Monday, October 12, 2015

Hewan babi: Antara ajaran agama dan fakta ilmiah

Ada agama-agama yang memandang babi sebagai hewan haram yang harus dijauhi, bahkan juga kerap dibenci. Kata “babi” sudah menjadi sebuah kata pejoratif di kalangan umat beragama tertentu. Tetapi, tentang babi, para saintis malah menemukan sesuatu yang sama sekali berbeda.

Dibandingkan tikus atau binatang pengerat lainnya, ternyata babi adalah hewan yang paling dekat dengan fisiologi dan genetika manusia, sehingga babi potensial lebih bermanfaat sebagai sebuah model organisme dalam usaha-usaha menyembuhkan manusia dari banyak penyakit. Termasuk penyembuhan lewat transplantasi organ babi (ginjal, hati, jantung, dll.) ke dalam tubuh manusia. 

 
Gambar 1: Babi mungil (micropig) yang ngegemesin!

Xenotransplantasi

Pada 62 situs dalam genom sel-sel babi terdapat sekuen-sekuen DNA yang merupakan sisa-sisa virus yang masih dapat menimbulkan partikel-partikel virus yang menginfeksi ke dalam sel-sel tubuh manusia, dan ini akan mengakibatkan sistem-sistem kekebalan tubuh manusia diperlemah. Sisa-sisa virus dalam sel-sel babi ini dinamakan “Porcine Endogenous Retrovirus” atau PERV, yang keseluruhannya memiliki sebuah gen umum. Jika virus PERV dalam organ ginjal babi dapat dibuat tidak berdaya dan berhasil dihancurkan, dengan mengedit gen umum ini, organ ginjal babi ini dapat dengan aman ditransplantasi ke dalam tubuh manusia. Transplantasi organ hewan lain (dalam hal ini, babi) ke dalam tubuh manusia dinamakan xenotransplantasi. Dengan menggunakan teknik pengeditan gen yang dinamakan teknik CRISPR, sekuen-sekuen DNA yang berbahaya yang ada di dalam sel-sel organ ginjal babi pada 62 situs di dalam genom hewan ini dihancurkan; lalu selanjutnya organ ginjal ini dapat dengan aman ditransplantasi ke dalam tubuh manusia. CRISPR adalah sebuah metode yang dibangun berdasarkan mekanisme pertahanan diri purba yang dengannya sebuah bakteri membinasakan DNA dalam virus-virus penyerbu./1/

Saya tidak tahu bagaimana orang yang mengharamkan hewan babi bisa menerima manfaat xenotransplantasi dari organ babi ke dalam tubuh manusia. Agama mereka menilai babi dengan huruf E, sains malah memberi nilai A plus pada hewan ini.

Berkaitan dengan eksperimen obat-obatan untuk manusia dengan menggunakan babi biasa yang bertubuh besar, ada masalah. Karena ukuran normal tubuh babi dewasa besar, ada masalah ekonomi yang muncul jika babi bertubuh besar dijadikan model hewan dalam rangka mengujicoba obat-obatan yang selanjutnya akan diberikan kepada manusia. Biayanya jadi lebih tinggi ketika obat-obatan yang berdosis besar digunakan pada babi dewasa untuk mengujicoba obat-obatan.

Selama ini babi dewasa jenis Bama yang beratnya sekitar 35-50 kg digunakan dalam eksperimen-eksperimen laboratorium. Perlu diketahui, babi dewasa yang diternak beratnya melebihi 100 kg per ekor, sehingga tidak ideal untuk digunakan. Para saintis menginginkan babi yang bobot per ekornya jauh lebih ringan ketimbang babi Bama.


Micropigs

Institut Genomik Beijing (IGB) baru-baru ini telah meng-klon babi-babi tetapi tidak dengan cara yang tradisional. Klon babi-babi ini diambil dari sel-sel janin seekor babi Bama. Tetapi sebelum para saintis IGB memulai proses kloning ini, mereka menggunakan enzim yang dikenal dengan nama TALENs (“Transcription Activator-Like Effector Nucleases”) untuk me-nonaktifkan salah satu dari dua copy gen reseptor hormon pertumbuhan (“Growth Hormone Receptor Gene”, atau gen GHR) di dalam sel-sel janin. Tanpa gen GHR ini, sel-sel tidak menerima sinyal-sinyal “pertumbuhan” selama kurun perkembangan janin-janin; dan ini menghasilkan bagi-babi yang bantut, tidak bisa besar. Artinya, klon dihasilkan dengan melewati teknik mengedit gen, atau teknik “gene-editing”./2/

Gambar 2: dua ekor Mikropig dan sebuah cangkir...

