Friday, December 30, 2011

Janji hidup kekal di surga,
mungkinkah terpenuhi?

Aku tak tertarik sama sekali dengan janji-janji agama bahwa aku akan masuk surga dan dijauhkan dari api neraka setelah aku mati, jika aku memenuhi syarat-syarat yang ditentukan agamaku!

Aku menaruh perhatian besar hanya pada kehidupan real yang aku sedang jalani sekali saja, paling lama 80 tahun, di muka Bumi ini, yang aku harus ikut usahakan menjadi surga bagi banyak orang lain, lewat usaha-usahaku menabur cinta kasih dan mencerdaskan manusia.

Dan aku sudah bertekad, untuk ikut memadamkan semua api neraka real yang sekarang ini kulihat menyengsarakan banyak orang miskin, bodoh, terbelakang dan tak berdaya, di muka Bumi sekarang ini.

Kalau kepadaku ditanyakan, mengapa aku tak mau masuk surga setelah kematian, dan terhindar dari api neraka, maka jawabku adalah: Aku tak serakah pada kehidupan.
─  ioanes rakhmat


Agama-agama umumnya menjanjikan para penganutnya akan masuk ke dalam kehidupan kekal setelah melewati kematian, di dalam surga, jika memenuhi sekian persyaratan yang digariskan agama-agama ini. Janji ini khususnya diberikan dalam agama-agama monoteistik yang melihat sejarah mempunyai titik ujung yang akan mengakhiri segala sesuatunya yang terdapat dalam dunia kodrati, untuk kehidupan kekal di dunia adikodrati dimasuki. 

Dalam agama-agama yang memandang sejarah tak memiliki titik akhir, melainkan bersiklus secara abadi, ada kepercayaan bahwa setiap manusia akan mengalami kelahiran kembali (reinkarnasi) dengan identitas yang sama, meskipun dalam tubuh yang sudah lain. Apakah status sosialnya akan meningkat atau malah menurun dalam kelahiran kembali di masa yang akan datang, bergantung pada karma apa yang sudah ditabur selama kehidupan sebelumnya. Kalau dharma dan kebajikan yang ditaburnya selama sekian reinkarnasi sudah cukup, orang ini akan terlepas dari siklus kematian dan kelahiran kembali, lalu masuk ke dalam Nirvana, suatu kondisi kehidupan yang di dalamnya tidak ada lagi unsur kefanaan, melainkan hanya kebakaan.

Tetapi kehidupan kekal atau Nirvana yang ditawarkan agama-agama mengandung persoalan serius berkaitan dengan identitas, kepribadian dan memori orang-orang yang telah meninggal, yang jasadnya telah membusuk lalu lenyap atau tulang-belulangnya tertinggal sebagai fosil (setelah terkubur dalam tanah selama 1000 tahun), atau berubah menjadi setumpuk debu tulang lewat kremasi. Apa persoalannya?

Persoalannya adalah identitas dan semua memori seseorang terekam dan tersimpan hanya dalam organ otak jasmaniahnya, dalam neuron-neuron atau sel-sel saraf otak yang jumlahnya 100 milyar. Begitu seseorang meninggal dunia, lalu jasadnya membusuk, begitu juga dengan otaknya, maka identitas, personalitas dan semua memori yang terekam dalam otaknya juga lenyap. Begitu otak mati dan lenyap, identitas pun lenyap, tak pergi ke mana-mana. Dengan demikian, kehidupan kekal seseorang sesudah kematian, di dalam surga atau di dalam Nirvana, yang tidak disertai dengan identitas, kepribadian dan semua memori asli yang ada dan terekam dalam organ otaknya selama seseorang masih hidup dalam dunia kodrati, adalah kehidupan kekal yang tak beridentitas, dan dengan demikian tak bermakna dan tak bermanfaat sama sekali, dan mungkin sekali tidak ada sama sekali.

Kalangan Kristen (juga Muslim) mempercayai adanya “tubuh” lain yang akan dikenakan orang pada saat terjadi kebangkitan orang mati di akhir zaman. Mengacu ke Rasul Paulus, tubuh kebangkitan ini disebut “tubuh rohani” (sōma pneumatikon). Dalam imajinasi orang Kristen, “tubuh rohani” yang disebut Paulus ini dibayangkan sebagai gabungan tubuh jasmaniah dan tubuh rohani, mungkin dengan komposisi 50 persen 50 persen, sehingga, kata mereka, orang-orang mati (Kristen) yang sudah dibangkitkan nanti akan juga masih memiliki otak jasmaniah sehingga jatidiri, personalitas dan memori historis mereka masih ada kendatipun sudah hidup di surga. Tentu saja ini adalah sebuah imajinasi yang luar biasa liar, sehingga menghasilkan sebuah konsep yang sama sekali asing dari pemikiran Rasul Paulus sendiri.

