sakit parah. Sebelumnya, sudah ada beberapa stressor mental lain yang dialami ibu yang sudah lansia ini.

Banyak faktor internal tubuh penyebab TCM, di antaranya hormon stres yang membanjir dalam aliran darah, khususnya hormon kortisol dan hormon adrenalin.

Bagian di dalam otak kita yang dinamakan hypothalamus dan amygdala, karena dirangsang oleh sinyal-sinyal saraf dan hormonal, memicu teraktivasinya kelenjar pituitari dalam otak dan kelenjar adrenalin di bagian atas ginjal. Kelenjar-kelenjar ini lalu mengeluarkan hormon adrenalin (hormon tenaga) dan hormon kortisol (hormon stres) di saat kita sedang berada dalam sikon yang dinamakan sikon “tempur atau kabur” (fight or flight) yang menentukan kita akan selamat atau mati.

Dalam sikon ini, kita bisa jadi gemetaran, kencing di celana, lalu dihabisi musuh, atau lari ngibrit, atau pasokan energi ke otot-otot berlimpah yang mendorong kita mampu berkelahi dengan amat berani dan sangat kuat, atau untuk menyelamatkan barang-barang berat milik kita ke tempat yang aman setelah berpikir sangat cepat dan tepat.

Adrenalin (juga noradrenalin atau norepinefrin) meningkatkan detak jantung dan tekanan darah, dan, bersama kortisol, menambah pasokan energi tubuh khususnya ke otot-otot (untuk tempur atau ngibrit sekencang-kencangnya) dan ke pusat aktivitas berpikir cepat dalam otak untuk mengambil keputusan psikomotorik secepat kilat (menyerang balik atau lari).

Kortisol meningkatkan kadar gula (glukosa) dalam aliran darah, meningkatkan penggunaan glukosa dalam otak (sebagai energi untuk berpikir cepat) dan menambah ketersediaan zat-zat untuk memperbaiki jaringan. Kortisol juga mengubah respons sistem imunitas, dan menekan sistem pencernaan, sistem reproduksi dan proses pertumbuhan, yang semuanya dalam sikon “tempur atau kabur” tidak perlu bekerja penuh sehingga energi yang biasanya dipakai sistem-sistem ini dialihkan beberapa waktu ke segala usaha kita dalam menghadapi sikon “tempur atau kabur”.

Sistem peringatan biologis ini, yang ditimbulkan oleh teraktivasinya kelenjar-kelenjar hormon, sangat rumit, dan terhubung timbalbalik dengan bagian-bagian otak yang mengendalikan mood atau suasana mental, pikiran, motivasi dan rasa takut. Inilah reaksi sistem pertahanan biologis kita pada waktu kita berada dalam sikon “tempur atau kabur” yang sangat menekan mental.

Jika sikon ini terus-menerus kita hadapi, energi kita akan tersedot ke usaha-usaha pertahanan diri demi survival saja; akibatnya tubuh kita akan kekurangan energi untuk mengaktifkan sistem-sistem dan fungsi-fungsi lain dalam otak dan tubuh kita secara utuh. Akibatnya, karena sikon stres, kita bisa cepat mati, bukan cuma terkena TCM yang bisa dipulihkan.

Ketika seseorang stres karena berbagai penyebab, misalnya ditinggal mati orang yang dikasihi, termasuk ditinggal mati hewan peliharaan kesayangan, atau ekonomi yang bangkrut, atau serangan kejahatan atau bencana alam, atau tersangkut masalah hukum yang berat, maka hormon stres terproduksi dalam jumlah besar lalu mengalir deras ke seluruh tubuh dengan melewati jantung sebagai organ sentral sirkulasi darah. Ini memicu sindrom Broken Heart yang terjadi pada Joanie, khususnya di saat dia mengalami stres paling puncak pada waktu anjingnya, Meha, mati dengan penuh azab.

TCM juga bisa muncul karena tekanan-tekanan ragawi yang keras seperti tabrakan kendaraan, atau karena penyakit medik yang memburuk, tinggal lama di ruang IGD, penyakit lain yang tak terdiagnosis, habis tenggelam, pasca-operasi, dan penggunaan obat-obat ilegal seperti serum katekholamin (norepinefrin, epinefrin, dopamin), juga karena jumlah berlebih kokain, methamfetamin dan fenylefrin dalam tubuh. Selain itu, faktor genetik juga dapat berperan, ditambah kondisi disfungsi mikrovaskuler koroner. “Seizure” atau peningkatan luar biasa pulsa listrik dalam organ otak juga bisa memicu TCM tapi jarang yang karenanya penderita TCM meninggal seperti meninggalnya dengan mendadak penderita epilepsi yang dinamakan SUDEP (“Sudden Unexpected Death in Epilepsy”).