Selanjutnya para saintis di IGB menciptakan babi-babi mungil (“micropigs”) dengan mengawinkan klon-klon babi mungil jantan dengan babi-babi Bama betina yang normal. Dari pengembangbiakan ini, hanya separuh yang berhasil dikandung dan dilahirkan normal sebagai babi-babi mungil. Meskipun demikian, teknik baru ini jauh lebih efisien ketimbang mengulangi sepenuhnya prosedur kloning yang biasa. Selain itu, masalah-masalah kesehatan yang mungkin muncul terkait dengan kloning, dapat dihindari. Di antara generasi keduapuluh babi-babi yang mengalami pengeditan gen (“gene-editing”), IGB tidak menemukan adanya efek-efek kesehatan yang merugikan babi-babi mungil yang sudah dihasilkan.

Para saintis di IGB menemukan bahwa babi-babi mungil ternyata telah terbukti bermanfaat dalam kajian-kajian tentang sel-sel stem dan mikrobiota yang hidup dalam usus, berhubung ukuran tubuh mereka yang lebih kecil membuat lebih mudah untuk mengganti bakteri-bakteri dalam usus-usus mereka. Sudah dipastikan juga bahwa babi-babi yang sudah dihasilkan dari teknik mengedit gen ini tetap bertubuh kecil bahkan hingga dewasa, tidak tumbuh menjadi besar.

Pada 23 September 2015, para pakar biotech berkumpul di Shenzhen, China, dalam suatu acara konferensi internasional. Pada kesempatan itu, IGB mengungkapkan bahwa mereka akan menjual babi-babi mungil hasil teknik pengeditan gen sebagai hewan-hewan peliharaan dalam rumah. Ketika sudah dewasa, babi-babi mungil ini akan memiliki berat tubuh maksimal 15 kg. Selama acara konferensi, babi-babi mungil ini menarik perhatian banyak orang.

Jika anda tertarik untuk memiliki seekor mikropig sebagai pet dalam rumah anda, bersama pet lain, siapkanlah uang untuk membeli, per ekor dipatok 1.600 USD oleh IGB. Yang anda perlu ingat adalah bahwa babi-babi mungil ini tetap memerlukan tempat-tempat untuk mereka gali-gali atau untuk menyungkur, layaknya babi biasa. Jika kebutuhan naluriah mereka ini tidak anda penuhi, bisa jadi mereka akan merusak barang-barang lain dalam rumah anda. Tapi jangan takut, tubuh mereka hanya sebesar sebuah boneka kecil. Anda tinggal menggendongnya dan mengelus-elusnya dengan kasih sayang.

Jika anda berpikir akan menjadikan seekor babi mungil sebagai seekor babi guling, anda terlalu boros dengan uang 1.600 USD per ekor. Anda bodoh. Lagipula, babi mungil diciptakan untuk menjadi babi peliharaan dalam rumah, bukan untuk memuaskan rasa lapar anda.

Selain itu, kalau sekarang ada orang lain mencerca anda dengan mengatakan “Babi looee!”, anda perlu tenang saja, sebab babi mungil memang lucu, ngegemesin, mempesona dan mengesankan. Kata “babi” di Indonesia akan berubah arti, tidak lagi pejoratif, tetapi sebuah pujian. Benar gak?!

Oh ya, saya pikir Tuhan Allah juga perlu diberitahu. Kalau pun Tuhan Allah tidak menyukai hewan babi, dan menjadikan hewan yang telah diciptakannya ini hewan haram, hendaknya Tuhan Allah perlu tahu bahwa hewan babi ternyata sangatlah berguna untuk manusia dan khususnya untuk pengembangan dunia ilmu pengetahuan.

Gambar 1: seekor mikropig yang dipamerkan di Shenzhen, China, 23 September 2015. Ngegemesin, bukan?

Sumber-sumber

/1/ Kelly Servick, “Gene-editing method revives hopes for transplanting pig organs into people”, Science, 11 October 2015, pada http://news.sciencemag.org/biology/2015/10/gene-editing-method-revives-hopes-transplanting-pig-organs-people.

/2/ David Cyranoski, “Gene-edited ‘micropigs’ to be sold as pets at Chinese institute”, Nature 526, 18 (01 October 2015), pada http://www.nature.com/news/gene-edited-micropigs-to-be-sold-as-pets-at-chinese-institute-1.18448.