Tuesday, August 21, 2012

Evaluasi atas Doktrin Yesus Satu-satunya Jalan: Keep Smiling, Please!

Bayangkan, apa yang akan terjadi, 
jika di seluruh muka Bumi terdapat hanya satu jalan raya saja?!



Begitu anda dikuasai bulat-bulat oleh agama anda, 
maka semua hal lain dalam dunia ini menjadi salah dan keliru.
ioanes rakhmat

Jika Yesus Kristus bukan satu-satunya jalan,
demikian juga semua orang suci lain.
Memaksa mereka untuk menjadi satu-satunya jalan, 
hanya membawa manusia ke jalan-jalan buntu.
Jika anda bertelinga, dengarlah!
ioanes rakhmat

Banyak orang beragama serius mau maju, tapi majunya ke belakang, 
atau ke atas, atau ke bawah, dan bukan ke depan tanpa akhir. 
ioanes rakhmat

Untuk kesekian kalinya, ada seorang teman saya di Facebook yang mengirim sebuah message ke inbox saya, berisi 4 pertanyaan yang semuanya tentang agama. Salah satu pertanyaannya memang tipikal, apakah benar Yesus Kristus itu satu-satunya juruselamat dunia untuk seluruh umat manusia, satu-satunya jalan keselamatan yang terjamin, yang akan membawa manusia masuk ke surga setelah kematian.

Saya sudah menjawab empat pertanyaannya itu dengan ringkas di Facebook saya; yang sekarang ingin saya share adalah jawaban saya terhadap pertanyaannya di atas, dengan lebih luas. Kali ini, saya tidak akan mengupas lagi teks-teks Alkitab, sebab saya sudah melakukannya dalam tulisan saya yang lainnya./1/ Kali ini, saya akan fokus pada segi-segi historis, sosiologis, antropologis dan kultural, untuk memperlihatkan bahwa klaim orang Kristen bahwa Yesus Kristus adalah satu-satunya sang penyelamat dunia ini sudah harus disimpan dalam sebuah museum fosil agama.

Pertama, adalah sebuah fakta keras bahwa ada banyak agama dalam dunia ini, yang lahir dan berkembang dalam konteks sejarah dan konteks kebudayaan yang berlainan, dan di tempat-tempat dan di lingkungan alam yang berbeda pula. Jadi, sudah merupakan sebuah fakta yang tak bisa dielakkan bahwa dalam dunia ini ada sangat banyak agama, dan ke depannya akan semakin banyak agama baru bermunculan, sejauh otak manusia masih memerlukan input spiritual dan mengeluarkan output spiritual, sejauh agama-agama masih fungsional mempengaruhi dengan positif jalannya dan berkembangnya peradaban-peradaban insani yang bermacam-macam.

Tidak ada satupun agama yang isinya sama sepenuhnya dengan agama lain; bahkan ada lebih banyak perbedaan bahkan pertentangan di antara agama-agama, ketimbang titik-titik temu atau paralelisme antar agama-agama khususnya di sekitar tema-tema universal seperti kebijaksanaan dan sejumlah nilai moral (kebajikan, cinta, altruisme, kejujuran, kepedulian, solidaritas, pengendalian diri, ketahanan kehidupan, dan lain-lain). Dalam dunia kita ini, tidak hanya ada buah apel satu jenis, tapi ada banyak jenis buah apel, dan tidak hanya ada buah apel, tapi ada banyak buah lain: mangga, duren, kedondong, salak, pisang, anggur, kelapa, duku, rambutan, jambu, sirsak, manggis, pepaya, melon, dan seterusnya; meskipun semuanya termasuk buah-buahan, jenisnya berlainan dan tidak bisa disamakan atau dibandingkan atau, apalagi, dipertandingkan. Nah, dilihat dari sudut ini, tidak mungkin hanya satu agama di dunia ini yang benar, atau yang dipilih Allah dengan membuang semua agama lain. Jadi, klaim bahwa Yesus Kristus adalah satu-satunya jalan atau bahwa agama Kristen (versi yang mana, juga sebuah problem besar!) adalah satu-satunya agama yang benar dan sempurna, seharusnya sudah sejak lama disimpan saja dalam Alkitab, tak perlu didiskusikan dan dikabarkan lagi, karena klaim ini absolutely naive and definitely uninformed

Kedua, mari kita bayangkan, jika di muka Bumi ini hanya ada satu jalan raya, atau hanya ada satu jalan tol, dan semua sisa bagian muka Bumi lainnya adalah hutan atau lautan atau bahkan kawah-kawah gunung berapi yang masih aktif, akan jalankah kehidupan di muka Bumi kita? Atau, mari kita bayangkan, jika di muka planet kita ini hanya ada satu sungai yang mengalir, dan bagian sisanya hanya berupa daratan yang kering dan gersang, atau gunung-gunung tinggi yang tak terdaki, atau lautan api dan belerang panas, akan jalankah kehidupan di muka Bumi? Nah, metafora-metafora ini tentu langsung menyadarkan kita betapa tidak mungkinnya kehidupan di muka Bumi ini, dalam semua seginya, akan berjalan jika Yesus Kristus adalah satu-satunya jalan dan agama Kristen satu-satunya agama yang benar.