Jadi, supaya tidak patah hati yang membuat fungsi jantung dihancurkan atau dipatahkan sementara, hiduplah dengan tetap riang. Keep happy all the time, even though it is very difficult to do so.

Kalau diputuskan pacar, ya bersiaplah cari seorang pacar baru yang lebih baik, atau  perbaikilah diri sehingga sang pacar akan makin sayang, bukan malah mulai bosan karena melihat tingkah laku anda.

Kalau ditinggal istri atau suami selamanya, berpikirlah bahwa kalau anda yang mati duluan, pasangan anda itu mungkin akan jauh lebih menderita dibandingkan anda yang sudah ditinggalkan.

Setelah sekian waktu berduka dan merasa sangat kehilangan, paculah diri untuk berani mencari seorang teman hidup lain, lalu ya nikahi dia. Kalau ditinggal mati anjing atau kucing kesayangan, atau ayam jago kecintaan, ya carilah penggantinya dan sayangi lagi.

Jangan melekat kelamaan terhadap mereka yang sudah pindah ke rumah ketiadaan. “The broken heart” masih bisa dilem atau dilas jadi satu lagi. Betul, bukan?!

Ketimbang anda terkena TCM yang bikin geger dan gundah orang serumah, dan untuk sembuh anda harus menggunakan obat-obatan seperti “angiotensis converting enzyme (ACE) inhibitors” atau “A-beta blockers” atau “A-adrenoceptor agonist” atau “calcium channel blockers” (seperti Verapamil atau Diltiazem) atau stimulan jantung Levosimendan, obat diuretik, dll, lebih baik anda “keep living a happy life”, dan siap ditinggal mati oleh siapapun yang anda sayangi.

Cinta memang ujungnya ya perpisahan, kematian, cepat atau lambat. Sebaliknya, kematian sang kekasih tidak perlu mematikan cinta anda kepada pengganti mereka yang sudah tiada. Begitu saja. Sederhana. Tentu, sulit dialami. Perlu perjuangan. Berdoa juga bisa menolong, karena lewat doa, anda bisa curhat melepas stres, lepas dari ihwal siapa yang sedang mendengarkan curhat anda itu.

Begitu saja ya.

Laporan medik kasus TCM yang menimpa Joanie Simpson baru saja diterbitkan di New England Journal of Medicine 377:e24, Oct19, 2017, http://www.nejm.org/doi/full/10.1056/NEJMicm1615835.

Deskripsi populernya terdapat di http://www.sciencealert.com/a-woman-has-suffered-a-clinical-broken-heart-after-the-death-of-her-dog.

Penjelasan medik teknis lebih jauh tentang TCM, lihat antara lain di https://emedicine.medscape.com/article/1513631-overview#a2 juga di https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4110608/#__ffn_sectitle.

Salam,

Jakarta, 22 Oktober 2017
ioanes rakhmat


Tuesday, October 17, 2017

Menyikapi gorpol bipolarisasi "pribumi versus non-pribumi"

MENYIKAPI GORPOL BIPOLARISME "PRIBUMI vs. NON-PRIBUMI" JELANG PILPRES 2019

Setelah saya dengarkan dua kali video rekaman pidato lisan Anies saat sesudah dia dilantik sebagai Gubernur baru DKI, 16 Okt 2017, mulai menit ke 7:29 dst saya mendengar pernyataannya yang berbunyi "Dulu kita semua pribumi ditindas dan dikalahkan. Kini telah merdeka, kini saatnya menjadi tuan rumah di negeri sendiri...."

Bagian itu saya kutipkan lengkap, berikut ini:

"Jakarta ini satu dari sedikit kota di Indonesia yang merasakan kolonialisme dari dekat, penjajahan di depan mata, selama ratusan tahun. Di tempat lain mungkin penjajahan terasa jauh tapi di Jakarta bagi orang Jakarta yang namanya kolonialisme itu di depan mata. Dirasakan sehari hari. Karena itu bila kita merdeka maka janji janji itu harus terlunaskan bagi warga Jakarta.

Dulu kita semua pribumi ditindas dan dikalahkan. Kini telah merdeka, kini saatnya menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Jangan sampai Jakarta ini seperti yang dituliskan pepatah Madura. Itik telor, ayam singerimi. Itik yang bertelor, ayam yang mengerami."

