Sunday, August 30, 2015

Berkunjung ke panti asuhan Asih Lestari...

Seharian, 25 Agustus 2015, saya berkunjung ke panti asuhan Asih Lestari, yang beralamat di Jalan Gardu No. 1, Kosambi Barat, Tangerang, Indonesia. 

Ada seorang remaja putri di sana (sebut saja namanya Soekarni) yang sedang sekolah di Sekolah Menengah Kejuruan di Cipondoh, Tangerang, yang dalam bulan April tahun depan, 2016, akan lulus dari sekolahnya itu, Prudent School. Dia ambil jurusan multimedia. 

Karena telah mendengar kesaksian dua orang mahasiswa sebuah sekolah teologi, Soekarni ingin nanti melanjutkan sekolah ke sebuah perguruan tinggi teologi di Indonesia. 


 Sebagian anak yang diasuh di panti asuhan Asih Lestari, sedang bermain....

Saya dijemput dan diantar ke panti itu untuk berbincang dengan Soekarni di sekitar niatnya untuk masuk ke sebuah perguruan tinggi teologi lalu akan menjadi seorang pendeta gereja setelah lulus. Sebelumnya, langsung dari rumah saya, dengan mobil jemputan itu, saya menyempatkan diri mengunjungi sekolahnya, Prudent School. Dari sekolah ini, harus menempuh perjalanan dua jam lebih dengan mobil ke lokasi panti.

Dengan ditemani dua ibu yang mengurus panti itu, Soekarni bertatapmuka dengan saya di sebuah ruangan ber-AC di panti itu. Bergantian dengan dua ibu itu, saya dengan santai bercerita saja mulai dari apa itu teologi, sekolah teologi, kehidupan seorang pendeta yang bak seekor ikan mas koki yang di taruh dalam sebuah akuarium bulat yang dilihat banyak orang, sampai keinginan banyak orang untuk hidup sebagai hamba Tuhan, pada satu pihak, dan untuk menjadi kaya raya sebagai para pengusaha sukses, di lain pihak. Dan masih banyak lagi hal lain. 

Ketika saya tanya kepada Soekarni, siapa orang terkaya di dunia sekarang ini, co-founder Microsoft, dengan suara perlahan Soekarni menjawab dengan benar, Bill Gates. Saya katakan kepadanya bahwa Bill Gates itu baru merasa menjadi orang terkaya di dunia kalau dia juga menjadi dermawan besar untuk dunia ini.

Saya beberkan kepada Soekarni, jika dia menjadi seorang pendeta di lingkungan Gereja Kristen Indonesia, nantinya dia tidak akan bisa kaya raya, meskipun juga tidak akan kekurangan karena gerejanya nanti akan memperhatikan semua kebutuhan kehidupannya yang wajar. Juga ada banyak pendeta di gereja-gereja lain yang hidup pas-pasan bahkan miskin, tetapi tidak kuasa untuk mengubah kemiskinan mereka. Tetapi ada juga sejumlah pendeta yang memiliki kekayaan sangat banyak bahkan mempunyai mobil-mobil mewah antipeluru. 

Mungkin sesudah pertemuan dengan saya itu, Soekarni akan memikirkan kembali tekadnya untuk masuk ke sebuah perguruan tinggi teologi, atau malah akan makin kuat keinginannya untuk menjadi hamba Tuhan walaupun akan hidup miskin dan disorot banyak orang setiap hari bak seekor ikan mas di dalam sebuah akuarium kaca. Whatever will be, will be!  

Nah, jika anda mau ikut mendukung pelayanan kasih sayang kepada anak-anak di panti asuhan Asih Lestari (kini ada lebih dari 30 orang anak yang sedang diasuh), anda dapat menyumbang uang anda, berapa pun besarnya. Ini dua nomor rekening bank yang anda dapat gunakan salah satunya:

1. Rekening Yayasan Panti Asuhan Asih Lestari, no. acc. 127 302 9030, bank BCA, capem Kepa Duri, Jakarta; atau

2. Rekening Gereja Kristen Indonesia, no. acc. 127 301 2811, bank BCA, capem Kepaduri, Jakarta.

Panti asuhan Asih Lestari punya akun Facebook Asih Lestari, dan juga website di www.asihlestari-orphanage.org. Saya sudah buka website ini, dan kelihatan banyak datanya yang belum di-update. Web ini juga sudah ketinggalan zaman; dus, perlu diganti.

Mari, kita bantu mereka, dalam bentuk apapun, termasuk doa dan meditasi anda untuk mereka semua yang ada di panti itu. 


Oh ya, ada satu hal penting lain yang mau saya bagi ke anda. Ketika baru tiba di panti itu, yang pertama kali saya kunjungi, saya langsung saja melihat di sudut halaman muka panti, di bagian terdepan sisi samping kiri, terdapat sebuah bak sampah besar berdinding tembok yang sudah kusam, hitam, dan mengeluarkan bau busuk sampah. Kesan saya yang pertama, Wah, bak sampah itu pemandangan yang tidak sedap yang harus dilihat setiap pengunjung panti. Lalu saya mendatangi tempat sampah itu, dan meninjau halaman samping kiri panti itu. Kemudian, saya katakan kepada salah seorang Ibu pengurus panti itu yang telah menjemput saya tadi, Bu, demi kebersihan, keindahan dan kesehatan, tempat sampah itu harus dibongkar, diratakan dengan tanah. Sebagai pengantinya, kita perlu cari dua kontainer sampah besar yang portabel, memiliki roda-roda besar, yang dapat dipindah-pindahkan.Sang Ibu itu semula terdiam, lalu menyatakan setuju.



Nah, pada kesempatan ini, meskipun saya tidak punya ikatan dan kewajiban apapun terhadap panti asuhan Asih Lestari, saya terbeban untuk mengajak anda ikut berpartisipasi untuk menyumbangkan dua kontainer sampah ukuran besar, seperti terlihat pada foto di atas. Bersediakah anda? Saya berharap anda bersedia. Untuk anak-anak panti dapat hidup sehat, lingkungan panti juga harus sehat. Anak-anak di semua panti adalah anak-anak kita juga. Mereka berhak untuk hidup sehat dan menjadi cerdas demi masa depan bangsa dan negara Indonesia juga.

Jakarta, 25-8-2015
ioanes rakhmat