Tentu kita boleh saja membayangkan bahwa bisa saja hanya akan ada satu agama yang dianut di muka Bumi, misalnya agama Kristen, dan hanya akan ada satu manusia suci di muka Bumi, yakni Yesus Kristus, yang disembah oleh lebih dari tujuh milyar orang. Tetapi, mengingat bahwa sekarang ini ada sangat banyak agama (agama-agama besar maupun agama-agama kecil, agama-agama kuno maupun agama-agama baru), maka jika akhirnya di dunia ini hanya akan ada satu saja agama (agama Kristen) dan hanya akan ada satu manusia suci saja (Yesus Kristus), kondisi ini hanya bisa tercipta setelah dunia dilanda perang agama besar-besaran dan berlangsung sangat lama, dengan korban yang berjumlah fantastik dan dengan menenggelamkan sekian peradaban insani.

Tanpa lewat perang habis-habisan dan mengerikan, yang pasti akan melibatkan senjata-senjata pemusnah massal (nuklir, biologis dan kimiawi), tidak akan pernah muncul satu agama saja sebagai sang pemenang, tidak akan pernah muncul satu manusia suci saja sebagai sang victor. Tetapi ketahuilah juga, jika anda ingin nantinya di dunia ini hanya akan ada satu agama Kristen dan satu manusia suci yang dijadikan dan disembah sebagai Tuhan, yakni Yesus Kristus, sebelum ini terjadi semua kehidupan di muka Bumi akan sudah musnah lebih dulu, dan planet Bumi berubah tak bisa dihuni lagi, karena perang yang mengerikan itu. Jadi, klaim bahwa hanya ada satu agama yang benar dan hanya ada satu manusia suci juruselamat, sudah seharusnya disimpan saja dalam kitab suci, tak usah diberitakan dan diperjuangkan, karena klaim ini politically naive, uninformed and lethal.

Ketiga, jika anda ngotot mempertahankan bahwa agama Kristen adalah satu-satunya agama yang benar, dan Yesus Kristus satu-satunya juruselamat dunia yang sanggup menebus tujuh milyar manusia lebih di abad keduapuluh satu ini, sesungguhnya anda juga mempertahankan sebuah konsep teologis tentang suatu Allah yang tak bisa melihat, yang berpandangan naif, dan yang tak bisa menerima fakta bahwa sejak dulu, jauh sebelum agama Kristen lahir, hingga kini, dan seterusnya, ada sangat banyak manusia yang memiliki watak dan moralitas yang bagus dan agung, ada banyak manusia yang memiliki kecerdasan yang cukup dan yang tinggi, yang semuanya sejak dulu, secara kumulatif dan progresif, telah membangun kehidupan manusia dan peradaban-peradaban.

Karena peran besar yang mereka pikul, secara bertahap dan bersama-sama, kita sekarang sudah memasuki zaman modern yang ditandai berbagai macam bentuk kemajuan di banyak bidang kehidupan, dan kita akan terus makin maju, dan akan terus makin memperluas peradaban, dari yang sekarang sebagai peradaban planetari sampai nanti yang akan berbentuk peradaban galaktik, tak pernah berakhir.

Nah, semua perkembangan ini, dengan berlandaskan prestasi-prestasi insani yang telah dicapai sebelumnya, tidak mungkin terjadi hanya oleh satu orang suci juruselamat dunia yang sama sekali tak pernah mengecap kehidupan modern dan sama sekali tak memahami sains modern, atau hanya lewat satu agama dunia yang disusun ratusan atau ribuan tahun lalu. Ke depannya, orang yang bermoral agung dan yang berotak jenius, bukan makin berkurang, tetapi justru akan makin bertambah banyak terus. Mengapa? Karena kita sekarang makin bisa hidup hiegenis dan makin mampu mencukupkan kebutuhan gizi tubuh kita dengan hasil organ otak kita tumbuh dengan lebih baik. Selain itu, karena metode-metode pembelajaran dan pendidikan yang kita pakai dan terus kembangkan dewasa ini makin menopang peningkatan kecerdasan dan pengetahuan manusia, dan juga karena kesadaran bahwa kita harus membangun peradaban dengan lebih maju lagi dan mengembangkan sains modern terus-menerus, makin meningkat dan mengglobal (kendatipun ada arus sebaliknya yang menghendaki peradaban modern dan sains modern dimusnahkan dari muka Bumi, yang bersumber dan memancar dari beranekaragam fanatisme religius yang sangat berbahaya yang diidap sangat banyak orang pada masa kini yang selalu histeris dan depresif).