Pernyataan Anies ini ada yang mengacu ke sejarah (yang dikarangnya sendiri). Tapi sangat jelas juga kalau dia berbicara tentang konteks masa kini Jakarta, dan tentu saja dalam konteks masa kepemimpinannya sebagai Gubernur yang kini mulai dia jalankan. Saya eksplisitkan apa yang sedang ditekankan Anies: Kini saatnya pribumi menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Ya, konsekuensi pernyataannya ini luas, pernyataan yang rasistik kuat.

Video tersebut terpasang di sini https://m.detik.com/news/berita/d-3687022/membandingkan-pidato-jokowi-dan-anies-usai-jadi-gubernur-dki.


Jadi, penyebutan Jakarta sebagai "melting pot" dan seruannya untuk warga DKI bersatu di bawah kepemimpinan Anies, dan juga rujukan-rujukan ke sila-sila Pancasila, dalam pidato Anies tersebut, terdengar sayangnya tak lebih sebagai retorika belaka. 

Ada pepatah, "seekor keledai tidak akan jatuh ke lubang yang sama untuk kedua kalinya." Kita telah belajar dari kasus kampanye pasangan Anies dan Uno menuju Pilkada DKI 2017 yang telah lewat, yang mengeksploitasi isu SARA habis-habisan (alhasil, menjadi apa yang saya mau sebut kampanye "SARAmercon"), dan yang berujung tragis pada pemenjaraan Pak Ahok.

Menjelang Pilpres 2019, lubang yang serupa harus kita hindari sejak dini, sejak sekarang, apalagi kita bukan keledai-keledai yang dungu.

Masyarakat "akar rumput" di seluruh nusantara yang paling rentan terhasut dan digerakkan oleh ledakan SARAmercon, yang segera akan dihasut lagi oleh eksploitasi isu bipolarisme "pribumi dan non-pribumi" (yang N.B. sudah legal dilarang di negeri kita lewat Inpres RI no. 26/1998), harus kita dampingi dengan empatis, tak terputus, lewat berbagai cara dan langkah.


Penyadaran atau konsientisasi bahwa gorpol bipolarisasi "pribumi versus non-pribumi" SANGAT DESTRUKTIF terhadap ketahananan dan keutuhan bangsa dan negara RI yang multietnik dan multireligius ini, sudah harus dijalankan dengan sistematis dan komprehensif terhadap seluruh penduduk NKRI dan khususnya terhadap masyarakat akar rumput di seluruh Indonesia.

Setelah gorpol "kebangkitan PKI" kandas untuk memperlemah pemerintahan Presiden Jokowi, dan mungkin juga akan dimunculkan lagi, kini rupanya gorpol bipolarisme yang ilegal "pribumi versus non-pribumi" sedang mulai dijual lagi, baik untuk kebutuhan pendulangan paksa suara akar rumput untuk Pilpres 2019 maupun juga sebagai pengalihan isu ketidakmampuan Gub dan Wagub baru DKI untuk minimal menyamai prestasi dan kinerja luar biasa Ahok-Djarot sebelum mereka. Ya, kita sekarang sudah harus siapkan diri untuk menghadapi tembakan SARAmercon ini dengan kalem, cerdas, tangguh, bahu-membahu, multidimensional dan konstitusional.

Sekali merdeka tetap merdeka bagi seluruh suku, umat beragama, warna kulit dan golongan insan Indonesia, menuju NKRI salah satu lima adidaya dunia di tahun 2045.

Salam,
ioanes rakhmat
17 Oktober 2017


Sunday, October 15, 2017

Lima jenis olah raga terbaik bagi kesehatan tubuh dan kebahagiaan anda

LIMA JENIS OLAH RAGA TERBAIK BAGI KESEHATAN TUBUH DAN KEBAHAGIAAN ANDA

Sumber-sumber:

Erin Brown, "A Harvard doctor says these are the best exercises for your body", Business Insider, 14 Oct 2017, http://www.businessinsider.in/A-Harvard-doctor-says-these-are-the-best-exercises-for-your-body/articleshow/61083183.cms.

Wendy Baumgardner, "Top 10 Reasons to Start Walking", Verywell, 2 Sept 2017, https://www.verywell.com/walk-and-live-longer-3435504.

"8 reasons why walking is great for your health", https://www.tescoliving.com/articles/8-reasons-why-walking-is-great-for-your-health.

Tai Chi Chuan Girl, "Tai Chi: Definition and History", Taichi Colorado Springs, 30 Dec 2011, http://taichicoloradosprings.com/305/tai-chi-definition-and-history/.


