Wednesday, November 3, 2010

Langkah-langkah Menafsirkan Sebuah Teks Alkitab

Dewa Hermes, putera Zeus,
pembawa dan penafsir pesan para dewa untuk manusia


Memahami kitab-kitab suci sesungguhnya tidak mudah, pertama karena antara kita yang hidup dalam dunia modern dan kitab-kitab suci terbentang jurang sejarah yang lebar, dari ratusan tahun hingga ribuan tahun; dan kedua karena ada jurang budaya yang membuat cara hidup, cara berbudaya dan cara berpikir pramodern para penulis kitab-kitab suci dan masyarakat mereka berbeda tajam dari cara-cara kita dan masyarakat kita dalam zaman modern ini untuk hal-hal yang sama. Nabi Musa dan Yesus dari Nazareth serta Rasul Paulus, misalnya, tak mengenal  berbagai jenis komputer, Internet dan Twitter, tidak seperti anda yang hidup di abad ke-21 ini.

Dua jurang yang menganga ini benar-benar ada dan tidak bisa begitu saja diabaikan. Jika kita mengabaikan dua jurang ini, maka kita terjatuh ke dalam kubangan anakronisme, yang akan pasti membuat kita tidak bisa hidup fungsional lagi di dalam dunia kita sendiri pada masa kini sebagai orang-orang lain yang hidup berbeda dari orang-orang zaman kitab-kitab suci ditulis. Anakronisme itu berada di zaman yang salah, yang tidak sinkron dengan zaman anda sendiri. Keadaannya seperti memindahkan Nabi Musa dengan paksa untuk hidup modern di kota New York pada masa kini: dia akan pasti terkena kejut budaya (culture shock) yang akan membuatnya lumpuh total.

Kalangan literalis skripturalis menerima begitu saja segala hal yang tertulis dalam kitab-kitab suci mereka sebagai kebenaran-kebenaran abadi yang tinggal diambil lalu dipakai dan diterapkan begitu saja (at face value) pada zaman modern sekarang ini. Jelas, literalisme hanya akan menghasilkan anakronisme. Perlu ada suatu pendekatan tafsir yang dapat mencegah anda terjatuh ke dalam anakronisme. Pendekatan semacam ini sudah ada, dinamakan pendekatan historis kritis (historical criticism). Berikut ini langkah-langkah menafsir teks-teks kitab-kitab suci secara historis kritis.

A. Menentukan batas-batas perikop teks 
  1. Periksa apakah pembatasan perikop yang dibuat Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) sudah benar;  
  2. Jika anda memandang batas-batas perikop harus disusun ulang, sebutkan alasan-alasan anda; 
  3. Perikop yang anda sudah batasi sendiri dapat lebih panjang atau dapat lebih pendek dari pembatasan yang dibuat oleh LAI;
B. Menentukan jenis sastra (literary genre) perikop  
  1. Tentukan apakah perikop berbentuk sebuah kisah (nyata atau fiktif?), ataukah berbentuk sebuah pengakuan iman (kredo), ataukah berbentuk sebuah madah/nyanyian, ataukah berbentuk sebuah puisi, ataukah berbentuk sebuah argumen pemikiran (seperti dalam surat-surat Perjanjian Baru), dan lain sebagainya; 
  2. Tentukan langkah-langkah penafsiran yang perlu dilakukan, yang tepat untuk jenis sastra yang sudah anda tentukan (lihat lebih lanjut poin G di bawah): 
  • Apakah harus mengikuti plot/alur cerita (jika teks berbentuk kisah atau berbentuk sebuah perumpamaan);
  • ataukah harus mengikuti perkembangan pemikiran atau argumen yang runtut (jika teks berbentuk sebuah argumentasi teologis seperti dalam surat-surat Perjanjian Baru);
  • ataukah langkah-langkah lainnya (temukan dengan tepat);
Ingat, setiap jenis sastra (literary genre) mengharuskan suatu langkah penafsiran yang khas, yang berbeda untuk jenis sastra lainnya;

C. Menentukan konteks sejarah dan konteks sosio-budaya penulisan teks

  1. Konteks luas sejarah (nasional dan internasional); 
  2. Konteks terbatas sejarah (lokal setempat);
  3. Konteks sosio-budaya
* Cari informasi tentang:
  • dimana teks ditulis (“where”);
  • dalam latar sosial, ekonomi, budaya, religius, politik dan militer apa teks ditulis (“life setting”);
  • kapan teks ditulis (“when”);
  • oleh siapa teks ditulis (“by whom”);
  • alasan apa yang mendorong teks ditulis (“why”);
  • kepada siapa teks ditujukan (“to whom”);
* Manfaatkanlah buku-buku sejarah kritis (sejarah sosial dan sejarah politis) yang relevan dengan dunia kuno zaman penulisan Alkitab;