Pada zamannya, yang dimaksud Paulus dengan “tubuh rohani” adalah tubuh ether, tubuh yang dibayangkan sebagai tubuh para dewa atau para malaikat (dalam teosofi Hindu, tubuh ini disebut juga tubuh astral, tubuh prana, tubuh chi, atau tubuh “halus”)./1/ Pada masa kehidupan Paulus, ruang kosong dalam jagat raya dipercaya berisi ether, sebagai medan gaya, yang memungkinkan terhubungnya benda-benda dalam ruang jagat raya yang hampa. Tapi dalam pandangan sains fisika masa kini, “zat” yang dinamakan ether itu tidak ada, dan ruang hampa dalam jagat raya kini dipandang berisi gelombang dan energi elektromagnetik dan dipenuhi partikel cahaya yang dinamakan foton.

Tetapi meskipun keadaannya demikian, jangan sedih, sebab masih ada jalan-jalan lain jika anda memang menginginkan kehidupan anda tak pernah berakhir selamanya. Jalan-jalan lain ini ditawarkan oleh sains dan teknologi modern. Ada empat metode saintifik untuk anda dapat hidup sangat lama, atau malah hidup terus tanpa akhir.

Pertama, metode cloning 

Anda kini bisa hidup terus dengan memakai suatu tubuh lain yang sama persis dengan tubuh anda, bahkan juga dengan semua sifat dan jati diri yang sama, melalui metode cloning!

Para petani biasa melakukan cloning sederhana tanaman singkong: dengan hanya menancapkan patahan batang-batang pohon singkong, mereka kemudian mendapatkan tanaman singkong baru asli.

Anda tinggal memesan tim ahli kapan anda perlu menjalankan cloning!

Persoalan dengan metode cloning adalah metode ini belum pernah diterapkan pada manusia hingga saat ini, sehingga keterbatasan-keterbatasan hasil cloning manusia belum diketahui, misalnya apakah hasil cloning masih juga mempertahankan jatidiri, personalitas dan memori historis orang yang di-cloning.

Tetapi jika nanti teknologi dan biologi bisa disatukan, tak mustahil identitas dan jatidiri serta memori historis anda dapat direkam (di-download dari otak anda) dalam suatu peranti lunak komputer (dalam sebuah disc, katakanlah), lalu, ketika dibutuhkan, dapat di-upload kembali ke dalam organ otak hasil cloning.
 
Kedua, metode mematikan sel uzur 

Dengan membuang semua sel uzur (senescent cells) yang ada dalam tubuh anda, yang membuat tubuh anda sekarang dengan menyedihkan secara bertahap menjadi tua, uzur, lalu mati, anda tak akan lagi pernah menjadi tua. Kesimpulan ini didapat dari kajian klinis mutakhir terhadap tikus./2/
 
Ketiga, metode telomer 

Pada kromosom nomer 14 kita, ada sebuah gen yang disebut gen TEP1 (telomerase-associated protein-1). Produk TEP1 adalah sejenis protein atau enzim yang merupakan bagian dari sebuah mesin biokimia kecil paling istimewa, yang disebut telomerase. Sederhananya, ketiadaan telomerase akan menyebabkan penuaan. Sebaliknya, kebanyakan telomerase menjadikan sel-sel tertentu tidak bisa mati! 

Jika variasi mutan dibuat pada enzim telomerase dalam sel-sel tubuh anda, dengan memanjangkan bagian telomer-nya, usia anda akan diperpanjang. Semakin panjang telomer, sel-sel akan makin terlindungi dan proses penuaan berjalan lebih lambat, bahkan mungkin bisa dihentikan. 

Keempat, metode cryonics 

Ketika anda baru saja wafat (mati legal, atau mati klinis/medis), anda (atau wali anda) dapat meminta jenazah anda dibekukan di bawah suhu minus 150 derajat Celsius atau sampai minus 196 derajat Celsius (titik didih nitrogen cair), untuk nanti dihidupkan lagi (jika teknologi di masa depan sudah tersedia). 