MENURUT PAKAR MEDIK dari Harvard Medical School, Prof. I-Min Lee, ada lima macam olah raga atau pelatihan tubuh yang bermanfaat nyata bagi pemeliharaan kesehatan jantung dan otak, penguatan tulang dan otot, dan kesehatan tubuh dan mental anda secara utuh.


Pertama, olah raga renang

Olah raga renang membuat nyaris semua otot dan sendi tulang tubuh terlatih bergerak. Lewat renang, pernafasan juga anda latih dan ini baik bagi paru dan jantung anda. Alhasil, detak jantung meningkat dan hal ini bagus untuk kesehatan jantung. Lewat aliran darah yang lancar mengalir ke otak berkat jantung yang bekerja bagus, daya kerja otak yang cenderung mundur saat orang mulai menua, ditingkatkan kembali. Mengapung di air dalam posisi terbaring bagus untuk relaksasi tubuh, membuat tubuh anda santai, dan ini memberi input positif bagi otak dan mental anda.

Renang membebaskan anda dari stres dan depresi dengan signifikan; menenangkan dan membuat kalem batin dan pikiran anda.

Para penderita sakit sendi tulang (arthritis yang banyak jenisnya) akan menerima manfaat besar dari olah raga renang yang rutin karena semua sendi dilatih lentur dan aktif saat berenang.

Kecenderungan genetik yang ada pada sangat banyak orang untuk sendi-sendi kaku dengan relatif cepat dan akhirnya terfusi, dapat ditekan cukup lama jika mereka tekun berenang.


Kedua, meditasi gerak Tai Chi Chuan

Senam Tai Chi Chuan memiliki arti harfiah "Bertinju dengan mendasar hingga paling atas"; atau, dalam versi populernya kini, "olah raga pernafasan paling agung".

Seni olah raga ini sudah sangat tua usianya. Konon, Tai Chi diciptakan oleh seorang rahib Taois kira-kira 700 hingga 1.500 tahun lalu, yang awalnya adalah seni bela diri para petempur China di medan perang. Nama rahib itu Zhang San Feng.

Senam Tai Chi yang terfokus pada latihan harmonisasi pernafasan, visualisasi, relaksasi, dan energi gerak tubuh yang perlahan dan lembut gemulai secara serentak ini akan menimbulkan keseimbangan sistemik pada tubuh anda, semua anggotanya, organ-organ dalam dan pikiran anda.

Dalam Tai Chi, berlaku filosofi gerak "Satu bagian tubuh bergerak, maka keseluruhan tubuh juga bergerak." Jadi, lewat gerak senam Tai Chi, semua daya dan kekuatan tubuh dan mental yang tadinya bertentangan satu sama lain diselaraskan, diharmonisasi, sampai mencapai satu kesatuan utuh yang saling merangkul dan menggenggam. Yin-Yang. Harmoni memberi umur panjang. Konflik menewaskan.

Saat makin lansia, sistem biologis tubuh kita kerap mengalami gangguan keseimbangan, kehilangan ketertataan dan harmoni, yang mengakibatkan banyak gangguan kesehatan fisik dan mental sampai akhirnya sistem ini ambruk. Tai Chi yang rutin dijalankan bermanfaat besar untuk mengembalikan keseimbangan dan harmoni ini untuk hidup panjang umur.


Ketiga, meningkatkan kekuatan otot

Melatih dan meningkatkan kekuatan otot dilakukan antara lain dengan mengangkat barbel ringan, menarik dan merentangkan pegas berpilin dengan kedua tangan, dll. Panjat pohon yang bisa dipeluk naik-turun sekian kali juga memperkuat otot-otot tangan, kaki, perut dan pinggul anda. Masih banyak lagi jenis olah raga untuk keperluan ini, yang semuanya adalah aktivitas gerak melawan forsa gravitasi untuk memperkuat otot.

Jika otot-otot kuat, dan tubuh kekar, anda tidak mudah terserang penyakit. Seorang binaragawan tentu saja jauh lebih sehat dibandingkan orang yang bertubuh ringkih dan penderita batuk kronis atau orang yang sangat gemuk.


Keempat, jalan kaki

Jika anda rutin berjalan kaki 30 hingga 60 menit satu hari, tubuh anda akan lebih sehat, stres serta depresi teratasi, tekanan darah terkendali dan dinormalkan, stroke dapat dicegah. Kolesterol HDL ditingkatkan.

