Wednesday, December 21, 2011

Dewi Venus

Lukisan Sandro Botticelli (sekitar1486), menggambarkan Dewi Venus yang dilahirkan 
dari busa-busa air laut. Judul lukisan ini Kelahiran Dewi Venus 
(Italia: Nascita di Vinere), kini dipajang di Galeri Uffizi, Florence. 

Dalam kepercayaan Yunani-Romawi kuno, Dewi Venus (Yunani: Dewi Afrodite; Irak: Dewi Ishtar), yang dipercaya berkuasa atas hari Jumat, diagungkan sebagai dewi cinta, kecantikan, musim semi, dan bunga yang semerbak.

Selain Matahari dan Bulan, planet Venus di angkasa, yang terletak di urutan kedua dari Matahari, adalah benda langit yang paling terang, yang sejak zaman kuno disebut sebagai Bintang Fajar (Yunani: Fosforus = Pembawa Cahaya) atau Bintang Senja (Yunani: Hesferus = Barat), bergantung pada sisi mana dari Matahari planet ini sedang berada.

Kita semua tahu, di sebelah ini adalah simbol gender perempuan, gabungan lingkaran dan salib. Tapi mungkin tak banyak yang tahu, bahwa simbol ini sebetulnya, dalam tafsiran masa kini,  menggambarkan cermin genggam yang selalu dibawa Dewi Venus.

Nah, berkaitan dengan simbol gender perempuan, lingkaran pada bagian atas simbol menyimbolkan Planet Venus sebagai planet yang paling terang di antariksa; dus, simbol gender ini mau menyatakan bahwa kaum perempuan adalah kaum yang dipenuhi cinta, cantik jelita, memberi pertumbuhan, cerdas, dan harum bak bunga.

Selain itu, di samping menyimbolkan kesatuan, keutuhan, kelengkapan, kesempurnaan, keabadian, siklus tanpa awal dan tanpa akhir, lingkaran juga berarti kekuasaan yang ada pada perempuan, roh atau semangat bawaan yang ada pada setiap perempuan. 

Jadi, sebetulnya, gender perempuan itu hebat, powerful, tidak powerless; cuma, karena sudah ribuan tahun budaya pria mendominasi dan mengatur gender perempuan, maka tampak seolah kaum perempuan makhluk yang lemah, padahal sama sekali tidak! Bangkitlah, wahai kaum perempuan, lawanlah misogini yang dipertahankan dalam agama-agama kaum pria.

SELAMAT HARI IBU 22 Desember 2011
untuk kaum perempuan Indonesia!