Nah, dihadapkan pada fakta historis, sosiologis, kultural dan antropologis di atas, klaim bahwa agama Kristen adalah satu-satunya agama yang benar dan bahwa Yesus Kristus satu-satunya juruselamat dunia, adalah sebuah klaim yang shamefully naive and uninformed, theologically blind, historically, culturally and anthropologically unrealistic, dan karenanya sudah seharusnya disimpan saja dalam museum agama Kristen.  

Nah, ketimbang anda ngotot terus mempertahankan keyakinan anda bahwa Yesus Kristus adalah satu-satunya jalan keselamatan dan bahwa agama Kristen versi yang anda anut adalah agama yang benar satu-satunya (atau yang paling benar satu-satunya), renungkanlah dalam-dalam hal-hal yang telah saya kemukakan di atas, dengan hati yang tenang dan dengan pikiran yang terbuka. 

Saya menjamin bahwa ketika anda sudah melepaskan klaim-klaim keagamaan anda yang naif itu, agama anda masih bisa beperan positif dan fungsional dalam dunia ini, sebagai sumber-sumber inspiratif bagi suatu gerakan moral memerangi berbagai penyakit yang masih berjangkit dalam masyarakat anda dan masyarakat dunia: korupsi, kekerasan, terorisme, ketidakadilan dalam berbagai bidang kehidupan, perang, kemiskinan, sakit penyakit, kelaparan, kebodohan, fanatisme, kerusakan lingkungan kehidupan, penindasan, ketakutan, pelanggaran HAM, dan seterusnya.

Jika anda berhasil mengubah agama anda menjadi sebuah sumber spiritual dan moral bagi gerakan moral yang agung ini, dan tidak lagi mengangkat wacana-wacana yang saya sudah perlihatkan di atas sebagai wacana-wacana yang naif, agama anda masih akan tetap fungsional dan berpengaruh. Untuk hal ini bisa anda capai, tentu anda juga harus melakukan evaluasi dan kritik yang pantas terhadap agama anda, sebab di dalam setiap agama, selain kebajikan dan kedamaian diberitakan dan dianjurkan, ada juga ajaran-ajaran dan kisah-kisah tertentu di dalamnya yang bisa menjadi sumber inspiratif untuk orang melakukan berbagai macam tindak kekerasan dan kekejaman, atau untuk mempertahankan kebodohan dan keterbelakangan.  

Fokuskanlah diri anda pada perjuangan moral itu, lewat komunitas keagamaan anda, sementara anda masih hidup sekarang ini dalam dunia ini, mungkin sampai usia 70 atau 80 tahun saja. Jadikanlah dunia yang sekarang ini surga bagi semua orang dan semua makhluk, dan padamkan api neraka real yang kini sedang bernyala dalam dunia ini. Tidak perlu lagi anda terpincut oleh iming-iming permen sorgawi setelah kematian, atau ketakutan pada ancaman rotan api neraka setelah anda wafat. Hanya kanak-kanak saja yang baru mau belajar kalau kepadanya dijanjikan hadiah permen atau boneka, atau kalau kepadanya diancamkan sebatang rotan yang akan dipukulkan ke pantatnya kalau dia tidak mau belajar atau tidak mau menurut.

Dengan rendah hati, jadikanlah diri anda sendiri juruselamat pertama-tama bagi diri anda sendiri, dan jika anda bisa, juga bagi masyarakat anda, bersama sangat banyak orang lain, lewat kehidupan anda, lewat karya-karya anda, lewat ilmu pengetahuan anda, dan lewat cinta kasih anda, dan lewat pengendalian diri yang kokoh. Tugas anda ini masih sangat panjang, dan akan terus dilanjutkan oleh banyak orang lain di generasi-generasi yang akan datang, dan planet Bumi kita dan jagat raya kita, dan kehidupan, masih akan ada milyaran tahun ke depan....

Jakarta, 21-8-2012
ioanes rakhmat

Catatan-catatan:

/1/ Lihat tulisan saya, Fundamentalisme dan Teks-teks Skriptural Eksklusif Kristen