 Mayat-mayat atau orang hidup yang dibekukan absolut, 
menanti dihidupkan lagi di masa depan!

Teknik medis pembekuan mayat ini untuk kemudian dihidupkan kembali disebut cryonics, dan sainsnya dinamakan cryogenics. Ketika ini dilakukan, seluruh cairan darah diganti dengan larutan cryoprotectant yang membuat jasad dan semua organ dan selnya, setelah membeku absolut, tak akan membusuk atau rusak  selamanya. Sel-sel sperma, kita tahu, di bank-bank sperma dibekukan absolut, lalu dipulihkan kembali dari pembekuan ketika mau dimasukkan ke dalam rahim kaum ibu yang subur, yang merindukan anak, tapi memiliki suami yang mandul. Sel-sel sperma ini tokh tetap hidup! 

Cryonics berasal dari kata Yunani kryo,  artinya “dingin seperti es”. Secara positif, cryonics dilihat sebagai sebuah teknis medis untuk mempertahankan dan memelihara kehidupan, bukan untuk meniadakan kematian.

Teknik ini dapat dipakai, misalnya, ketika seseorang menderita suatu penyakit yang tak tersembuhkan dengan pengobatan yang tersedia sekarang, lalu pas ketika dia dinyatakan telah mati (legal, medis/klinis), mayatnya diproses secara cryonics dengan harapan di masa depan sains dan teknologi medis sudah tersedia untuk menyembuhkannya. Persoalannya, teknologi me-revive mayat ini sekarang belum ada, atau, kalaupun ada, masih embrionik.

Selain itu, teknik ini dapat digunakan juga untuk membekukan tubuh astronot-astronot wantariksa yang akan menempuh perjalanan angkasa sangat jauh dan lama. Mesin-mesin dalam wantariksa mereka akan me-revive jasad-jasad mereka pada waktunya, sesuai jadwal yang diawasi dan ditaati oleh sebuah super komputer.

Tetapi, terbuka kemungkinan di masa depan, kalau hukum dan etika mengizinkan, orang yang sehatpun dapat menjalani cryonics. Yayasan The Alcor Life Extension, misalnya, mengkhususkan diri untuk memantapkan dan mengembangkan teknik medis cryonics./3/

Anda (atau wali) tinggal mengatur, tentu sebelum anda mati, bersama tim medis anda, kapan mayat anda yang beku absolut harus dihidupkan kembali dengan cara tertentu, tentunya dengan pengandaian teknologinya sudah tersedia.

Tentu saja empat langkah saintifik tersebut untuk membuat anda dapat hidup terus, menyimpan banyak persoalan yang masih harus diatasi.

Persoalan pertama tentu persoalan etis, yang biasanya diangkat oleh para etikus religius. Para moralis religius memang seringkali belum apa-apa sudah ingin mencegah dan menghentikan eksperimen ilmiah apapun yang berkaitan dengan kehidupan, kata mereka, atas nama Allah. 

Anda tentu tahu kini para pakar biologi sintetis dengan dipandu Craig J. Venter sudah sukses menciptakan DNA buatan yang hidup dan mampu mereplikasi diri./4/ Tanpa doa, tanpa Kitab Suci, dan tanpa Allah! DNA buatan ini dihasilkan hanya dari 4 botol larutan senyawa kimia yang mati, yang persenyawaannya di sebuah synthesizer diatur oleh informasi genomik dari sebuah komputer.

Benar seperti dikatakan kosmolog besar Michio Kaku: makin ke depan, manusia akan menjadi seperti Allah, tahu segala hal dan mampu menciptakan kehidupan. 

Yang ditawarkan sang ular mitologis kepada Hawa dan Adam bahwa mereka akan jadi seperti Allah, ternyata kini makin terbukti. Thank you, sang ular!

Tapi “menjadi seperti Allah” pada zaman kisah tentang Taman Eden ditulis, adalah hal yang sangat menakutkan si penulis kisah ini, pada abad sepuluh SM. Tapi, kini, dalam zaman modern, anda harus melihat hal menjadi-seperti-Allah sebagai kehendak Allah anda sendiri juga! Allah anda tak bisa membendung sains, selain merestuinya!

Nah, kembali ke empat cara membuat anda hidup kekal.