D. Menentukan konteks sastra (literary context) teks

  1. Uraikan hubungan-hubungan tekstual perikop yang sedang ditafsir dengan teks-teks yang ada sebelum dan yang ada sesudahnya (sesuai dengan pembatasan perikop yang anda sudah berikan pada poin A di atas);
  2. Ungkapkan dengan kata-kata anda sendiri isi perikop dalam hubungannya dengan teks-teks sebelum dan teks-teks sesudahnya;  
  3. Ringkas isi perikop yang sedang ditafsir dalam beberapa kata (3-5 kata) yang anda akan jadikan judul perikop yang sedang ditafsir (dalam hal ini judul perikop yang anda beri bisa berbeda dari judul yang diberikan LAI);
E. Menentukan sumber-sumber (literary sources) teks dan penyuntingan
  1. Dengan mengetahui sumber-sumber sastra yang dipakai, anda dapat lebih pasti menentukan jenis sastra teks (lihat poin B di atas); 
  2. Jika ada teks-teks di luar Alkitab (extracanonical texts) yang sejajar dengan teks alkitabiah yang sedang ditafsir, dan bisa menjadi sumbernya, kutiplah teks-teks yang sejajar ini untuk membantu memahami teks yang sedang ditafsir;  
  3. Perlihatkan bagaimana sumber yang dipakai sudah diedit/disunting/diolah oleh si penulis perikop yang sedang anda tafsirkan;  
  4. Penyuntingan/editing dapat berupa penambahan teks lain, pengurangan teks yang sudah ada, atau perubahan atau penggantian teks yang ada;  
  5. Kalau anda menemukan bagian-bagian yang merupakan penyuntingan atas teks yang sedang anda tafsir, bagian ini adalah teologi atau pemikiran langsung dari si penulis perikop; 
  6. Rumuskanlah dengan kata-kata anda sendiri apa isi teologi atau pemikiran si penulis perikop yang sedang anda tafsir, dan tunjukkan di mana isi teologinya ini ditemukan dalam perikop; 
  7. Jika perikop yang sedang ditafsir tidak memakai sumber sastrawi apapun, melainkan buah pemikiran murni si penulis teks, poin E ini dapat anda lewati;
F. Memeriksa dan mengusulkan terjemahan teks yang sedang ditafsir
  1. Untuk mengerjakan bagian ini, anda perlu memiliki pengetahuan yang memadai mengenai tatabahasa Ibrani Alkitab dan tatabahasa Yunani koine;  
  2. Penguasaan tata bahasa dan kosa kata akan membuat anda mampu memberikan sebuah terjemahan alternatif, yang berbeda dari terjemahan LAI;  
  3. Perhatikan varian-varian teks yang tersedia (dapat diketahui dari aparat kritik yang ada sebagai catatan-catatan kaki dalam setiap versi Alkitab edisi kritis) dan periksalah apakah anda akan memilih varian teks lain yang tidak dipakai dalam terjemahan standard LAI (atau versi terjemahan Alkitab lainnya); 
  4. Sebutkan alasan-alasan anda mengapa anda memilih varian-varian teks lain, yang berbeda dari yang dipakai dalam terjemahan resmi LAI atau terjemahan lainnya (untuk Alkitab Perjanjian Baru, versi UBS atau versi Nestle-Aland, dll.);
G. Menjelaskan teks ayat per ayat dan merangkumnya (content analysis)
  1. Jelaskan apa maksud atau isi gagasan dari setiap ayat dalam perikop yang sedang anda tafsir, dan hubungannya dengan ayat-ayat berikutnya;  
  2. Penjelasan atas ayat-ayat yang anda berikan harus berada dalam satu kesatuan logis dengan seluruh gagasan besar dari seluruh isi perikop;  
  3. Perhatian perlu lebih banyak ditujukan pada kata-kata penting/kunci (key words) yang muncul berulangkali dalam setiap ayat atau dalam keseluruhan perikop yang sedang ditafsir; 
  4. Jika ada kata-kata penting yang bermakna khusus dalam sistem kebudayaan si penulis teks yang anda sedang tafsir, uraikanlah makna khusus kata-kata ini dan bagaimana kata-kata ini dipakai dalam teks yang anda sedang tafsir;  
  5. Rangkumlah maksud atau isi gagasan dari seluruh perikop dalam beberapa kalimat yang anda rumuskan sendiri (ingat, anda dalam batas tertentu sudah melakukannya sebelumnya pada poin D di atas ketika anda memberi sebuah judul pada perikop yang sudah anda batasi);  