Jika anda berjalan kaki lambat-lambat, dalam 30 menit 75 kalori terbakar; jika lebih dipercepat, jumlah kalori yang terbakar jadi 150. Alhasil, obesitas bertahap dikurangi berhubung berat badan makin berkurang. Tambahan pula, kadar gula anda akan makin stabil dan berada di kisaran normal. Jika anda berjalan kaki di waktu yang pas, kebutuhan vitamin D tubuh anda akan tercukupi.

Selain itu, dengan rutin berjalan kaki, pengerutan otak terhindar, daya ingat dipertajam, kepikunan dini tercegah, lantaran sirkulasi oksigen makin lancar dalam pembuluh darah dan pasokannya ke sel-sel otak meningkat. Rasa tenteram saat berjalan kaki sambil melihat-lihat berbagai pemandangan mengalahkan beban stres yang biasa anda tanggung. Gerak-gerik tubuh, dan pasokan oksigen yang lancar ke otak, ikut memicu terproduksinya hormon endorfins yang menimbulkan rasa lega, kalem dan bebas dari kepedihan dalam batin dan pikiran anda. Bebas dari stres mencegah pengerutan bagian-bagian otak anda, yang salah satu akibatnya adalah kepikunan dini.

Jalan kaki membuat tubuh dan otot diperkuat lewat gerak menahan dan membawa bobot tubuh. Dalam sejumlah studi, ditemukan fakta bahwa orang yang rutin berjalan kaki sampai 60 menit perhari, risiko mereka terkena kanker usus-rektum berkurang signifikan. Begitu juga, risiko pelemahan sistem imunitas tubuh dan serangan diabetes menyusut drastis.

Bagus jika anda dapat berjalan kaki di kawasan-kawasan yang asri bersama anjing peliharaan yang anda sayangi yang akan menambah kegembiraan dan memperkuat ikatan batin anda dengan bentuk-bentuk kehidupan lain. Ketahuilah, jilatan lidah anjing kesayangan anda pada mulut anda memasukkan saliva anjing yang kaya dengan zat probiotik yang baik untuk kesehatan dan daya tahan tubuh dan pencernaan anda. 



Kelima, senam kegel

Senam kegel bertujuan untuk memperkuat otot-otot yang disebut "lantai pelvik" (uterus, kandung kencing, usus kecil, dan rektum). Senam ini bermanfaat besar baik bagi ibu-ibu yang sedang hamil, maupun bagi orang yang kerap mengalami masalah kesehatan pada organ dan bagian internal tubuh yang membentuk lantai pelvik, misalnya penyakit ISK dan IBD. Selain itu, senam kegel bermanfaat untuk meningkatkan vitalitas seksual pria.

Salah satu bentuk termudah latihan senam kegel adalah anda berhenti kencing beberapa detik dalam beberapa kali saat aliran urin anda sedang deras keluar.

Ada banyak uraian pendek tentang bagaimana mempraktekkan senam kegel yang disertai gambar-gambar yang langsung dimengerti.

Yang paling umum, senam kegel itu dilakukan dengan pertama-tama anda berbaring telentang di lantai dengan kedua kaki rapat tertekuk ke bawah, dan kedua paha mengarah ke atas. Kedua tapak kaki rapat menyentuh lantai. Selanjutnya, anda serentak mengangkat pinggul dan pinggang bawah anda ke atas, hingga bokong, dengan kedua kaki dan kedua tangan anda kiri dan kanan yang terletak rata di lantai menahan tubuh anda yang sedang terangkat dan wajah berada di bawah dengan menatap ke atas. Setelah mengangkat pantat dan pinggang bawah anda hingga punggung, anda kembali ke posisi awal. Lakukan gerak mengangkat dan turun telentang kembali ini berkali-kali.

Silakan lima olah raga tersebut anda jalankan bergantian dan rutin berkala. Niscaya, tubuh anda akan lebih sehat dan bugar, pikiran dan suasana batin anda akan lebih kalem dan bebas. Alhasil, umur anda akan lebih panjang, dan kebahagiaan akan makin terasa, dan masyarakat akan makin ramah, cerdas dan maju.

Ingatlah, hidup sehat dan bahagia tidak ternilai harganya dalam mata uang apapun dan sebanyak apapun. Meskipun tentu saja, kemiskinan dapat memperbesar risiko anda hidup tidak sehat dan tidak bersukacita.

N.B. Terlampir di atas 1 kolase 6 foto dan 1 kolase 2 foto

Salam saya, 
ioanes rakhmat
15 Oktober 2017

Silakan disebarkan. Thanks.