Yang paling problematis adalah langkah ke-4, cryonics. Sekarang ini tak ada jaminan saintifik bahwa langkah ini akan sukses tanpa hambatan. Soal terbesar dengan cryonics adalah apakah sel-sel saraf otak (neurons) anda tak akan rusak setelah dibekukan sekian lama (berapa lama, bergantung permintaan anda atau wali legal anda!).

Jika tak rusak, apakah sel-sel otak anda masih menyimpan semua data dan memori yang membentuk jatidiri dan kepribadian anda, ketika mayat anda yang membeku absolut di-revive?

Ini-lah hal yang paling diragukan, dan belum ada teknologi medis yang bisa menjamin bahwa identitas dan kepribadian anda pasti terpelihara lewat cryonics. Mungkin, ketika anda dihidupkan lagi setelah mayat anda membeku 100 tahun, identitas anda akan berganti total, dan anda akan hidup lagi sebagai seorang asing.

Tetapi, banyak saintis cryogenics tidak melihat hal ini sebagai suatu persoalan, sebab di masa depan teknologi yang dapat diandalkan untuk cryonics akan tersedia. Very promising, kata mereka! Mereka mengantisipasi bahwa di masa depan yang tak jauh, semua memori dalam otak seseorang yang baru meninggal dapat di-download ke dalam sebuah peranti lunak komputer untuk disimpan, untuk suatu saat di masa depan dijalankan kembali dengan meng-upload-nya ke dalam organ otak jasad yang baru dihidupkan kembali lewat metode cryonics. Teknik ini akan bisa dijalankan ketika nanti teknologi kecerdasan buatan dan teknologi komputasi otak sudah bisa disatukan dengan biologi, seperti diantisipasi secara visioner oleh Ray Kurzweil dalam bukunya The Singularity Is Near: When Humans Transcend Biology./5/

Tetapi, jika pun identitas dan kepribadian anda tetap bertahan utuh dalam organ otak anda yang dibekukan absolut, atau bisa di-upload kembali dari sebuah disc ke otak anda, ketika anda dihidupkan kembali, semua orang yang anda kenal sebelumnya sudah mati dan meninggalkan anda sendirian di zaman yang lain. Apakah anda mau? 

Kalau kepada saya ditanyakan apakah saya mau hidup kekal selamanya dalam raga di muka Bumi, saya dengan pasti akan menjawab Tidak mau, sebab saya akan sudah puas dengan hidup sebaik-baiknya satu kali saja, paling lama 70 atau 80 tahun, di muka Bumi. Dan saya juga tak mau masuk ke surga. Saya tak serakah pada kehidupan. Biarlah masa depan dunia diurus oleh anak-anak, cucu-cucu dan cicit-cicit kita, yang menunggu giliran berperan dalam dunia ini. Mereka pasti akan jauh lebih hebat dari kita dalam mengurus planet Bumi ini.  Itulah harapan saya kepada generasi mendatang setelah saya mati.

Baca juga:
Asal-usul doktrin tentang surga dan neraka
 
oleh ioanes rakhmat
Jakarta, 30 Desember 2011


Catatan-catatan

/1/ Lebih jauh tentang tubuh ether sebagai tubuh kebangkitan, simak di http://ioanesrakhmat.blogspot.com/2010/09/tubuh-yesus-yang-bangkit-menurut-rasul.html.

/2/ Reportase mutakhir tentang sel uzur ini, baca di http://www.nytimes.com/2011/11/03/science/senescent-cells-hasten-aging-but-can-be-purged-mouse-study-suggests.html?_r=3&smid=fb-nytimes&WT.mc_id=SC-SM-E-FB-SM-LIN-PCI-110311-NYT-NA&WT.mc_ev=click.

/3/ Lihat http://www.alcor.org. Uraian padat dan jelas tentang cryonics, dapat dilihat di http://en.wikipedia.org/wiki/Cryonics. Jika anda ingin dapat gambaran jauh lebih lengkap tentang sains cryogenics atau teknik medis cryonics, infonya tersedia di http://science.howstuffworks.com/environmental/life/genetic/cryonics.htm.

/4/ Lihat tulisan saya di http://ioanesrakhmat.blogspot.com/2010/10/dna-sintetik-dan-kehidupan-artifisial.html.


/5/ Ray Kurzweil, The Singularity Is Near: When Humans Transcend Biology (New York: Viking Penguin, 2005), lihat khususnya bab 3 dan bab 4.