  6. Jika teks berbentuk sebuah argumen runtut yang mengungkapkan isi pemikiran teologis si penulisnya (seperti ditemukan dalam surat-surat dalam Perjanjian Baru atau dalam rumusan-rumusan pengakuan iman/kredo), dalam menjelaskan isi perikop (ayat per ayat dan keseluruhan perikop sebagai satu kesatuan) anda harus memperhatikan:
    • argumentasi logis runtut yang diajukan si penulis teks;
    • dasar-dasar atau titik tolak argumentasi yang dipakai;
    • perkembangan argumentasi dari satu ayat ke ayat lainnya;
    • hubungan sintaksis antara satu kata dengan kata lainnya, satu kalimat dengan kalimat lainnya, dalam keseluruhan perikop yang sedang ditafsir;
    • segi-segi ketatabahasaan (segi-segi gramatikal) yang penting dimengerti untuk bisa memahami sebuah argumen;
    • muara atau kesimpulan dari keseluruhan argumen yang biasanya dapat ditemukan pada bagian akhir perikop; 
  7. Jika jenis sastra perikop yang sedang anda tafsir adalah kisah (yakni sebuah cerita yang berplot atau laporan sebuah kejadian atau sebuah perumpamaan), dalam menjelaskan isi perikop anda harus memperhatikan:
    • dalam konteks dunia kisah (story world) yang bagaimana kisah ini dimulai (perhatikan apa yang ditulis pada ayat-ayat pembuka perikop dan pada perikop sebelumnya);
    • plot atau alur/aliran ceritanya, dan sub-sub plotnya;
    • para tokoh yang terlibat di dalamnya (tokoh utama dan tokoh sampingan);
    • peran masing-masing tokoh ini dalam keseluruhan cerita;
    • gagasan naratif utama (“point of view”) yang mengatur dan mengendalikan keseluruhan cerita;
    • klimaks cerita dan anti-klimaks cerita;
    • biasanya maksud seluruh cerita dapat ditemukan pada ayat-ayat terakhir dari keseluruhan perikop yang merupakan rangkuman seluruh cerita;
    • perlihatkan bahwa perikop yang sedang anda tafsir ini menjadi titik tolak perikop yang menyusul sesudahnya, atau malah sama sekali tak ada kaitannya dengan perikop yang menyusulnya;
H. Menentukan tempat dan fungsi perikop yang sedang ditafsir dalam keseluruhan dokumen/kitab yang memuatnya
  1. Setelah anda dapat merumuskan maksud (intention/purpose) atau pesan (meaning/message) seluruh isi perikop yang sedang anda tafsir, kini anda harus menempatkan perikop ini dalam keseluruhan dokumen/kitab yang memuatnya dan dalam seluruh isi Alkitab; 
  2. Rumuskan apa fungsi maksud dan pesan teologis perikop yang anda tafsir ini bagi keseluruhan dokumen/kitab yang memuatnya; 
  3. Rumuskan bagaimana keseluruhan dokumen/kitab yang memuat perikop ini ikut mempengaruhi isi pesan teologis perikop yang anda sedang tafsir; 
  4. Rumuskan bagaimana isi teologis perikop yang anda sedang tafsir dapat juga (jika ada) memberi pengaruh teologis kepada seluruh isi Alkitab (Perjanjian Lama atau Perjanjian Baru, atau keduanya);
I. Menyusun sebuah refleksi hermeneutis
  1. Sebagai langkah akhir, temukan apakah isi teologis atau pesan dan maksud perikop yang anda sudah tafsir relevan atau tidak relevan dengan kehidupan bergereja dan bermasyarakat pada masa kini, dan berikan alasan-alasan anda; 
  2. Temukan apakah ada jurang kebudayaan (cultural gap) yang besar antara teks yang anda sudah tafsir dan temukan isinya dan kehidupan masa kini di Indonesia khususnya dan di dunia pada umumnya, sehingga teks sama sekali tak bisa diterapkan untuk kehidupan masa kini;  
  3. Jika menurut anda, teks yang anda sudah tafsir itu relevan, sebutkanlah dalam hal-hal apa saja relevansinya; 
  4. Buatlah sebuah khotbah singkat (1-2 halaman) untuk gereja anda berdasarkan tafsiran atas teks yang anda sudah buat dengan menjalankan semua langkah di atas.

Jakarta, 04 November 2010


Baca juga Metode-metode Menafsir Kitab Suci